
Tata yang baru saja kembali dari kamar anak-anak nya menautkan alisnya saat melihat panggilan telepon dari Tiger.
"Hmm Tiger.. ! Apa yang dia inginkan?? Apa terjadi sesuatu di markas?? " gumam Tata pelan sembari memegang ponselnya.
Dave yang baru keluar dari kamar mandi menghentikan langkahnya saat melihat sang istri berdiri di depan meja riasnya terlihat memikirkan sesuatu. Ia pun berjalan mendekat dan langsung memeluk tubuh mungil tersebut dari belakang.
"Astaghfirullah hal azim Mas... ! Bikin aku kaget aja! " pekik Tata pelan dengan mengusap dadanya.
"Apa yang kau pikirkan sayang?? Kau bahkan tidak menyadari langkah kaki Mas! " tanya Dave dengan mengendus leher Tata.
Tata menghela napas nya karena ulah Dave membuat tubuh nya meremang.
"Mas.. Lepasin ah, geli tauk! " ucap Tata mencoba melepaskan diri dari ulah suaminya.
"Gak mau! Maunya gini aja! " tolak Dave yang malah memberikan kecupan-kecupan kecil di leher Tata.
"Haah... Terserah Mas lah! Kalau nanti kepengen aku gak tanggung jawab ya?? " sahut Tata pasrah dengan ulah Dave yang sekarang bermain-main di sumber nutrisi si kembar.
"Tenang aja! Mas gak nuntut tanggungjawab kok! Oh ya, kamu belum jawab pertanyaan Mas tadi! " ucap Dave tetap dengan ulahnya.
"Ada panggilan tak terjawab dari Tiger! Aku hanya heran aja, biasanya kalau itu penting pasti panggilannya lebih dari satu alias sampai lima panggilan atau lebih. Tapi ini hanya satu panggilan tak terjawab aja! " jawab Tata.
"Telpon aja lagi biar tau itu penting apa nggak! Jadi istriku ini gak penasaran kayak gini! " sahut Dave dengan menggigit kecil leher Tata karena gemes.
"Aww... Ya Allah Mas.. ! Jangan beri tanda yang bisa di lihat orang?? Sakit tauk! Udah ah minggir, aku mau rebahan! Capek berdiri dengan badan Mas segede gitu! " pekik Tata kesal karena digigit suaminya.
"Abisnya kamu gemesin! " jawab Dave tanpa merasa bersalah.
__ADS_1
Tata segera naik ke atas tempat tidur dengan disusul Dave di belakang nya. Ia duduk dengan bersandar pada headboard tempat tidur sambil mengutak-atik ponselnya.
Tak lama terdengar suara sambungan bip yang menandakan panggilan nya masuk dan belum di jawab.
"Halo Kak! Apa kakak sibuk?? " sahut Tiger dari seberang sana.
"Ya Tiger! Ada apa?? Sekarang lagi bersantai sebelum tidur? " jawab Tata jujur.
"Eung... Gini Kak! Abangnya kakak meminta permohonan untuk dipertemukan dengan anak dan istrinya sebelum mereka pergi berobat ke Amerika! Sepertinya sebelum acara si kembar ia mendengar pembicaraan para anak-anak tentang Martin yang akan pergi ke Amerika bersama keponakan kakak untuk berobat! Dia langsung meminta bertemu dengan ku untuk bertanya kebenaran hal itu! Aku menjawab jujur karena walaupun begitu ia berhak tau bagaimana keadaan anak dan istrinya setelah kebodohan yang ia lakukan di masa lalu. Ia begitu terpukul saat mendengar apa yang aku sampaikan hingga semenjak itu ia tidak keluar dari kamarnya selama tiga hari hingga saat ini! Baru tadi siang dia memohon dengan sangat padaku untuk menyampaikan kepada kakak agar di beri kesempatan bertemu istri dan anaknya untuk terakhir kali! Begitu yang Abang kakak katakan! " jawab Tiger panjang lebar.
"Baiklah kalau begitu! Akan aku pikirkan nanti dan besok aku kasih jawabannya! " sahut Tata menanggapi perkataan Tiger.
Panggilan itu pun akhirnya terputus. Tata yang menghidupkan loudspeaker menatap kearah suaminya dengan tatapan meminta pendapat.
Dave membetulkan bantal di belakang punggungnya dan menepuk dadanya agar Tata duduk bersandar pada dadanya. Tata mengikuti perintah suaminya dengan duduk bersandar pada dada bidang sang suami.
"Oke deh Mas.. ! Habis subuh akan aku bilang sama Kak Aya tentang keinginan Bang Sandi! " sahut Tata tersenyum kecil.
"Itu lebih bagus dari pada kamu bikin keputusan sendiri yang nantinya membuat Kak Aya merasa tidak di dengarkan pendapat nya! Oh iya, ngomong-ngomong Ibuk agak ada nanyain tentang Bang Sandi?? " ucap Dave sambil bertanya lagi.
"Semenjak kejadian hari itu Ibuk gak pernah membicarakan tentang Bang Sandi, apalagi menanyakan nya! Entahlah Mas, aku juga gak berani mau tanya ke Ibuk bagaimana Bang Sandi! Sepertinya Ibuk kecewa banget dengan Bang Sandi! " jawab Tata jujur.
"Wajar sih kalau Ibuk kecewa, karena apa yang di lakukan oleh Bang Sandi itu sudah di luar nalar kemanusiaan! Apa lagi yang di buatnya begini adalah istrinya sendiri, ibu dari anak-anak nya! Kalau gitu gak usah kamu tanyain lah yank, biarlah waktu yang menjawab semuanya! In Syaa Allah Ibuk gak akan lama-lama kok marah sama anak nya sendiri! Biarlah ini menjadi pelajaran untuk Bang Sandi agar lebih baik lagi kedepannya! " sahut Dave dengan bijak.
Tata mengangguk dengan tersenyum lebar mendengar perkataan suaminya. Ia memberikan kecupan singkat pada bibir suaminya dengan penuh cinta.
🌿🌿🌿
__ADS_1
Selesai sholat subuh Tata langsung menghampiri Nada yang sedang berada di kamar nya.
Ia mengetuk pintu dan di buka oleh Ibuk karena Nada sedang sholat.
"Kak Aya masih sholat Buk?? " tanya Tata basa basi.
"Iya.. Adek ada perlu sama kakak kamu?? " jawab Ibuk sambil bertanya.
"Iya Buk! Adek ada perlu sedikit dengan Kak Aya! " jawab Tata jujur.
"Ya udah masuk aja langsung! Ibuk mau lihat si kembar dulu! " sahut Ibuk sambil berlalu ke arah kamar si kembar.
Tata langsung masuk dan menutup pintu kamar menunggu Nada selesai sholat.
"Loh, ada Adek.. ! Dah lama nunggu nya?? " ucap Nada yang baru selesai berdoa.
"Gak lama-lama amat sih! Duduk sini Kak! Ada yang mau Tata omongin sama kakak! " jawab Tata dengan menepuk sofa kosong di sebelahnya.
Saat ini ia sedang duduk di sofa panjang yang ada di dalam kamar mereka. Nada langsung berjalan ke sofa dan duduk di samping Tata tanpa melepaskan mukena nya.
"Adek mau ngomong apa? " tanya Nada langsung.
"Eumm.. Sebenarnya Bang Sandi menghubungi Tata lagi Kak! Bang Sandi pengen ketemu kakak dan anak-anak sekali aja sebelum kakak dan Aqila pergi berobat ke Amerika! Bang Sandi mendengar kabar kakak dan Aqila ke Amerika dari orang-orang nya Tata! Jadi, gimana pendapat kakak?? Kakak mau gak ketemu dengan Bang Sandi sebelum kalian ke Amerika besok?? " ucap Tata dengan hati-hati.
Nada menundukkan kepalanya sembari menghela napas dalam-dalam sebelum menjawab perkataan adik ipar nya itu.
"Maafkan kakak Dek! Kakak takut tidak bisa mengontrol emosi kakak di depan anak-anak jika bertemu dengan Abang kamu! Jujur kakak belum siap mental Dek! Terlalu dalam luka yang di toreh Abang mu di hati kakak! Apa lagi selama kakak hamil Aqila hingga Aqila lahir ke dunia, Abang mu tidak pernah mengakui kehadiran Aqila bahkan ia menyalahkan akan hadirnya Aqila dalam pernikahan kami! " jawab Nada dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Bersambung..