
Reader tercinta
Author coba perbaiki dan kurangi typo.
Mohon koreksinya di kolom komentar.
Terimakasih.
...🙏🙏🙏...
Selamat membaca
...........
Akibat benturan tersebut keduanya terpental Jauh. Birowo jatuh bergulingan di tanah, namun naas bagi Yasin yang terlempar melayang mengarah ke tembok dalam posisi berdiri melayang. Sehingga beberapa meter lagi tubuh Yasin bisa membentur dinding rumah tersebut. tubuh bagian belakang Yasin sebentar lagi akan membentur tembok dengan kecepatan tinggi akibat benturan tersebut, yasin menekuk kakinya kebelakang untuk mengurangi benturan badannya dengan menjejakkan kakinya kebelakang saat menyentuh tembok nanti…???
Dan ketika tinggal beberapa jengkal tubuh yasin menghantam tembok, pak Adnan dan beberapa orang lin yang di pihak Yasin sudah sangat kuatir. Tiba tiba tubuh Yasin tertahan sesuatu yang tidak di ketahui mereka, hanya Yasin yang merasakan seperti ada seseorang yang menangkapnya dari bekang. Menyelamatkan di dri marabahaya yang hampir saja mengancamnya.
“Durung wayahe sliramu nyusul adikmu Zulfan, Birowo biso sirno yen keno pusakane dewe. Tak silihi Sayeti angin ku kanggo ngalahke Birowo.” Ucap sosok itu yang ternyata adalah kakek kandung Zulfan Eyang Hadiyan.
(Belum saatnya kamu menyusul adikmu Zulfan, Birowo bisa mati kalo terkena senjatanya sendiri. Tak silihi Sayeti anginku buat mengalahkan Birowo.)
“Matur nuwun Eyang.” Ucap Yasin.
Kemudian Eyang Hadiyan member doa khusus dan memerintahkan Yasin menirukan membacanya.
“Saiki wacanen ayat kursi pas walaa yuduhu hifdhuhuma wahuwal aliyul adzim diwoco ping telu karo mancal bumi. Terus cobanen kanggo mlumpat, rebuten pusakane Birowo.” Perintah eyang Hadiyan.
(Sekarang baca ayat kursi saat kalimah walaa yaudduhu hifdhuhuma wahuwal aliyul adzim baca tiga kali sambil menjejak bumi. Terus cobalah untuk melompat, rebut senjata Birowo.)
Kemudian Yasin segera melaksanakan apa yang di perintahkan Eyang Hadiyan. Dan saat mencoba melompat Yasin kaget merasakan tubuhnya seringan kapas. Tubuhnya melayang tinggi seakan berat badannya berkurang jauh.
Pak Adnan dan rombongannya terkesiap melihatnya tanpa tahu apa yang terjadi pada Yasin sebenarnya. Mereka mengira itu semua adalah kemampuan Yasin sendiri dala olah kanuragan. Sehingga mereka hanya bisa berdecak kagum.
Sementara Birowo sudah siap dengan Golok hitam dan sudah siap untuk menyerang Yasin juga. Namun Yasin melihat ada sesuatu yang aneh, dia melihat seakan gerakan Birowo sangat lambat. Seperti gerakan ‘Slow Motion’ dalam film.
“Apakah ini efek dari Sayeti angin yang di pinjamkan eyang Hadiyan.” Kata Yasin dalam hati.
Apa yang di lihat Yasin, dalam pandangan Yasin memang efek dari aji sayeti angin yang mampu bergerak cepat. Sehingga gerakan lawan menjadi terkesan sangat lambat, “Pantas eyang Hadian bilang aku harus rebut golok hitam nya. Dengan Sayeti angin tentu tidak terlalu sulit merebutnya.” Kata Yasin dalam hati.
Sementara dalam pandangan orang yang melihat perang tanding itu dari pihak Yasin merasa kuatir karena Birowo sudah terlihat mengayunkan pedang dengan cepat menjadi sangat kuatir. Sementara dari pihak Birowo sangat senang karena memastikan Yasin akan mati tertebas golok itu.
“Rasakan ajal kamu sekarang juga…!” seru Birowo sabil mengayunkan Golok Hitam nya.
Namun tanpa di duga oleh birowo, Yasin sudah berpindah tempat berada di belakang birowo. Sehingga tebasan golok Hitamnya hanya menebas batu di tanah sampai terbelah dua.
“Hei aku di sini, kamu menebas apa ?” ucap Yasin kepada Birowo. Sambil memukul punggung birowo mengharap golok hitamnya jatuh dan akan merebutnya secepat mungkin. Tapi jangankan goloknya jatuh, Birowo hanya merasakan seperti di colek saja punggungnya oleh Yasin.
Dan secara cepat melibaskan golok hitam nya ke Yasin, untung saja gerakan Birowo di mata Yasin sepeti gerakan lambat seperti replay dalam pertandingan bola atau slow motion sehingga dengan mudah Yasin dapat menghindari serangan Birowo.
Hal itu membuat pihak pendukung Yasin menjadi ketar ketir beberapa kali mereka harus menahan nafas saat Birowo mencoba menebas tubuh Yasin. Yang bagi pandangan mata manusia biasa seperti tidak mungkin bisa menghindari. Sementara Yasin melihat gerakan birowo hanya seperti gerakan lambat saja.
Beberapa kali hal itu terjadi, sampai sampai Birowo yang hanya mengandalkan kekuatan fisiknya itu semakin naik pitam dan mengamuk dengan menebaskan golok hitamnya secaa membabi buta kepada Yasin. Namun Yasin dengan mudah mampu menghindari semua serangan Birowo tersebut. dan sengaja menguras tenaga Birowo. Karena Yasin sadar jika kekuatan birowo jauh diatas Yasin, makanya memilih cara tersebut untuk menguras tenaga Birowo.
Birowo sendiri tidak Menyadari jika Yasin sengaja menguras tenaganya agar dapat melancarkan serangan secara cepat dan tepat serta akurat. Birowo yang sudah kalap itu mengerahkan seluruh kemampuan nya untuk dapat segera membunuh Yasin. Birowo terlalu percaya diri dengan kekuatan yang di milikinya.
Tidak terpikir bahwa Yasin mempunyai banyak cara untuk melumpuhkan lawan, tidak hanya dengan adu kekuatan. Tapi juga dengan strategi dan perhitungan yang Matang.
“Kunyuk kamu, kenapa hanya bisa menghindar saja. Kalo punya kemampuan cabut senjata kamu dan kita bertarung berhadapan jangan hanya main kucing kucingan terus…!” teriak Birowo dengan emosi dan nafas yang menderu seperti kelelahan.
Namun Birowo tidak menyadari jika ucapan dia itu justru mengingatkan Yasin untuk memakai senjata doble stik nya.
“Wkakakaka… kalo aku tanpa senjata saja kamu tidak bisa melukai aku, bagaimana kalo aku pakai senjata pak Tua ? Apa kau sanggup nanti terkena senjataku ?” ucap Yasin pada birowo.
Tanpa menjawab lagi Birowo kembali menyerang Yasin dengan Golok Hitam nya. Dan Yasin dengan udah menghindar serta dengan cepat mengambil doble stiknya. Dan kali ini kepala Birowo yang menjadi bahan uji coba Yasin untuk mencari titik lemahnya.
Namun kali ini usaha Yasin belum membuahkan hasil, Birowo yang terkena pukulan doble tik Yasin seakan tidak merasakan kesakitan apa lagi terluka. Jika orang wajar mungkin sudah pecah itu kepala,, batin Yasin.
Sebuah pertempuran dimana yang satu mengandalkan kekuatan sementara yang satunya mengandalkan kecepatan dan strategi. Kelihatan sangat seru dan menegangkan hanya menunggu siapa yang lengah maka dia yang akan kalah. Yasin sangat berhati hati agar tidak tersentuh Golok hitam milik Birowo. Sedang Birowo sangat bernafsu menghabisi Yasin. Untung saja Yasin memakai Aji sayeti angin, selain gerakannya jadi semakin cepat dan enteng. Seakan staminanya pun bertambah berlipat lipat.
Berkali kali Birowo dipaksa harus beristirahat mengatur nafas karena merasa kecapaian. Sementara Yasin masih tampak sega bugar tanpa terlihat lelah sama sekali.
__ADS_1
“Percuma kau bisa menghindar, senjata mu juga tidak akan mampu melukai aku. Dan aku yakin nanti akan bisa menggores kulit ku dengan pedang ini. kaena cukup dengan goresan saja sudah bisa membunuh kamu.” Ancam Birowo pada Yasin sambil behenti mengatur Nafas.
“Baik kita buktikan nanti, lebih dulu kamu bisa menggores kulitku atau lebih dulu kamu akan kehilangan nafas, dan menghembuskan nafas terakhir kamu.” Balas Yasin pada Birowo.
Kembali Birowo melancarkan serangan kepada Yasin, dan tampak sekarang jika Birowo sudah seperti putus asa karena segala usahanya selalu gagal. Dan kemudian dia kembali menyimpan kembali Golok Hitam nya itu. kemudian duduk bersila dengan mengucap mantera matera tertentu.
Yasin bingung apa yang akan di lakukan Birowo tersebut, namun belum sempat berpikir apa yang dilakukan Birowo tiba tiba Yasin merasakan seperti diikat rantai tubuhnya. Sehingga tidak dapat bergerak sama sekali.
Pendukung Yasin pun menjadi cemas sementara pendukung Birowo merasa puas, karena mereka berpikir ini lah titik kemenangan Birowo yang sudah di depan mata. Karena Yasin tak lagi dapat bergerak untuk menghindari serangan golok hitam Birowo.
Dan Birowo pun segera mengambil kembali Golok Hitamnya untuk menebas tubuh Yasin. Kecemasan pendukung Yasin memuncak, pak Adnan hampir saja mengeluarkan pistolnya. Namun di cegah pak Suhadi.
“Jangan pak, kita tunggu saja saya yakin pak Yasin bisa mengatasi hal tersebut.” Ucap pak Suhadi.
*****
Apa yang terjadi pada Yasin itu adalah salah satu keunggulan Bhairawa Thantra. Yang mamu menghabisi lawan tanpa mendekati ( Santet ) Yasin paham hal itu. sehingga dia segera melafadz kan doa penangkal Santet dengan membaca ayat ayat penangkalnya.
……….. wa qur Robby adkhilni mudkhola sidqin, wa akhrijni mukhroja sidqin wa ja’ali Milan
Dinka sulthonan nashiiro waqul jaal Haqqo wazahaqol bathil. Innal bathila kana Zahuqo…. Beberapa ayat yang biasa di baca Yasin untuk menangkal ilmu santet terus dilafadzkan. Yasin yang secra penuh berserah diri kepada Allah itu akhirnya bisa lepas dari pengaruh santet yang dilakukan Birowo.
Semua orang yang melihat Birowo menebaskan Golok hitam nya sudah menahan nafas. Baik yang mendukung Birowo apa lagi yang mendukung Yasin. Namun lagi lagi bukti kebesaran Allah, di saat yang tepat dan dengan gerakan Yasin yang cepat dia mampu menghindari Golok hitam tesebut. Bahkan masih sempat memukulkan doble stiknya ke arah pinggang Birowo. Dan diluar dugaan Yasin. Birowo merasakan kesakitan ketika pinggang kirinya terkena pukulan doble stik Yasin.
Birowo mengaduh dan terjatuh memegangi pinggangnya, Yasin justru heran karena pukulan nya tadi tidak terlalu keras. Karena sambil menghindari tebasan Golok hitam Birowo.
“Mungkin disitulah kelemahan dia.” Kata Yasin dalam hati.
Segera Yasin dengan kecepatan yang tek terlihat oleh Birowo menyerang pinggang kiri Birowo dengan doble stiknya lagi. Dan Birowo yang tik menyangka mendapat serangan mendadak dan cepat dari Yasin kaget dan menjerit keras. Hingga Goloknya terlepas karena kedua tangannya memegang pinggangnya yang terasa sakit. Birowo pucat melihat Golok hita yang sudah berpindah tangan ke Yasin, sambil menahan sakit di pinggangnya yang terkena pukulan Yasin tadi.
Yasin sendiri agak ragu ragu bagaimana, melihat Birowo yang sudah kesakitan mau dibunuh gak tega tidak dibunuh membahayakan. Dan suatu saat bisa saja dia yang dibunuh oleh Birowo jika ada kesempatan.
Birowo yang melihat Yasin dalam kebimbangan memanfaatkan membaca mantera komat kamit. Yasin menduga Birowo hanya menahan sakit saja, tidak tahu jika sebenarnya Birowo sedang merapal kan mantera sehingga tidak menaruh curiga sedikitpun.
Dan dengan tanpa di duga oleh Yasin Birowo menyemburkan ludahnya ke arah Yasin. Ludah Birowo yang sudah dilambari mantera mantera khusus itu akan mampu membakar apapun yang di kenainya. Untung saja Yasin yang masih dilambari sayeti angin melihat semburan ludah itu juga seperti gerakan lambat sehingga secepat kilat yasin melompat ke atas. Meski kaki bawahnya sedikit terkena dan merasakan panas di telapak kakinya bagian luar.
Yasin jadi kembali kehilangan kesabaran dan secepat kilat juga menghujamkan golok hitam itu ke dada kiri Birowo tepat di jantungnya. Maka tewas lah birowo seketika itu juga, bahkan tanpa di duga Yasin golok hitam itu sampai menembus tanah sampai dalam. Tubuh birowo yang tidak mempan peluru tersebut bagaikan batang pohon pisang yang mudah tertembus oleh Golok Hitam.
Kemudian pak Adnan memerintahkan anggota nya dan anggota padepokan untuk menangkap semua pengikut Birowo. Sementara pak Adnan sendiri mendekati Yasin di samping jasad Birowo yang bersimbah darah. Bahkan dari mulut dan hidungnya pun mengeluarkan darah.
“Bapak gak papa ?” tanya Pak Adnan.
“Gak papa pak, hanya saja saat ini tenaga saya seperti habis. Sepertinya tersedot oleh Golok hitam itu, jadi Golok itu harus di musnahkan aura negatifnya sangat kuat. Sangat berbahaya jika berada di tangan orang jahat.” Ucap Yasin.
Setelah semua pengikut Birowo di ringkus dan Yasin sudah agak seger kembali Yasin harus mengeluarkan tenaga untuk mencabut golok hitam yang menebus tubuh Birowo tersebut.
Dengan agak susah payah akhirnya Yasin berhasil juga mencabut Golok hita itu dari tanah dan tubuh Birowo. Namun setelahnya Yasin sendiri terkapar hampir pingsan, karena kembali kehabisan tenaga. Untunglah pak Suhadi segera membuatkan minuman hangat masuk ke padepokan nya untuk membuatkan minuman teh hangat buat Yasin.
Sejenak Yasin di rawat di padepokan pak Suhadi dan di ajak masuk ke padepokan itu lebih dulu. Dengan cara di papah oleh pak Suhadi dan pak Adnan. Kemudian Yasin di baringkan di sebuah ‘dipan’ ( Ranjang kayu). Pak Suhadi mencoba mencarikan makanan yang akan di berikan kepada Yasin. Sebagai tambahan tenaga setelah banyak mengeluarkan tenaga ekstra tadi.
“Pak saya buatkan mie instan di akan dulu, di padepokan adanya seperti ini tidak seperti di rumah.” Ucap pak Suhadi.
“Gak usah pak, masak iya saya maka sendiri yang lain tidak. Dan saya bukan lapar hanya sedikit kelelahan saja. Sebentar lagi juga Insya Allah akan pulih.” Jawab Yasin.
“Tidak pak, bapak harus mau makan bapak habis berjuang keras tadi.” Ucap pak Suhadi.
Akhirnya Yasin pun mau Nerima dan memakan mie instan buatan pak Suhadi tersebut.
“Tidak ku sangka Bhairawa Thantra masih ada sampai sekarang padahal sudah Ratusan tahun yang lalu pada Zaman Syaikh Jumadil Kubro dan para wali songo ( Sunan Bonang).” Ucap Yasin setelah badan nya agak pulih.
“Apa itu Bhairawa Thantra pak ?” tanya pak Adnan dan pak Suhadi bersamaan.
“Bhairawa Thantra adalah sebuah kepercayaan atau Sekte menyimpang entah oleh orangnya atau bagaimana, pada zaman dulu yang mempunyai acara ritual yang sangat mengerikan. Mereka membuat tumbal gadis terutama yang belum masuk masa haid, meminum darahnya bahkan memakan dagingnya. Singkatnya seperti itu.” Jawab Yasin.
“Mengerikan sekali pak ?” tanya pak Adnan.
“Betul pak, bahkan saya juga tidak menyangka jika masih ada pengikutnya sampai sekarang. Karena itu sudah ratusan tahun lalu.” Ucap Yasin.
“Kenapa mereka bisa berkeyakinan seperti itu pak ?” tanya pak Adnan lagi.
“Karena mereka hanya sekedar mengejar kenikmatan dunia, dengan prinsip ‘Pancamakarapuja’ atau Lima MA yaitu
__ADS_1
1.Matsya ( ikan )
2.Mamsa ( Daging )
3.Madhya ( Minuman keras )
4.Madra ( Tarian hingga mencapai lemas )
Maithuna ( Upacara Seksual )
setelah selesai minum darah perawan tersebut dan memakan dagingnya kemudian mereka menari berkeliling tanpa busana laki laki dan perempuan. Kemudian melakukan hubungan **** bersama sama secara serempak.” Begitu penjelasan Yasin kepada Pak Adnan dan pak Suhadi.
“Astaghfirrullahal adzim, apakah itu berhubungan dengan adanya rencana pembangunan tempat hiburan malam itu pak ?” tanya pak Suhadi ikut berbicara.
“Secara pasti saya tidak tahu tapi kalo kemungkinan ke arah situ sepertinya memang ada. Berdasarkan munculnya salah satu tokoh dari Bhairawa Thantra tadi.” Jawab Yasin.
Sebenarnya Yasin sendiri jadi teringat kata kata anak buah dalang Anyi anyi, yang mengatakan dalang Anyi anyi akan lepas dari penjara jika masyarakat tidak lagi peduli dengan tindakan maksiat yang dilakukan orang lain. Dengan dalih selama tidak merugikan orang lain, kondisi itu menunjukkan krisis moral masyarakat. Sehingga menimbulkan aura negatif, dan akan memancing maraknya kejahatan lain. Serta semakin menjauhnya masyarakat dari ajaran kebenaran Agama, karena tidak lagi peduli dengan keadaan lingkungan.
Yasin risau dengan hal tersebut, teringat bagaimana beratnya perjuangan nanti generasi selanjutnya jika hal itu terjadi. Dan dengan adanya kasus ini jelas menunjukkan ‘tanda-tanda’ hal tersebut memang mungkin akan terjadi.
“Itu kaki bapak kenapa kok sampai merah dan bengkak seperti itu pak “ tanya pak Adnan yang melihat kaki Yasin yang merah dan bengkak akibat terkena semburan Birowo yang menggunakan ajian ‘Upas Weling’. ( Bisa ular weling / ular belang ).
Yasin sendiri baru menyadari jika kakinya sampai bengkak.
“Mungkin akibat dari terkena semburan Birowo tadi pak. Semoga saja nanti bisa menemukan obatnya.” Ucap Yasin.
“Boleh saya periksa sebentar pak ?” tanya pak Suhadi.
“Silahkan pak, tapi jangan membahayakan jiwa bapak sendiri, tampaknya ini emang ada racun nya.” Ucap Yasin.
Kemudian pak Suhadi segera memeriksa kaki Yasin yang bengkak nya semakin besar.
“Ini harus segera di hentikan pak, sebelum racun semakin menjalar….!!!” Ucap pak Suhadi.
Kemudian Yasin segera di papah dan di bawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.
Dan sampai dirumah sakit Yasin langsung mendapat perawatan Medis dan menurut dokter bengkaknya harus segera di operasi, karena ada cairan beracun di dalamnya. Ika terlambat bisa bisa harus di amputasi kata dokter….!!!
NOTE :
Bhairawa Thantra Saat ini masih ada di Tanah Hindia, Namun Ritualnya tidak seperti yang pernah ada di Indonesia Zaman dulu.
Sementara tentang patung Totok kerot di Jawa Timur, saat ini masih ada. Namun bukan lagi dijadikan sesembahan.
Mohon bijak dalam memahami, Author tidak bermaksud menyudutkan pihak manapun. Hanya memasukkan unsur sejarah dalam cerita. Meskipun mungkin ada sejarah dengan Versi yang berbeda.
jika ada pihak yang kurang berkenan Author akan perbaiki, tanpa merubah isi cerita dan Sejarah yang Author ambil dari salah satu Versi yang Author anggap paling mendekati kebenaran.
...🙏🙏🙏...
...Bersambung...
Jangan lupa mohon dukungan
Like
Komentar
Vote
dan lainya.
Kiprah Yasin akan dilanjutkan Jafar dan Sidiq.
...🙏🙏🙏...
__ADS_1