Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh

Pembalasan Istri Yang Di Anggap Bodoh
38. Calon Mantu


__ADS_3

Seorang pria duduk di kursi kebesarannya dengan mata terpejam dalam keadaan gelap gulita. Ia masih terngiang-ngiang wajah dan aroma buah-buahan yang mengelitik pikiran dan perasaannya.


Flashback On


Dave yang melakukan pertemuan penting dengan kliennya harus buru-buru pulang, karena Mami nya ingin bicara sesuatu yang katanya sangat penting.


Ketika ia sedang berjalan keluar dari cafe tersebut, ia tanpa sengaja melihat seorang wanita yang hampir jatuh tertabrak seseorang dari arah belakang.


Dave yang reflek langsung berlari menyambut pinggang perempuan itu agar tidak terjatuh menimpa tanah. Ia terpana melihat wajah yang sangat cantik tanpa polesan make up dan aroma parfum yang tiba-tiba saja membuat sesuatu di dalam dirinya bergejolak hebat. Ia langsung melepaskan perempuan itu setelah posisi perempuan itu tegak dengan sempurna walau dengan mata masih tertutup. Kemungkinan perempuan itu pasrah hingga memejamkan matanya ketika jatuh ke tanah.


Ia langsung pergi sembunyi dan melihat dari jauh ketika perempuan itu membuka matanya dengan wajah yang bingung dan melihat di sekelilingnya. Perempuan itu pun lalu mengangkat bahunya seolah-olah mungkin itu cuma halusinasi saja.


Flashback Off.


Dave membuka matanya dan meraup kasar wajahnya dengan kedua tangan. Butuh satu jam ia menenangkan sesuatu yang bergejolak panas dalam dirinya yang tiba-tiba bangkit dari tidur panjangnya selama ini.


"Shitt... " umpat Dave dengan kesal.


"Kenapa kau selalu berada dalam gelap ketika menjinakkan sesuatu? " tanya seseorang yang tiba-tiba datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Kau sudah menemukan datanya? " tanya Dave tanpa melihat tamunya.


"Ck kau ini, selalu bertanya ketika aku bertanya! " dengus pria itu dengan kesal.


"Bacakan saja dengan cepat! Aku malas membuka nya! " ucap Dave dengan dingin.


"Thalita Ruby Sinaga, 25th seorang wanita yang sudah menikah. Ia tinggal terpisah dengan suaminya kerena suaminya kedapatan selingkuh ketika ia berada di kota Medan merawat ibunya yang terkena stroke. Ia menyembunyikan status nya yang seorang dosen dan pengusaha cafe dan restoran dari suami dan keluarga suaminya. Baru-baru tadi ia berniat akan melayangkan gugatan cerai ke pengadilan. " ucap pria itu membaca file yang ada di tangannya.


"Hanya itu saja?? " tanya Dave.


"Tentu saja! Kau mau yang bagaimana? " ucap pria itu heran.


"Kalau hanya begitu, silahkan pergi dari ruangan ku! " usir Dave dengan lambaian tangannya.


"Kurang asem! Sudah di bantu, malah ngusir! " omel pria itu dengan kesal.


Meskipun demikian, ia tetap pergi dari ruangan yang gelap gulita tersebut dengan hati yang dongkol.


"Hmm... Sudah menikah rupanya! Tidak masalah karena kita sama-sama pernah menikah. Aku akan menunggu ketika kau sudah sendiri sayang? Dan setelah itu, kau akan menjadi milikku selamanya.. " ucap Dave dengan tersenyum smirk.


🎍🎍🎍


"Kenapa tiba-tiba aku merinding ya? Seperti ada seseorang yang membicarakan aku?Hii... Serem! " gumam Tata yang tiba-tiba bergidik ngeri.


Tata yang sedang membersihkan wajah di meja riasnya mengusap tengkuknya yang tiba-tiba merinding. Ia cepat-cepat menyemprotkan vitamin ke wajahnya dan langsung masuk ke dalam selimut dan tidur di dalam selimut.


Lain Tata, lain dengan Dika. Ia sedang bahagia karena besok ia akan bertemu pengacara yang ia sewa mengalihkan surat-surat restoran atas namanya. Pengacara tersebut sudah menyelesaikan tugasnya dan meminta untuk bertemu esok hari.


"Ma, besok pengacara mau ketemu dengan Dika! Katanya semua urusan sudah selesai. " adu Dika kepada Mamanya yang sedang menonton televisi.


"Yang benar kamu Ka? Wah, Mama sudah gak sabar membuat perempuan sialan itu malu! " pekik Nyonya Retno dengan antusias.

__ADS_1


"Iya benar lah Ma, besok kami ketemuan di cafe jam 2 siang. " jawab Dika lagi dengan tersenyum.


"Ya sudah kalau gitu, kamu istirahat gih! Sudah malam, biar besok bangun agak segeran badannya. " ucap Nyonya Retno penuh perhatian.


"Iya Ma, oh ya.. Dian mana Ma? Kok gak kelihatan dari tadi sore? " tanya Dika heran.


"Waktu kamu mandi, dia buru-buru pergi. Katanya ada panggilan kerjaan mendadak. Kemungkinan besar katanya gak bisa pulang. Kamu kan tahu sendiri gimana kerja sebagai perias di salon, pasti yang memakai jasanya gak mau setengah hati, jadi mungkin harus tetap stay gak repot bolak-balik pulang. " jawab Nyonya Retno dengan pemikiran nya sendiri.


Dika mangut-mangut saja karena ia tidak mengerti dengan profesi Dian, ia pun tidak bertanya lagi dan masuk ke kamar yang ia tempati selama di rumah ini.


Pagi harinya, Dika sudah berpakaian rapi karena ia akan berangkat kerja pagi-pagi sekali agar ia bisa izin keluar pada siang hari nya.


"Udah siap kamu Ka? " tanya Nyonya Retno melihat Dika yang sudah berpakaian rapi.


"Sudah Ma, doakan semuanya lancar ya Ma, agar kita tidak hidup susah seperti ini lagi. " ucapnya sambil menyalami tangan Mama nya.


"Kamu tenang aja! Mama pasti doakan kok! " jawab Mama nya dari jauh.


Dika pun memasuki mobilnya dan pergi ke restoran dengan hati yang bahagia.


Sedangkan Tata sengaja untuk tidak datang ke restoran yang di kelola Sandra, karena ia mempunyai rencana yang lain di restoran nya yang lain juga.


"Apakah semuanya sudah siap? Jangan sampai mereka menyadari jika ruangan ini sudah di pasangi kamera! " ucap Tata mengingatkan.


" 💯 persen siap Bos! Bu Bos jangan khawatir, sedikitpun saya jamin jika mereka tidak akan mencurigai ada kamera di ruangan ini! " jawab bawahan Tata yakin.


"Good job! " tepuk Tata di bahu bawahannya tersenyum lega.


Akhirnya yang di tunggu-tunggu pun tiba, Dika dan pengacara kenalannya memasuki ruangan tersebut. Tata mengamati semuanya di layar laptop yang ada di hadapannya.


"Sebentar lagi kau akan punya hunian baru Mas, hotel prodeo! " ucap Tata dengan tersenyum sinis.


"Kalau kau tidak melakukan hal yang kotor seperti ini, aku tidak akan berbuat sejauh ini Mas. Tapi kau yang memulai semuanya, hatimu sudah di kuasai oleh nafsu serakah, mengambil yang bukan menjadi hak mu! " gumam Tata dengan sendu.


Walau bagaimana pun juga, ia pernah mencintai suaminya. Meski rasa cinta itu sudah lenyap ketika ia mendapat kiriman video dari Nana. Ia tetap menyayangkan tindakan Dika yang mau saja di hasut dan di peralat oleh ibunya sendiri tanpa memikirkan akibatnya.


Dika keluar dari ruangan itu dengan tersenyum sumringah sambil memegang sebuah map berwarna biru tua. Ia langsung pergi setelah berjabat tangan dengan pengacara tersebut.


Setelah Dika pergi dari restoran nya, Tata juga pergi dari cafenya karena ia sudah mengantongi bukti yang akan ia serahkan kepada pihak yang berwajib. Ia juga mendapat kabar dari Susan jika pendaftaran gugatannya sudah di masukkan ke pengadilan agama dan tinggal menunggu surat pemanggilan sidang pertama.


Dika pulang ke rumah dengan hati yang bahagia. Ia tidak sabar menunggu hari esok karena ia akan mengambil alih restoran besok pagi. Ia tidak ingin menunda-nunda lagi, karena ia sudah muak di perlakukan rendah oleh karyawan di restoran tersebut.


"Gimana rencana kau Tet? Lancar? "tanya Sandra ketika mereka makan di sebuah Mall.


"Lancar lah, Butet gitu loh! " jawab Tata dengan pede nya.


"Beuh... Besar kepala dia? Nyesal pulak aku tadi nanya! " cibir Sandra dengan bibir manyun.


"Ha... Ha... Ha... " jawab Tata dengan tertawa riang.


Mereka berdua menikmati makanan mereka sambil berbincang di selingi canda tawa.

__ADS_1


Tiba-tiba saja ada seorang wanita paruh baya yang datang menghampiri mereka berdua dengan dandanan ningratnya.


"Oh ya ampun!! Kirain Mami tadi salah orang, ternyata ini beneran kalian! " ucap Mami Sita dengan senyuman maut nya.


"Assalamualaikum Mami! " ucap Tata sambil menyalami tangan Mami Sita.


"Assalamualaikum kanjeng Mami? Kok tau kalau kita di sini? " ucap Sandra juga menyalami Mami Sita sambil bertanya.


"Mami di sini sama Papi dan kliennya. Tuh, nampak dari sini! " tunjuk Mami Sita ke arah barat dengan seorang pria Bule paruh baya yang menganggukkan kepala dengan tersenyum menyapa Tata dan Sandra.


Tata dan Sandra pun juga tersenyum dan mengangguk kan kepala mereka tanda menerima sapaan pria Bule paruh baya tersebut.


"Gilak Tet, persis kayak sitkom di TV itu! Suami kanjeng Mami juga Bule, pasti anak-anaknya ganteng kali! " ucap Sandra dengan berbisik pelan ke telinga Tata.


"Berisik! Gak sopan tauk bisik-bisik di hadapan orang tua! " omel Tata juga dengan berbisik.


"Nah, itu klien Papi udah pergi! Mami panggilin Papi dulu ya?Biar gabung di sini dengan kita. " ucap Mami Sita dengan bersemangat.


"Monggo kanjeng Mami, silahkan! " Sandra yang menjawab karena Tata hanya bengong kayak ayam sakit.


"Gilak kau Tot! Kenapa pulak kau iyakan? "ucap Tata sedikit keras ketika Mami Sita sudah pergi menghampiri suaminya.


"Kenapa pulak aku yang gilak! Justru aku melakukannya karena aku waras. Kapan lagi cobak kau pedekate sama calon mertua yang begitu memujamu itu! "jawab Sandra dengan santai sambil memainkan alisnya naik turun.


"Kau... " ucapan Tata terputus karena Mami Sita dan suaminya sudah mendekati meja mereka.


"Pi, nih kenalin calon mantu kita yang Mami ceritain sama Papi kemarin! " ucap Mami tanpa basa basi.


Tata langsung kaget mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Mami Sita, sedangkan Sandra hanya senyum-senyum gaje.


"Thalita Om, panggil Tata aja! " ucap Tata dengan kikuk dan menyalami tangan suami Mami Sita.


"Panggil Papi saja, sama kayak Mami! " jawabnya dengan logat Bule nya yang kental.


"Gimana Pi, mantu pilihan Mami? " tanya Mami Sita yang mana langsung membuat Tata tersedak.


"Astaga sayang? Kamu ga papa? Apa ada yang sakit! " tanya Mami Sita dengan wajah panik.


"Gak papa Mi, cuma keselek aja! " jawab Tata dengan keki kepada Sandra yang cekikikan melihat ia tersedak karena ucapan Mami Sita yang begitu to the point.


"Pilihan Mami T. O. P banget deh! " puji Papi dengan memberikan jempolnya.


Tata langsung tepok jidat melihat kelakuan absurb sepasang suami-istri ini yang mengklaim nya sebagai menantu, padahal sekarang ini status nya masih istri orang. Sandra cekikikan sendiri sambil menutup mulutnya dengan tangan agar tawanya tidak keceplosan.


"Asem banget tuh orang! Bukannya nolongin malah bahagia pulak dia liat aku salah tingkah kayak gini! Nasib-nasib, belom cerai aja udah di klaim sebagai mantu! Iya kalau anaknya suka, kalau gak kan aku juga yang malu! Hadeh! " batin Tata dengan merengut pasrah.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader's semuanya..


Semoga selalu di beri kesehatan untuk selalu baca ceritaku ya 😄😄

__ADS_1


__ADS_2