Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Kabur...


__ADS_3

***Flashback on saat di toilet.


Saat Abeth menarik tangan Tata berjalan menuju toilet, dari kejauhan dua orang pria yang mengikuti mereka dari tadi juga ikut mereka menuju toilet meskipun dari jauh.


Tata menyadari jika ada mata yang mengawasi nya, namun ia tidak bisa menebak di mana titik lokasi mereka dan ia tidak bisa melihat langsung dimana mereka berada karena ia tidak mau mereka curiga jika ia sudah tau kalau di awasi.


Abeth dan Tata memasuki toilet yang kebetulan tidak terlalu ramai tapi masih ada orang yang lalu lalang keluar masuk. Abeth segera membersihkan bajunya yang terkena tumpahan ice cream di wastafel. Sedangkan Tata berdiri tidak jauh dari Abeth membersihkan pakaian nya dengan mata melihat sesekali ke arah luar.


Sedangkan di luar dua orang yang membuntuti mereka sedang berdebat siapa yang akan menangkap Tata.


"Di, elu yang nangkap cewek itu ya? Gue yang ngawasin orang-orang biar gak ketahuan! " ucap salah satu temannya dengan memakai sarung tangan.


"Lah, kok gue sih Pur? Badan elu kan gede, jadi elu aja lah yang nangkap itu cewek! Langsung aja elu angkat bawa ke mobil. Biar gue aja yang ngawasin orang-orang! " jawab tamannya yang bernama Adi tersebut.


"Elu tuh ya.... Par Pur Par Pur ! Jangan panggil gue nama itu? Emangnya gue makanan ayam! Udah berapa kali gue bilang panggil gue Emo! E-Em-O.... Jadi Emo ! Gak ngerti banget sih lu! " Omel pria yang marah di panggil Pur dengan mengangkat tangan hendak memukul temannya yang bernama Adi itu.


"Kenapa elu marah? Kan gue gak salah, nama elu kan Purnomo ! Masa gue panggil nama laen! " jawab Adi membela diri.


"Gue gak suka di panggil nama asli gue bego! Kampungan banget emak gue kasih gue nama Purnomo! Mbok ya di kasih nama Leonardo di caprio atau Reza Rahadian, kan keren pakai nama kayak gitu! Ini udah tampang pas pasan, nama keren kan lumayan jadi nilai jual. Ini malah kagak, muka pas pasan, nama eh kebangetan jelek nya! " omel Emo menendang bokong Adi sekalian curhat.


"Iya... Iya.... Galak amat sih jadi orang! Tapi elu ya yang bawa itu cewek ke dalam mobil! Gak kuat gue kalau ngangkat dia, biar gue yang nangkap dia nanti! " jawab Adi pasrah.


"Nah... Gitu dong! Kan enak kerja sama kayak gini! Nih pakai sarung tangan elu dan ini sapu tangan nya udah gue kasih obat bius! " ucap Emo tersenyum dengan memberikan sepasang sarung tangan hitam dan sebuah sapu tangan.


Di dalam toilet, Tata sedang menunggu Abeth yang masih membersihkan pakaiannya gelisah sambil menjepit kedua pahanya karena ia kebelet pipis.


"Duh... Kenapa jadi kebelet gini ya? Kak Abeth udah mau selesai, nanti kalau aku masuk wc dia malah pergi lagi! " batin Tata menggigit bibir nya seraya menahan pipis.


Karena udah gak tahan lagi, Tata akhirnya menghampiri Abeth yang sedang mengeringkan tangan nya.


"Kak, pegangin jaket aku! Aku udah gak tahan mau pipis! Kakak jangan keluar dan jangan kemana-mana ya? Tungguin aku! Aku gak lama kok! " pesan Tata dengan wajah menahan pipis.


Abeth mengambil jaket Tata seraya mengangguk kan kepalanya. Ia berjalan menuju pintu keluar dengan memegang jaket Tata dan menunggu Tata di sana.


"Keren banget jaket nya! Bahan nya lembut dan tebal kayak gini lagi! " ucap pelan Abeth dan mencoba memakai jaket Tata di tubuhnya.


"Wuih.... Pas lagi ! " ucapnya lagi tersenyum senang.


Tiba-tiba saja ada seseorang masuk dan menepuk bahunya dari belakang, saat Abeth hendak menoleh orang itu langsung membekap mulut dan hidung Abeth dengan saputangan yang sudah di beri obat bius.


Abeth pun terkulai dengan wajah menunduk dan tertutup hoodie jaket Tata. Pria itu memberi kode pada temannya jika target sudah pingsan. Entah kebetulan atau bukan, suasana toilet sepi hanya ada Abeth di dekat pintu keluar dan Tata yang masih di dalam wc.


Dengan sekali angkat, Abeth sudah berpindah ke bahu pria bernama Emo dan mereka berdua langsung membawa Abeth pergi melalui jalan belakang yang memang sudah mereka rencanakan sebelum nya agar tidak di pergoki pengunjung mall karena langsung menuju parkir mobil mereka.


Di dalam toilet, Tata keluar dari wc dengan wajah lega dan ia langsung mencuci tangan nya di wastafel.


"Kak Abeth ini... ! Di suruh tunggu di sini malah duluan dia keluar ! " ucap Tata dengan geleng-geleng kepala.


Saat ia keluar toilet ia tidak menemukan Abeth atau siapapun karena suasana toilet sepi dan juga tempatnya agak jauh dan masuk lorong.


"Mungkin udah duluan kali ya Kak Abeth ke sana! Ya udah lah, aku langsung ke sana aja! Ntar mereka kelamaan lagi nungguin aku! " gumam Tata pelan seraya melihat kanan kiri nya yang sepi.


Flashback off***.


Tata dan semuanya berpencar mencari keberadaan Abeth yang menghilang dari toilet. Dave dan Henry mencari di sebelah kanan,sedangkan ia dan Giselle mencari di sebelah kiri. Tiba-tiba ia ingat akan ada orang yang mengawasinya dari mereka pergi keluar rumah.

__ADS_1


"Oh ****..... **** you! " umpat Tata dengan wajah geram.


Giselle yang mendengar umpatan Tata menjadi kaget dan terkejut melihat ekspresi wajah Tata berubah menjadi putih seperti tidak ada aliran darah sama sekali dan terlihat sangat dingin dan menakutkan.


Dengan tangan gemetar ia menghubungi Dave melalui ponsel nya. Sedangkan Tata tanpa memperdulikan Giselle yang berdiri di belakang nya langsung mengambil ponsel khusus yang ia selipkan di kantong celana nya.


"Angel... Retas semua kamera CCTV yang ada di mall ini! Dan sambung kan langsung pada ponsel ku sekarang juga! " perintah Tata saat panggilan telepon nya terhubung.


"Tiger, Lion... ! Siap kan orang terbaik kalian sekarang juga dan segera temui aku di pintu masuk mall ini! Aku tunggu dalam waktu 10 menit! Ingat, aku tidak ingin ada kegagalan karena nyawa kakak ku taruhannya! " ucap nya lagi dengan nada dingin dan menyeramkan.


Tata tidak menyadari jika suami dan iparnya berdiri di belakangnya dengan wajah kaget dan mendengar sendiri saat ia memberikan perintah melalui panggilan telepon dengan suara yang berbeda.


Saat ia membalikkan badannya, ia tertegun sejenak saat melihat wajah tanda tanya suami dan iparnya saat melihat ia. Tata menarik pelan napasnya sambil berkata.


"Jangan bertanya apapun sekarang ini karena aku tidak ada jawaban. Pikiran ku hanya tertuju pada keselamatan Kak Abeth dan bukan yang lainnya! " ucap Tata dengan nada datar seraya pergi ke arah luar mall.


"Ternyata istriku sudah mulai menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya! Apa jangan-jangan orang yang di balik layar mengirimkan pesan berupa flashdisk waktu itu adalah istriku? " batin Dave bertanya-tanya dalam hatinya.


"Bro, bawa pulang Giselle sekarang juga! Aku akan bersama Tata mencari kakak! " pinta Dave pada kakak iparnya.


"No.. ! Aku akan ikut mencari Abeth! Aku mau tau di mana istriku dan aku tidak bisa tenang jika hanya menunggu saja! " jawab Henry menolak dengan tegas.


Melihat Tata sudah berjalan menjauh, Dave beserta Henry dan Giselle mengejar langkah Tata dengan sedikit berlari. Begitu sampai di pintu keluar, Tohir sudah menunggu dengan wajah cemas.


"Mang, bawa mereka semua pulang ke rumah sekarang juga! Jika Mami atau semua orang bertanya bilang kalau aku ada urusan penting dan tunggu kabar saja di rumah! " perintah Tata pada Mang Tohir.


"Baik Den Ayu! " jawab Mang Tohir mengangguk patuh.


"Tidak sayang! Aku akan ikut bersama mu! Tidak akan aku biarkan kau pergi sendirian! " ucap Dave menolak.


"Terserah kalian saja! " jawab Tata datar.


"Giselle... ! Kau harus pulang dan katakan pada semua keluarga agar tenang dan menunggu di rumah sambil berdoa! " ucap Tata pada Giselle.


"I-iya kak! " jawab Giselle patuh dengan wajah agak ketakutan.


Ia langsung cepat-cepat masuk ke dalam mobil karena takut Tata marah. Mang Tohir juga langsung tancap gas begitu Giselle sudah duduk aman di dalam mobil.


Hanya berselang beberapa detik, sebuah mobil van hitam datang dan keluar seorang pria tampan yang masih sangat muda dengan wajah datar dan tanpa ekspresi turun dan menghampiri Tata.


"Kak, Angel menghubungkan rekaman CCTV di komputer karena ponsel kakak tidak bisa di sambungkan! " lapor Lion sambil sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat.


Pintu mobil bagian tengah terbuka dan Tata langsung masuk karena di dalam terdapat komputer set lengkap. Tidak ingin ketinggalan, Dave dan Henry juga bergegas masuk ke dalam mobil van tersebut sebelum Tata meninggalkan mereka di situ.


Lion masuk di bangku depan dan seorang sopir langsung menjalankan mobil begitu pintunya sudah tertutup rapat. Tata dengan lihai memainkan jemarinya di atas keyboard komputer dan memutar rekaman CCTV mall dari berbagai sudut.


Dave dan Henry yang duduk di sebelah kiri dan kanan Tata ikut melihat rekaman CCTV tersebut mencari keberadaan Abeth ketika keluar dari dalam toilet.


"Dapat.... ! " pekik Tata saat menemukan rekaman dua orang pria membawa seseorang walaupun tidak terlihat wajahnya.


"Mana sayang? Kamu yakin yang mereka bawa itu Kak Abeth? " tanya Dave dengan gak ragu.


"Yakin Mas, karena Kak Abeth memakai jaket yang aku kenakan tadi ! Tuh lihat... ! " jawab Tata seraya menunjuk logo pada jaketnya di sebelah kiri yang kebetulan terlihat dalam rekaman.


"Oh my god! Apa yang mereka mau dari istriku! " ucap Henry dengan wajah cemas.

__ADS_1


"Lion.... Dimana Tiger saat ini? " tanya Tata pada salah satu tangan kanan nya.


"Sudah menunggu di markas kedua Kak bersama orang-orang nya! " jawab Lion tanpa melihat kebelakang.


"Langsung ke sana sekarang juga! " perintah Tata pada Lion.


Sopir langsung menambah kecepatan mobil menuju tempat yang di perintahkan Tata membuat Dave dan Henry berpegangan erat di dalam mobil. Mereka berdua hanya bicara melalui kode mata tentang siapa mereka dan ada hubungan apa mereka dengan Tata.


Mobil memasuki sebuah komplek ruko-ruko yang berjejer dengan banyak orang yang berjualan di ruko tersebut menjajakan dagangannya. Mobil berhenti setelah melalui beberapa belokan hingga di sebuah bangunan yang agak tertutup jika di lihat dari jauh.


Tata dan Lion keluar dari mobil memasuki sebuah lorong kecil dengan Dave dan Henry mengikuti dari belakang. Mereka masuk ke sebuah pintu yang saat di buka terdapat sebuah bangunan apik seperti sebuah ruangan di film spy kids dengan layar raksasa dan beberapa orang yang duduk mengutak-atik keyboard komputer, beberapa orang lalu lalang dengan berpakaian hitam dan bermuka datar.


Seorang pria berbadan kekar, berwajah tampan seperti Lion tetapi dengan kulit agak kecoklatan namun itu yang menjadi daya tariknya dengan rambut cepak dan tato naga di leher bagian belakang nya datang menyambut Tata.


"Sambungkan aku dengan Angel! " perintah Tata seraya memasuki ruangan tersebut.


Pria tersebut memberikan sebuah earphones bluetooth kepada Tata dan Tata langsung memakaikannya di telinga sambil menatap layar raksasa yang menampilkan gambar seorang wanita cantik yang berwajah imut.


"Hallo Kak, Hai kakak ipar dan Hai semuanya! " sapa perempuan itu dengan suara lembut.


"Jangan banyak basa basi Njel... Apa sudah kau temukan lokasi mereka membawa kakak iparku? " tanya Tata dengan nada dingin.


Wajah Angel langsung cemberut mendengar suara Tata yang dingin dan langsung menunjukkan titik lokasi bertanda merah yang berkedip-kedip.


"Mereka membawa nya ke sebuah bangunan yang tidak terpakai tapi itu dulu, karena mereka sudah merubah nya menjadi sebuah markas tersembunyi, yang menjadi tempat persembunyian mereka yang kedua di daerah xxx pinggiran kota Jakarta yang memang jarang penduduknya. " ucap Angel dalam mode serius.


"Nasib baik berpihak pada kita berkat chip yang ada di kantong jaket kakak sehingga memudahkan aku mencari keberadaan mereka. " tambahnya lagi dengan wajah ceria.


"Ayo kita kesana! Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan istriku! " ajak Henry dengan tidak sabaran.


"Jangan bertindak gegabah! Mereka adalah geng pembunuh bayaran yang lumayan kuat di kalangan orang-orang berduit! Di butuhkan strategi yang matang untuk kita menerobos masuk. Jika kita bertindak sembrono, tidak hanya nyawa kita yang melayang tapi nyawa istri anda juga melayang! " hardik Tiger dengan nada dingin dan tegas.


"Oh ****.... ! " umpat Henry dengan wajah frustasi.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang ini? Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi karena kita tidak tau apa yang mereka lakukan pada kakakku! " tanya Dave dengan menatap wajah istrinya gusar.


"Tunggulah di sini, aku akan masuk sebentar! " ucap Tata lembut tanpa menjawab pertanyaan Dave dengan memeluk Dave sejenak dan tanpa sepengetahuan Dave memberikan kode mata pada Tiger.


Setelah melepaskan pelukannya ia masuk ke sebuah ruangan dengan Tiger yang sudah masuk duluan saat Tata memeluk suaminya.


Dave menunggu tanpa curiga sedikit pun sambil melihat di sekelilingnya nya dengan hati yang bertanya-tanya. Lima menit, sepuluh menit, hingga lebih dari 30 menit menunggu membuat Dave gusar dan gelisah.


Ia langsung berlari menuju pintu tempat Tata masuk tadi tanpa menghiraukan teriakan kakak iparnya, membuka pintu tersebut dan...


Kosong... Itulah yang di lihat Dave dan ia membanting pintu tersebut dengan kencang.


"Sial..... ! " Umpat nya cemas, takut dan marah menjadi satu.


Bersambung...


Duh.... Tata kabur duluan rupanya buat selamatin Abeth 😱😱 Mudah-mudahan gak kenapa-napa ya guys...??


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers tercinta ku...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...

__ADS_1


__ADS_2