Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Sidiq terluka karena Golok Hitam


__ADS_3

Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


...Sidiq terluka karena Golok Hitam...


Semua jadi saling berpandangan, mereka tahu siapa yang dimaksud oleh Tabib Ali tersebut…???


“Aku kan Sudah bilang kemarin, ada diantara kita yang tidak terpengaruh oleh daya Magis Golok itu.” Jawab Tabib Ali.


Semua jadi saling berpandangan, mereka tahu siapa yang dimaksud oleh Tabib Ali tersebut…???


“Kita coba saja sekarang.” Kata Tohari.


“Akan lebih baik jika satu persatu mencobanya, kalau aku kan sudah pernah mencoba dan tenagaku tersedot habis waktu itu. Jadi aku gak berani coba lagi.” Ucap Yasin sambil bercanda.


“Saya juga sudah pernah mencoba dengan beberapa teman. Begitu mencoba tangan seperti tersedot lengket, untung bisa melepaskan.” Kata Pak Suhadi.


“Sampai segitunya Pak Suhadi ?” Tanya Tohari.


“Iya Pak, makanya benda itu kami simpan rapat selama ini.” Jawab Pak Suhadi.


“Sena mau coba apa gak ?” Tanya Tohari pada Sena.


“Gak Ah… Kang Tohari saja kalau mau coba.” Jawab Sena.


Tohari tampak ragu mau mencoba atau tidak.


“Nek wani ojo wedi wedi, nek Wedi ojo wani wani Kang.” ( Kalau berani jangan takut takut, kalau takut jangan coba coba ) Yasin mengingatkan Tohari.


“Aku minta pendapatmu Yasin, kalau sekedar mencoba apa aku bisa ?” Tanya Tohari.


“Seharusnya bisa, karena kita punya dasar jurus yang sama, dan boleh dikata tenaga kita sebanding. Asal jika merasa sudah tidak kuat segera lepaskan saja,jangan dipaksakan.” Ucap Yasin.


Tohari pun kemudian mendekati Golok Hitam Tersebut.


“Jagan di sini Kang, kita bawa ke lapangan belakang saja. Takutnya nanti kalau jatuh bisa bahaya, susah nyabutnya.” Kata Yasin.


 


Kemudian mereka menuju ke halaman belakang rumah Yasin yang cukup luas untuk menguji kekuatan Golok Hitam tersebut. Dan Sidiq juga Jafar pun diajak serta untuk mencobanya.


Sesampainya di lapangan belakang rumah Yasin Kotak kayu yang berisi Golok Hitam itu pun diturunkan dan ditempatkan pada sebuah meja pendek.


 


“Silahkan Kang, kamu yang tertua diantara kita harus mencoba lebih dahulu.” Ucap Yasin.


Kemudian Tohari tampak mempersiapkan diri untuk mencoba menggunakan Golok Hita tersebut. Sesaat kemudian Tohari mengambil Golok Hitam yang tidak bersarung tersebut dari dalam kotak kayu.lp


“Bismillahirrahmanirrahim…!” ucap Tohari sebelum memegang Golok Hitam tersebut. kemudian tampak Tohari berhasil memegang dan mengangkat Golok Hitam tersebut.


“Sepertinya tidak ada yang aneh ?” Kata Tohari.


“Coba gunakan Jurus untuk memainkan Golok itu Kang.” Kata Yasin.


Kemudian Tohari mencoba memainkan Jurus jurus Silat tingkat dasar untuk memperagakan bermain Golok Hitam. Satu dua Jurus dilewati oleh Tohari tidak terjadi masalah apapun.


“Belum ada pengaruh apapun sejauh ini.” Ucap Tohari sambil memainkan jurus dengan Golok Hitam tersebut.


Namun sekitar dua jurus berikutnya, Tohari tampak mengeluarkan banyak keringat dan kelihatan seperti mengeluarkan banyak tenaga untuk memegang Golok tersebut.


“Golok ini seperti menahan gerakan jurus, setiap aku gerakkan ke kanan dia menahan ke kiri.” Kata Tohari.

__ADS_1


“Sudah cukup Kang, letakkan kembali Golok Hitam itu di tempatnya.” Ucap Yasin.


 


Tohari pun segera meletakkan kembali Golok itu di tempat semula. Nafas Tohari nampak terendah setelah meletakkan Golok Hitam Tersebut.


“Bagaimana rasanya Kang ?” Tanya Yasin.


“Memang betul betul menguras tenaga, aku hanya kuat beberapa Jurus tadi. Bagaimana kamu dulu bisa menggunakan Golok itu untuk melawan Birowo ?” Tanya Tohari.


“Aku hanya menggunakan sekejap, saat Golok itu jatuh dari tangan Birowo dan langsung aku gunakan untuk menghabisi Birowo.” Jawab Yasin.


“Owh pantas, aku kira sempat bertarung lama dengan Birow dengan Golok Hitam ini.” Jawab Tohari.


Kemudian silih berganti yang lain pun ikut mencoba satu persatu. Dan belum ada yang berhasil menggunakan Golok itu lebih dari lima jurus. Hingga tinggal tiga anak yang belum Mencoba, Sidiq Jafar dan Wisnu.


“Kalian bertiga kemari !” Panggil Yasin pada Sidiq, Jafar dan Wisnu.


Kemudian mereka bertiga pun mendekat ke meja tempat diletakkannya Golok Hitam tersebut.


Para orang tua sudah semua mencoba, dan ternyata tidak ada yang mampu melewati lima jurus menggunakan Golok Hita ini. Sekarang giliran kalian bertiga yang  masih muda, dimulai dari yang termuda dulu.” Kata Yasin.


Kemudian Wisnu mencoba untuk mengangkat Golok Hitam tersebut. Wisnu berhasil mengangkat dan memainkan satu dua Jurus. Namun setelahnya Wisnu sudah tak kuat lagi dan menyerah karena tenaganya tersedot habis.


Saat Jafar hendak maju mencoba memainkan Golok Hitam tersebut, Sidiq menahan Jafar.


“Tunggu Jafar, kali ini biar aku dulu yang mencoba. Biar kamu yang menjadi harapan terakhir dari kita untuk dapat menguasai Golok Hitam itu.” Kata Sidiq cukup keras dan didengar oleh semuanya.


Yasin dan lainnya menjadi agak heran, apa maksud Sidiq sebenarnya. Namun mereka yakin jika Sidiq tidak bermaksud jahat atau licik agar memiliki Golok Hitam tersebut.


“Kenapa kamu yang akan mencoba lebih dulu bukankah saat ini giliran adikmu Jafar ?” Tanya Yasin.


“Iya Yah, tapi Sidiq mohon agar Sidiq lebih dulu yang mencobanya.”  Jawab Sidiq.


Yasin pun akhirnya memenuhi permintaan Sidiq meski belum tahu kenapa Sidiq meminta  lebih dulu mencoba sebelum Jafar.


Kemudian Sidiq mendekati Meja dan dengan cepat mengambil Golok Hitam dengan satu tangannya. Namun Sidiq tidak langsung memainkan Golok tersebut, melainkan memegang Golok tersebut dengan kedua tangannya serta menatap tajam Golok Hitam tersebut.


Bersamaan dengan itu, Golok Hitam yang sesuai namanya warnanya juga Hitam itu berubah menjadi merah menyala bahkan mengepulkan asap yang berwarna Hitam pekat pula.


“Sidiq Hentikan…apa yang kamu lakukan itu berbahaya bagi dirimu sendiri.” Teriak Yasin.


Namun Sidiq tidak memperdulikan ucapan Yasin Ayahnya, Sidiq berharap dapat mengurangi daya Magis tersebut agar Jafar adiknya nanti mampu menggunakan Golok Hita tersebut. Sebenarnya itulah tujuan Sidiq meminta lebih dulu mencoba dari Jafar.


“Sidiq cepat taruh Golok itu…!” Semua Hanya mampu berteriak, karena sangat berbahaya bila terkena Golok tersebut.


Sidiq masih terus berusaha untuk mengerahkan tenaganya agar bisa menetralisir Kekuatan Magis pada golok tersebut.  Jafar yang tadinya hanya bengong dan tidak mengerti tujuan Sidiq akhirnya bisa paham maksud Sidiq kakaknya tersebut. Jafar tidak Rela jika Sidiq  terkena apa apa. Tanpa diduga oleh Yang Lain Jafar pun melompat mendekati Sidiq dan ikut memegang Golok Hitam tersebut.


Setelah Jafar ikut memegang Golok Hitam tersebut lambat lain Golok yang tadinya membara dan mengeluarkan asap Hitam serta hawa panas, semakin lama menjadi kembali seperti semula. Sidiq yang sudah hampir kehilangan tenaga itu pun dapat kembali merasa segar.


“Alhamdulillah ternyata memang Adikku yang bisa memegang Golok ini.” Ucap Sidiq dan melepas pegangannya pada Golok Hitam tersebut.


Sementara Jafar masih tetap memegang Golok Hitam tersebut, dan sesaat kemudian Jafar memainkan jurus jurus Ninjutsu mengambil jurus Kenjutsu atau Ninja pedang.


Semua takjub dengan Jafar, disamping mampu memainkan berpuluh puluh jurus tanpa tersedot tenaganya, Juga takjub dengan jurus jurus yang digunakan Jafar. Karena mereka baru pertama melihat jurus tersebut, Jurus jurus yang diajarkan Master Sashi. Baik yang secara langsung maupun melalui buku peninggalan Master Sashi.


Entah sampai berapa puluh Jurus yang dimainkan Jafar, tak sedikitpun Jafar terpengaruh oleh aura Pedang Hitam tersebut. sampai akhirnya Jafar disuruh berhenti oleh Yasin Ayahnya.


“Cukup Jafar… kamu sudah syah berhak pegang Golok itu. Karena hanya kamu yang bisa tahan dan tidak terpengaruh Golok Hitam itu.” Kata Yasin.


Jafar pun segera menghentikan gerakan gerakan Jurusnya. Dan dengan enteng mengembalikan Pedang tersebut ke dalam kotak kayu.


“Alhamdulillah akhirnya ada yang kuat menahan Golok itu…!” ucap yang berada di lapangan bersahutan.


Mereka berbahagia setelah tahu Jafar mampu mengendalikan Golok Hitam tersebut. Namun saat semua mata tertuju pada Jafar tidak ada satu orang pun yang melihat Sidiq yang merasakan kesakitan. Sampai keluar darah dari kedua hidungnya. Kemudian Sidiq pun jatuh pingsan, barulah semua kaget dan berlari menghampiri dan menolong Sidiq.


“Mas Sidiq…!” Teriak Jafar pertama kali. Kemudian disusul yang lain pun meneriakkan nama Sidiq.


Yasin segera membopong tubuh Sidiq dan berlari membawa masuk ke dalam rumahnya diikuti oleh Tabib Ali untuk dapat segera memberikan pertolongan pada Sidiq.

__ADS_1


Begitulah suasana di rumah Yasin saat mencoba menaklukan Golok Hitam, yang akhirnya dapat dikuasai oleh Jafar, namun sebelumnya sudah dicoba dinetralisir oleh Sidiq kakaknya Jafar. Hingga Sidiq rela terluka dalam. Masih untung ada Tabib Ali yang segera memberikan pertolongan kepada Sidiq. Sehingga Luka dalamnya segera tertangani dan tidak berdampak parah.


…..


…..


…..


Di tempat lain di rumah Pak lurah Broto ayah Riska pacarnya Sidiq. Riska menceritakan jika Sidiq tidak masuk sekolah karena menunggu ayahnya yang sedang sakit.


 


“Yah… Ayahnya Mas Sidiq sedang sakit. Habis bertarung dengan pimpinan tokoh jahat, Ayah gak jenguk ?” Tanya Riska. Merasa malu jika Ayahnya tidak menjenguk, sementara Ayah Sidiq sudah banyak membantu Riska sekeluarga.


“Sakit apa ? Kok Ayah gak dengar ?” Tanya Pak Lurah Broto Ayah Riska.


“Riska juga baru tau tadi, Lita teman Riska saja semalam bersama orang tuanya jenguk ke sana. Malah nginep di sana. Karena Ayah tirinya seorang Tabib yang mengobati Ayah Mas Sidiq.” Kata Riska.


“Kalau begitu, Ayah akan ke sana tapi belum tahu rumahnya ?” Jawab Pak Lurah Broto.


“Riska tahu alamatnya Yah, tapi Riska boleh ikut ya ?” Tanya Riska.


“Yasudah cepat kamu ganti baju ajak ibumu sekalian.” Kata Pak Lurah Broto.


Mereka pun segera berangkat ke rumah Yasin untuk menjenguk keadaan Yasin. Tanpa tahu jika saat ini Sidiq pun sedang terluka dan sedang dirawat oleh Tabib Ali.


…..


Sementara Ki Munding Suro dan para tokoh yang baru saja mengadakan “Pesta” dengan minuman keras dan wanita sedang bersorak gembira. Sementara wanita wanita yang dijadikan Objek menangis sejadinya setelah mereka sadar dari pengaruh Ki Munding Suro.


Beberapa wanita bahkan mencoba untuk bunuh diri, namun dicegah oleh yang lain. Mereka menasehati agar tetap sabar dan berharap akan ada bantuan yang akan menolong mereka semua.


Tindakan Ki Munding Suro dan anak buahnya memang sudah sangat diluar batas. Tanpa perasaan bersalah sama sekali mereka meninggalkan wanita wanita itu dalam keadaan tanpa busana. Sampai saat mereka siuman baru mengetahui apa yang terjadi. Karena Ki Munding Suro  dan anak buahnya melakukan itu di hadapan wanita wanita lain.


Tentu saja wanita yang dijadikan objek pemuas nafsu itu pun malu dan menangis sejadi jadinya. Mengetahui dirinya digagahi di depan orang banyak tanpa disadari.


Sedangkan Ki Munding Suro dan beberapa tokoh malah tertawa tawa di halaman depan sambil mengawasi persiapan acara Pancamakarapuja besok malamnya.


“Itu tadi baru pemanasan, Pesta yang sebenarnya besok malam. Selain kita kan menikmati tubuh wanita secara bergantian, kita akan merasakan gurihnya daging gadis Suci yang belum masuk masa haid.” Ucap Ki Munding Suro sambil tertawa tawa puas.


Seakan baru saja mendapat tambahan kekuatan dari apa yang telah dilakukan barusan bersama wanita wanita tadi.


“Aku sudah tidak sabar Guru, dan ingin segera menghadapi Yasin.” Kata Wiratmojo.


“Iya kakang, aku juga sudah tidak sabar ingin meremas kepala anak Yasin yang besar itu.” Sahut Gagak Seta.


“Kalau aku ingin melumatkan bocah yang punya Lebur saketi itu.” Sambung Jaladara.


“Sabar dulu…setelah besok maka kekuatan kalian akan bertambah dahsyat. Jadi akan lebih mudah untuk mengalahkan bocah bocah ingusan tersebut. sementara aku dan Wiratmojo yang akan menghabiskan Yasin.” Jawab Ki Munding Suro.


Setelah itu kita akan cincang tubuh ketiganya, dan akan kita jadikan santapan binatang buas nanti.” Ucap Ki Bujang yang sangat dendam dengan keluarga Yasin.


“Aku punya rencana lain yang lebih menyakitkan dari itu semua ?” Ucap Wiratmojo.


“Apa itu ?” Tanya Ki Munding Suro.


Jika memungkinkan istri Yasin kita culik dan kita jadikan anggota wanita dalam Pancamakarapuja. Jika tidak memungkinkan maka setelah acara itu kita tetap culik dan kita jadikan budak nafsu disini. Biar lebih menyakitkan ayah dan anak itu.” Ucap Wiratmojo.


Semua tertegun dengan usulan Wiratmojo tersebut, dan semua berpikir memang jika hal itu terjadi pasti akan jauh menyakitkan daripada sekedar membunuh mereka semua…!?!


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote...


...agar semangat up...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


 


__ADS_2