Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Extra part 2


__ADS_3

Dengan muka di tekuk dan dengan setengah hati, Nana memasuki halaman rumah Tata untuk menemui sang empu pemilik rumah.


"Assalamualaikum kesayangan Aunty... ! " ucap Nana dengan suara kencang saat memasuki ruang makan.


Ia sudah mengucapkan salam saat di pintu depan tadi pada pelayan yang membukakan pintu, ia lalu mengulangnya lagi saat menyapa penghuni rumah besar itu.


"Waalaikumsalam... " jawab anak-anak barengan.


"Aunty Nana... !! " pekik Dewa dengan muka kegirangan.


"Halo Boys, girl! Mana ciumannya untuk Aunty?? " ucap Nana dengan menyodorkan pipi mulus nya pada kembar enam.


Satu persatu anak-anak itu mencium pipi Nana kecuali Yudistira dan Arjuna.


"Bibirku terlalu suci untuk mencium pipi perempuan jomblo seperti Aunty! " ucap Arjuna dengan pedas nya.


"Hanya Mami yang mendapatkan ciuman dari bibirku dan tidak ada orang lain selain Mami! " ucap Tira juga tanpa mengalihkan mata nya pada buku yang ia pegang.


"Astaga kakak.. !! Mulut dua anak mu ini pedas banget ngalahin cabe setan level 10! " ucap Nana dengan muka di buat terluka.


"Dasar lebay... " ucap Arjuna pelan.


"Kalian membuat Aunty kesal! Muuaahh... Muuaahh.. " ucap Nana dengan mencium paksa pipi Arjuna dan Tira secara bergantian.


"Aunty.... !!! " pekik mereka berdua tidak terima di cium Nana.


"Hahahaha.... " Nana tergelak kencang mendengar kemarahan dua anak kecil yang imut itu.


Dengan kesal mereka berdua barengan mengambil tisu basah dan mengelap pipi mereka yang di cium Nana tadi.


Bukannya tersinggung Nana semakin tertawa melihat wajah masam anak-anak itu.


"Kau itu! Suka sekali menjahili mereka berdua! Ayo makan sarapan kalian anak-anak dan setelah nya ayo bersiap-siap pergi sekolah! " ucap Tata pada Nana dengan geleng-geleng kepala sambil menyuruh anak-anak nya sarapan.


"Iya Mami... " jawab anak-anak itu dengan patuh.


"Mereka bikin aku gemes Kak! Lagaknya kayak orang dewasa aja! " sahut Nana cuek dan duduk di kursi yang kosong.


Tak lama kemudian Dave turun dengan membawa dasi di tangan nya dengan agak terburu-buru.


"My Ruby sayang... ! Tolong pasangkan dasi ku sekarang! Gara-gara Arkansas sialan aku jadi terlambat bangun! " ucap Dave sambil mengumpat Arkan.


"Bahasanya Mas.. " tegur Tata dengan mata melotot.


"Ups... Sorry sayang! Mas lupa! " sahut Dave nyengir dan mengangkat kedua jarinya.


"Papi selalu lupa kalau sudah mengumpat Uncle Arkan! Tapi kalau kita yang mengatakan umpatan itu pasti selalu di marahi! " celutuk Arjuna yang sangat kritis dengan hal di sekitarnya.


"Hei boys... ! Papi sering lupa kalau mengatakan hal itu! Anak kecil seperti kalian memang tidak di perbolehkan berkata yang tidak baik seperti itu! Papi minta maaf dan janji ini yang terakhir kalinya! Kalian semua dengar?? " ucap Dave mencoba ngeles dan memberikan pengertian kepada kesemua anak-anak nya.


"Halah.. ! Palingan pas gak ada kita Papi akan ngumpat lagi! " sahut Tira tanpa menoleh sedikit pun.


Tata dan Nana mengulum senyum mereka agar tidak keceplosan tertawa melihat Dave tidak berkutik oleh dua anaknya yang terkenal judes dan pahit kalau bicara.


"Ish kau ini! Orang pendiam seperti mu memang membahayakan orang, sekali bicara yang keluar dari mulut mu adalah cabai setan level dewa! " ucap Dave mencibir putra sulungnya itu.


"Hahahaha.... ! Astaga.. ! Kak Dave aja mati kutu di buat anaknya sendiri, apalagi orang lain! " ucap Nana dengan tertawa terbahak-bahak.


Melihat Nana menertawai nya, Dave mencomot bakwan jagung dan memasukkannya ke mulut Nana hingga Nana mendelik kesal karena hampir keselek bakwan jagung.

__ADS_1


Ekspresi Nana membuatnya di tertawakan anak-anak kembar tersebut hingga membuatnya semakin keki dan gondok setengah mati. Sedang kan Dave tersenyum devil dengan menyeringai melihat kekesalan Nana.


"Anak-anak! Cepat habiskan sarapan kalian! Nanti kalian di tinggal bus sekolah karena terlambat menunggu di halte! " tegur Tata dengan mata melihat mereka bergantian.


"Iya Mami... " jawab mereka patuh dan cepat-cepat menghabiskan makanan nya masing-masing.


"Kalian berdua! Cepat habiskan juga sarapan kalian! Nana tunggu kakak di ruang kerja kakak setelah sarapan! Kakak mau antar anak-anak ke halte dulu menunggu bus sekolah mereka! " tegur Tata juga pada Dave dan Nana dengan mata melotot tajam.


Mereka berdua juga menurut patuh karena tidak mau menjadi sasaran amukan macan garang yang sangat mengerikan jika perempuan di hadapan mereka itu kalau sudah marah.


"Elea sudah selesai Mami... ! " ucap sang princess dengan menyodorkan piringnya yang sudah kosong.


"Good job girl.. ! Bilang apa kalau sudah makan?? " sahut Tata memuji sang Putri.


"Alhamdulillah... " jawab Elea dengan dihadiahi ciuman di pipinya oleh Tata.


Berturut-turut anak laki-laki nya juga menyodorkan piring mereka yang sudah habis dengan mengucapkan hamdalah seperti adik mereka dan mendapatkan ciuman di pipi mereka satu persatu.


"Mami sudah meletakkan bekal kalian semua di tas kalian masing-masing! Jangan lupa di makan saat istirahat nanti ya sayang.. !! " pesan Tata pada semua anak-anak nya.


"Yes Mami... ! " jawab mereka serempak.


"Good.. ! Ayo pasang sepatu kalian dan Mami antar menuju halte! " ucap Tata dengan beranjak dari kursinya berjalan beriringan menuju tempat sepatu anak-anak di lemari yang ada di teras depan.


Anak-anak cerdas itu memakai sepatu mereka sendiri tanpa di bantu orang lain dan meletakkan sandal rumahan mereka di lemari agar memudahkan mereka saat pulang sekolah nanti.


Dengan saling bergandengan tangan, mereka semua berjalan menuju gerbang depan rumah mereka yang jauhnya mencapai beberapa ratus meter dengan hanya berjalan kaki. Tidak satupun dari anak-anak tersebut mengeluh capek berjalan sejauh itu hanya untuk menuju halte bus sekolah mereka yang letaknya hanya satu gang dari rumah mereka. Sedari umur tiga tahun, Tata rutin melatih ketahanan fisik semua anak-anak nya tidak terkecuali Elea.


"Ayo anak-anak duduk sebentar sambil menunggu bus nya datang! " ajak Tata untuk duduk di kursi tunggu halte.


"Assalamualaikum Bu Tata! Assalamu'alaikum anak-anak tampan dan cantik! " sapa seorang perempuan yang memakai jilbab syar'i berwarna abu-abu dengan menggandeng anak perempuan seusia si kembar di tangan kanannya.


"Waalaikumsalam Bu Rahma/Bunda nya Keisya! " jawab Tata dan anak-anak nya barengan.


Dengan senyum malu-malu Keisya mendekati Elea yang duduk di samping Tira dan ia pun duduk di sebelah Elea.


"Hai Keisya cantik! Nanti kita main bareng ya di sekolah! " sapa Bima dengan muka genit nya.


"Gak boleh! Anak perempuan gak boleh main dengan anak laki-laki! Bukan muhrim! " teriak Elea dengan wajah garang pada Mas nya.


"Kalau bukan muhrim kenapa kau selalu dekat-dekat Kak Revan dan mengajak nya bermain saat Kak Revan main ke rumah kita! " balas Bima tidak mau kalah.


"Itu karena Kak Revan akan menjadi calon suaminya Elea saat besar nanti! " jawab Elea lantang.


Karuan saja perkataan Elea membuat Tata melongo karena kaget dengan pemikiran putri kecil nya itu. Pertengkaran anak kecil itu membuat Bunda nya Keisya tertawa geli hingga membuat Tata menjadi malu dengan ulah anak-anak nya.


"Maaf ya Bu Rahma.. ! Duh, anak ini kok bisa berpikiran seperti itu di usia baru 5 tahun! " ucap Tata meringis malu.


"Hahahaha Bu Tata santai aja! Namanya juga anak-anak, mereka masih polos dan belum mengerti apa maksud dari perkataan mereka! Jadi gak usah di ambil hati toh Bu.. ! " sahut Bu Rahma santai dan tidak terganggu sama sekali.


"Alhamdulillah Ya Allah punya tetangga yang gak julid kayak Bu Rahma ini! Yang gak terlalu mengatai pemikiran Elea yang di luar nalar anak usia 5 tahun! Emang keturunan nya Davindra Ryder! Masih kecil aja udah kepikiran mau punya suami! " batin Tata mendengus dalam diam.


Tak lama kemudian bus yang mereka tunggu pun datang. Seorang wanita yang memakai seragam sekolah Bertaraf internasional itu turun dan menaikkan anak-anak ke dalam bus satu persatu.


"Bye anak-anak! Baik-baik ya di sekolah! Nanti Mami jemput di sini waktu kalian pulang! " teriak Tata dengan melambaikan tangan nya.


"Bye Mami.. ! Bye Bunda Keisya! " balas mereka dengan melambaikan tangan pada Tata dan Bu Rahma.


Setelah bus sekolah tersebut pergi, Tata kembali ke rumah nya begitu juga dengan Bu Rahma yang mana rumah mereka hanya berjarak dua rumah saja.

__ADS_1


Begitu sampai di rumah, Tata melihat Dave sedang asyik duduk di teras depan sambil melihat MacBook nya.


"Loh, Mas kok masih di rumah?? Belum berangkat ke kantor?? Atau ada yang ketinggalan.. " tanya Tata dengan mengangkat sebelah alisnya.


"Ya masih di rumah ya yank, wong ada yang ketinggalan kok tadi! " jawab Dave sambil mematikan kembali MacBook nya.


"Ya ampun... ! Kenapa gak ngomong dari tadi kalau ada kebutuhan Mas yang aku lupain sebelum antar anak-anak tadi?? " ucap Tata tiba-tiba merasa bersalah pada suaminya.


"Santai aja yank.. Soalnya kebutuhan aku itu emang adanya setelah anak-anak kita pergi sekolah! " jawab Dave sambil menepuk pahanya memberi isyarat agar Tata duduk di pangkuan nya.


"Malu tau Mas duduk di situ! Ntar kalo ada yang lihat gimana?? " ucap Tata menolak secara halus.


"Ish, siapa juga yang berani gangguin kemesraan kita?? " sahut Dave menaikturunkan alisnya.


Ia tetap menepuk-nepuk pahanya agar Tata duduk di sana. Tata menghela napasnya dengan pasrah dan mengalah duduk di pangkuan sang suami.


Begitu Tata duduk di pangkuannya, Dave memeluk erat tubuh istrinya itu dan menghirup aroma Tata dari ceruk lehernya. Ia menyentuh pipi Tata agar menoleh ke arahnya hingga muka mereka berhadap-hadapan. Ia menyentuh bibir mungil Tata dengan jempolnya dan mendekatkan wajah mereka berdua hingga dengan lembut Dave memagut bibir istrinya atas bawah secara bergantian.


Tata yang awalnya hanya diam sana menjadi terpancing dan membalas ciuman suaminya hingga mereka saling melu mat, saling membelit, saling menarik lidah masing-masing saat Dave mengabsen isi mulut istrinya hingga napas mereka berdua ngos-ngosan.


Merasa tidak puas Dave kembali melu mat bibir istrinya dan meng hisap lidahnya karena Tata membuka mulutnya agar Dave leluasa mengeksplor mulut nya sesuka hatinya. Ia tidak hanya menerima ciuman tersebut tapi ia juga membalas nya hingga ciuman mereka yang awalnya lembut dan hangat menjadi menuntut karena tangan Dave mulai bergerilya menyentuh perut rata istrinya di balik pakaian nya.


Sentuhan tangan Dave pada kulit perut nya membuat darah Tata berdesir kencang mengalir dari aliran darahnya menjalar menuju ke kepalanya hingga membuat Tata menjadi terbuai.


"Astaghfirullah hal azim kakak... ! " pekik Nana kencang yang membuat aksi pasutri tersebut terhenti seketika.


Tata yang kepergok Nana langsung menutup mukanya yang memerah karena malu di dada sang suami.


"Kebangetan banget ya?? Aku tungguin dari tadi di ruang kerja, kirain lama karena nganterin anak-anak sekolah eh rupanya sedang nyicil adik buat si kembar! " sindir Nana dengan bibir mengerucut kesal.


"Sirik aja sih jadi orang! Makanya cari jodoh, jangan kelamaan patah hati! Kayak gak ada cowok lain aja! Nih, banyak yang lebih ganteng dari dokter ganjen yang jelek itu! " sahut Dave dengan begitu pedasnya.


"Jiah... Bilang aja Kak Dave masih jealous sama itu dokter karena selalu tebar pesona dengan Kak Tata! " ejek Nana dengan menaikturunkan alisnya.


"Dih, siapa yang jealous! Si jelek itu gak bakalan bisa mendapatkan berlian milik Dave Ryder! Coba aja kalau dia berani, bakalan aku patahkan kedua kakinya dan aku pindahkan kepalanya ke bawah! " jawab Dave tidak mau mengaku.


"Iya deh iya.. ! Pintar banget sih Kak Dave kalau ngeles! Kakak masih mau bikin adonannya adik si kembar di sini apa ikut ke ruang kerja seperti kesepakatan awal?? " sahut Nana dengan jengah sembari bertanya pada Tata.


"Kita ke ruang kerja sekarang! " jawab Tata cepat seraya turun dari pangkuan suaminya.


Dengan sangat terpaksa Dave melepaskan kepergian istrinya masuk ke dalam rumah sembari ia juga ikut berdiri dan memperbaiki pakaian nya agar rapi kembali.


"Selamat... Selamat! Bisa-bisanya aku sampai terlena dan lupa kalau Nana sudah menunggu dari tadi di ruang kerja! Duh, malu banget sih! Kalau aja gak kepergok Nana bisa-bisa kami tadi skidipapap juga akhirnya! Duh, Mas Dave pintar banget sih memancing gairah aku! " Batin Tata meringis malu.


Begitu sampai di ruang kerja Tata, Nana langsung mengambil tempat duduk di sofa yang ada di hadapan kursi kebesaran Tata.


"Ada apa sih Kakak panggil aku kesini?? " tanya Nana to the point pada Tata.


Tata menghela napasnya perlahan sebelum menjawab pertanyaan Nana.


"Mau sampai kapan kamu patah hati seperti ini Alana! Gak cuma Dokter Fadlan laki-laki di dunia ini Na! Cobalah buka hati kamu agar bisa menemukan laki-laki yang cocok untuk mu mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga! Ayah Jamal meminta kakak untuk bicara dengan mu dari hati ke hati tentang masalah jodoh mu! Ayah ingin melihat kau menikah Na, dan ingin sekali berjabat tangan dengan laki-laki yang akan mengemban tanggungjawab nya padamu sebelum ia di panggil sang Pencipta! Begitu yang Ayah katakan sama kakak! " jawab Tata dengan menatap Nana dengan wajah serius.


"Hiks... Hiks... Hiks... Hiks... Nana udah bikin Ayah kecewa Kak! Tapi Nana benar-benar gak berniat ingin menolak jodoh Kak, hanya saja Nana takut jika laki-laki yang Nana pilih nanti tidak sesuai saat kita sudah menikah nanti! Nana takut salah memilih jodoh Kak! " ucap Nana sambil menangis tergugu.


Tata langsung bangkit dari duduknya dan ikut duduk di samping Nana dengan langsung membawa tubuh Nana ke dalam pelukan nya.


"Kalau kamu gak berniat bikin Ayah kecewa dan selalu kepikiran kamu, mau gak kalau kakak jodoh kan kamu dengan seseorang yang kakak percaya untuk menjadi imammu?? " tanya Tata kembali pada Nana.


"Maksud kakak apa?? Nana gak ngerti! " tanya Nana balik dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Maksud kakak, kamu mau gak kalau kakak jodoh kan kamu dengan seseorang yang kakak kenal?? " tanya Tata lagi.


Bersambung...


__ADS_2