Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Jafar latih tanding dengan Senior nya


__ADS_3

Reader tercinta, beberapa episode sebagai cooling down saja. Setelah adegan kekerasan Yasin, dan selanjutnya Kiprah Yasin akan diganti Sidiq dan Jafar.


Dengan tidak meninggalkan jiwa muda Sidiq dan Jafar yang diwarnai Romantika cinta remaja.


Selamat membaca, semoga terhibur.


..........


Jafar semakin pucat, bahkan tidak berani menatap lurus ke depan. Wajahnya hanya tertunduk menatap lantai saja. Dalam hati Jafar berkata, “ Aduh kenapa aku jadi gugup begini, sudah gugup dipanggil kyai ditambah gugup bertemu putri Kyai yang cantik banget tadi.” kata Jafar dalam hati. Sambil tetap tertunduk, sampai tidak tahu jika sang Kyai sudah berada di hadapan dia.


“Eheeem…. Kamu yang namanya Jafar ?” Sapa Kiai itu tiba tiba. Membuat Jafar hampir pingsan karena kaget.


“Iya bah, saya Jafar !” jawab Jafar singkat dengan gemetar.


“Duduklah, abah mau bicara sebentar denganmu.” Ucap Kyai itu yang membuat Jafar semakin berdebar debar.


Kemudian Jafar duduk di kursi ruang tamu rumah kyai tersebut. semnetara sang Kyai memandangi Jafar seakan menyelidiki semua hal tentang Jafar. Jafar yang merasa dirinya diawasi begitu menjadi semakin gemetar. Jafar berpikir apa kesalahan yang telah diperbuatnya, sampai dipanggil langsung oleh sang kyai.


Jangankan dipanggil menghadap, berbicara secara langsung empat mata pun Jafar belum pernah. Bahkan bertatap muka secara langsung berdua pun hampir semua santri sungkan, termasuk Jafar. Ada semacam budaya atau lebih dikenal sebagai Adab, yang membuat para Santri menghormati Kyai nya termasuk dhuriyah ( Keluarga ) kyai nya.


Hal itu sebagai bentuk penghormatan terhadap orang yang telah memberikan ilmu ( Guru ) dan keluarganya. Bukan merupakan sebuah pengkultusan, karena sang Kyai sendiri tidak menyuruh begitu. Hanya merupakan tradisi keilmuan atau adab orang yang mencari ilmu. Yang dalam pesantren mengacu kepada kitab ‘Adabul ta’limul muta’alim’ atau adab orang yang mencari ilmu.


Bagaimana sikap dan akhlak ( Perilaku batiniyah ) dan Adab ( Perilaku lahiriyah ) orang yang mencari ilmu agar ilmunya barokah dan bermanfaat. Bukan sekedar bertambahnya ilmu pengetahuan akan tetapi ilmu tersebut benar benar dapat menghantarkan orang pada perilaku akhlakul karimah ( Berakhlak bagus ).


“Kalo punya sesuatu jangan disimpan terlalu rapat, ajarkan kepada orang lain agar ilmu kamu bermanfaat.” Ucap sang Kyai kepada Jafar.


Jafar tersentak kaget mendengar ucapan kyai nya tersebut, dirinya merasa sedang diamati luar dalamnya oleh sang kyai.


“Maaf Bah, Jafar tidak tau maksut abah.” Jawab Jafar singkat.


“Kamu memiliki ilmu olah kanuragan yang baik, seharusnya kamu ajarkan kepada santri yang lain. Itu kalau kamu benar benar mau mengakui aku sebagai guru kamu.” Ucap sang Kyai.


“Tentu saja Jafar mengakui abah sebagai guru Jafar, dan ingin diakui sebagai murid baik di dunia maupun di akhirat nanti.” Jawab Jafar.


Sang kyai yang mendengar jawaban Jafar tersenyum puas,  karena memang begitulah seharusnya adab seorang Santri. Yang tidak akan melupakan sanad keilmuan yang dipelajarinya. Ibarat sepintar apapun tidak akan melupakan jasa gurunya atau orang yang pernah mengajarinya. Seperti dalam ungkapan di kitab Adabul ta’limul muta’alim yang dikatakan. Bahwa Sahabat Ali ra, pernah berkata jika ada orang yang mengajariku satu huruf saja. Maka aku akan mengabdi padanya selama dua tahun.


Tentu saja hal itu tidak bisa ditelan mentah begitu saja, akan tetapi hanya sebagai kiasan pentingnya menghargai seorang guru. Meskipun yang menjadi murid itu menjadi lebih pintar dari gurunya sendiri tetap harus ‘menghormati’ sang guru.


“Kalau begitu, nanti kamu ikut mengajar anak anak Santri yang lain. Agar santri disini bisa sehat jasmani dan rohaninya. Dan kamu aku perkenankan tinggal di dalam rumah ini, masih ada kamar yang kosong. Kamu bisa tempati dan mulai sekarang kamu jadi anggota keluarga disini. Ikut bantu bantu urusan rumah tangga pesantren.” Ucap kyai itu.


Jafar yang tidak menduga akan mendapat kepercayaan seperti itu jadi senang sekaligus gemetar. Karena itu berarti dia akan sering bertemu dengan Nia putrid sang Kyai tersebut. disamping itu Jafar juga kuatir akan ada yang iri dengannya. Karena ikut tinggal di rumah kyai adalah impian hampir semua santri. Namun Jafar juga tidak mungkin menolak perintah dari abah gurunya tersebut.


“Iya Bah, itu saja bah ?” tanya Jafar.


“Ada satu hal lagi, dan itu sebenarnya yang membuat kamu kupanggil kemari.” Ucap sang Kyai.


“Apa itu bah ?” tanya Jafar.


“Aku dengar desas desus kamu sudah berani pacaran dengan kakak senior kamu ya ?” tanya sang kyai sambil menahan senyum.


“Tidak bah, Jafar tidak berani pacaran masih terlalu jauh bah. Jafar dilarang pacaran oleh ayah bunda Jafar.” Jawab Jafar yang kembali gemetar kali ini. Di satu sisi Jafar ingat pesan ayah bundanya, di sisi lain ingat pertemuannya dengan Nia yang menggetarkan hatinya. Sebagai laki laki normal yang sudah duduk di bangku SMA wajar ada ketertarikan dengan lawan jenisnya.


“Ayah kamu Ahmad Sidiq alias Yasin, dan bunda kamu yang bernama Fatimah itu ?” kata sang Kyai.


“Betul bah, beliau berdua adalah ayah bunda Jafar.” Sahut Jafar.


“Apa ayah dan bundamu gak pernah cerita kalo aku dan mereka satu alumni pesantren meski beda angkatan ?” tanya sang Kyai.


“Pernah bah, ayah dan bunda pernah cerita seperti itu juga.” Jawab Jafar.


Kemudian Kyai itu memanggil Nia anaknya yang kebetulan melintas di samping ruang tamu.


“Nia, panggilkan Umi kamu suruh kesini sebentar.” Ucap sang Kyai kepada Nia putrid nya.


“Iya bi.” Jawab Nia anaknya singkat.


Jafar yang melihat sekilas Nia dan mendengar suaranya lagi, kembali gelisah dan jantungnya pun semakin berdebar kencang. Sebuah getaran yang timbul dari seorang laki laki yang melihat lawan jenisnya dan timbul ketertarikan kepada lawan jenisnya tersebut.


Sayangnya apa yang dialami Jafar tersebut cukup terbaca oleh Kyai atau abah gurunya Jafar tersebut.


“Bila sudah waktunya orang itu akan mendapatkan jodohnya, meski kadang jodohnya itu bukan orang yang dia harapkan atau bukan orang yang dia idam idamkan, itulah bukti kebesaran Allah. Seperti Ayah dan bundamu dulu juga tidak saling mencintai awalnya.” Ucap Abah gurunya Jafar membuka rahasia ayah bundanya.


“Iih Abi, buka rahasia orang tuanya santri  di depan anaknya, kasihan dong Bi…!” sahut istri sang Kyai yang datang tiba tiba.


“Bukah mih, abah hanya kasih tahu dia agar jangan tergoda wanita. Karena jodoh sudah diatur Allah. Dan belum tentu jodohnya adalah orang yang diharapkan atau diinginkan.” Jawab sang Kyai.


“Gak papa Nang, yang jelas kan ayah bundamu sekarang saling mencintai. Gak usah malu di sini, abah kamu itu dulu kakak seperguruan ayah dan bundamu juga.” Ucap bu Nyai atau istri kyai tersebut.


“Iya bu Nyai.” Jawab Jafar sambil tertunduk.


“Begini Mih, Jafar ini kan punya kelebihan dalam olah kanuragan. Jadi Abah minta dia membantu mengajar beladiri anak anak santri. Dan sekaligus abah mau minta dia ikut bantu bantu urusan rumah tangga pesantren, bagaimana menurut umi ?” tanya sang Kyai pada Istrinya.


“Kalau Umi sih terserah abah saja, yang penting itu buat kebaikan anak anak santri.” Jawab Istri sang Kyai.


“Kalau Umi setuju, biar kamar kosong itu dipakai Jafar. Agar dia bisa totalitas dalam mengaji juga mengajar beladiri buat anak anak santri.” Ucap sang Kyai.

__ADS_1


“Iya bah, nanti umi suruh salah satu siapkan kamar buat Jafar. Terus masalah isu yang kemarin itu bagaimana bah ?” tanya istri sang Kyai tersebut.


“Tanya saja sama anaknya langsung !” jawab sang Kyai.


“Benar Jafar, kamu pacaran sama Nadhiroh senior kamu ?” tanya istri sang Kyai.


“Tidak bu nyai, Jafar tidak berani pacaran dimarahi ayah bunda Jafar kalau pacaran.” Jawab Jafar.


“Owh begitu, tapi kamu suka sama Nadhiroh ?” Tanya lanjut istri sang Kyai.


“Tidak bu Nyai, Jafar anggap dia sebagai senior Jafar saja.” Ucap Jafar.


“Terus kalau yang kamu suka siapa ?” pancing istri kyai tersebut. membuat Jafar gelagapan untuk menjawabnya.


“Aaa aah anu bu Nyai, Jafar masih mau konsentrasi ngaji dan sekolah dulu. Belum mau mikirin soal itu, Jafar masih kecil kok.” Jawab Jafar terbata bata.


Sang Kyai dan istrinya hanya tersenyum saja mendengar jawaban Jafar. Sedangkan sang Kyai tahu jika Jafar ada sedikit menaruh hati dengan putrinya yang juga seumuran dengan Jafar. Namun karena mereka masih sama sama belia sang kyai pun menganggap hal itu biasa saja.


“Mulai sekarang, kamu panggilnya jangan bu nyai pada istriku. Tapi kamu panggilnya umi, karena kamu kuanggap anakku juga. Jadi kamu aku kasih tanggung jawab menjaga kehormatan keluarga ini. termasuk adik kamu Nia, jangan sampai dia pacaran dan diganggu laki laki. Jika ketahuan Nia sampai pacaran maka kamu yang akan aku hukum nanti.” Ucap sang Kyai.


Jafar menjadi semakin gemetar saja mendengar ucapan abah gurunya, “bagaimana nanti aku menjaga Nia. Sementara aku sangat grogi jika berdekatan dengan dia.” Kata Jafar dalam hati.


Memang begitulah cara sang Kyai menjaga  agar Jafar tidak larut dengan perasaannya. Bukan dijauhkan dengan putrinya, tapi justru diberi tanggung jawab menjaga seperti menjaga adik kandungnya.


“Katanya kamu juga sama adik kandung kamu disini, namanya siapa ?” tanya istri sang Kyai sebelum Jafar menjawab kata kata sang Kyai. Sehingga Jafar sampai keluar keringat dingin karena merasa Grogi.


“Iya bu nyai eeh Umi adik saya namanya Nisa.” Jawab Jafar menahan gejolak hatinya.


“Jadi kamu sanggup tidak memikul tanggung jawab yang aku berikan tadi ?” kata ulang sang Kyai.


“Insya Allah Bah, saya akan jaga kehormatan seluruh anggota pesantren ini, terutama keluarga ndalem.” Jawab Jafar.


“Termasuk menjaga Nia, kamu harus anggap dia adik kandungmu sendiri seperti Nisa adik kamu, kamu paham kan !” ucap sang Kyai.


“Faham bah.” Jawab Jafar.


“Mih, suruh Nia panggil Nisa adiknya Jafar. Biar mereka saling kenal dan aku juga pinginb lihat anaknya yang mana.” Ucap sang Kyai.


Kemudian istrinya pun segera menyuruh Nia anaknya untuk mencari Nisa. Dan tak lama kemudian Nisa dihadapkan ke abah gurunya Jafar.


“Ini bi yang namanya Nisa.” Ucap Nia puri sang Kyai.


“Ya, kamu duduk disini sebentar Nia. Dan kamu Nisa adik kandung Jafar ?” tanya sang Kyai kepada Nisa.


“Iya bah, saya adik kandung mas Jafar.” Jawab Nisa bingung ada apa dengan kakaknya Jafar dan dirinya sampai dipanggil menghadap.


“Owh kirain kang Jafar bikin salah terus mau abi hukum.” Sahut Nia.


Jafar hanya tertunduk menatap Lantai ketika Nia bilang seperti itu.


“Tidak, bahkan abah menyuruh dia mengajar beladiri di pesantren ini. karena Jafar sangat berbakat dalam hal itu.” jawab sang Kyai.


“Masak sih bi, kayaknya dia pendiam begitu apa bisa ngajar bela diri ?” jawab Nia meragukan Jafar.


“Abah lebih tahu dari pada kamu Nia, jadi kamu gak usah meragukan itu.” jawab sang Kyai.


Dalam hati Nia masih belum bisa percaya, dan timbul niat dalam dirinya untuk melihat kemampuan Jafar di bidang olah kanuragan.


“Iya bi, tapi alangkah baiknya kalau diuji lebih dulu. Biar kang Jafar latih tanding dengan kang Kholis yang ngajar beladiri.” Sahut Nia.


Jafar agak sedikit tersinggung namun juga tidak berani membantah omongan Nia putrid abah guyrunya itu.


“Boleh saja, asal sebatas uji coba saja bukan sebuah pertandingan, apa kamu siap Jafar ?” tanya sang Kyai.


“Insya Allah saya siap melaksanakan perintah abah.” Jawab Jafar mantab.


“Tapi kalau kamu kalah jangan terus marah kang, perlu kamu tahu kang Kholis itu lawan tiga orang saja bisa menang.” Sahut Nia meremehkan Jafar.


“Iya ning Nia.” Jawab Jafar sambil menahan diri dari segala perasaan yang muncul. “Aku akan buktikan jika penilaianmu salah  Nia.” Kata Jafar dalam hati.


Singkat cerita Jafar dihadapkan dengan Kholis guru Silat di pesantren itu oleh Nia diikuti Nisa juga. Nisa sedikit kuatir dengan kakaknya, karena tau kehebatan Kholis sebagai guru silat di pesantren tersebut. Namun Nisa juga tidak berani berucap apapun. Nisa juga tahu kakaknya Jafar juga bukan anak kemarin sore, bahkan Nisa juga dengar ketika Jafar melawan Lady Ninja dulu dan mampu membuat Lady Ninja tersebut takluk.


“Owh kamu yang namanya Jafar ? aku dengar kamu memang anak seorang pendekar juga. Baguslah kalo kamu mau ikut melatih anak anak santri juga.” Ucap Kholis kepada jafar.


“Maaf kang, saya tidak bermaksud sombong hanya melaksanakan perintah abah guru saja.” Jawab Jafar dengan sopan.


“Tidak usah sungkan, kita sama sama melaksanakan tugas dari abah guru.” Jawab Kholis yang sekitar empat tahun lebih tua dari Jafar.


“Sudah jangan kelamaan kang Kholis, segera uji kemampuan kang Jafar. Apa dia layak menjadi pelatih silat di sini, jangan jangan nanti kemampuan nya masih di bawah Nia.” Ucap Nia ketus meremehkan Jafar.


Nisa yang mendengar itu hampir saja ikut bicara, karena sifat Nisa yang lebih cenderung seperti Sidiq yang cepat marah. “ Kalau saja bukan putrid abah guru sudah ku ajak tanding denganku saja ini orang.” Kata Nisa dalam hati.


“Sabar ning Nia, bagaimanapun jika itu perintah abah guru aku tidak berani menolak. Dan sepertinya memang Jafar ini punya kemampuan yang cukup juga dalam olah kanuragan.” Jawab Kholis kalem. Sebagai pelatih silat memang Kholis juga dapat melihat jika Jafar bukanlah anak sembarangan dan cukup bisa membawa diri.


“Jafar, kamu sudah siap untuk berlatih tanding denganku ?” Tanya Kholis kepada Jafar.

__ADS_1


“Insya Allah kang Kholis, semoga tidak mengecewakan kang Kholis nanti.” Ucap Jafar dengan datar.


“Ayo mas, kamu kan lawan Lady Ninja saja bisa menang masa mau menyerah begitu saja.” Ucap Nisa yang sudah tidak bisa menahan diri lagi.


Nia yang mendengar itu jadi agak marah, merasa mendapat perlawanan dari santriwati abahnya mana masih anak kecil lagi batin Nia.


“Ok, segera saja dimulai kita ke lapangan sekarang. Nia akan akan panggil beberapa santri buat saksi.” Teriak Nia.


“Tidak usah ning Nia, kan ini hanya sekedar ujian bukan pertandingan seperti kata abah tadi.” Ucap Jafar.


“Kamu nurut saja gak usah Protes…!” bentak Nia. Jafar pin hanya diam, “Cantik cantik kok jutek begitu sih.” kata Jafar dalam hati.


Sementar Kholis hanya geleng geleng kepala, karena Kholis lebih tahi sifat Nia yang keras kepala. Mungkin seimbang dengan Nisa adiknya Jafar. Hanya saja mereka terpaut usia yang cukup jauh. Kalau seumuran pasti sering ribut, batin Kholis.


“Ya sudah gak papa, tapi jangan banyak banyak nanti dikira kita sedang bertengkar beneran.” Ucap Kholis.


Maka dengan perintah Nia beberapa santri dan santriwati mengikuti mereka ke tanah lapang untuk melihat latih tanding Jafar vs Kholis sang guru silat.


Dan dengan dikelilingi beberapa santri dan santriwati atas perintah Nia. Jafar dan Kholis pun segera berhadap hadapan untuk melakukan latih tanding. Banyak santri dan santriwati yang bingung, sebenarnya ada apa kok ada latih tanding. Karena mereka tidak pernah tahu Kiprah Jafar dalam olah kanuragan selama ini.


Namun mereka hanya mengikuti apa perintah dari seorang Ning Nia. Jadi mereka tidak berani bertanya lebih lanjut.


“Jafar kamu sudah siap ?” tanya Kholis.


“Sudah kang, silahkan kang Kholis mulai lebih dulu.” Kata Jafar.


Segera Kholis pun memasang kuda kuda untuk melakukan gerakan jurus jurus dasar pencak silat yang dipelajari. Serangan pertama dapat dengan mudah dihindari oleh Jafar, begitu juga dengan serangan ke dua, tiga dan seterusnya semua dapat dihindari oleh Jafar dengan mudah.


Dari situ saja sudah mengejutkan para santri dan santriwati termasuk Nia sendiri sebenarnya. Namun gengsi Nia yang cukup tinggi tidak puas hanya dengan begitu saja.


“Tingkatkan jurus kang, kalau hanya begitu anak anak semua juga bisa.” Teriak Nia dengan Lantang.


Dan demi menuruti keinginan Nia, Kholis pun memberi aba aba pada Jafar untuk meningkatkan permainan jurus. Jafar pun mengikuti saja permintaan Kholis seniornya itu.


Dengan gerakan yang lebih cepat dan lebih bertenaga Kholis menyerang Jafar yang juga sudah semakin mempersiapkan diri. Meskipun sampai sejauh ini Jafar hanya mengimbangi jurus jurus Kholis seniornya. Jafar juga tidak ingin menjatuhkan martabat seniornya itu di hadapan para santri.  Seandainya mau sebenarnya Jafar beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk menjatuhkan Kholis. Namun itu tidak dia lakukan karena rasa Hormatnya pada seniornya itu.


Dan di jurus yang entah sudah keberapa Kholis menyerang Jafar tidak dengan ragu ragu lagi karena sudah tau kemampuan Jafar. Hal itu mengejutkan Jafar, sehingga mau gak mau Jafar pun harus mempertahankan diri dengan memberikan pukulan untuk menahan serangan Kholis yang cukup berbahaya. Sehingga benturan pun terjadi, keduanya sampai tersurut mundur beberapa langkah.


Jafar maupun Kholis sama sama terkena pukulan, Jafar terkena pukulan kholis di dadanya. Sementar Kholis terkena pukulan Jafar di lengan tanganya yang dipergunakan untuk memukul Jafar tadi. Dan memang Jafar sengaja memukul lengan Kholis sekedar untuk mengurangi bobot pukulan Kholis saja agar tidak mencederai dirinya. Seandainya Jafar ikut memukul dada Kholis, Jafar justru Khawatir keselamatan Kholis. Karena Jafar sudah mewarisi lebur saketinya Yuyut juga.


Kholis terhuyung ke belakang memegang lengan nya yang terkena pukulan, dan Jafar pun surut kebelakang. Merasakan pukulan Kholis di dadanya, meski tidak terlalu keras karena di tahan dengan pukulan Jafar di lengan Kholis.


“Kamu gak papa Jafar, maaf aku tadi serius dalam berlatih. Karena aku lihat kamu sangat lihai dalam olah kanuragan.” Ucap Kholis yang mengakui kehebatan Jafar.


“Tidak apa apa kang, Kang Kholis memang Hebat pukulanya sangat kuat dan akurat. Sehingga aku juga serius dalam menahan pukulan kang Kholis. Kalau tidak bisa bahaya bagi Jafar.” Jawab Jafar yang kemudian mendatangi Kholis dan saling berjabat tangan.


Semua tepuk tangan gembira melihat adegan tersebut, sebuah latih tanding yang sama sama sportif. Dan keduanya pun tidak merasa dendam meski saling menerima pukulan dari lawan tandingnya.


Tepuk tangan meriah mewarnai tempat yang penuh kegembiraan itu, termasuk Nisa adik kandung Jafar. Hanya Nia yang tidak ikut bertepuk tangan, Nia bahkan agak cemberut apa lagi beberapa kali Nisa meliriknya dan bertatapan mata dengan NIa. Membuat Nia tersinggung dan tanpa di ketahui yang lain NIa pun pergi meninggalkan tempat itu. “awas kamu Nisa, jangan bangga dulu kakak kamu bisa seimbang dengan kang Kholis. Kalau perlu Nia akan cari cara lawan tanding dengan kamu nanti.” Gerutu Nia dalam hati. Kecewa dengan hasil latih tanding yang tidak sesuai harapannya.


Diam diam sang Kyai memperhatikan itu dari jauh bersama istrinya.


“Lihat tuh Nia anak kamu memang harus dihabiskan ego nya, dan yang bisa melakukan itu adalah Jafar dan Nisa adiknya. Agar Nia tidak tumbuh jadi gadis yang sombong nanti.” Ucap sang Kyai.


“Terserah abi saja lah kalau itu, umi juga sudah selalu menasehatinya. Tapi memang Nia itu keras kepala tidak seperti kakaknya yang laki laki.” Jawab istri sang Kyai.


Begitulah akhir latih tanding Jafar dan Kholis guru silat di pesantren tempat Jafar mengaji. Dan ternyata sang Kyai punya maksut khusus dengan memberi tugas kepada Jafar.


Flashback off


*****


Sementar di rumah Yasin


Yasin yang tidak menyadari kepulangannya diikuti oleh Damar cs, tidak menduga jika rumahnya sedang diawasi oleh Damar cs.


“Kayaknya sepi sepi saja, bagaimana kalau kita mencoba membuat kejutan. Kan hanya ada anak laki lakinya saja dirumah itu, dan itu pun masih bocah !” ucap rekan Damar.


“Boleh, tapi satu orang saja yang lain lihat kemungkinan. Jika terjadi sesuatu maka segera bawa kabur  selamatkan yang satu orang.” Jawab Damar.


Maka ketiganya pun mengatur strategi untuk membuat keributan dengan Yasin, tidak menduga bahwa Sidiq pun meski masih remaja sudah punya pengalaman bertarung yang cukup banyak….!!!


...Bersambung...


Tetap mohon dukungannya


like


komen


dan


Vote nya ya Reader tercinta.


...🙏🙏🙏🙏...

__ADS_1


 


__ADS_2