
Musuh musuh Yasin siap berkumpul di Padepokan Marto Sentono
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
🙏🙏🙏
Selamat mengikuti alur ceritanya
...........
Muksin dan Arsyad pun hanya diam seribu basa, menyesali ucapannya yang rahasia terdengar oleh ki Marto Sentono. Namun apa daya keduanya tidak akan mampu berbuat apapun juga, hanya penyesalan yang ada. Sementara ki Marto Sentono kembali menemui Murid muridnya, untuk mengatur strategi baru, menjebak Yasin. Tidak menyadari jika Yasin itu adalah Zain yang dianggap sebagai sahabat dekat Mentorogo ayah Jaka, dan orang dekat Joyo Maruto…!
Bahkan Marto Sentono Nama lain Zain adalah Jaka Gledek nama karangan Yasin sendiri untuk mengelabui Marto Sentono saja. Marto Sentono pun menceritakan hasil pemantauannya kepada Jaka dan Bayu Aji.
“Apa yang kita tunggu akan segera datang, orang yang kita cari sudah ketemu dan malah akan masuk perangkap kita.” Ucap Marto Sentono.pada Jaka dan Bayu Aji.
“Maksud Guru bagaimana ?” tanya Jaka.
“Dua anak Cantrik tersebut tadi menyebutkan bahwa ayah dari pemuda yang merusak padepokan ini bernama Yasin. Orang yang telah membunuh kakang Joyo Maruto dan Ayah kamu Jaga.” Ucap Marto Sentono.
Seketika Jaka Santosa pun menjadi marah luar biasa.
“Tahu dari awal begitu, kita keroyok saja anak itu biar mampus…! Ucap Jaka Santosa dengan muka merah padam.
“Tenang Jaka, kita manfaatkan anak itu untuk memancing ayahnya agar datang kesini dan kita bantai beramai ramai sekalian membalaskan dendam Kakang Joyo Maruto.” Ucap ki Marto Sentono.
“Tapi tidak semudah itu juga guru, anak itu luar biasa apalagi ayahnya guru.” Kata Bayu Aji.
“Jangan Bodoh…! Kalau anaknya bisa tangkap hidup hidup seperti dua Cantrik itu. maka ayahnya akan kita paksa datang dan menyerah kalau tidak dua anaknya yang akan kita bunuh.” Jawab Marto Sentono.
“Tapi benar juga kata adi Bayu Aji guru, menangkap Pemuda itu bukan hal yang mudah.” Sahut Jaka.
“Bukankah kakangmu Gandung juga akan Hadir, belum lagi Gede Paneluh yang kemungkinan akan mengajak sahabatnya Sawung Panjalu. Dan masih ada beberapa nama yang akan hadir dalam cara pagelaran akbar nanti.” Ucap ki Marto Sentono.
“Maaf guru, bukan saya ‘Nggege mongso’ ( ingin mendapatkan sesuatu sebelum waktunya ) tapi akan lebih mudah jika guru berkenan mengajarkan Aji Welut putih kepada kami. Agar lebih mudah menangkap anak Yasin pembunuh Ayahku dan wak guru Joyo Maruto.” Sahut Jaka Santosa.
Ki Marto Sentono terdiam sesaat, mencoba mencerna omongan Jaka Santosa. Karena sebenarnya ki MArto Sentono masih belum mau mengajarkan ilmu itu. Namun terbakar dendam kepada Yasin akhirnya mau juga memberikan ilmu tersebut kepada Jaka dan Bayu.
“Baiklah, masih ada waktu untuk memberikan ilmu itu pada kalian. Tapi dengan syarat kalian harus bersumpah janji setia menjadi murid muridku.” Jawab Marto Sentono.
“Baik guru, kami akan jadi murid murid setiaki Marto Sentono.” Ucap Jaka dan Bayu Aji.
Kemudian mereka membagi tugas, murid murid Marto Sentono sebagian mengunjungi Gandung Santosa kakak nya Jaka Santosa. Dan sebagian mengunjungi Gede Paneluh untuk segera hadir di padepokan ki Marto Sentono. Mereka akan membahas bagaimana caranya membalaskan Dendam kepada Yasin.
__ADS_1
Dengan kata lain, kerabat musuh musuh Yasin yang akan balas dendam akan segera berkumpul mengatur siasat untuk balas dendam. Dan pada saat pagelaran Akbar itu hampir bisa dipastikan semua akan berkumpul dan mengincar Sidiq dan Jafar. Karena mereka sudah tahu jika Sidiq dan Jafar adalah anak anak Yasin.
Dan Yasin pun akan berada disitu juga bahkan akan pura pura melawan Jafar dan atu Sidiq dengan mengaku sebagai Zain atau Jaka Gledek. Tentu akan menjadi sebuah pertunjukan yang seru nantinya. Semoga saja penyamaran Yasin tidak terbongkar oleh Gede Paneluh saat mereka sama sama berada di padepokan tersebut. Sehingga rencana Yasin dapat berjalan dengan Lancar.
>>>>>
>>>>>
>>>>>
Pagi hari di rumah Yasin, semua dikumpulkan di ruang mujahadah oleh Yasin. Ihsan yang biasanya sering malas malasan saat subuh pagi itu memaksa diri berjamaah bersama yang lain. Karena pasti ketahuan jika tidak ikut. Karena jamaahnya hanya beberapa orang saja berbeda dengan di Pondok Al-Hikmah yang Satrinya ratusan. Tanpa disadari oleh Ihsan sendiri, salah satu tujuan abah gurunya memang agar Ihsan terbiasa ikut jamaah Subuh.
“Anak anakku semua, nanti yang tidak berangkat sekolah semua kembali Latihan melanjutkan latihan semalam. Untuk Tari, masih belum dapat sekolah yang baru kan ?” tanya Yasin.
“Belum Abi, masih nunggu Surat Pindah dari sekolah lama Tari mau masuk ke sekolah Nia saja nanti.” Jawab Tari.
“Kalau begitu kamu nanti ikut latihan sambil menunggu surat pindah sekolah dikirim kemari.” Ucap Yasin.
“Siap Abi, tari pengen dengar lanjutan Jurus suci Hijaiyah yang semalam baru sampai ‘Jim’ Abi.” Ucap Utari meminta kepada Yasin melanjutkan penjelasan huruf Hijaiyah dalam jurus tersebut.
“Iya Yah, Jafar juga belum paham.” Sahut Jafar diikuti Nisa dan Sidiq juga yang penasaran dengan kelanjutan makna jurus Suci Hijaiyah yang dimiliki Yasin Ayahnya. Sedangkan Ihsan meski penasaran hanya diam saja, masih sungkan untuk ikut nimbrung. Karena merasa minder, jika Sidiq dan kedua adiknya jelas anak kandung nya. Utari putrid Abah Gurunya Sidiq dan dirinya sedangkan Isna atau Nia putri Abah Gurunya Jafar adik Sidiq. Sehingga Ihsan merasa agak sungkan di tengah tengah mereka.
“Ihsan kamu kok hanya diam saja dari kemarin, kata Sidiq kamu adalah sahabat dekat Sidiq.” Tanya Fatimah kepada Ihsan.
“Alaa… bohong kang Ihsan, gak biasanya dia begitu kok Umi. Kalau di tempat abah Nurudin dia jarang ikut ngaji dan jamaah sholat, apalagi subuh.” Sahut Utari mengomentari Ihsan.
Ihsan yang sungkan dengan Utari yang tidak seperti Sidiq yang bersikap biasa dengan Utari meski putri abah gurunya hanya diam saja.
“Sudah sudah, sekarang diteruskan lagi penjelasan semalam tentang makna Huruf Hijaiyah dalam Jurus jurus Suci. Dan Nanti aka nada kembangan Jurus telapak tangan Suci yang aku buat sendiri gerakannya.” Kata Yasin menengahi perdebatan. Karena Yasin sedikit merasakan perasaan Ihsan yang merasa agak minder tersebut.
“Iya yah lanjutin saja, Nisa udah gak sabar nih…!” pinta Nisa.
Kemudian Yasin mulai menjelaskan dari makna huruf setelah ‘Jim’ yaitu ‘Kha’ ( baca ha dengan huruf H dibaca tipis ) Kha adalah dari kata Hikmah dan Kho’ adalah Khoiron yang artinya kebaikan, dan dal dari kata Dalilan atau pedoman Dzal dari kata dzakaan kecerdasan….. ‘Ra’ \=rahmah,’Za’ zakia \= Suci ….. ‘Fa’ \= Falaha \= Kebahagiaan,…….. sampai dengan huruf Ya yang berasal dari kata Yaqin ( yakin ). Semua dijelaskan oleh Yasin huruf per huruf sehingga anak anak itu menjadi Paham maksudnya.
“Berarti semua jurus itu ada makna khusus ya Abi Yasin.” Tanya Ihsan tiba tiba tanpa terasa berani bicara.
“Iya Ihsan, dan terakhir Jurus Telapak tangan Suci. Coba perhatikan jari tangan kanan Kalian sedikit renggangkan dan ibu jari agak ditekuk ujungnya menyentuh jari telunjuk hadapkan ke depan. Apa yang kalian lihat, perhatikan dengan baik.” perintah Yasin.
Semua mengikuti perintah Yasin, mengamati telapak tangan kanan masing masing. Secara serempak semua menjawab
“Seperti lafadz Allah….!” Semua kaget baru menyadarinya.
“Betul, banyak anggota tubuh kita yang menunjukan keberadaan dan kebesaran Allah. Hanya kita kurang bisa memahami hal itu. aplagi orang yang banyak maksiat, akan tertutup Nur ilahiyahnya sehingga sulit menerima kebenaran.” Lanjut Yasin.
“Terus apa hubungannya Yah, dengan jurus telapak Tangan Suci itu ?” Tanya Nisa sambil membolak balik tangannya sendiri.
__ADS_1
Dari jurus Suci Hijaiyah itu, disatukan semua gerakan dan disalurkan ke telapak tangan kita seperti saat kita Tasyahud ( duduk membaca Tahiyat dalam Sholat ) dan dari situ kita Yakin akan keesaan Allah. Itulah kunci dari ajaran Tauhid, inti dari kalimah Thayyibah Tahlil pengakuan keesaan ALLAH Swt.” Jawab Yasin.
Semua mendengarkan dengan penuh khidmat, bahkan Ihsan jadi sangat bersemangat tidak seperti biasanya yang agak malas dengerin kajian kajian Kitab ataupun dengerin wejangan wejangan khusus. Dan Ihsan berjanji akan lebih serius lagi ketika mengaji di pondok Al-Hikmah nanti.
“Ada hal yang lebih penting lagi, pertama setelah selesai berlatih nanti. Kalian mengadakan muqodaman ( baca Al-quran tiga puluh juz diselesaikan bersama dalam satu majlis ) Ayah mau pergi sebentar, sambil melihat keadaan teman Jafar yang disekap di padepokan ki Marto Sentono.” Ucap Yasin.
“Sendirian Yah ? jangan lah Yah,,, ayah kan udah tua kalau ketahuan mereka bagaimana dong yah…?!?” ucap Nisa membuat Yasin tersenyum geli.
Bahkan Fatimah juga ikut tertawa mendengar ucapan Nisa anaknya tersebut.
“Gak Nisa, ayah kan kesana hanya bertamu saja buka mau berantem. Jadi Nisa gak perlu khawatir, Insya Allah ayah gak akan kenapa napa.” Jawab Yasin.
Akhirnya Nisa pun menyerah setelah diberi penjelasan oleh yang lain juga. Bahwa ayahnya pasti sudah penuh perhitungan melakukan itu semua.
Setelah selesai anak anak pun berlatih kembali mengulang gerakan yang semalam dan menambah beberapa jurus baru sampai dengan Jurus ‘Za’ dari kata Zakian \= Kesucian ( bentuk Isim masdar / kata benda ).
Kemudian Yasin pergi ke padepokan ki Marto Sentono, sementara anak anak membaca Al-Quran kecuali Nia yang akan berangkat sekolah.
…..
Sesampai di Padepokan ki Marto Sentono, Yasin langsung dipanggil oleh ki Marto Sentono didampingi oleh Jaka Santosa dan Bayu Aji.
“Zain alaias Jaka gledek, Aki akan kasih tahu hal penting yang harus kamu ketahui.” Ucap ki Marto Sentono.
“Soal apa ki ?” tanya Yasin heran.
“Pertama aki berhasil menangkap dua Cantrik teman pemuda yang merusak Padepokan dan sekarang berada di ruang khusus agar tidak bisa kabur.” Ucap ki Marto Sentono.
“Owh benarkah, baguslah kalau begitu dimana mereka sekarang apa perlu saya hajar mereka ?” ucap Yasin pura pura senang.
“Jangan, tidak usah kita jadikan pancingan saja nanti. Ada yang lebih penting dari itu.” Jawab ki Marto Sentono.
“Apa itu ki ?” tanya Yasin.
“Aki sekarang baru utusan seseorang untuk mengundang semua yang mendukung Aki untuk acara pagelaran nanti. Termasuk kakaknya Jaka Santosa, sahabatku Gede Paneluh ahli teluh dan santet juga banyak tokoh yang sakti mandraguna untuk segera hadir kesini.” Jawab Ki Marto Sentono.
“Lah bukannya mereka akan diundang pas hari pagelaran Akbar nanti Ki ?” Tanya Yasin.
“Rencana awal begitu, tapi aki ajukan karena sekarang Aki sudah tahu siapa itu Yasin yang telah membunuh kakang Joyo Maruto dan Mentorogo ayahnya Jaka Santosa dan Gandung Santosa…!” Ucap ki Marto Sentono.
Yasin terkejut seperti tak percaya, “Apa maksudnya mereka sudah tahu jika Yasin adalah aku” kata Yasin dalam hati. Yasin jadi terdiam dan bersiap jika sesuatu harus terjadi, kalau ternyata ki Marto Sentono sudah tahu jika dirinya adalah Yasin yang diburu mereka…!!!
__ADS_1