
Keesokan harinya...
Tata bangun dari tidur nya dengan wajah segar dan tubuh penuh dengan baluran luluran atau lebih tepatnya masker tubuh yang di berikan Eyang Putri semalam.
"Eyang Putri lucu.... Zaman udah canggih kayak gini masih bikin luluran tradisional kayak gini! Mana warna lulurnya butek lagi kayak gini! Mandi dulu lah biar bersihin luluran nya! " ucap Tata berbicara sendiri dengan berkaca di cermin yang tergantung di kamar.
Ia lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan lulur yang masih lengket di seluruh tubuhnya. Semalam setelah lulurnya sudah jadi, Eyang Putri langsung membawanya ke kamar Tata dan dengan tangannya langsung membalur tubuh Tata dengan luluran yang ia buat tadi bersama para pelayan dan anak-anak nya. Eyang Putri berpesan agar setiap malam sebelum tidur untuk memakai luluran ini selama sebulan tanpa henti.
Sedangkan ramuan rendaman di simpan Eyang Putri dan akan di berikan jika waktunya sudah tepat. Semalam juga Tata sudah meminum jamu buatan Eyang Putri dan Eyang juga berpesan agar di meminum jamunya sehari dua kali yaitu pagi hari dan malam sebelum tidur.
"MasyaAllah.... Gak nyangka banget kalau wangi nya lembut kayak gini! Eyang Putri memang benar-benar TOP banget buat lulur! Dibalik warna nya yang butek, setelah di bersihkan wangi mengalahkan wangi luluran yang di jual di supermarket! Mana wanginya khas banget lagi! " ucap Tata dengan wajah sumringah sambil menghirup aroma lengannya sendiri.
Ia memasuki walk in closet untuk mengambil pakaian nya sambil bernyanyi kecil. Tata memakai celana kulot, atasan blus kemeja yang berenda di bagian leher, mengikat rambutnya dengan ekor kuda sehingga memperlihatkan kalung pemberian Dave ketika mereka menikah waktu itu. Memakai anting yang warnanya senada dengan batu permata kalung nya. Dan tidak ketinggalan jam yang menghiasi pergelangan tangannya.
Semenjak ancaman Galang pada mereka, Mami Sita tidak memperbolehkan Tata untuk pergi ke restoran sampai keadaan aman selama sebulanan ini. Alhasil Tata pun bekerja hanya melalui laptopnya dari rumah saja.
Sandra selalu memberikan laporan tentang keadaan restoran dan laporan keuangan di semua restoran yang ada di Jakarta. Sedangkan untuk yang di Medan, Tata hanya memantaunya melalui email dan laporan orang kepercayaan nya.
Baru saja hendak turun ke bawah, ponsel Tata yang satunya lagi berdering keras. Ponsel yang sama seperti yang lainnya, ia lalu balik lagi duduk di sofa yang ada di lantai atas tempat bersantai jika bosan di dalam kamar sambil melihat ke arah luar.
Ternyata yang menghubungi nya adalah Bang Ritonga, pengacara Kania yang mengajarkan jika berkas-berkas dan laporan Kania akan di sidang kan tiga minggu dari sekarang. Ia berkata agar Kania hadir di persidangan pertama saja karena selebihnya biar dia yang atur dan bisa mengikuti sidang melalui sambungan video saja.
Mami Sita yang baru keluar dari kamarnya ikut duduk di samping Tata.
"Siapa yang telpon Ta? Senang banget kamu Mami lihat! " tanya Mami Sita dengan mengipasi kipas yang selalu ia pegang tersebut ke tubuh nya.
"Ini Mi... Pengacara yang menangani kasus Kania! Katanya Kania di minta menghadiri sidang pertama di Medan tiga minggu dari sekarang! " jawab Tata dengan menutup ponselnya.
"Oh...Kasus yang waktu itu kamu pergi setelah lamaran pertama kan? " ucap Mami mengangguk paham.
"Iya Mi... " sahut Tata lagi.
"Den Ayu... Ini sarapan nya dari Ndoro sepuh! Dan ini jamu nya untuk pagi ini! " ucap Mbok Nah tiba-tiba naik ke atas menghampiri mereka dengan membawa nampan di kedua tangannya.
"Ya Allah Mbok.... Kenapa di bawa ke atas segala! Tata kan bisa turun ke bawah dan sarapan di bawah aja! " sahut Tata dengan wajah tidak enakan.
"Aduh Den Ayu... Si Mbok hanya menuruti perintah Ndoro sepuh aja! "jawab Mbok Nah lagi dengan meletakkan nampan tersebut di atas meja.
"Terima saja sayang! Eyang emang gitu kalau dia sudah sayang sama orang! Belum lagi kalau Mertua Mami tinggal sama kita, pasti lebih kurang kayak Eyang kelakuannya! " ucap Mami Sita meminta Tata menerima saja perhatian Eyang Putri.
"Benarkah Mi?? " tanya Tata tidak percaya.
"Mana ada Mami bohong! Setelah Mami dan Papi menikah enam bulan, barulah kami bisa mengunjungi Grandfa dan Grandma nya Dave karena kesibukan Papi kalian. Saat sampai di rumah mereka, setiap pagi sebelum Mami bangun tidur, pelayan rumah mereka sudah mengetuk pintu kamar membawa sarapan di sebuah nampan untuk Mami! Awalnya Mami merasa tidak enak sama kayak kamu tadi, tapi lama kelamaan Mami jadi terbiasa karena kata Papi itu sebagai bentuk perhatian Grandma kalian pada Mami! Jadi kamu gak usah sungkan dan gak enakan kayak gitu! Ya sudah, dimakan ya sayang! Mami mau ke bawah dulu, mau lihat Papi udah sarapan apa belum! " jawab Mami Sita dengan tersenyum dan berjalan turun tangga dengan pelan-pelan.
Tata pun memakan sarapannya dengan lahap serta tak lupa meminum jamu buatan Eyang Putri.
🌿🌿🌿
Ryder Corporation...
Lantai atas khusus presdir..
Dave duduk di balik meja kerjanya dengan kemeja yang tangan nya ia gulung hingga ke siku sehingga memperlihatkan urat-urat tangan nya. Ia tengah memeriksa berkas-berkas yang menggunung karena ia libur dia hari. Ia terlihat sangat tampan dan gagah dengan style pakaian yang seperti itu. Apalagi rambutnya di buat acak-acakan seperti baru bangun tidur.
__ADS_1
Arkan memasuki ruangan tersebut dengan membawa sebuah amplop coklat di tangannya.
"Apa yang kau bawa?? " tanya Dave tanpa melihat ke arah Arkan.
"Orang-orang ku baru saja mengirim kan ini Bos! Seorang anak kecil menghampiri mereka dan memberikan amplop ini. Anak itu berkata agar tidak mencari tau siapa yang mengirimkan agar mereka selamat sesuai dengan perintah orang yang memberikan amplop ini padanya! " jawab Arkan dengan meletakkan amplop tersebut di meja Dave.
"Anak kecil.... ? " ulang Dave seraya menghentikan kegiatan nya dan melihat ke arah amplop yang ada di atas mejanya.
Ia lalu menatap tajam Arkan dan Arkan yang paham arti tatapan tajam Dave menganggukkan kepalanya.
"Kau benar Bos! Ada seseorang yang tahu jika kita mengawasi Galang! Dan orang ini sangat misterius karena tidak tercium keberadaan nya bahkan bayangannya sekalipun! " ucap Arkan dengan wajah serius.
Dave tampak berpikir sejenak sebelum ia meraih amplop tersebut dan menyobek nya lalu mengeluarkan isinya. Dahinya berkerut ketika tangannya memegang sebuah flashdisk dan melihat nya bolak-balik.
"Flashdisk ??? " gumam ia pelan.
Arkan langsung tanggap dan mengambil laptop kemudian meletakkannya di atas meja, di hadapan Dave.
"Kita lihat apa isi flashdisk ini !!! " ucap Dave pelan dengan menghidupkan laptopnya dan mencolokkan flashdisk tersebut pada laptop.
Dengan serius Dave menunggu saat mengutak-atik laptop nya dan membuka file yang tersimpan di dalam flashdisk tersebut.
"Rekaman video??? " ucapnya dengan kening berkerut.
"Lihat saja Bos apa isi videonya! " saran Arkan pada Dave.
Dave lalu memutar tombol play dan video pun terbuka yang memperlihat kan Galang bersama kaki tangannya dan seorang pria bertato di sebagian wajahnya.
Mereka berdua mendengar kan secara seksama pembicaraan mereka bertiga dan betapa terkejutnya Dave saat melihat foto yang di berikan kaki tangannya Galang kepada laki-laki bertato itu. Foto sang istri tercinta dengan tersenyum manis di pegang laki-laki bertato itu dengan seringai mesumnya.
Arkan yang reflek langsung sigap menyelamatkan laptop dari amukan Dave. Ia berdiri dan langsung mengamankan laptop yang masih memutar video tersebut dengan suara kencang.
Dave melampiaskan kemarahannya dengan menghancurkan isi ruangannya hingga hancur berantakan seperti terkena badai topan. Arkan hanya berdiam diri di sudut karena tidak berani mendekat dan takut menjadi sasaran kemarahan dan amukan Dave.
"Brengsek... ! "
"Bajingan... ! "
"Tua bangka sialan... ! "
"Ku bunuh kau Galang! "
"Ku bunuh kau... ! "
Teriak Dave memaki-maki Galang dengan wajah seperti iblis yang terbangun dari tidur panjangnya. Mata nya memerah karena marah, napasnya memburu naik turun karena gemuruh emosi di dadanya, raut wajahnya mengeras, dingin, datar dan sungguh sangat menakutkan.
"Awasi bajingan itu 24 jam dan jangan sampai lengah! Kirimkan orang-orang terbaik mu untuk menjaga istriku 24 jam jika ia keluar rumah! Awasi juga kediaman tua bangka itu dan jika ada yang mencurigakan langsung saja eksekusi! " perintah Dave dengan nada dingin pada Arkan.
"Baik Bos... ! " jawab Arkan patuh.
Baru saja ia hendak pergi, pintu ruangan terbuka dan ternyata yang datang adalah Grandfa Luis.
"Ada apa ini?? Kenapa berantakan seperti ini? " tanya Grandfa Luis dengan heran sambil menatap Arkan.
__ADS_1
Dave masih menunjukkan wajah iblis nya dengan buku-buku tangannya memerah dan sedikit mengeluarkan darah.
Tanpa bicara, Arkan meraih laptop yang ia selamatkan tadi dan memperlihatkan isi rekaman video tersebut pada Grandfa Luis. Wajah Grandfa Luis mengeras seperti Dave tadi dan berubah dingin begitu melihat rekaman tersebut.
"Dave.... Kau tau bukan apa yang harus di lakukan oleh seorang keturunan Ryder bila kesayangan mereka di usik?? " ucap Grandfa Luis dengan suara berat mengandung amarah terdengar menyeramkan di telinga Arkan.
"I Know Grandfa.... " jawab Dave mengangguk.
"Ya Tuhan.... Pantas saja si Bos menyeramkan kalau beliau ngamuk dan marah, ternyata sudah keturunan langsung rupanya dari moyangnya! Duh.... Mendingan aku cepat-cepat aja keluar dari situasi yang berat seperti ini! Rasanya rontok tulang-tulang di tubuhku jika satu ruangan dengan dua orang yang menyerupai iblis seperti ini! " ucap Arkan dalam hati dengan keringat bercucuran di lehernya.
"Bos.... Grandfa.... ! Saya permisi dulu mau melakukan perintah Bos tadi! " ucap Arkan permisi dengan wajah tegang.
Mereka berdua kompak tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya saja.
Begitu Arkan sudah menghilang dari ruangan, Grandfa Luis langsung duduk di sofa dengan berjalan pelan-pelan agar tidak terkena pecahan kaca.
"Tenangkan diri mu Dave! Jangan sampai amarahmu membuat lawan mu tahu kelemahan mu! Jadikan lah kelemahan mu sebagai kekuatanmu untuk melawan semua musuh-musuh mu! Tenang kan dirimu! Diinginkan kepala mu agar bisa berpikir jernih! " ucap Grandfa Luis dengan nada lembut.
"Aku benar-benar marah Grandfa... ! Rasanya ingin aku bunuh saat ini juga tua bangka itu! " jawab Dave dengan wajah iblis nya.
"Iya... Grandfa mengerti perasaan mu! Tapi semuanya bisa hancur jika kau bertindak gegabah dan bisa saja mereka berhasil menghancurkan istrimu jika kau emosian begini! " ucap Grandfa dengan pelan.
"Duduklah dulu, ambil napas dalam-dalam lalu keluarkan! Lakukan sebanyak tiga kali agar emosimu agak berkurang! " sahut Grandfa Luis lagi dengan menepuk sofa di sebelah nya.
Dengan patuh Dave menuruti perkataan Grandfa nya dan langsung menghempaskan bokongnya di sofa dengan meraup kasar wajahnya dengan telapak tangan.
"Aku benar-benar bisa gila Grandfa jika seujung kuku saja mereka menyentuh istriku! Darahku mendidih saat bajingan itu menyerahkan foto istriku pada orang bayarannya! Rasanya ingin aku cabik-cabik tubuhnya hingga hancur tak tersisa dengan tangan ku sendiri! " jawab Dave dengan nada frustasi dan wajah yang sendu.
"Jangan khawatir berlebihan Dave! Istrimu itu tidak selemah yang kau pikirkan! Grandfa jamin itu! Tugasmu sekarang ini harus menjaganya dengan baik jika istri mu pergi keluar rumah dan jangan biarkan ia pergi seorang diri! Ingat, jangan kau perlihatkan kelemahan mu pada semua orang terutama pada musuh-musuh mu! " nasihat Grandfa panjang lebar.
"Terimakasih Grandfa.... " jawab Dave dengan memeluk erat tubuh Grandfa nya.
🌿🌿🌿
Tata sedang melakukan zoom bersama manager restoran nya secara online di ruang tengah rumah mertuanya. Mami Sita sudah pergi bersama Mertuanya berbelanja ke mall bersama suaminya.
Eyang kakung sedang di halaman belakang bersama Eyang Putri memberi makan ikan-ikan di kolam mini belakang rumah.
Tiba-tiba terdengar salam dari pintu depan rumah dan Tata menghentikan meeting nya sebentar untuk melihat siapa yang berkunjung ke rumah mertuanya.
Begitu Tata sampai di ruang tamu, ia kaget melihat sesosok tamu tak di undang duduk santai di sofa ruang tamu dengan tersenyum manis yang membuat Tata muak.
"Kau..... ! " tunjuk Tata pada perempuan itu dengan wajah mengeras.
"Apa kabar calon kakak madu ku??? " ucap nya dengan tersenyum bahagia.
Bersambung...
Gimana readers dengan Up 2x hari ini????
Apa cukup puas??? Kalau masih bilang nggak, othor mau nangis ajaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜..
Udah keriting jari-jari othor ngetiknya... Hanya keajaiban lah othor Up untuk yang ketiga kalinya🤲🤲...
__ADS_1
Selamat membaca semuanya...
Lope-lope deh sekebun sawit....