Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Jaka bertemu Lembayung


__ADS_3

Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


...Jaka bertemu Lembayung...


Mereka bertiga pun akhirnya bersiap untuk mencelakai Lurah Broto Ayah Riska dan akan membuat Ayah Riska tak bisa bangun karena teluh. Dan saat itu Lurah Broto sendiri agak sedikit kecewa dengan Yasin yang menikahkan Farhan dengan Sufi. Karena Lurah Broto berharap Farhan menikahi Laras sepupunya…!!!


Di saat itu juga Ki Bujang bersama dua kawannya itu berusaha untuk menguji Ilmu baru mereka dengan sasaran Pak Lurah Broto.


“Kalau nanti berhasil melukai lurah tersebut, biar aku yang datang kesana sendirian. Untuk pura pura mengobati, sekaligus mau mendekati saudara dari Lurah tersebut agar mau denganku,” kata Lembayung.


“Kayak gak ada yang lain saja, kamu ngebet sama wanita itu ?” tanya Gede Paneluh.


“Beda pokoknya, jika aku berhasil mendapatkan wanita itu ibarat sekali mendayung dua tiga pulau terlewati,” ucap Lembayung.


“Maksudnya bagaimana ?” tanya Ki Bujang.


“Kalau aku mendapatkan saudara dari lurah itu, aku bisa mengorek keterangan tentang keluarga Yasin. Siapa tahu bisa mendapatkan kelemahan Yasin dan keluarganya,” Jawab Lembayung.


Gede Paneluh dan Ki Bujang hanya terdiam, mereka mengakui pendapat Lembayung ada benarnya.


“Gak nyangka. Otak kamu kadang encer juga,” kata Ki Bujang.


“Agar lebih akurat cari barang pribadi milik lurah tersebut. Untuk memudahkan kita bekerja nanti malam,” kata Gede Paneluh.


“Biar aku saja yang mencari sekalian akan mendekati sepupu lurah tersebut,” kata Lembayung.


“Hati hati jika ada anak Yasin disana, bisa bisa kamu hanya pulang nama saja nanti,” kata Ki bujang.


“Aku tidak ke rumah Lurah itu, tapi ke rumah wanita sepupu lurah itu. Jadi gak akan bertemu dengan anak Yasin,” jawab Lembayung.


Kemudian Lembayung pergi meninggalkan Ki Bujang dan Gede Paneluh. Dengan sedikit merubah penampilan agar tidak mudah dikenali jika bertemu Sidiq atau Jafar yang pernah berhadapan dengan Lembayung.


….


Sementara di tempat lain Jaka dan Gandung Santosa pun sedang merencanakan sesuatu untuk mengundang kemunculan kawan kawannya. Jaka dan Gandung Santosa merencanakan untuk sedikit membuat onar. Dengan harapan dapat mengundang kemunculan kawan kawan lamanya yang terpisah.


“Adi Jaka, apakah tidak satupun kawan kamu yang bisa dihubungi ? tanya Gandung Santosa.


“Kita sekarang baru di tempat yang jauh dari keramaian. Mungkin kawan kawan kita juga bersembunyi di tempat yang serupa. Jadi tidak ada alat komunikasi Kakang,” jawab Jaka.


“Iya, bener juga mereka juga pasti cari tempat yang aman. Berarti hanya dengan membuat keributan kecil mereka akan terpancing dan dapat kita temukan,” jawab Gandung Santosa.


“Apa perlu aku mengamati rumah Yasin, menggunakan Aji welut Putih dari kejauhan. Kalau dari dekat bisa ketahuan kehadiranku oleh Yasin,” ucap Jaka Santosa.


“Sekiranya bisa kamu tempuh dan Sore bisa sampai ke tempat ini lagi gak masalah,” jawab Gandung Santosa.


Akhirnya Jaka pun pergi meninggalkan Gandung, Jaka hendak mengunjungi rumah Yasin namun dari kejauhan. Agar tidak kepergok dengan Yasin. Karena berkali kali kepergok dan ketahuan oleh Yasin dan anak anaknya meski menggunakan aji Halimun.

__ADS_1


Jaka berangkat menuju ke dusun tempat Yasin tinggal. Dalam perjalanan ternyata Jaka justru bertemu dengan Lembayung. Lembayung yang lebih dulu melihat Jaka membatin. “sepertinya itu Jaka Santosa, mau kemana dia ?” Kemudian Lembayung mendekati Jaka yang tidak mengenali Lembayung dengan penampilan barunya.


“Jaka...bukankah kamu Jaka Santosa ?” tanya Lembayung.


Cukup lama Jaka memandangi Lembayung, ada keraguan dalam diri Jaka. “apakah itu Lembayung, kenapa berpakaian seperti itu ?” batin Jaka.


“Kamu ini Lembayung bukan ?” tanya Jaka.


“Wah kamu cukup jeli, bisa mengenalku meski berganti penampilan begini Jaka,” kata Lembayung.


“Ngapain harus ganti penampilan begitu ?” tanya Jaka.


“Ya biar gak mudah dikenali saja, kebetulan aku bertemu kamu di sini Jaka. Aku mau mengajak kamu bergabung dengan Ki Bujang dan Ki Gede Paneluh,” Ucap Lembayung.


“Dimana mereka sekarang, kebetulan aku dan Kakang Gandung Santosa juga berniat mengumpulkan kawa kawan kita yang terpisah,” Jawab Jaka.


“Kami bersembunyi di sebuah tempat yang tak jauh dari tempat kita dulu,” Jawab Lembayung.


“Lalu apa tujuan kamu sekarang ?” tanya Jaka.


“Kami baru saja menggabungkan ilmu teluh dan ilmu kanuragan. Dan saat ini akan menguji ilmu tersebut kepada lurah Broto,” jawab Lembayung.


Jaka terdiam sesaat, dalam hatinya bertanya tanya, “apa mungkin bisa menggabungkan dua ilmu yang berbeda tersebut.” Kemudian Jaka mengajak Lembayung untuk bicara secara serius di sebuah gubuk yang kosong.


“Kita bicara di Gubuk itu saja, agaknya menarik jika bisa menggabungkan dua ilmu tersebut,” kata Jaka.


“Boleh, tapi kamu janji nanti bantu aku mendapatkan barang pribadi milik lurah itu,” ucap Lembayung.


“Itu soal mudah, aku bisa masuk rumah mereka tanpa terlihat,” jawab Jaka.


Jaka dan Lembayung pun kemudian berunding di sebuah Gubuk yang kosong di tengah sawah yang jauh dari pemukiman. Mereka merencanakan untuk membalas dendam pada Yasin dengan cara apapun.


Di rumah Lurah Broto Riska sedang berbicara dengan ayahnya, terkait dengan kondisi Laras yang sedikit kecewa karena Farhan memilih menikahi Sufi.


“Kasihan Bulik Laras yah, bagaimana sebaiknya kita bisa menghibur agar Bulik tidak berlama lama dalam kesedihan,” Kata Riska.


“Ayah juga masih bingung, bagaimana caranya. Kamu tahu sendiri Bulik kamu itu sifatnya bagaimana,” jawab Ayah Riska.


Riska pun ikut merasakan kesedihan yang dirasakan Laras.


“Bagaimana lagi Yah, Bulik juga bilangnya terlambat sih. Coba ari awal jujur kalau suka sama Paman Farhan, mungkin gak gini kejadiannya,” ucap Riska.


Riska dan ayahnya berbicara panjang lebar tentang Laras, tanpa mereka sadari jika Jaka ternyata sudah mengawasi mereka dan mendengar semua pembicaraan mereka. Jaka yang menggunakan aji Halimun tidak diketahui kehadirannya oleh Lurah Broto dan Ayahnya.


“ini  kebetulan, momentum yang pas buat mengadu keluarga Lurah Broto dengan keluarga Yasin.” Jaka berkata dalam hati. Mendapatkan sebuah informasi penting tersebut, kemudian Jaka berusaha mencari barang pribadi Lurah Broto sebagai sarana melancarkan rencana Ki Bujang dan Gede Paneluh.


“kalau lebih baiknya aku harus dapatkan rambut Lurah itu, agar lebih mudah mengirimkan teluh sekaligus ilmu kanuragan.” Jaka mencoba mencari kesempatan untuk mendapatkan kesempatan mengambil rambut Lurah Broto.


Beberapa saat tidak ada percakapan sama sekali, hanya dengusan nafas yang kadang terdengar.


“kenapa aku merasa gak nyaman dan seperti diawasi seseorang ya ?” Riska merasakan sesuatu yang aneh dan seperti merasakan kehadiran seseorang yang tidak baik.


“apa mungkin salah satu dari musuh musuh Mas Sidiq yang punya aji Halimun ?” Kembali Riska berpikir tentang kemungkinan apa yang terjadi.


Di tengah keheningan suasana itu tiba-tiba muncul Laras yang langsung masuk dan ikut bergabung dengan Riska dan Lurah Broto.

__ADS_1


“Maaf Laras langsung masuk saja, lihat pintu gak ditutup,” kata Laras.


“Masak sih Bulik, sepertinya tadi Riska tutup meski gak Laras Kunci,” jawaban Riska.


“Udah gak usah dimasalahkan, kan yang datang Bulik kamu sendiri buka orang lain,” Jawab Lurah Broto.


“Bukan begitu yah, tapi Riska merasa ada yang mengawasi kita, jangan jangan…?” bisik Riska pada Ayahnya. Mendengar keterangan Riska Lurah Broto segera mengambil inisiatif untuk mengunci semua pintu dan memanggil beberapa orang yang dianggap punya keberanian untuk datang ke rumah Lurah Broto tersebut.


“Laras…ajak Bulikmu masuk ke kamar, jangan keluar kalau gak Ayah panggil.” Ucap Lurah Broto.


Riska pun segera membawa Laras ke kamarnya, sementar ibu Laras pun diminta masuk ke kamar.


Sambil menunggu bantuan datang Lurah broto mencoba bertahan menunggu musuh yang menggunakan aji Halimun.


Jaka sendiri kebingungan, dari mana keberadaanya itu bisa diketahui oleh keluarga Riska. “sialan…dari mana mereka tahu aku di rumah ini ?” Ucap Jaka dalam hatinya.


Jaka berusaha tenang, setidaknya disitu tidak ada yang dianggap mempunyai ilmu kanuragan tinggi. Sehingga sedikit menenangkan Jaka. Karena misi nya adalah mencari barang pribadi Lurah Broto.


 


“Keluar kamu, kami pasti akan menemukan kalian nanti ?!?” ucap Lurah Broto.


Jaka merasa semakin terdesak, setelah semua yang dia lakukan. Jaka sudah tidak mempunyai pilihan lain.Secepat kilat Jaka menyerang Lurah Broto hingga pingsan, dan terdengar Suara Lurah Broto pun mengaduh dan terjatuh.


Jaka masih menyempatkan diri untuk mengambil rambut Lurah Broto untuk sarana teluh.


Namun pintu rumah Lurah Broto terkunci rapat, sehingga Jaka kesulitan untuk keluar. Sementara Riska dan Laras yang mendengar Lurah Broto teriak dan jatuh justru keluar kamar ingin menolong Lurah Broto.


“Kebetulan dua wanita itu keluar aku harus memanfaatkan salah satu untuk sandera. Agar dibukakan pintu untuk kabur segera.” Jaka berkata dalam hatinya.


“Ayah…!” teriak Riska berlari diikuti Laras.


Namun mereka tidak sadar jika Jaka menunggu kesempatan tersebut. sehingga saat Laras lewat langsung ditangkap dan diancam untuk dibunuh jika Riska tidak mau membukakan pintu.


“Jangan macam macam, Kalau tidak kamu bukakan pintu wanita ini aku bunuh…!” Jaka mengancam Riska untuk membukakan Pintu dengan menggunakan Laras sebagai tawanan. Riska pun tidak ada pilihan lain kecuali mengambil kunci untuk membuka pintu rumahnya.


Namun diam diam Riska juga sambil menghubungi Sidiq. Riska menceritakan apa yang dialami keluarganya. Dan meminta bantuan Sidiq agar dapat secepatnya datang menolong…!?!”


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2