Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Golok Hitam Birowo


__ADS_3

Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


...Golok Hitam Birowo...


Mereka kemudian menghabiskan waktu dengan bersama sama minum minuman keras dan dilanjutkan dengan memilih wanita tawanan untuk bersenang senang. Dengan terlebih dulu membuat wanita yang dipilih tak sadarkan diri tentunya. Sebuah persiapan acara Pancamakarapuja yang sangat sempurna…!!!


 


Wanita wanita lemah yang tak berdaya tersebut hanya bisa pasrah menerima nasib mereka. Sementar gadis suci yang belum memasuki masa haid disembunyikan di tempat khusus. Dengan penjagaan ekstra ketat, manusia manusia yang sudah dikuasai Iblis itu pun benar benar sudah tidak memiliki nurani.


 


Seorang gadis kecil akan mereka jadikan “Tumbal” demi mendapatkan kesaktian dan kekuasaan. Dimana perasan sebagai manusia normal sudah tak ada lagi. Tak ada belas kasihan, tak ada norma apapun yang diperdulikan. Yang ada hanyalah haus akan nafsu duniawi semata.


 


Dalam kamar tahanan yang tak layak, wanita wanita tersebut saling menatap saat Ki Munding dan beberapa orang masuk. Dan hanya dengan sekali sentuh, wanita wanita yang dipilih mereka sudah seperti robot yang dikendalikan dengan remot. Apapun yang diperintahkan Ki Munding mereka lakukan, di luar kesadaran mereka.


 


Termasuk ketika diminta untuk melepas semua baju yang dia kenakan di depan Ki Munding beserta anak buahnya. Disaksikan wanita wanita lain yang justru harus menutup mata karena merasa malu sendiri. Namun rasa takut mereka membuat mereka tak berani bersuara.


 


Mereka memilih untuk menutup mata melihat pemandangan yang mengerikan bagi mereka. Bahkan mereka tidak membayangkan jika mereka juga akan mengalami nasib yang sama dengan wanita wanita  yang dipilih oleh Ki Munding dan para tokoh lain. Nanti pada saat ritual Pancamakarapuja mereka akan mengalami nasib yang sama, bahkan mungkin akan lebih dari yang dialami rekan rekanya saat itu.


 


Begitulah suasana di markas Ki Marto yang saat ini dibawah kendali Ki Munding Suro, bersama ketiga muridnya.


…..


…..


…..


 


Persiapan di rumah Yasin


 


 


“Kang…saat ini yang jadi ganjalanku adalah anak gadisku Nisa. Tapi aku tidak berani menyampaikan kepada Fatimah istriku.” Kata Yasin pada Tohari


 


“Karena Ki Munding yang akan mengadakan upacara Pancamakarapuja ?” Jawab Tohari.


 


“Salah satunya itu, tapi setelah itu pun bukan tidak mungkin mereka akan berlaku culas. Kalau sampai mereka tahu aku memiliki anak gadis yang baru tumbuh remaja.” Ucap Yasin.


 


“Aku tahu perasaan kamu, tapi aku juga tahu jika Gurunya Nisa dan Jafar tidak akan diam saja dengan semua yang terjadi ini. Termasuk kehadiran Ki Munding Suro, dan dua muridnya yang mengundang satu orang  lagi. Seperti yang disampaikan Sidiq dan Jafar kemarin.” Jawab Tohari.


 


“Maksudku begini Kang, kita harus mulai memperhitungkan kekuatan lawan satu demi satu. Seperti cerita Bharata Yudha dalam pewayangan itu. Siapa menghadapi siapa agar kita jangan sampai kecolongan.” Ucap Yasin.


“Apa kita tidak fokus mencarikan lawan buat Ki Munding Suro saja. Sebagai orang terkuat di sana ?” Jawab Tohari.


 


“Selain kekuatan fisik faktor psikis juga berpengaruh Kang.” Jawab Yasin.


 


“Maksudnya ?” Tanya Tohari.


 


“Kang Tohari tadi lihat saat Sidiq dan Jafar melihat kenyataan Lady Ninja itu telah meninggal ? Mereka sangat terpukul, dan dengan kondisi seperti itu maka kemampuan berpikir keduanya akan turun. Sehingga akan mudah terpancing oleh lawan.” Jawab Yasin.


 


“Lah iya, maksudku hubunganya apa dengan Nisa anak gadismu ?” Tanya Tohari.


 


“Jujur aku khawatir, mereka akan memanfaatkan Nisa sebagai tawanan. Seperti yang pernah mereka lakukan dulu saat menawan teman gadis Sidiq.” Jawab Yasin.


 


Tohari jadi paham maksud dan kekhawatiran Yasin, bahkan Tohari juga ingat saat Sidiq yang jadi incaran Joyo Maruto dulu saat Sidiq masih anak anak.


 


“Terus kamu punya rencana apa sekarang ?” Tanya Tohari.


 


“Jangan sampai kalah langkah, kita harus menyelidiki seberapa besar kekuatan mereka. Kita datangi markas mereka seperti yang dilakukan Sidiq dan Jafar kemarin. Tapi sekedar mengintip persiapan dan kekuatan mereka saja.” Jawab Yasin.


 


“Kamu Yakin mampu melakukan itu saat ini ?” Tanya Tohari.


 


“Insya Allah kang, sekedar mengintai saja gak papa.” Jawab Yasin.


 


Tohari masih tampak ragu dengan keadaan Yasin, namun juga bingung karena Yasin yang paling paham strategi pengintaian. Sehingga Tohari jadi terdiam tidak bisa menjawab ucapan Yasin tersebut.


 


Tiba-tiba Fatimah datang menghampiri mereka yang sedang bicara berdua di lapangan belakang rumah Yasin.

__ADS_1


 


“Mas itu Tabib Ali sudah datang, mau bekam Mas Yasin sekarang katanya.” Ucap Fatimah.


 


“Owh iya, sebentar suruh nunggu dulu nanti aku menyusul.” Jawab Yasin


 


Fatimah pun kembali masuk ke rumah, meninggalkan Yasin dan Tohari.


“Udah ke sana saja, gak baik menyuruh tamu menunggu lama.. Nanti kita lanjutkan lagi pembicaraan kita.” Kata Tohari.


 


Yasin oun mengikuti kata Tohari masuk ke rumah bersama Tohari untuk menemui Tabib Ali yang kali ini hanya bersama istrinya saja. Lita teman Sidiq tidak ikut bersama mereka.


 


“Maaf Kang Ali, tadi baru ngobrol sama saudara saya ini.” Jawab Yasin.


 


“Tidak apa Kang, yang penting harus segera diobati luka dalam  Kang Yasin.” Jawab Tabib Ali yang langsung mengeluarkan alat alatnya. Beberapa Jarum dan alat penghisap darah kotor agar keluar serta beberapa alat lain.


Namun sebelum Yasin mengajak Tabib Ali mengajak masuk ke kamar untuk memulai bekam, Datang seorang tamu, yang tak lai adalah Pak Suhadi. Pemilik Padepokan kawan Sena di daerah pantai selatan.


 


“Assalaamu’alaikum…!”  Sapaan salam tamu tersebut.


 


“Wa’alaikummussalaam warahmattullah…!” jawab semuanya.


 


“Lah Pak Suhadi sudah sampai.” Ucap Sena.


“Owh iya Pak Suhadi, dari tadi aku mengingat siapa kok kayak pernah bertemu.” Sahut Yasin.


“Pak Yasin Lupa sama saya ?” Jawab Pak Suhadi.


“Maaf Pak, sudah lama gak bertemu jadi agak agak lupa juga, mari silahkan duduk.” Jawab Yasin


 


Kemudian Yasin mempersilahkan Pak Suhadi untuk duduk. Sementara Fatimah ke dapur membuatkan minuman untuk tamunya.


 


“Ada siapa di depan Bunda kok ramai banget ?” Tanya Sidiq yang sedang ngobrol berdua dengan Jafar.


“Ada Pak Suhadi sahabat pamanmu Sena.” Jawab Fatimah.


“Kayak ada suara Paman Tabib juga ya Bunda ?” Sahut Jafar.


“Wah Jafar ini, kalo Paman Tabib datang saja salah tingkah.” Goda Sidiq.


 


 


“Memangnya kenapa Jafar ?” Tanya Fatimah sambil senyum melihat anak kesayangannya itu tampak malu malu.


“Gak kok Bunda, Mas Sidiq saja yang suka godain, karena Mbak Lita teman sekolah Mas Sidiq.” Jawab Jafar agak gugup.


“Kenapa kamu yang jadi gugup kalau Lita anak mereka itu teman Sidiq ?” Ucap Fatimah.


“Mas Sidiq tuh, yang suka usil.” Jawab Jafar.


“Alah bilang saja kalau kamu dekat sama Vina Putri Paman Tabib Jafar.” Sahut Sidiq.


 


Jafar yang terpojok dengan ucapan Sidiq jadi makin merah wajahnya.


 


“Wah anak Bunda sudah suka dengan lawan jenis rupanya, apa Jafar mau Ayah dan Bunda bicarakan dengan Paman Tabib soal Putrinya ?” Goda Fatimah.


“Gak Bunda, Jafar belum mau bicara soal itu. Jafar masih mau sekolah kok gak kayak Mas Sidiq yang pacaran tiap hari sama Mbak Riska.” Jawab Jafar melempar masalah ke Sidiq.


“Lah kok jadi Sidiq yang dibawa bawa ?” Protes Sidiq.


“Kan Mas Sidiq yang mulai duluan tadi..!” Sahut Jafar gak mau kalah.


 


Fatimah hanya tersenyum melihat Jafar dan Sidiq bertengkar kecil begitu. Karena pertengkaran kecil seperti itu justru menambah kedekatan mereka. Dan saat mereka dewasa nanti akan menjadi sebuah memori indah masa kecil mereka, pikir Fatimah.


 


“Udah ah, Bunda mau bawa minuman buat tamu dulu. Nanti kalau Isna, Utari dan Wisnu ke dapur ajak untuk persiapan masak buat nanti sore ya.” Ucap Fatimah.


“Iya Bunda…!” Jawab Sidiq dan Jafar kompak.


 


Fatimah segera menuju ke ruang tamu membawa minuman dan mempersilahkan Pak Suhadi untuk minum.


 


“Silahkan diminum dulu Pak.” Ucap Fatimah.


“Iya makasih Bu, maaf kalau malah bikin repot.” Ucapan basa basi standart seorang tamu.


“Gak kok Pak, saya senang kalau rumah ini jadi ramai begini.” Jawab Fatimah.


 


Suasana hening sejenak mereka menikmati Minuman yang disajikan Fatimah. Sekaligus menghormati Pak Suhadi yang baru saja datang.


 


“Maaf Pak, saya ke sini di kabari Pak Sena diminta membawakan ini.” Kata Pak Suhadi menunjukkan sebuah kotak Panjang. Yang sepertinya sangat Berat, sampai Pak Suhadi harus mengangkat dengan kedua tangannya. Meskipun Kotak kayu tersebut hanya kecil dan panjangnya tak lebih dari satu meter. Tapi kesan berat sangat terlihat saat Pak Suhadi mengangkatnya.


 

__ADS_1


“Apa itu Pak Suhadi ?” Tanya Yasin.


 


Kemudian Pak Suhadi membuka penutup kotak tersebut. Tampak sebuah Golo yang terbuat dari  Baja berwarna Hitam kelam. Wujudnya kasar tidak seperti Golok kebanyakan. Bahkan kesan tajamnya juga tidak begitu tampak. Namun memancarkan Aura Magis yang sangat kuat.


 


“Golok Hita, ?” Kata Yasin.


“Apa, Golok Hitam yang kita bicarakan kemarin itu ?” Kata Tabib Ali ikut berkomentar.


 


Kemudian Tabib Ali pun melihat isi kotak tersebut, serta mengamati Golok tersebut yang memang memancarkan hawa Magis yang kuat.


 


“Iya Kang Ali, itulah Golok Hitam yang kemarin kita bicarakan, seperti itulah wujud aslinya.” Ucap Yasin.


“Alhamdulillah…dengan perantara Golok tersebut mungkin akan mempercepat proses penyembuhan kamu Kang Yasin.” Ucap Tabib Ali.


 


Yasin tidak paham dengan maksud Tabib Ali tersebut.


 


“Maksudnya bagaimana Kang Ali ?” Tanya Yasin.


“Golok itu merupakan anti dari Ilmu Karang. Jika darah Kang Yasin kemarin beku karena Ilmu Karang maka dengan Golok Hitam itu bisa menyedot dan mencairkan darah beku yang ada di tubuh kang Yasin.” Jawab Tabib Ali.


 


Yasin masih belum tahu maksud dari Tabib Ali tersebut.


 


“Bagaimana mungkin, dulu Birowo bilang tergores sedikit saja aku bisa mati.” Jawab Yasin.


“Itu kalau kondisi Normal Kang, saat ini dalam tubuh Kang Yasin masih terpengaruh Ilmu Karang. Dan Golok inilah yang merupakan jalan untuk menyedot aura yang masih tertinggal dari Ilmu karang tersebut.” Jelas Tabib Ali.


 


Yasin terdiam sesaat, ingat ketika sedang berhadapan dengan Birowo dulu. Dimana Aura Golok tersebut benar benar mengerikan. Bahkan Birowo sempat berkata jika mampu menggores sedikit saja kulit Yasin, maka Yasin akan mati.


 


“Golok itu sangat berbahaya, bahkan aku dulu bermaksud memusnahkan tapi keburu masuk rumah sakit.” Kata Yasin.


“Saat ini bisa kita manfaatkan untuk mengobati luka Kang Yasin.” Kata Tabib Ali.


“Caranya bagaimana Kang Ali ?” Tanya Yasin.


 


Tabib Ali kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam tas yang dibawanya.


 


“Ini aku punya sebuah cairan yang berisi racun. Kita lihat jika racun ini kita tuangkan pada Golok Hitam tersebut. Lihatlah reaksi apa yang akan terjadi.” Ucap Tabib Ali sambil membuka tutup botol kecil yang berisi cairan bening.


Kemudian cairan itu diteteskan pada Golok Hitam tersebut. dan apa yang terjadi membuat semua orang terperanjat. Tetesan racun tersebut seperti direbus ketika menyentuh Golok tersebut. mendidih dan langsung menguap, dan Golok Hitam tersebut tetap kering bahkan memerah seperti bara besi yang yang sedang diolah menjadi senjata.


 


“Subhanallah kenapa bisa sampai begitu ?” Tanya Yasin heran.


“Racun itu mematikan, tapi kadang Racun itu merupakan obat penawar bagi racun yang lain.” Ucap Tabib Ali.


 


Yasin makin tidak paham dengan apa perkataan Tabib Ali. Karena Tabib Ali memang Ahli dalam pengobatan juga sekaligus Ahli Racun. Beberapa kali Tabib Ali mengobati seseorang justru dengan racun yang merupakan penangkal racun tertentu.


 


“Lalu siapa yang akan membantu mengobati dengan Golok itu Kang Ali. Sementara tidak sembarang orang bisa memegang Golok Hitam itu ?” Tanya Yasin.


 


Tabib Ali hanya Tersenyum, kemudian menjawab pertanyaan Yasin.


 


“Aku kan Sudah bilang kemarin, ada diantara kita yang tidak terpengaruh oleh daya Magis Golok itu.” Jawab Tabib Ali.


 


Semua jadi saling berpandangan, mereka tahu siapa yang dimaksud oleh Tabib Ali tersebut…???


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2