Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Menghadapi Bodyguard


__ADS_3

Reader tercinta


Author coba perbaiki dan kurangi typo.


Mohon koreksinya di kolom komentar.


Terimakasih.


...🙏🙏🙏...


Selamat membaca


...........


"Sore ini,,, sore ini dia akan datang membawa beberapa anak buahnya yang lain dan akan menghancurkan tepat ini.” jawab pemimpin gerombolan tersebut.


Aku menjadi berpikir keras lagi, karena orang yang dimaksut memang licik dan akan menghalalkan berbagai macam cara. Dan itu berarti bahaya masih akan mengincar tempat usaha pak Zul dan juga pak Zul sendiri…???


“Aku lepas salah satu dari kalian, sampaikan padanya agar masalah ini diselesaikan hanya denganku saja. Jangan libatkan pak Zul. Kalo tawaran di terima maka semua aku lepaskan. Jika tidak akan aku bawa kalian ke kantor polisi sebagai pelaku perusakan.” Ucapku pada mereka.


“Baik saya setuju.” ucap pimpinan mereka.


“Ok, tapi tentu saja yang aku lepas bukan kamu tapi salah satu anak buahmu saja. Biar dia mikir kalo orang kepercayaan dia dapat aku tangkap.” Ucapku. Membuat pemimpin gerombolan tersebut kecewa. Karena berharap dia yang akan di lepaskan.


Salah satu anak buah orang itu aku lepaskan, dan aku beri penjelasan apa yang harus dia katakan. Dan nanti aku minta dia datang membawa jawaban, apapun kata bos yang menyewa mereka tersebut.


Baik pak Zul dan lain nya masih bingung dengan apa rencanaku. Sebenarnya aku hanya ingin mengukur seberapa berani orang itu berhadapan langsung denganku nanti, untuk juga mengukur seberapa besar kekuata mereka saat ini, setelah keluar dari penjara. Apakah pengaruhnya berkurang atau justru semakin kuat dalam dunia hitam.


Kemudian kami memasukkan gerombolan penjahat itu dalam sebuah kamar dalam posisi terikat semua. Dan kami mengatur strategi untuk menghadapi kemungkinan yang akan terjadi nanti. Dengan membuat beberapa kemungkinan yang mungkin akan terjadi.


Aku ingat inisial orang itu ‘RE’ anak seorang tokoh yang cukup dikenal dan di segani waktu itu. namun sejak peristiwa itu nama dan kebesarannya semakin memudar. Dan itu membuat  ‘RE’ alias Rahardian Erlangga menaruh dendam padaku. Orang yang dulunya sangat di segani dan di hormati, kini justru banyak yang membenci.


Apa lagi saat ini ditinggalkan oleh sang istri yang muak dengan tingkah lakunya. Karena ketahuan banyak menyimpan wanita selingkuhan, bahkan ada yang sampai  melahirkan anak diluar nikah. Sehingga istrinya memilih untuk  mengajukan cerai, dan tak mau lagi hidup bersamanya.


Saat ini dia sudah lepas dari penjara namun, belum jelas apakah masih seperti dulu atau sudah berubah. Yang jelas dendamnya masih tertanam kepadaku dan akan melampiaskan saat ini.


Aku harus waspada, kenapa terjadi justru saat aku sudah enggan dengan dunia kekerasan seperti saat ini. apakah aku harus kembali menggunakan cara cara seperti dulu, kataku dalam hati. Selama tidak menyentuh anggota keluargaku yang lain mungkin aku akan tetap diam. Namun jika sampai menyentuh anak dan istriku terpaksa aku harus melayani kemauannya.


“Apa pekerjaan asli orang itu ?” tanyaku pada pemimpin gerombolan itu.


“Setahuku, dia pemborong sukses yang banyak mendapat tender besar.” Jawab pemimpin gerombolan itu.


“Hmm… ada selain itu ?” tanyaku lanjut.


“Tidak tahu, tapi sering mendapat setoran uang dari anak buahnya, entah setoran uang apa.” Jawabnya.


“Uang cash, atau dalam bentuk transfer ?” tanyaku lagi.


“Dua duanya.” Jawab orang itu.


Kuat dugaanku, jika dia masih menjalankan bisnisnya yang dulu. Sedang profesinya sebagai pemborong hanya sebagai pengalihan saja. Sedangkan pekerjaan aslinya tetaplah bisnis barang haram tersebut, batinku. Barang yang sangat merusak generasi muda, meskipun banyak menghasilkan keuntungan baginya. Ini harus di cegah, tidak boleh dibiarkan begitu saja.


“Baiklah kita tunggu saja apa jawaban yang akan dibawa anak buah kamu nanti.” Ucapku pada pemimpin gerombolan itu.


Waktu sudah cukup sore,namun aku sengaja menyelesaikan masalah ini dulu sebelum pulang. Dan aku memberi tahu Fatimah istriku jika pulang agak larut malam. Karena harus menyelesaikan pekerjaan dulu alasanku pada Fatimah.


Menjelang maghrib terdengar rombongan mobil mendatangi bangunan yang belum jadi tersebut. aku melihat dari kejauhan  rombongan tersebut. ada beberapa mobil mengawal satu mobil mewah yang aku duga adalah milik Rahardian sebagai pemimpin robongan tersebut.


Saat seseorang turun membukakan pintu mobil mewah tersebut hatiku berdesir, apakah benar dia orangnya, kataku dalam hati. Dan apa yang aku duga pun ternyata benar, tampak Rahardian keluar dengan wajah angkuhnya. Diikuti oleh ajudan dan para pengikutnya, berjalan memasuki bangunan tersebut.


Dan aku bisa melihat orang yang aku lepaskan tadi mendekati Rahardian untuk melaporkan peristiwa yang terjadi. Tampak Rahardian mendengar laporan orang tersebut dengan seksama. Jika dekat mungkin akan tampak perubahan raut mukanya yang kecewa mendengar anak buahnya aku tangkap dan aku sandera. Namun karena jarakku cukup jauh maka aku tidak bisa melihat perubahan raut muka Rahardian tersebut.


Meski aku yakin dia sangat  marah, tampak membanting pintu mobilnya dengan kesal. Kemudian mengajak anak buahnya masuk kedalam bangunan tersebut. mungkin untuk mebicarakan hal lebih lanjut untuk menjalankan rencananya.


*****


Di tempat Rahardian


Author POV


“Siapa orang yang berani menangkap anak buahku maka urusanya dengan aku..!” bentak Rahardian pada orang yang melapor. Sehingga Nampak gemetar di kelilingi para bodyguard Rahardian.


“Saya tidak tahu namanya, dia hanya berkata jika bos punya urusan dengan orang itu jangan libatkan pemilik usaha sebelah, katanya…!” ucap orang tersebut.


“Dia berkata seperti itu ? beraninya dia menantang aku ?” bentak Rahardian.


“Iya bos, bahkan yang lain masih dia tahan di sana menunggu jawaban dari bos.” Ucap orang itu.


“Apa perlu kita serbu kesana saja bos ?” tanya salah seorang bodyguardnya.


“Belum saatnya, nanti kita pikirkan dulu caranya. Tampaknya orang yang aku tunggu tunggu memang sudah muncul.” Kata Rahardian.


“Musuh besar bos ?” tanya bodyguard itu.

__ADS_1


“Siapa lagi lagi kalo bukan dia yang pernah menjebloskan aku ke penjara…!” ucap Rahardian.


“Apa rencana selanjutnya bos ?” tanya pimpinan bodyguard yang bertubuh gempal tersebut.


“Tangkap dia hidup hidup, aku ingin bermain main dengan dia sampai aku puas setelah itu terserah kalian mau apakan dia.” Ucap Rahardian.


“Siap bos, kapan kita akan melakukan aksi itu ?” tanya orang itu lagi.


“Kita atur strategi dulu, bagaimana cara menangkap dia jangan sampai malah kalian yang tertangkap oleh dia nanti.” Ucap Rahardian.


“Apa orang itu hebat bos ?” tanya salah seorang bodyguard nya yang lain.


“Yang jelas dia bukan orang yang mudah dikalahkan, kalian harus tahu itu.” ucap Rahardian.


Rahardian masih ingat ketika beberapakali menyuruh orang untuk menteror Yasin dan keluarganya. Bahkan sampai menyewa sniper namun tak satupun usahanya berhasil. Selalu saja usahanya dapat di gagalkan, bahkan dia sendiri harus  mendekam dalam penjara beberapa tahun.


Namun dibalik itu Rahardian tidak mengetahui jika Yasin juga berhasil menghabisi semua tim supranatural yang ingin membalas dendam kepada Yasin atas nama pribadi. Bukan karena permintaan Rahardian lagi, sehingga Rahardian tidak tahu apa yang pernah terjadi pada Yasin dan siapa saja yang pada waktu itu  membantu Yasin.


Semua termenung sesaat, tak ada yang berani angkat bicara sama sekali. Semua menunggu Rahardian untuk membuka pebicaraan. Karena takut disalahkan jika memulai bicara dan tidak dikehendaki Rahardian.


Rahardian mondar mandir sambil berkali kali menghela nafas, mencari cara agar dapat menangkap Yasin. Namun Rahardian belum juga menemukan cara untuk itu. karena Rahardian belum pernah sekalipun berhadapan secara langsung dengan Yasin. Dia hanya mengenal wajah Yasin dari foto yang dia lihat dan dia dapatkan dari anak buahnya dulu.


“Ponco…!” panggil Rahardian pada salah satu bodyguardnya.


“Siap bos..!” jawab anak buah Rahardian.


“Kamu datang kesana, temui orang yang bernama Yasin. Kamu uji ilmu kanuragan dia sampai sejauh mana. Tapi kamu harus ingat, jika kamu hanya sekedar menguji saja. Jangan sampai kalah ataupun dikalahkan. Kemudian kamu nanti segera kembali dan melaporkan hasil pengamatan kamu kesini.” Ucap Rahardian.


“Apa perlu saya dampingi  bos, agar lebih aman ?” tanya pemimpin bodyguard tersebut.


“Jika dirasa perlu silahkan, tapi ingat hanya sekedar menguji saja jangan lebih dari itu.” Ucap Rahardian.


Tampaknya Rahardian ingin menguji seberapa kemampuan Yasin dalam olah kanuragan melalui anak buahnya. Untuk mengatur strategi agar dapat menangkap Yasin dan membalas dendam secara langsung.


Maka berangkatlah kedua orang bodyguard Rahardian tersebut. Ponco didampingi pemimpin bodyguardnya yang bernama Steve Hansaimura. Dengan penuh percaya diri Steve segera melangkah menuju ke rumah makan pak Zul. Dimana orang orang disana sedang melaksanakan sholat Maghrib.


Sesampai di depan pintu mereka berdua melihat orang orang yang berada di tempat itu sedang melakukan sholat maghrib. Mereka pun berhenti sejenak, menunggu sholat selesai. Dan setelah sholat selesai maka Steve yang lebih dulu masuk ke dalam rumah makan pak Zul dan langsung mencari yang bernama Yasin.


“Selamat malam, saya hanya ingin bertemu dengan orang yang bernama Yasin disini. Saya harap yang lain tetap tenang, jangan sampai ada salah paham.!” Ucap Steve dengan penuh percaya diri. Karena merasa memiliki sabuk kejuaraan cabang beladiri tertentu dan namanya cukup dikenal di kalangan penggiat martial art.


“Aku yang bernama Yasin, kalian siapa dan ada perlu apa ?” jawab Yasin kalem. Sambil mengamati dua orang tamu yang datang tersebut.


“Aku Steve, panggil saja demikian dan ini salah satu kawanku namanya Ponco. Ada salam dari bos kami dan kami diminta untuk berkenalan dengan anda !” jawab Steve memperkenalkan diri.


“Rasanya aku belum pernah bertemu dan berurusan dengan kalian. Dan sebenarnya aku hanya ingin bertemu dengan bos kalian saja.” Jawab Yasin.


“Maaf Saudara Yasin, perintah bos kami seperti itu, dan kami hanya melaksanakan tugas.” Jawab Steve.


Yasin berpikir sejenak, mencoba memahami maksut  Rahardian mengutus dua orang itu untuk mengujinya. Kemudian Yasin pun dengan agak berat hati menerima ajakan tersebut, “Gak papa lah sekedar melatih jurus jurus yang lama tidak aku gunakan.” Kata Yasin dalam hati.


“Baiklah kalo itu memang kehendak kalian, tapi tempat ini kurang nyaman untuk saling berkenalan. Sebaiknya kita keluar dulu mencari tempat yang cukup nyaman untuk berkenalan.” Ucap Yasin.


Steve dan Ponco pun sedikit heran mendengar ucapan Yasin, mereka tidak mengira jika Yasin pun memahami bahasa mereka untuk mengajak duel.


“Owh iya benar, rupanya anda cukup faham dengan maksud saya. Dengan senang hati kami akan menunggu diluar. Senang sekali bisa berkenalan dengan anda, yang tampaknya cukup banyak makan asam garam juga.” Ucap Steve kemudian.


“Tidak usah menyanjung, belum tentu seperti yang kalian harapkan. Hanya saja semoga nanti tidak mengecewakan kalian.” Ucap Yasin.


Tanpa menjawab Steve dan Ponco pun segera keluar dan sesaat kemudian diikuti Yasin. Setelah meminta ijin kepada yang lain untuk menemui Steve dan Ponco.


“Maaf saya tinggal sebentar, ada sedikit pembicaraan rahasia yang harus saya lakukan.” Pamit Yasin pada pak Zul dan yang lain.


“Apa tidak berbahaya pak kalo pergi sendirian. Tampaknya mereka bukan orang baik baik.” Ucap Pak Zul pada Yasin.


“Tidak apa apa pak, mereka cukup gentle jadi gak akan berbuat curang kok.” Ucap Yasin. Kemudian segera menyusul Steve dan Ponco.


Dan Yasin melihat Steve dan Ponco sudah menunggu di sebuah tempat yang cukup lapang. Dan keduanya tampak sedang berbicara serius, Steve memerintahan Ponco untuk mewakilinya menghadapi Yasin. Sedang Steve sendiri akan mengamati gerakan jurus jurus Yasin, dan seperti perintah Rahardian. Bahwa ini sekedar menjajagi kemampuan Yasin dalam olah Kanuragan, bukan untuk mengalahkan Yasin.


“Maaf jika kalian harus menunggu lama. Siapakah yang ingin berkenalan lebih dahulu ?” tanya Yasin kepada dua orang bodyguard tersebut.


“Owh gak papa kok, kami juga baru saja berunding tadi. Dan kali ini biarlah kawanku Ponco yang berkenalan dengan anda.” Ucap Steve yang langsung mendorong  Ponco untuk maju menghadapi Yasin.


“Namuku Ponco, dari jawa tengah aku mengikuti aliran aikido. Silahkan perkenalkan diri anda.” Ucap Ponco.


Yasin pernah mendengar dan menyaksikan teknik beladiri aikido yang dapat dengan mudah mematahkan tulang lawan tersebut. dengan memanfaatkan gerakan lawan dan membalikkan tenaganya untuk mematahkan tulang tangan dan kaki lawan.


“Wah luar biasa, Aikido adalah seni beladiri yang dahsyat. Aku hanya orang kampung, sebenarnya tidak memiliki apapun yang dapat aku banggakan. Hanya saja dulu orang menyebutku pendekar liar tanpa perguruan dan tanpa  jurus andalan.” Jawab Yasin.


Diluar perkiraan Yasin, Ponco dan Steve justru kaget mendengar ucapan Yasin tersebut. karena dengan keterangan Yasin tersebut baik Steve dan Ponco pun bisa menyimpulkan jika dia saat ini sedang berhadapan dengan ‘Zain’.


“Tunggu dulu….!” Teriak Steve yang dari tadi sudah bersiap mengamati jurus jurus yang akan digunakan Yasin tersebut.


“Ada apa lagi saudara, apakah ada perubahan rencana ?” tanya Yasin.

__ADS_1


“Bukan begitu, kamu tadi menyebut diri kamu dulu bergelar pendekar liar tanpa perguruan dan tanpa jurus andalan. Apakah benar seperti itu ?” tanya Steve.


“Aku rasa aku tidak perlu berbohong, memang begitulah adanya, nama Yasin adalah nama panggilanku sekarang, nama Asliku adalah Ahmad Sidiq dan julukanku dulu di jalanan adalah Zain.” Ucap Yasin dengan tenang.


“Ponco, kamu mundur ini bagianku. Kalo kamu jelas bukan lawan dia…!” kata Steve kemudian menggantikan Posisi Ponco untuk menghadapi Yasin.


“Baiklah,,, maaf saudara, aku tahu nama besar kamu dan aku mengakui bukan lawan kamu. Biarlah tetua kami yang akan meladeni jurus jurus kamu.” Ucap Ponco sambil membungkuk member hormat kepada Yasin dan melangkah mundur.


Keudian Steve yang menggantikan Ponco segera mengatupkan kedua tangannya dan member salam pendekar kepada Yasin.


“Aku bangga bisa berhadapan langsung dengan saudara Zain, yang dulu seringkali aku dengar namanya. Aku Steve mohon bombingannya.” Ucap Steve yang segera bersiap menghadapi Yasin.


“Saudara berlebihan, aku tidak sebesar apa kata orang aku hanya orang biasa saja. Justru aku yang minta petunjuk beberapa jurus dari anda Steve.” Ucap Yasin. Yang juga segera bersiap menghadapi Steve yang sudah memasang kuda kuda jurus jurusnya.


Keduanya saling mengamati gerakan lawan masing masing untuk menjajagi kekuatan dan kelemahan lawan. Yasin melihat gerakan jurus Steve agak bingung, seperti perpaduan gerakan Capuera tapi juga ada gerakan jiu jitsunya juga.


Sementara Steve juga kebingungan melihat gerakan Jurus Yasin yang belum pernah dia jumpai sama sekali. Padahal beberapa aliran bela diri sudah dia ikuti dan semuanya sudah dia pelajari dengan baik. namun melihat gerakan jurus jurus Yasin dia tidak bisa menebak sama sekali seni beladiri macam apa yang digunakan Yasin.


Dalam kebingungannya Steve mencoba menyerang Yasin dengan pukulan beruntun dipadu dengan tendangan kaki ala Capuera dengan cirikhasnya.  Yasin sempat kaget namun dengan cepat segera dapat mengimbangi gerakan Steve. Dan menghindari semua serangan steve dengan mudah. Sehingga Steve semakin heran melihat cara menghindar Yasin yang belum pernah ia jumpai sebelunya. Sehingga dia pun menghentikan serangannya.


“Pantas saudara dulu dijuluki pendekar liar tanpa perguruan tanpa jurus andalan. Tak satupun gerakan anda aku kenali. Padahal hampir semua jenis beladiri aku sudah pelajari.” Ucap Steve.


“Saudara berlebihan, aku sendiri tidak tahu jurus apa yang aku gunakan. Hanya sekedar bergerak mengindari serangan saudara yang berbahaya saja.” Ucap Yasin.


“Hmm…. Anda terlalu merendah atau justru merendahkan saya ?” ucap Steve.


“Tidak pernah saya merendahkan siapapun. Jujur saja aku  juga bingung, gerakanmu bercampur capuera dan jiujitsu sehingga aku harus ekstra hati hati.” Ucap Yasin.


Steve kaget gerakanya bisa dibaca oleh Yasin, namun jiwa pendekarnya tetap tidak membuatnya surut atau kecil hati.


“Luar biasa, anda langsung bisa menebak gerakanku tadi. Kalo pun aku kalah aku tidak akan malu anda kalahkan. Jadi jangan sungkan untuk berbagi jurus denganku.” Ucap Steve. Sebuah ungkapan sekaligus pengakuan jika Steve siap untuk bertarung serius dan siap dikalahkan Yasin.


Yasin yang mendengar itu pun segera mengambil jurus jurus Suci Hijaiyah yang ia pelajari dari pesantren. Steve yang baru pertama kali melihat itu jadi semakin bingnung denag jurus jurus yang dugunakan Yasin. Gerakanya halus namun seperti mengandung kekuatan yang sangat besar.


“Maaf, sekarang giliran saya untuk memperkenalkan diri.” Kata Yasin yang segera melancarkan pukulan ke arah Steve. Yang mengarah ke dada dan perut Steve. Dengan jurus ‘MIM’ yang melingkar memadukan pukulan dan tendangan. Membuat Steve bingung dan sebuah tendangan Yasin mampu mendarat di perutnya. Cukup keras dan membuat Steve terpental cukup Jauh.


“Maaf… saudara tidak apa apa ?” tanya Yasin yang menghampiri Steve yang terjatuh dan mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri.


Steve pun secara sportif menerima uluran Tangan Yasin, dan kemudian berdiri di samping Yasin.


“Terimakasih saudara Zain, aku mengaku kalah aku rasa perkenalan ini sudah cukup. Sayangnya kita berdiri di posisi yang berseberangan. Jika kita dalam satu kelompok, aku ingin belajar banyak dengan saudara.” Ucap Steve kepada Yasin.


“Baru kali ini saya mendapatkan orang yang sangat sportif seperti saudara Steve dan Ponco. Aku juga menaruh hormat pada kalian berdua.” Ucap Yasin sambil memberi salam Hormat ala pendekar.


“Aku juga, sangat beruntung bisa bertemu dan merasakan langsung jurus jurus kamu saudara Zain. Hanya saja kita harus berpisah, dan mungkin kita suatau saat akan bertemu dan berhadapan sebagai lawan. Meski aku mengaku kalah darimu saat ini, namun suatu saat aku harus melawan kamu dengan taruhan hidup atau mati.” Ucap steve.


“Sayang sekali jika hal itu harus terjadi saudara Steve. Karena sebenarnya saya sudah mau pension dari dunia kekerasan. Jujur selama beberapa tahun baru kali ini kembali bermain jurus.” Ucap Yasin.


Steve dan Ponco jadi melongo mendengar ucapan Yasin, bagaimana mungkin Yasin tidak pernah menggunakan jurus jurusnya lagi. Padahal tadi terlihat begitu cepat dan akurat sekali pukulannya. Namun baik Steve dan Ponco juga tidak melihat tanda tanda kebohongan pada diri Yasin.


“Kalo begitu anda luar biasa, sudah lama tidak menggunakan jurus tapi masih sangat lincah dan akurat sekali.” Ucap Steve.


“Tidak usah berlebihan, gerakan anda juga hebat hanya mungkin anda sedikit membawa beban pikiran sehingga kurang waspada tadi.” Ucap Yasin.


Steve semakin kaget mendengar ucapan Yasin, Steve mengira Yasin mampu melihat isi pikirannya. Padahal Yasin hanya melihat dari pancaran mata steve yang kadang seperti kosong memikirkan sesuatu yang berat.


“Luar biasa, jika kita tidak berdiri sebagai musuh ijinkan suatu ketika saya berkunjung ke rumah anda.” Ucap Steve.


“Silahkan saja, saya rasa bos kamu sudah tahu dimana rumahku. Satu pesanku, jika kita berhhadapan sebagai lawan. Jangan ganggu keluargaku nanti, jika kalian adalah ksatria sejati. Sukur sukur kalian tidak usah ikut campur urusanku dengan bos kalian. Dan kita bakal menjadi teman atau saudara.” Ucap Yasin.


Steve dan Ponco hanya tertegun mendengar ucapan Yasin tersebut.


“Baik, aku janji tidak akan mengganggu keluargamu meski kita berhadapan sebagai lawan. Dan aku juga minta kamu juga jangan libatkan keluargaku juga dalam hal ini.” Ucap Steve diikuiti oleh Ponco juga.


Akhirnya Yasin dan kedua bodyguard Rahardian itu membuat sebuah kesepakatan. Untuk sebisa mungkin menghindari pertarungan langsung. Dan seandainya harus bertempur langsung tidak akan membawa dendam kepada keluarga baik menang maupun kalah….!!!


...Bersambung...


Jangan lupa mohon dukungan


Like


Komentar


Vote


dan lainya.


Kiprah Yasin akan dilanjutkan Jafar dan Sidiq.


...🙏🙏🙏...


 

__ADS_1


__ADS_2