
"Bugh..... "
"Bugh..... "
Dua pukulan beruntun di layangkan King Cobra menggunakan tongkat bisbol.
Tata masih memejamkan matanya pasrah jika pukulan tersebut mengenai tubuhnya, namun ia tidak merasakan sakit apapun pada tubuhnya.
Dave yang terhuyung kebelakang terpaku saat kakak nya Abeth berlari kearah Tata secepat kilat hingga pukulan tersebut mengenai perut Abeth dengan kencang. Henry yang tidak sempat mencegah Abeth berlari ke arah Tata juga melotot kaget saat tongkat bisbol melayang ke perut istrinya dengan kencang sebanyak dua kali.
Semua orang yang ada di sana sama-sama kaget melihat kejadian tersebut terjadi secepat kilat tanpa ada yang menyadarinya atau mencegahnya.
"Kakak...... ! "
"Honey..... ! "
Dave dan Henry berteriak kencang secara bersamaan saat Abeth memegang perutnya dengan agak tertunduk dengan tersenyum kecil.
Mendengar teriakan suami dan iparnya, Tata membuka matanya untuk melihat apa yang terjadi. Abeth memegang perutnya dengan meringis kesakitan dan hampir limbung ke lantai kalau Tata tidak merengkuh tubuhnya hingga mereka sama-sama terduduk di lantai.
Dave dan Henry berlari mendekati mereka berdua dengan wajah cemas dan panik.
"Kakak... ! Kenapa kakak lakukan ini? Mengapa kakak menggunakan tubuh kakak untuk melindungi ku? " ucap Tata dengan wajah cemas seraya memeluk Abeth dengan erat.
"Syukurlah kamu gak papa Ta... ! " jawab Abeth lirih dengan tersenyum lemah dan langsung tidak sadarkan diri.
"Kakak.... ! Bangun Kak! " teriak Tata histeris saat Abeth terkulai pingsan di pelukannya.
Henry terduduk lemas melihat istrinya tidak sadarkan diri dan langsung meraih Abeth ke dalam pelukannya sembari menepuk pelan pipi Abeth agar beliau sadar.
Tata menangis sambil terduduk dan saat Dave ikut jongkok menghampiri istrinya, ia melihat ada darah yang mengalir dari sela paha hingga ke telapak kaki Abeth. Keluar dari celana jeans nya yang membuat celana jeans biru Abeth berlumuran darah.
"Da-darah..... ! " ucap Dave panik.
Tata dan Henry langsung melihat ke arah bawah tubuh Abeth dan Tata langsung menutup mulutnya dengan tangan saking shock nya melihat Abeth mengeluarkan darah dari sela-sela paha nya.
Henry menangis sambil memeluk tubuh istrinya dan berusaha membuat Abeth sadar dari pingsannya.
"Da-darah apa ini??? " ucap Tata dengan suara bergetar dan tangan yang juga gemetar seraya mendekat dan menyentuh darah tersebut.
Tata menyentuh darah yang mengalir hingga kaki Abeth dan mencium nya.
Ia melotot kaget dan langsung berdiri dengan berteriak kencang dengan wajah cemas, panik dan khawatir bercampur menjadi satu.
"Cepat ambil mobil???? Jangan diam saja! " pekik Tata dengan suara menggelegar.
"Mas.... Ini darah segar! Kakak pendarahan.. ! Cepat bawa ke rumah sakit! Cepat Mas! " teriak Tata pada suaminya dengan kencang.
Arkan dengan panik menyuruh anak buah nya untuk segera mengambil mobil mereka yang di parkir dekat motor Tata dan rombongan nya.
Dave yang masih terkejut langsung mendekati kakak nya dengan menggenggam erat tangan kakaknya.
Tata langsung memalingkan kepala kearah King Cobra yang masih kaget karena ia salah sasaran. Ia awalnya ingin memukul Dave yang sedang tertawa memeluk Tata. Ia tidak menyangka jika Tata reflek mendorong suaminya dan Abeth melindungi Tata dengan tubuhnya sesaat pukulan tersebut hampir mengenai tubuh Tata.
__ADS_1
Tata berjalan mendekati King Cobra dengan wajah berkilat amarah dan tangan yang sudah terkepal erat. Begitu mendekat ia langsung melayangkan pukulan ke rahang King Cobra hingga ia terjerembab ke samping. Ia kembali melayangkan tendangan hingga King Cobra terhuyung kebelakang dengan posisi membungkuk. Belum sempat ia berdiri, Tata kembali menendangnya hingga ia jatuh tersungkur tertelungkup dengan wajahnya mencium lantai.
Dengan membabi buta Tata menendang sekujur tubuh King Cobra sekuat tenaga hingga Dave datang dan memeluk erat tubuh Tata dari belakang untuk menenangkan istrinya yang seperti kesetanan menghajar King Cobra hingga yang ia hajar sudah tidak bergerak lagi.
"Sudah sayang... ! Sudah... ! Tenangkan dirimu, redakan amarah mu! Ayo kita bawa kakak ke rumah sakit sebelum terlambat! " peluk Dave dari belakang dengan lembut saat Tata berontak agar Dave melepaskannya.
Tata berhenti berontak dengan napas tersengal-sengal sembari melihat ke arah Abeth yang masih pingsan di pelukan suaminya.
"Tiger.... ! Lion.... ! Bawa bajingan ini ke markas eksekusi! Pastikan bajingan ini tetap hidup karena aku belum puas memberikan pelajaran padanya dan pada orang yang membayarnya! Pastikan agar bajingan ini tidak bisa untuk bunuh diri atau semacam nya karena aku yang akan menjadi malaikat maut nya! " teriak Tata dengan lantang memanggil Tiger dan Lion.
Semua orang yang ada di sana menelan ludah mendengar kata-kata Tata yang begitu kejam dalam membasmi musuh-musuh nya. Anak buah atau anggota geng Cobra tidak bisa berbuat apa-apa melihat ketua mereka menjadi sasaran kebengisan Tata dengan wajah babak belur dan tidak terlihat lagi bentuk mukanya.
Mereka tidak bisa menolong karena saat Tata berhasil membuat King Cobra tidak bisa bangkit, anak buah Tiger langsung menyergap dan mengamankan mereka agar tidak ikut campur.
Tiger langsung berlari bersama Lion mendekati King Cobra yang sudah tidak bergerak karena pingsan.
Tiger berjongkok dengan memeriksa denyut nadi di leher King Cobra untuk memastikan jika ia masih hidup apa tidak.
"Masih hidup.... ! Ayo Lion kita bawa ke markas! Kalian, ayo angkat pria ini ke dalam mobil! " ucap Tiger sambil berteriak kepada bawahannya yang lain.
"Ayo Bro... Mobil sudah di depan! " teriak Arkan lagi pada Dave.
Henry yang mendengar teriakan Arkan langsung bangkit dan menggendong istrinya dengan darah di semua celana Abeth hingga di lantai.
Darah menetes berceceran saat Henry membawa Abeth menuju mobil. Tata mengikuti dari belakang bersama Dave dengan pikiran yang bercampur aduk.
"Naiklah dengan kakak di mobil, aku akan naik motor mu saja biar duluan sampai ke rumah sakit! " ucap Dave pada Tata.
Ia langsung melesat pergi dari tempat tersebut untuk memberitahu pihak rumah sakit tentang kedatangan kakaknya.
Tata menaikkan kaki Abeth ke pangkuannya karena tubuh Abeth dalam pelukan Henry suaminya.
Mobil langsung bergerak meninggalkan lokasi kejadian menuju rumah sakit di pusat kota. Arkan mengeluarkan sirine dan meletakkan nya di atas mobil lalu menghidupkan nya agar perjalanan mereka semakin mudah dan cepat karena orang-orang bisa memberikan mereka jalan.
"Untung selalu di bawa ini barang! " gumam Arkan setelah meletakkan sirine di atas mobil.
Tata mengusap lembut betis Abeth dan menyeka darah yang mengalir di kaki Abeth dengan tisu yang ada di dalam mobil.
"Kak, kenapa kakak menolong aku! Jika pukulan itu mengenai ku, itu juga tidak apa-apa untuk ku Kak! Mungkin memang sakit tapi itu hal biasa yang aku alami selama ini! Kenapa kakak mengorbankan diri kakak hingga kakak menjadi seperti ini! Apa yang harus aku katakan pada Mami jika aku yang membuat kakak seperti ini! Hikss.... Hiks..... Hiks.... " ucap Tata dengan menangis sedih seraya mengelap darah yang mengalir di kaki Abeth.
"Jangan menangis Ta... Kau harus kuat! Kakak mu juga kuat! Aku yakin dia akan sadar dan berkumpul lagi bersama kita! " ujar Henry dengan suara seraknya.
Ia sudah tidak menangis lagi karena sekarang ini yang terpenting keselamatan istrinya dan ia hanya bisa berdoa dalam hati sampai mereka tiba di rumah sakit.
Sambil mengendarai motor, Dave memberitahu keluarga nya tentang apa yang di alami Abeth menggunakan earphones milik Tata menghubungi GrandFa Luis.
GrandFa Luis yang sedang duduk menunggu kabar dari pihak Dave kaget saat melihat layar ponsel nya nama Dave tertera.
"Siapa Dad?? " tanya Papi Dayton pada GrandFa Luis.
"Dave.... ! " jawab GrandFa Luis dengan memandang anaknya dengan perasaan cemas.
"Angkat Dad.... Siapa tahu ada kabar baik? Mudah-mudahan saja mereka berhasil menyelamatkan Abeth! " perintah Papi Dayton dengan sangat antusias.
__ADS_1
Semua orang mengangguk pelan agar GrandFa Luis menjawab panggilan Dave.
"Hello Dave.... What happen?? " ucap GrandFa Luis dengan langsung bertanya dengan menghidupkan pengeras suara.
"GrandFa.... ! Katakan pada Papi dan Mami agar segera ke rumah sakit di pusat kota, rumah sakit xxx! Katakan untuk pergi sekarang juga karena tidak ada waktu lagi untuk bersantai! Aku dalam perjalanan ke sana! Jangan banyak tanya karena aku belum bisa memberikan jawaban nya! " jawab Dave panjang lebar dan langsung memutuskan panggilan nya.
"Dave.... Dave.....! Hello....! Dave... ! " panggil GrandFa Luis dengan kencang.
"Telepon nya terputus! Kalian dengarkan jika Dave meminta kita ke rumah sakit! Ayo cepat kita ke sana! " ucap GrandFa Luis dengan menatap semua orang.
"Ya Tuhan.... Apa yang sebenarnya terjadi?? Kenapa kita harus ke rumah sakit?? Ya Allah... Mudah-mudahan mereka berdua gak kenapa-napa? Kenapa Dave tidak mengatakan siapa yang di bawa ke rumah sakit?? Ya Allah... Ayu takut banget Pak, Buk! " ucap Mami Sita dengan panik seraya memegang dadanya.
"Dave masih di atas kendaraan Ayu! Kalian dengar sendiri kan suara bising tadi! Semoga saja mereka berdua selamat! Ayo kita ke rumah sakit! Jangan tunggu lama-lama! " jawab GrandFa Luis seraya berdiri dan meraih tangan istrinya.
Mereka semua nya langsung bergegas keluar menuju mobil untuk pergi ke rumah sakit xxx. Salah satu rumah sakit elit yang menjadi pusat investasi perusahaan Ryder karena mereka memiliki 30℅ saham di rumah sakit tersebut.
Papi, Mami, GrandFa, Grandama, Eyang kakung, Eyang Putri, Bude Wati dan Pakde Toto, Bude Rini dan Pakde Hasan, Bude Ditha dan Pakde Vian, Orang tua Hemry, Semua nya ikut ke rumah sakit termasuk Giselle dan Marcell.
Dave sampai terlebih dahulu di rumah sakit. Karena ia salah satu pemegang saham terbanyak di rumah sakit ini, maka semuanya langsung bergerak bersiap menunggu kedatangan pasien.
"Apakah tidak bisa lebih cepat lagi bawa mobilnya! " teriak Tata pada sopir mobil tersebut.
"Maaf Nyonya, ini sudah batas kecepatan maksimum! " balas sopir juga berteriak.
"Jangan gila Tata... ! Mau cepat seperti apa lagi ini!!! Seumur hidup ini baru pertama kali nya aku naik mobil dengan kecepatan gila seperti ini??? Kau mau secepat apa lagi?? Kau tau, kita bisa saja bertemu malaikat maut dengan laju secepat ini, Tata !!! " pekik Arkan sambil berpegangan erat pada pegangan di atas ia duduk.
Apa yang di katakan Arkan memang benar, mobil yang di kendarai orangnya Arkan seakan melayang atau seperti tidak berjalan di atas aspal saking kencangnya laju kendaraan tersebut.
Untung saja jalanan sepi karena ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 01.15 waktu setempat. Akhirnya mereka sampai juga di pelataran rumah sakit xxx dengan Dave dan keluarganya sudah menunggu di depan bersama para petugas medis rumah sakit tersebut.
*Lima belas menit sebelum Tata sampai...
Semua keluarga Ryder bergegas turun dari mobil untuk menemui Dave yang sedang berdiri mondar-mandir di depan pintu masuk IGD.
"Dave.... ! " panggil mereka serentak.
Dave menoleh dan langsung berlari memeluk erat Mami nya dan semua yang ada di sana secara bergantian.
"Apa yang terjadi??? " tanya Eyang kakung pada Dave.
Dave menceritakan semua yang terjadi pada saat King Cobra hendak memukul nya, namun Tata mendorongnya hingga ia terjatuh dan siap menerima pukulan tersebut. Namun rupanya Abeth berlari dan menghadang pukulan tersebut hingga mengenai tubuhnya dan ia jatuh pingsan.
Dave tidak menceritakan duel yang dilakukan Tata dengan King Cobra dan juga tidak menceritakan jika Abeth mengalami pendarahan setelah pukulan itu.
Mereka semua shock terlebih lagi para perempuan yang langsung berpelukan satu sama lainnya untuk saling menguatkan.
Tidak lama kemudian mobil yang membawa Tata dan rombongan nya tiba di pelataran rumah sakit dekat langsung dengan pintu ruang IGD*.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas kembali readers ku tercinta...
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...
__ADS_1