Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
Cucu ku bukan selebritis!


__ADS_3

Beberapa menit sebelum Dave masuk...


Seorang wanita yang baru saja mengunjungi kakaknya yang melahirkan melalui operasi sesar langsung pergi ke ruang bayi untuk melihat rupa sang keponakan.


Saat mengintip dari kaca, ia mengernyitkan dahinya saat melihat masing-masing perawat menggendong bayi berjumlah enam orang dan memasukkannya di kotak inkubator untuk bayi yang lahir prematur.


"Kenapa banyak banget bayi yang lahir prematur hari ini? Sampai enam lagi! Pasti emak-emaknya barengan lahiran nya! " gumam nya bertanya-tanya.


Ia pun mencegat salah satu perawat yang keluar dari ruangan tersebut.


"Sus.. Sus.. ! Itu bayi-bayi lahirnya barengan nya? Kompak banget emak-emaknya? Pasti Dokter tadi kerepotan menangani emak-emak yang lahiran barengan kayak gitu! " tanya nya sembari menyerocos.


"Hehehehe... ! Bukan Mbak, itu bayi kembar enam dan ibunya hanya satu! " jawab sang perawat dengan terkekeh.


"Apa???? Kembar enam?? Serius Sus?? " pekiknya dengan menutup mulut dengan kedua tangan karena kaget.


"Ya iyalah saya serius! Ngapain saya main-main dengan hal sepenting ini! " sahut sang perawat sembari berjalan menjauh dari ruang bayi.


Perempuan itu terduduk di bangku tunggu saking shock nya.


"Gilak.. ! Keren banget sih kembar enam! Ini gak bisa di biarkan! Ini hal yang langka! Pasti viral nih kalau semua rakyat Indonesia tahu ada bayi kembar enam yang baru saja lahir! " gumam nya dengan mata berbinar dan tersenyum lebar.


Ia lalu mengambil ponsel nya dan merekam boks bayi yang tidak berlalu terlihat jelas karena posisinya agak jauh dan terhalang dengan kaca tebal. Ia dengan cepat mengutak-atik ponselnya dan mengunggah video tersebut di akun media sosial nya.


Dalam waktu 10 menit akun sosmed nya banjir dengan pertanyaan dari para followers nya dan tidak tanggung-tanggung, para pemburu berita mulai mendatangi halaman rumah sakit tersebut.


Salah seorang petugas keamanan berlari ke lantai atas ruang direktur untuk meminta pertolongan agar menambah pihak keamanan karena teman-teman nya kewalahan menghadapi para wartawan yang ingin menerobos masuk ke rumah sakit.

__ADS_1


"Apa??? " teriak direktur utama rumah sakit kaget dan langsung berkeringat dingin.


Dengan tangan gemetar ia mengutak-atik ponsel nya dan menghubungi pemilik rumah sakit yang tidak lain kakek dari keenam bayi kembar tersebut.


"Ya halo... ! Ada apa?? " ucap seseorang dari seberang sana.


"Ha-halo Mr.. ! Bla bla bla bla...... " ia mengatakan dengan jujur apa yang terjadi saat ini terkait bayi kembar enam tersebut.


"Apa kau bilang!! Aku tidak mau tau! Pindahkan semua cucu-cucu ku ke ruangan yang tidak bisa di lihat oleh siapapun kecuali oleh keluarga ku termasuk para perawat! Aku akan mengirimkan tenaga keamanan tambahan agar mereka tidak bisa menerobos masuk dan mengganggu kenyamanan cucu-cucu ku dan pasien lain! Jika terjadi sesuatu pada cucu-cucu ku kau harus mempertanggungjawabkan nya! Cucu-cucu ku bukan selebritis yang harus di jepret kamera kehadiran nya! " teriak Papi Dayton dengan nada marah dari seberang sana.


"Ba-baik Mr.. ! A-akan saya lakukan! " jawab direktur rumah sakit dengan terbata-bata dan keluar keringat sebesar biji jagung dari dahinya.


Panggilan pun diputus langsung oleh Papi Dayton dan direktur utama langsung keluar bersama petugas keamanan yang berjalan di belakang nya. Ia langsung turun ke lantai 3 tempat ruang bayi berada dan langsung memerintahkan para perawat untuk memindahkan bayi-bayi kembar tersebut ke ruangan suite dengan cepat.


Para perawat patuh dan langsung mendorong boks inkubator keluar dari ruang bayi memasuki lift yang akan membawa mereka ke lantai lima. Lantai yang sama tempat Tata di rawat dan hanya terpisah dua kamar dari kamar Tata.


"Baik Dokter! " jawab mereka berdua patuh.


Kelima perawat langsung pergi begitu juga dengan direktur rumah sakit yang juga keluar dari ruangan tersebut bersama petugas keamanan. Ia langsung menghubungi pemilik rumah sakit dan mengabarkan jika perintahnya sudah ia lakukan.


"Jaga ruangan ini baik-baik dan jangan sampai lengah! Ingat kalau nyawa mu taruhannya! " ucap direktur rumah sakit pada petugas keamanan dengan tatapan tajam.


"Baik Pak! " jawab petugas keamanan dengan patuh sembari menundukkan kepalanya.


Kembali saat sekarang ini...


Dave segera naik ke lantai lima tempat istrinya yang juga sedang dalam masa pemulihan habis melahirkan.

__ADS_1


Ia senang karena Papi nya sudah mengambil tindakan yang aman bagi keselamatan anak-anak nya.


Sebelum Dave sampai di lantai lima, bodyguard yang dikirim Papi Dayton sudah sampai terlebih dahulu dan berjaga di depan kamar khusus keturunan Ryder.


Petugas keamanan sudah pergi begitu bodyguard yang di kirim pemilik rumah sakit datang dan bergabung dengan teman-teman nya di lantai dasar tepatnya di depan pintu masuk rumah sakit.


🌿🌿🌿


Sementara itu di tempat yang sama dan di lantai yang berbeda, Nada sedang menunggu proses MRI kondisi anaknya Aqila secara keseluruhan. Martin berada di dalam ruangan bersama dengan dokter ahli ortopedi untuk melihat bagaimana sebenarnya kondisi keponakan bos nya itu.


Nada menunggu dengan gelisah dan kedua tangan yang saling menggenggam erat seraya terus berdoa agar kondisi anaknya baik-baik saja.


"Gimana dokter, apa pasien bisa sembuh seperti sedia kala? Apa ada hal yang tidak saya ketahui? " tanya Martin saat melihat mimik muka dokter yang berdiri di samping terlihat sendu sambil menatap ke arah Aqila.


"Jika saja saat kejadian langsung di bawa ke rumah sakit pasti ia sudah berlari seperti anak-anak lainnya di luaran sana! " jawab Dokter Fransisco dengan suara yang sesal.


"Apakah itu artinya anak itu tidak bisa berjalan lagi? " tanya Martin dengan nada sedikit sedih.


"Bukan tidak bisa Tuan, tapi membutuhkan waktu yang sedikit agak lama ! Seperti 6 bulan hingga 1 tahun! " jawab dokter Fransisco jujur.


"Tidak masalah dokter, yang penting masih ada harapan agar ia bisa berusaha untuk sembuh dan berjalan kembali! " sahut Martin tanpa melepaskan pandangan nya pada Aqila.


"Saya hanya kasihan saja Tuan pada anak itu! Bagaimana bisa nanti ia menahan sakit setelah beberapa melakukan operasi pada kedua kakinya! " balas dokter Fransisco lagi.


Nada yang masih khawatir bangkit dari duduknya dan berjalan mondar-mandir untuk mengatasi perasaan cemas nya sambil menggigiti kuku-kuku nya.


"Ya Allah.. Mudah-mudahan anakku bisa kembali berjalan seperti dulu! " gumam Nada dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2