Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Rencana Harisman...


__ADS_3

Mama Riko menangis tersedu-sedu ketika masuk ke dalam mobil. Ia tidak menyangka putranya mengambil langkah menjauh dari dirinya.


"Pa, apakah Riko sengaja menjauh karena Mama ya, Pa? " ucap Nyonya Ratih dengan wajah sembab.


"Tidak usah su'udzon dulu Ma sama anak sendiri! Kita bahkan tidak tahu apa alasan Riko yang sebenarnya, jadi jangan mengambil kesimpulan sendiri! " jawab suaminya dengan nada tidak suka.


Nyonya Ratih terdiam mendengar nasihat suaminya, ia kembali teringat sudah mengusir Anika tanpa sepengetahuan anaknya sehingga membuat anaknya naik pitam. Hubungan mereka sejak saat itu mulai merenggang karena ulah nya sendiri. Sekarang ia menyesali semuanya yang sudah sangat terlambat karena putranya sudah pergi jauh dari sisinya..


Mereka akhirnya pulang setelah membagikan makanan yang mereka beli untuk Riko kepada anak-anak jalanan yang sedang duduk di pinggir jalan.


🌿🌿🌿


"Dek, kamu yakin mau pulang sekarang? " tanya Ibuk ketika Tata selesai sarapan.


"Iya Buk, kasihan Sandra mengurus restoran sambil mengurus anak-anak! " jawab Tata sambil membawa piring bekas ia makan ke wastafel.


"Maksud Ibuk itu, adek gak papa pulang naik mobil sendiri? " ucap Ibuk lagi dengan perasaan khawatir.


"Gak papa kok Buk, lagian Bandung-jakarta kan dekat. Gak sama kayak dari Kisaran ke Binjai yang memakan waktu setengah hari. " jawab Tata lagi sambil mencuci piring.


"Ibuk cuma khawatir adek kenapa-napa di jalan, karena gak ada kawannya itu! " ucap Ibuk dengan lirih.


"InsyaAllah adek gak kenapa-napa Buk, asal Ibuk gak berhenti doain adek! " jawab Tata dengan lembut.


"Selama Ibuk masih bernyawa, Ibuk gak akan pernah berhenti doakan anak-anak Ibuk! " sahut Ibuk lagi dengan lembut.


"Aamiin.... " Tata mengaminkan doa ibunya.


Setelah selesai mencuci piring, Tata kembali ke ruang keluarga bersama Ibuk yang masih agak tidak rela membiarkan Tata kembali sendiri ke Jakarta.


Tata mengecek kembali barang-barang pribadi nya agar tidak ada yang ketinggalan. Setelah yakin, ia pun pamit pada semua orang sambil berjalan masuk ke dalam mobil yang sudah di periksa Tegar terlebih dahulu apakah ada yang rusak atau semacamnya guna menghindari resiko kecelakaan di jalan.


Sedangkan Susan sudah di antar duluan oleh Tegar ke stasiun kereta api. Ia ngotot akan pulang ke Jakarta menggunakan kereta api. Katanya ia kapok jika naik mobil lagi dengan Tata.


"Non, ini Mak bawain bekal untuk di jalan! " ucap Mak Ijah dengan meletakkan rantang yang di bungkus kantong kresek.


Ketika Tata hendak berkata menolak, tiba-tiba sebuah pesan masuk melalui ponsel rahasianya. Tak ingin ada yang mencurigainya, ia pun berpura-pura kebelet ke kamar mandi.

__ADS_1


"Ya ampun Adek, adek! Udah mau berangkat pakai kebelet segala! " ucap Ibuk dengan geleng-geleng kepala.


Lima menit kemudian, Tata pun muncul dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Adek berangkat ya Buk, semuanya! Assalamualaikum... " teriak Tata sambil membunyikan klakson mobil.


🌿🌿🌿


Rusunawa, Jakarta....


Harisman sedang bersiap-siap akan pergi ke Bandung. Detektif sewaannya mengabarkan jika wanita yang menyembunyikan anaknya sudah pulang ke Jakarta hari ini.


"Anakku sayang! Tunggu Papa, Papa akan membawamu pergi jauh dan Papa akan menjaga mu sepenuh hati Papa! Kita akan hidup bahagia di tempat yang jauh bersama calon cucu Papa! Papa mencintaimu, princess ku! " ucap Harisman sambil menciumi foto bayi yang berpakaian pink.


Setelah semuanya beres, ia pun pergi dengan menyeret koper besarnya keluar rumah susun yang ia tinggali.


Ia berjalan menuruni tangga ke lantai bawah menuju mobil yang terparkir di parkir khusus rumah susun tersebut.


Harisman sedang dalam suasana hati yang sangat bahagia karena kesempatan nya untuk hidup bersama anaknya akan tercapai sebentar lagi. Ia sangat bahagia karena bisa menebus kesalahannya di masa lalu dengan memberikan cinta dan kasih sayang yang besar untuk anak kandungnya, apalagi saat ini anaknya sedang mengandung calon cucunya. Ia begitu bahagia karena akan memberikan kasih sayang untuk cucunya yang dulu tidak pernah ia lakukan untuk anaknya Anika.


Mereka sampai di alamat yang di berikan detektif sewaannya setelah berkendara selama hampir tiga jam. Karena hari sudah siang, Harisman memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu agar tenaganya full ketika membawa pergi Anika dari tempat itu.


Harisman menghubungi orangnya mengajak bertemu untuk membicarakan strategi membawa Anika tanpa melakukan perlawanan.


Mereka janjian setelah makan siang di tempat yang tidak jauh dari Villa yang di tinggali Anika.


Setelah makan siang, Harisman pun bertemu dengan orang-orang nya yang ia bayar untuk membantunya menerobos masuk ke dalam Villa yang mempunyai banyak penjaga tersebut.


Mereka berbicara serius sekali sampai memakan waktu hampir dua jam.


"Ingat, jika kalian bertemu perempuan muda yang hamil, jangan lakukan kekerasan padanya! Aku tidak akan tinggal diam jika kalian berani melakukan kekerasan terhadap anakku! " Harisman memperingatkan orang sewaannya tersebut.


"Tenang saja Tuan, kami punya cara sendiri untuk membawa anak anda tanpa melakukan kekerasan! Anda tinggal terima beres saja! " jawab orang suruhannya dengan begitu yakin.


Mereka pun segera memulai aksi mereka menerobos masuk ke dalam Villa Tata melalui pintu belakang tempat para pekerja di Villa tersebut ketika hendak membuang sampah. Tempat pembuangan sampah tersebut hanyalah pintu kecil yang hanya bisa di lalui sepeda motor saja yang pintunya terbuat dari trali besi.


Orang-orang suruhan Harisman membuka pintu tersebut dengan menggunakan zat kimia yang bisa melunakkan pintu itu di bagian engsel nya sehingga mereka dengan mudah mengangkat pintu secara beramai-ramai.

__ADS_1


"Rencana berhasil! Ayo kita berpencar mencari pelan-pelan perempuan yang sedang hamil dan bawa ia pergi dari sini! " ucap salah satu ketua dari orang suruhan tersebut.


Mereka membagi beberapa kelompok untuk mencari Anika tanpa menimbulkan keributan. Hampir 30 orang-orang itu berkeliling mencari perempuan muda yang sedang hamil. Ketika hendak melewati Paviliun sebelah kanan, salah satu orang suruhan tersebut melihat perempuan yang sedang hamil duduk santai sambil bernyanyi kecil memberi makan ikan di kolam.


Tanpa ragu mereka langsung mendekati perempuan yang hamil tersebut dan membiusnya dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius dari belakang sehingga perempuan tersebut langsung ambruk.


Mereka menutup wajah perempuan itu dengan kain yang sudah mereka persiapkan dan menggotong perempuan itu bersama-sama secara pelan-pelan agar tidak menarik perhatian penjaga yang berjaga di luar rumah.


"Hei, pelan-pelan bawa perempuan itu! Ingat, ia sedang hamil! Jangan sampai nanti kandungan nya kenapa-napa! Bisa bahaya nanti kita jika Bos tahu dan nanti bayaran kita bisa hilang! " ucap ketua orang suruhan tersebut dengan agak keras.


"Iya Bos! " jawab anak buahnya dengan patuh.


Mereka pelan-pelan mengeluarkan Anika dari pintu pembuangan sampah tersebut agar tidak terbentur atau tersangkut karena mereka lewat secara bergiliran kecuali untuk yang menggotong tubuh Anika.


Setelah melalui perjuangan yang sulit ketika melewati pintu kecil tersebut, mereka akhirnya bisa bernafas lega setelah berhasil keluar tanpa di curigai penjaga yang ada di gerbang depan.


Mereka membawa Anika dengan cara di gotong beramai-ramai ke mobil yang sudah ada Harisman yang menunggu nya.


Harisman yang melihat dari jauh langsung keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu bagian belakang.


"Masukkan pelan-pelan! Awas kepalanya jangan sampai terbentur! " Harisman memperingatkan orang suruhan nya itu.


Setelah posisi perempuan hamil itu aman, mereka pun langsung menutup pintu mobil dan meminta sisa bayaran kepada Harisman.


"Ini sisa bayaran kalian! " ucap Harisman dengan memberikan amplop putih yang sangat tebal ke tangan ketua dari orang suruhan itu.


Ketua orang suruhan itu membuka amplop putih tersebut dan tersenyum senang ketika melihat isinya yang sesuai dengan kesepakatan mereka.


Mereka saling berjabat tangan sebelum berpisah dan melanjutkan perjalanan masing-masing.


"Anakku sayang, kita akan pergi jauh bertiga untuk memulai hidup baru di tempat yang baru juga! " gumam Harisman dengan wajah bahagia.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜..

__ADS_1


__ADS_2