Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Yasin bongkar penyamaran Lusy.


__ADS_3

...Yasin bongkar penyamaran Lusy. ...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


"Tidak semudah itu Jalu, kita ikuti dulu rencana ki Gede Paneluh. bagaimana pun Wanita bisa jadi senjata yang lebih mematikan dari senjata terhebat sekalipun...!!!" Jaka Santosa ikut angkat bicara....?!?


"Kamu jangan ikut ngatur, ini kan aku dan kakang Gede Paneluh yang punya ide...!" bantah Jalu.


"Iya, aku tahu tapi kamu juga harus ingat jika Yasin gak mudah dikalahkan dengan teluh. Menurut ki Marto Sentono dulu diserang dengan ilmu 'Panggiring Sukma' saja gak pernah mempan. Santet teluh dan sebagainya udah dikirim seperti hujan santet di rumahnya. Tapi satupun tak ada yang mempan....!?! " Jawab Jaka.


Jalu hanya diam tak bisa berargumen, karena pengetahuan Jalu memang masih sangat terbatas. Lebih paham Jaka tentang siapa dan bagaimana Yasin dibanding Jalu. Meski Jaka pernah tertipu Yasin yang mengaku sebagai Zain atau Jaka Geledek Sahabat Ayahnya si Mentorogo.


"Benar apa yang dikatakan Jaka, Yasin tidak mudah diteluh. Selama Cakra di tubuhnya tidak dihilangkan." Kata Gede Paneluh.


"Kalo begitu, kita harus tekan Lusy agar cepat selesai kan tugasnya." Jawab Jalu.


"Nah itu kelemahan kamu adi Jalu, selalu tidak sabar. biar pelan asal tercapai tujuan, membujuk atau menggoda Yasin dengan umpan wanita tidak mudah adi Jalu. Jangan samakan dengan orang lain...!" jawab Gede Paneluh.


Sekali lagi Jalu dibuat tidak bisa bicara. Semua statemen Jalu terbantahkan oleh Gede Paneluh dan Jaka Santosa.


"Yasudah kita tunggu saja tiap perkembangan yang dilaporkan wanita itu. Sambil siapkan rencana lainya sebagai rencana cadangan." kata Gede Paneluh mengakhiri perbincangan.


.....


Di rumah Yasin


Saat subuh semua sudah bangun kecuali Lusy yang masih tidur di kamar nya. Bahkan Steve yang nonton muslim pun sudah ikut bangun. Meski hanya joging di belakang rumah menunggu semua selesai menjalankan Sholat Subuh.


Ketika jamaah Sholat Subuh sudah selesai dan Yasin memimpin doa bersama, barulah Lusy keluar dari kamarnya.


Lusy merasa kikuk karena baru bangun, meski biasanya bangun lebih siang saat matahari sudah tinggi.


"Sialan gak semudah yang aku kira. Laki-laki itu kayak gak punya rasa capek. Semalam ngobrol sampai menjelang pagi juga Subuh sudah bangun. Bagaimana aku bisa menjalankan rencana kalau begini?" kata Lusy dalam hati.


Lusy pun masuk ke kamar mandi, saat keluar sudah dihadang Fatimah disuruh wudhu dan sholat Subuh. Lusy pun mengikuti kata kata Fatimah, meski hanya berpura-pura menjalankan Sholat Subuh.


Usai Lusy Sholat (pura pura sholat) Lusy pun kaget sudah dihidangkan minuman dan makanan ringan.


"Minum dulu Lusy, kalau gak keberatan nanti bantuin jaga warung ya?" ucap Fatimah.


"Wah kok malah aku yang dibuatin minum? Jadi ngerepotin ya bu?" ucap Lusy.


"Gak Lusy, kamu masih berstatus tamu sampai tiga hari jadi sudah kewajiban kami menghormati tamu." Jawab Fatimah.


Lusy kaget mendengar Jawaban Fatimah, sedikit ada rasa harus juga. Tapi lebih besar unsur penasaran, keluarga macam apa ini? Sampai segitunya memperlakukan orang luar., batin Lusy.


Sebenarnya Fatimah pun sudah diberitahu oleh Yasin suaminya. Jika Lusy ada kemungkinan berniat tidak baik. Namun Yasin dan Fatimah mencoba tetap berlaku baik. dengan harapan siapa tahu Lusy bisa kembali sadar. Jika tidak pun, yang penting sudah berusaha menyadarkan dengan cara yang baik.


Apa yang dilakukan Fatimah pun atas perintah Yasin suaminya juga. Agar tetap baik dengan Lusy, tanpa meninggalkan kewaspadaan tentunya.


Lusy pun ikut menikmati hidangan minum dan makanan ringan dengan Fatimah. Sementara Utari dan Isna menyiapkan sarapan pagi. Sebelum persiapan sekolah.

__ADS_1


Karena pagi itu juga Steve dan Ponco akan kembali terbang ke Jakarta.


"Udah dapat tiket pesawat nya?" Tanya Yasin.


"Sudah, sekarang mudah kan via online sudah beres. Nanti ambil jam penerbangan yang siang biar gak buru buru." Jawab Steve.


"Iya, saat ini semua serba mudah. Apapun bisa didapatkan dari dalam rumah. Beda dengan dulu, beli tiket bisa saja harus datang ke agen kadang juga harus antri." Jawab Yasin.


Setelah usai sarapan pagi, Steve dan Ponco pun berpamitan pada Yasin. Karena harus jenguk orang tua Ponco Juga sebelum ke Jakarta.


Yasin pun tidak bisa menahan karena memang sudah kewajiban Ponco berbakti pada orang tuanya.


Steve dan Ponco juga tak lupa pamitan pada Fatimah juga Isna dan Utari. Sedangkan pada Lusy Steve berpesan.


"Kamu sudah tepat ikut keluarga ini, perlu kamu tahu aku dulu adalah musuh dari saudara Zain atau Yasin. Begitu juga dengan Ponco ini, tapi ketulusan hati Saudara Zain menyadarkan kami dan sekarang kami menjadi seperti saudara. Meskipun kamu tahu aku beda keyakinan dengan saudara Zain. Kamu hati hati jangan salah melangkah, aku sudah rasakan hidup penuh dosa tidak akan damai." Kata Steve memperingatkan Lusy.


Lusy hanya mengangguk saja, tidak berkata appun juga. Lusy heran setelah tahu Steve dan Ponco dulunya adalah musuhnya Yasin.


Steve dan Ponco akhirnya berpamitan, buru buru menemui orang tua Ponco.


Ada sedikit perasaan iri pada Lusy melihat Ponco masih punya orang tua. Dan bisa berbakti pada kedua orang tuanya.


Suasana kehidupan damai di rumah Yasin, sedikit menambah pengaruh pada Lusy. Sehingga keraguan kembali muncul dalam diri Lusy.


"Kenapa aku kembali bimbang untuk menjalankan rencana ya. apakah aku sudah kena pengaruh kekuatan gaib yang dia (Yasin) miliki?" kata Lusy dalam hati.


Lusy masih beranggapan jika dirinya terkena pengaruh gaib yang membuat Lusy jadi ragu untuk menjalankan tugasnya. Dan Lusy berusaha menepis semua itu, "Tidak,,, aku tidak boleh terpengaruh kekuatan gaibnya. Aku tetap harus cari kesempatan untuk menghancurkan keluarga ini." batin Lusy.


Lamunan Lusy buyar ketika Isna dan Utari mendekati dan mengajak salaman dan keduanya mencium tangan Lusy sambil pamitan.


"Isna dan Tari sekolah dulu ya bi, doakan kami biar jadi anak yang soleha, Assalamu'alaikum.....!" Pamit Isna dan Utari pada Lusy.


"Seumur umur baru kali ini gue dicium tangan. Apa begini kalau punya anak yang rajin ibadah. Haah ibadah, apaan sih kok gue jadi ngelantur mikirnya...!?! " teriak hati Lusy semakin menambah galau hatinya.


Diam diam Yasin dan Fatimah memperhatikan sikap Lusy sambil senyum.


"Kayaknya dia mulai goyah Fatimah, kasih perhatian terus sampai maksimal siapa tahu dia bisa jadi sadar nanti." kata Yasin..


"Iya mas, Fatimah lihat dia sangat terharu saat Isna dan Utari pamitan dan cium tangan. Ide mas memang luar biasa." busuk Fatimah.


"Tidak selamanya kejahatan harus dibalas dengan kekerasan, kalau bisa diajak baik juga kenapa tidak. Tapi jangan sampai hilang kewaspadaan." kata Yasin sambil tersenyum.


"Iya, terutama waspada agar suamiku tidak tergoda janda muda itu." Goda Fatimah.


"Apaan sih kok jadi ngelantur begitu." Ucap Yasin sambil memencet hidung Fatimah. Dan keduanya pun terlibat saling cubit dan pencet hidung.


Sampai Lusy merasa iri melihat kemesraan keduanya.


"Duh So sweet banget ya Lusy jadi iri nih...!? " ucap Lusy spontan.


"Eeh gak boleh dong, kan Lusy statusnya singel kalau udah punya suami baru boleh iri." Goda Fatimah.


"Siapa yang mau sama Lusy, hidup juga gak pernah jelas." ucap Lusy spontan terbawa arus suasana hatinya.


"Memang hidupmu gak jelas gimana? Kan kamu cantik, pasti banyak yang suka. Sampai kemarin aja ada yang ngebet mau berbuat kurang ajar. itukan bukti kalau kamu cantik. Terus gak jelas bagaimana?" Tanya Fatimah memancing Lusy yang sudah mulai masuk jebakan.


"Iya sih, kalau wajah Lusy mang gak jelek. Tapi cowok kan hanya mau tubuh Lusy saja, kalau udah tinggal pergi gitu aja." Jawab Lusy.


"Ya gak semua gitu kali Lusy, buktinya suamiku sampai sekarang gak pernah ninggalin Fatimah kok. Kamu kali yang salah pilih pasangan. Cari yang tulus dan baik dong Lusy." kata Fatimah.

__ADS_1


"Susah dapetin yang begitu, mungkin hampir punah kali sekarang." ucap Lusy seakan curhat.


"Gak lah, Allah sudah janjikan Wanita Sholihah akan dapat suami yang Solih. Atau mungkin Lusy juga perlu membenahi diri biar dapat pasangan yang sepadan juga." Ucap Fatimah mulai masuk ke tujuan.


" Iya Lusy, jujur nih aku juga heran kemarin kamu mau di perkosa ditengah kebun begitu. kamu kesitu sama siapa atau bagaimana ceritanya bisa sampai kesitu?" Tanya Yasin lebih mengarah lagi.


"Susah di jelaskan, Lusy malah jadi tambah pusing mau apa pun serba salah." kata Lusy namun tidak memberi jawaban malah curhat masalah pribadinya.


"Jujur saja aku gak akan marah kok...!" kata Yasin sambil menatap tajam ke Lusy.


Lusy yang dipandang begitu oleh Yasin jadi tambah grogi saja rasanya. Bingung mau bilang bagaimana kalau gak bilang pun kayaknya bakal ketahuan.


"Jujur apanya?" Jawab Lusy mencoba berbohong.


" Tempat kemarin itu jauh dari rumah penduduk. Dan bukan jalur angkutan umum. hanya satu dua motor dan mobil pribadi yang lewat. Nah kamu ke sana sama siapa dan juga tiga orang itu bawa kendaraan apa. kulihat kritis gak ada kendaraan lain?" Kata Yasin.


Semua yang diucapkan Memang logos dan benar. Sehingga Lusy makin bingung dan berkeringat dingin.


"Bapak tahu semua? Tahu darimana?' Lusy ditanya tidak menjawab malah balik bertanya..


" Yang jelas ada yang memberi tahu dan akhirnya aku juga paham. Jadi tidak ada gunanya juga kamu merahasiakan sesuatu


"Maafkan Lusy, Lusy hanya disuruh dan Lusy memang wanita panggilan yang disuruh masuk ke rumah ini. untuk merusak rumah tangga dan agar Cakra dalam tubuh pak Yasin hilang." Jawab Lusy.


" Cakra...?!? Cakra apaan aku gak punya Cakra. ! Dan gak ngerti apa itu Cakra." Kata Yasin.


"Lusy juga gak tahu apa itu Cakra. tapi menurut ki Dede Paneluh begitu." Jawab Lusy jadi serius bahwa.


"Owh jadi kamu disuruh gede paneluh "Tanya Yasin.


Lusy Makin pucat tak mampu bicara lagi.


Merasa tak berdaya Lusy pun akhirnya menyerah dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Sampai dengan dia dijadikan umpan.


" Sudah, nanti kamu laporan saja kalau sudah berhasil merusak hubungan ku dengan istriku. terus apa lagi? Kamu disuruh menggoda aku kan, bilang saja sudah berhasil dan bilang sampai ketahuan Istriku dan bilang sekalian kita sekarang tidak tidur seranjang." ucap Yasin.


"Tapi,,, ?" Ucapan Lady belum selesai langsung di sahut Fatimah.


"Gak usah takut. jika kamu sudah bilang begitu kamu boleh kesini lagi jika mau bertaubat." kata Fatimah.


Lusy tak ada pilihan lain, sudah telanjur ketahuan mending bohongi Jalu saja. pikir Lusy.


Dan Lusy pun pamitan untuk menemui Jalu dan Gede Paneluh.


Yasin berharap Gede Paneluh dan Jalu percaya hingga datang ke rumah Yasin. Dan Saat itu lah Yasin akan tangkap Jalu dan menyerahkan ke pak Yadi.


"Kita tunggu saja reaksi Jalu dan Gede Paneluh, siasat liciknya menggunakan wanita sudah kita patahkan." Ucap Yasin setelah Lusy cukup jauh...!?!


...Bersambung....


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏_...

__ADS_1


__ADS_2