Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Singkirkan bau perempuan itu!


__ADS_3

"Ajeng.... ! " teriak Sekar dengan begitu histeris.


Ia langsung menepuk-nepuk pipi Ajeng agar sadar dari pingsannya. Galang menatap keluarga Kusuma dengan wajah garang.


"Kalau terjadi apa-apa dengan putriku, kalian semua harus bertanggung jawab! " tunjuk Galang dengan wajah merah padam pada mereka semua.


"Jaga bicara mu di hadapan keluarga ku! " ucap Papi Dayton dengan menatap tajam Galang tanpa berkedip.


Nyali Galang agak menciut saat melihat mata tajam Papi Dayton yang bagaikan elang yang siap mematuk mangsanya. Keluarga Kusuma membiarkan Sekar dan keluarga nya menyadarkan Ajeng tanpa niat membantu sekalipun.


"Keterlaluan kalian semua! Bisa-bisa nya kalian berdiam diri saat cucuku tidak sadar kan diri seperti ini! Aku kecewa sama sampean Kang Mas! Pantas saja anaknya bersikap kurang ajar seperti itu, karena orang tua nya juga begitu! Tidak punya rasa kepedulian sama sekali! " cerca Pak lek Batari memojokkan Eyang kakung.


"Cukup ocehan mu itu Batari! Jangan pernah menggurui ku bagaimana sikap ku dan sikap anak-anak ku kepada keluarga mu! Kami akan baik dan sopan pada orang yang baik dan sopan terhadap kami, tidak peduli itu keluarga atau bukan. Dari tadi anak-anak mu menghina dan mencemooh kekurangan cucu ku di masa lalu, aku hanya diam saja tidak membalas hinaan mereka. Tapi jangan pernah sekali-kali kau mengajari ku bagaimana ajaran ku selama ini kepada anak-anak ku! Selama ini aku menghargai mu karena kita masih kerabat jauh, tapi kali ini aku tidak peduli lagi dengan mu atau semua keluarga mu! Persetan dengan keturunan Ningrat atau darah biru, aku tidak peduli lagi. Seperti kata Putri ku Ayu, aku juga tidak akan pernah meminta Davin menikahi cucu mu itu! Setelah Ajeng sadar, silakan kalian semua pergi dari rumah Putri ku! " ucap Eyang kakung dengan nada tegas dan datar menatap Pak lek Batari.


Setelah mengatakan semua itu, Eyang kakung bangkit dan meninggalkan ruang tamu. Pak lek Batari terkejut mendengar perkataan Eyang kakung yang juga tidak mau peduli lagi dengan keluarga nya.


"Kang Mas! Kang Mas, Tunggu Kang Mas! " teriak Pak lek Batari hendak mengejar Eyang kakung yang sudah masuk ke dalam.


"Hentikan langkahmu Batari! Aku haramkan langkah kakimu masuk lebih dalam lagi ke rumah Putri ku! Ingat Batari, hinaan anak-anak mu pada cucuku Davin tidak akan aku terima sampai kapanpun! Dan jangan pernah menghubungi suamiku lagi jika kau ada masalah atau kesulitan sekalipun! " cegat Eyang Putri dengan suara bergetar menahan amarah sedari tadi.


Setelah berkata demikian, Eyang Putri bangkit dan menyusul Eyang kakung meninggalkan ruang tamu. Wajah Pak lek Batari semakin pias mendengar ancaman yang di lontarkan Eyang Putri. Sementara Sekar dan kakak nya masih sibuk membangunkan Ajeng dari pingsannya. Kinasih memercikkan air mineral yang tadi ia minum ke wajah Ajeng dan tidak lama kemudian Ajeng pun tersadar dari pingsannya dengan wajah di buat sesedih mungkin.


"Mama... " pekik Ajeng begitu sadar dan memeluk Sekar.


"Semuanya bohong kan Ma... Eyang Kusuma bohong kan Ma... Kang Mas Davin tidak mungkin sudah menikah dengan perempuan itu? Semuanya bohong kan Ma! Jawab Ma jangan diam aja! " teriak Ajeng begitu histeris dalam pelukan Sekar.


"Bapak ku tidak pernah berbohong! Buka mata kamu lebar-lebar dan terima kenyataan jika Davin kami sudah menjadi suami orang lain. Mereka akan menggelar pesta pernikahan dua bulan lagi dan pergilah jauh-jauh dari sekitar kehidupan Davin! Carilah laki-laki lain yang mau menikahi mu dan jangan pernah mengharapkan Davin atau mengganggu kehidupan rumah tangga nya! " ucap Bude Ditha dengan keras.


"Hu.... Hu.... Hu..... Ajeng tidak terima semua ini! Kang Mas Davin tidak boleh menikahi perempuan lain! Kang Mas Davin hanya milik Ajeng! Hu... Hu... Hu.... Kang Mas Davin harus menceraikan perempuan itu! " teriak Ajeng dengan melepaskan pelukan Mama nya dan berlari mendekati Mami Sita.


Ia memegang dua bahu Mami Sita dengan kedua tangannya dan mengguncang erat tubuh Mami Sita menangis keras dan berteriak-teriak seperti orang gila.


Mami Sita menghentakkan kedua tangan Ajeng dari bahunya dalam sekali hentakan.


"Plak..... Plak..... "


Semua orang terkejut saat melihat Mami Sita memberikan tamparan di kedua pipi Ajeng kiri kanan. Sekar dan Kemuning ingin membalas perlakuan Mami Sita pada Ajeng, namun tertahan dengan hardikan Mami Sita kepada mereka berdua.


"Jangan maju selangkah pun kalau kalian berdua tidak ingin melihat anak kalian mendapatkan tamparan yang sama lagi! " hardik Mami Sita dengan penuh emosi.


"Dan kau Ajeng! Buka telinga mu lebar-lebar! Pergi jauh-jauh dari kehidupan Putra ku dan jangan pernah bermimpi untuk memisahkan Davin dari istrinya apalagi sampai berkhayal ingin menjadi bagian dari keluarga kami! Sampai aku mati, aku tidak akan pernah mengizinkan Davin menceraikan istirnya! Ingat itu! " bentak Mami Sita sambil menunjuk wajah Ajeng dengan jarinya.


Wajah Ajeng memerah sambil memegang pipinya yang perih akibat tamparan Mami Sita. Tangan kirinya terkepal erat saat mendengar kata-kata yang menyakitkan keluar dari mulut Mami Sita.


"Ada apa ini ramai-ramai di sini... ! " tanya seseorang yang berdiri di depan pintu dengan raut wajah heran.


"Dave... " ucap Mami Sita kaget.

__ADS_1


"Kang Mas Davin.... " ucap Ajeng dengan wajah bahagia.


Tanpa malu ia langsung berlari ke arah Dave dan memeluk erat Dave dengan tersenyum bahagia. Sesaat ia melupakan sakit pipinya akibat tamparan Mami Sita tadi dengan kedatangan Dave.


"Apa apaan ini! Lepaskan... ! Lepas... ! " teriak Dave mencoba melepaskan pelukan Ajeng pada dirinya.


Namun Ajeng makin erat memeluk Dave dengan perasaan bahagia. Ia menghirup dalam aroma parfum Dave yang membuatnya mabuk kepayang.


Dave berusaha melepaskan pelukan Ajeng pada nya, namun Ajeng malah semakin kencang memeluk nya dengan mengaitkan kedua tangannya agar tidak terlepas.


Semua orang terkejut dengan sikap tidak tau malunya Ajeng memeluk laki-laki yang bukan mahramnya. Tiba-tiba saja sebuah tangan mencengkeram erat pergelangan tangan Ajeng dari belakang dan dengan sekali hentakan pelukan itu terlepas dan Ajeng langsung jatuh terduduk.


"Ajeng..... " pekik Sekar dan Kemuning langsung berlari ke arah Ajeng dan membantunya untuk berdiri.


"Tata.... "


"Sayang.... "


Dave kaget dan semua orang kaget dengan apa yang di lakukan Tata tadi. Laki-laki yang sedari tadi duduk diam dengan menghisap cerutu nya langsung berdiri terpesona dan terpana dengan wajah cantik bersinarnya Tata.


"Ya Tuhan... Bidadari... " ucapnya yang langsung mendapat cubitan di perut oleh istrinya Kinasih.


"Dasar mata keranjang! Awas kamu ya Mas! " ancam Kinasih dengan mata melotot.


Tanpa banyak bicara Tata dengan brutal merobek kemeja yang di kenakan Dave hingga koyak dan melepaskan nya dari tubuh Dave. Untung saja Dave masih memakai baju kaos dari balik kemejanya. Ia diam dan pasrah dengan apa yang di lakukan istrinya itu padanya.


"Aku tidak sudi tubuh suamiku di sentuh perempuan lain! Meskipun itu hanya bagian luarnya saja! Tidak akan aku biarkan dan akan aku buat dia seperti kemeja itu! " ucap Tata dengan nada dingin menatap tajam Ajeng yang juga menatapnya dengan mata melotot.


"K-kau istri Davin??? " tanya nya dengan wajah terkejut.


"Iya... Akulah istrinya Mas Dave! Aku tidak akan membiarkan siapapun dan perempuan mana pun menyentuh suamiku! Apalagi dirimu! " ucap Tata lagi dengan nada tegas.


"Tidak...... Itu tidak mungkin.... Aku tidak akan membiarkan kau menikah dengan Davin! Davin hanya milikku! Aku sangat mencintai Davin dan kau tidak mencintainya seperti aku yang mencintai Davin! " teriak Ajeng dengan histeris di hadapan Tata.


Tata langsung mendekati Ajeng dan mencengkram pipi Ajeng dengan kedua tangannya. Sekar berusaha melepaskan tangan Tata dari pipi anaknya namun sia-sia karena tangan kiri Tata langsung mendorongnya hingga terjatuh di sebelah suaminya berdiri.


"Kau lihat laki-laki yang kau cintai itu?? Lihat dengan mata mu dan buka lebar-lebar matamu! Apa kau lihat ada cinta di mata laki-laki itu untuk mu?? Tidak kan! Jadi jangan bermimpi merebut suami ku dari ku karena aku tidak akan tinggal diam jika kau nekad melakukannya! Dan kalian semua... Pergi kalian semua dari rumah ini! Pergi...... " teriak Tata dengan suara menggelegar bagaikan suara petir yang menyambar-nyambar.


Ia lalu melepaskan cengkraman nya pada pipi Ajeng dan mendorong Ajeng hingga menabrak kedua orang tuanya. Pria sepuh Batari tidak tahan lagi dan langsung melayang kan tangkai cerutu nya pada Tata dan Tata dengan sigap menangkis nya, lalu dengan sekali hentakan cerutu itu di ambilnya dari tangan pria sepuh dan mematahkan nya dengan sekali patahan.


Ia lalu melemparkan patahan cerutu pada pria sepuh itu dengan mata tajam menatap nya dan kembali berteriak kencang.


"Pergi kalian dari sini sebelum aku bertindak lebih brutal lagi! Pergi.... " hardik Tata lagi dengan menunjuk ke arah pintu luar.


"Apa kalian tuli... Kalian tidak mendengar jika sudah di usir dari sini! Pergi kalian... ! " ucap Bude Ditha dan Bude Wati bersamaan.


"Aku tidak terima atas penghinaan ini! Dan aku tidak terima atas perlakuan kalian pada Putri ku Ajeng! Aku akan menuntut balas, ingat kalian! Aku akan menuntut balas! " ancam Galang dengan wajah merah padam sebelum mereka pergi dari rumah itu.

__ADS_1


Dari luar dekat pintu, Abeth dan Giselle berdiri dengan wajah ketakutan melihat sikap Tata yang berubah menjadi menyeramkan saat marah. Ia langsung memeluk suaminya begitu melihat keluarga Ajeng keluar dari rumah mereka.


Sedangkan Tata menatap tajam suaminya dan langsung memerintahkan suaminya untuk pergi ke kamar mereka.


"Mandi sekarang juga Mas! Aku tidak sudi bau perempuan itu masih menempel di tubuh mu! Awas saja jika bau perempuan itu masih ada! Aku tidak akan mau dekat dengan mu lagi! " perintah Tata dengan nada dingin pada suaminya.


"Iya sayang... Mas mandi dulu! " jawab Dave pasrah dan menurut saja.


Setelah mengatakan semua itu pada suaminya, Tata langsung masuk ke dalam tanpa mengatakan apa-apa.


"Ya Allah... Syukur mereka sudah pulang! Serem juga Tata kalau lagi marah! " ucap Bude Rini dengan mengusap dadanya.


"Itu hal wajar saat istri melihat suaminya di peluk perempuan ular! Emang nya kamu gak marah kalau kamu melihat Hasan memeluk perempuan lain yang bukan keluarga nya! " jawab Bude Ditha santai.


"Ya marah lah, enak aja main peluk perempuan lain! Walaupun keluarga saja aku gak terima mereka memeluk suamiku, kecuali mertua ku dan adik ipar ku! " jawab Bude Rini sewot.


"Nah itu tau.... Tata masih lembut pada perempuan seperti Ajeng itu! Kalau jadi aku, aku akan jambak rambut perempuan itu hingga lepas dari kepalanya dan aku bejek-bejek dia hingga mampus tidak bisa bangkit lagi! " ucap Bude Ditha dengan memukuli sofa dengan buku tinjunya.


"Sadis banget kamu Mbak... ! " sahut Bude Rini bergidik ngeri.


"Aku juga kayak gitu kalau ada perempuan lain memeluk suamiku ! " tambah Mami Sita dengan menatap tajam Papi Dayton.


"Iya, aku juga ! " sahut Bude Wati dan Aunty Ela.


"Perempuan memang sangat menyeramkan kalau sudah marah! " bisik Papi Dayton pada Iparnya Uncle Brad.


Uncle Brad hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang di bisikan kakak iparnya.


Abeth dan suaminya masuk ke dalam rumah bersama Giselle yang masih agak ketakutan. Tidak berapa lama mertua Abeth juga masuk ke dalam rumah dengan wajah heran melihat semua orang wajah mereka tegang.


"What happen? " tanya mereka dengan wajah bingung.


"Tidak ada apa-apa Mom, Dad! Tadi hanya tamu yang berkunjung! " jawab Henry dengan bahasa Inggris nya.


Mereka berdua pun mengangguk dan Mami Sita mempersilakan besannya untuk masuk saja istirahat dulu karena capek keliling mall.


Mereka semua duduk di sofa ruang tamu kecuali orang tua Henry yang sudah pergi menuju kamar mereka.


"Kenapa wajah kalian semuanya tegang kayak gitu? Apa ada kejadian lagi waktu aku masuk ke dalam tadi ? " tanya Tata tiba-tiba menghampiri mereka dengan membawa segelas orange Juice.


"Astaghfirullah..... Nduk! " ucap Bude Wati dengan wajah kaget sambil mengusap dadanya.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers tercinta kuh...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍..

__ADS_1


Love you se truk kontainer 🥰🥰🥰...


__ADS_2