
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Ilmu Hisab dan klenik 1...
Kemudian Fatimah dibantu Wisnu dan Farhan menyuruh semua berkumpul di ruang Mujahadah.
“Ini seperti saat awal mereka menyerang rumah ini, dan akhirnya mempengaruhi Khotimah dengan Ilmu Panggiring Sukma.” Ucap Yasin.
Sementara Di ruang mujahadah sudah berkumpul seluruh keluarga Yasin. Kemudian Yasin pun mengajak semua untuk berdoa bersama. Dan Farayaka yang bukan Muslim dipersilahkan berdoa sesuai dengan keyakinan yang dianut.
Suasana malam di rumah Yasin saat itu cukup mencekam, hampir sama dengan awal ketika rumah Yasin dulu dihujani dengan teluh dan santet dari pihak musuh. Saat itu adalah Ki Ajar Panggiring dan Maheso Suro yang melakukan serangan bersama kroni kroni mereka.
Saat ini kembali rumah Yasin diserang dengan serangan serupa. Sehingga Yasin dan keluarganya harus kembali merasakan ketegangan malam itu. Untunglah suasana tersebut tidak berlangsung lama. Mungkin juga sekedar gertakan dari lawan, untuk menunjukkan eksistensi mereka yang masih ada.
“Alhamdulillah…sudah kembali normal. Semua silahkan kembali ke kamar kalian masing masing. Kecuali Farhan dan Wisnu tetap berjaga disini,” Ucap Yasin.
“Apa perlu kita begadang lagi mas Yasin?” tanya Farhan setelah para wanita pergi ke kamar masing masing.
“Tidak, aku hanya ingin katakan sesuatu, pada kalian berdua saja,” jawab Yasin.
“Pada kami berdua saja Abi?” sahut Wisnu.
“Iya, karena kalian laki laki selain aku yang ada di rumah ini,” jawab Yasin.
“Agaknya agak genting ya Mas?” tanya Farhan.
“Bisa dianggap penting, tapi juga bisa dianggap biasa saja,” jawab Yasin.
Farhan dan Wisnu menunggu kelanjutan ucapan Yasin. Mereka jadi penasaran apa yang akan dikatakan Yasin kepada mereka. Setelah selama ini, berhasil melewati berbagai masalah yang menimpa.
“Begini Farhan, kamu sengaja aku tahan untuk tinggal di sini. Karena aku ingin kamu belajar berwirausaha disini. Sebagai bekal kamu dalam menjalani hidup. Dan ternyata, keberadaan kamu memang dibutuhkan juga, dengan adanya peristiwa barusan,” kata Yasin.
“Iya Mas, apa hanya itu saja?” tanya Farhan.
“Ada lagi, seperti yang kalian tahu saat ini kemampuan kanuragan saat ini turun jauh tidak seperti dahulu lagi. Jadi Aku harap kalian berdua ikut membantu menjaga keselamatan anggota keluarga ini. Termasuk Farayaka meskipun dia beda keyakinan dengan kita,” kata Yasin.
“Maksud Abi Yasin, akan ada kemungkinan bahaya mengancam lagi? dan ada kaitannya dengan peristiwa yang baru saja terjadi,” Tanya Wisnu.
“Kalau memastikan tidak, tapi untuk kewaspadaan saja. Di samping itu, aku hanya berdasarkan pengalaman.” Ucap Yasin berhenti. Cukup sulit menyampaikan sebuah ilmu Falak ( Perhitungan ) agar tidak salah persepsi.
“Pengalaman seperti apa Mas?” tanya Farhan.
“Dulu sebelum kamu datang kesini, sebelumnya rumah ini juga mengalami hal sama persis seperti barusan tadi,” ucap Yasin.
__ADS_1
“Apa ada kaitannya dengan peristiwa berikutnya, yang akhirnya mengharuskan Mas Yasin melawan para tokoh sesat dahulu?”tanya Farhan.
“Betul, itu adalah awal dari rentetan peristiwa yang terjadi berikutnya. Bahkan waktu itu Khotimah Ibu kandung kamu Wisnu, hampir saja terkena ilmu atau Ajian Panggiring Sukma,” kata Yasin.
“Jadi Mama Khotimah dulu juga pernah terkena serangan musuh Abi Yasin juga?” tanya Wisnu.
“Iya, tapi itu gak penting, karena itu adalah masa lalu. Ada yang lebih penting dari itu semua,” jawaban Yasin.
“Apa itu Abi?” tanya Wisnu.
“Kalau orang jawa mengatakan kita harus bisa mempelajari Ilmu ‘titen’. Artinya, mempelajari sebuah kejadian, kemudian memperhatikan peristiwa apa yang kemudian mengikuti setelahnya,” ucap Yasin.
“Tapi Bi, apa hal itu boleh? Maksudnya tidak dikatakan mendahului Kehendak Allah?” tanya Wisnu.
Yasin tersenyum dulu sebelum menjawab, seakan sudah tahu akan ada pertanyaan seperti itu.
“Kalau menurut Wisnu sendiri, boleh tidak. Jujur saja tidak usah takut salah menjawab,” kata Yasin.
“Wisnu masih ragu Abi, jujur saja masih takut meski juga pernah diajari oleh Mama Khotimah. Bahkan juga oleh Yuyut lewat mimpi,” jawab Wisnu.
“Wisnu di sekolah diajarkan Matematika kan?” tanya Yasin.
“Iya Abi, maksudnya bagaimana?” tanya Wisnu bingung dengan pertanyaan Yasin.
Yasin jadi ingat saat mengajari Amir dulu, namun harus berbeda cara dengan mengajari anak semacam Wisnu. Yang tentu lebih Kritis, sebagai generasi milenial. Yasin merasa harus mampu memberikan contoh yang Logis bukan sekedar nasehat yang bersifat moralis dan normatif saja. “Inilah tantangan dakwah di masa modern sekarang ini. Suatu ketika Kanuragan tidak akan begitu dibutuhkan, akan tetapi lebih dibutuhkan pengetahuan yang luas,” kata Yasin dalam hati.
“Apa ada hubungannya dengan penjelasan Abi tadi?” tanya Wisnu lagi.
“Aku juga jadi kepo nih Mas. Jelasin dong gak Cuma wisnu yang pengen tahu,” Sahut Farhan.
“Iya, jadi aku mau menjelaskan apa itu Ilmu Falak. Tapi agar mudah dipahami langsung aku sebutkan dengan contoh yang sering kita dengar dan jumpai saja,” jawab Yasin.
“Apa itu Mas?” tanya Farhan tidak sabar.
“Tentu kalian tahu salah satu cabang ilmu Matematika nilai Probabilitas atau nilai kemungkinan,” kata Yasin.
“Iya Bi, Wisnu tahu dan ilmu tersebut memang Logis. Meski yang dibuat contoh adalah Dadu untuk permainan Judi,” Jawab Wisnu.
“Gak hanya itu Wisnu, contoh yang lain juga banyak. Dan itu semua ada kaitannya dengan apa yang akan kau sampaikan nanti.” Kata Yasin.
Kemudian Yasin pun menjelaskan secara singkat tapi cukup akurat. Bahwa ilmu “Titen”, perhitungan hari dan Pasaran, dan semua hal yang sifatnya “Terkesan” ramalan atau mendahului Qodarullah itu boleh dijadikan acuan. “Dengan catatan tidak boleh meyakini itu sebuah kebenaran mutlak.” Hanya sebagai perhitungan, nilai kemungkinan saja.
Dari ilmu nilai kemungkinan itulah, kemudian orang bisa memperkirakan Cuaca besok, akan terjadinya Erupsi atau letusan gunung berapi, bahkan bisa sampai memperkirakan akan terjadinya Gerhana Bulan dan Gerhana matahari. Yang dalam Ilmu AL-Quran itu disebut Ilmu Hisab. Yang artinya juga ilmu perhitungan.
“Berarti boleh, menggunakan Ilmu perhitungan Jawa juga untuk memperkirakan sesuatu itu Bi?” tanya Wisnu.
“Selama kamu tidak beranggapan itu sebuah kepastian itu boleh saja. Karena Kepastian itu hanya Allah yang tahu Wisnu. Dan harus Yakin, jika kepastian hanya Allah yang menentukan,” jawab Yasin.
“Tapi ada yang mengatakan perhitungan seperti itu termasuk Syirik Mas?” ucap Farhan.
“Kalau pemahaman seperti itu, ilmu Matematika, Ilmu Astronomi, Geografi dan lain sebagainya itu juga Syirik. KArena ilmu-ilmu itu banyak mengajarkan nilai kemungkinan. Seperti gunung meletus, terjadinya meteor jatuh, sampai gerhana Matahari dan Bulan.” Jawab Yasin. Mengajak berpikir secara Logis kepada Farhan dan Wisnu.
__ADS_1
“Tapi itukan bisa diterima secara akal Mas, semua kemungkinan itu. Karena ada sesuatu yang bisa dihitung, seperti garis edar Bulan, Bumi dan Matahari. Sehingga bisa dihitung kapan akan terjadi Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari,” sanggah Farhan.
“Siapa yang menggerakkan Bulan, Bumi dan Matahari?” tanya Yasin.
“Ya Allah Swt, tapi Allah kan menciptakan Sistem sehingga semua bisa bergerak secara teratur Mas. Sehingga Manusia bisa mempelajari dan memperkirakan dan menghitung kapan akan terjadi Gerhana,” jawab Farhan.
“itu Artinya Allah menciptakan Dunia dengan Sistem yang sudah ditetapkan. Sehingga ada hukum Kimia, Hukum Fisika dan sebagainya. Tapi semua itu kan pada akhirnya Allah yang memegang kendali,” Yasin menjeda sejenak dan melanjutkan kembali.
“Nah, kemudian mana yang lebih dulu? Hukum kimia, hukum fisika dan lain lain yang ditemukan dan dirumuskan manusia atau ketetapan Allah itu sendiri?” tanya Yasin pada Farhan.
“Ya tentu saja ketetapan Allah Mas, manusia kan mempelajari juga ayat yang tercipta berupa alam semesta. Di samping Ayat yang tersurat berupa Al-Quran,” jawab Farhan.
“Nah itu ngerti, saat manusia mempelajari Ayat yang tercipta itu namanya pengamatan. Dalam istilah jawa ilmu ‘Ilmu’ Titen ya begitu. Mengamati, mempelajari mencatat kemudian membuat sebuah statistik. Kalau begini ‘biasanya’ akan begini dan seterusnya. Jadi itu bukan mendahului kehendak Allah tapi menggunakan ilmu Hisab atau perhitungan, Meski tetap harus Yakin semua itu Allah yang menentukan,” jawab Yasin.
Farhan hanya terdiam, merasa kalah argumen dengan Yasin.
“Tapi, kenyataannya kan banyak orang yang menganggap ilmu perhitungan seperti sebagai sebuah kepastian Abi Yasin?” protes Wisnu.
“Nah, itu yang salah manusianya. Jangan Ilmunya yang disalahkan. Memang banyak yang seperti itu, makanya harus disadarkan. Dikasih tahu biar ngerti bukan malah di bully. Karena Ilmu Hisab sendiri sudah disebut dalam Al-Quran. Itu artinya tetap diakui, jadi kalau salah itu yang salah adalah manusianya, bukan ilmunya. Ya sudah lanjut besok istirahat dulu saja,” ucap Yasin menutup pembicaraan.
Begitulah kebiasaan Yasin yang seringkali membuka pembicaraan dan membuka perdebatan, tapi sekedar bertukar pendapat. Bahkan Yasin sangat terbuka, menerima pendapat orang lain termasuk dari Wisnu anak asuhnya sendiri. Yasin justru senang dengan anak yang berani berbeda pendapat. Meskipun itu anak asuhnya sendiri, karena pada kehidupan ke depan yang lebih dibutuhkan adalah kecerdasan bukan lagi kesaktian kanuragan, pikir Yasin. Sehingga perlu menciptakan generasi yang kuat dalam kecerdasan dan Prinsip.
Mereka bertiga pun masuk ke kamar masing masing. Yasin mendapatkan Fatimah yang sudah tertidur pulas. Kemudian berbaring di sampingnya, dan tak lama kemudian Yasin pun sudah terlelap.
Yasin masuk ke dalam alam mimpi, dan di dalam mimpi tersebut Yasin seakan seperti di dalam sebuah pesantren. Dan pesantren tersebut adalah Pesantren tempat dia mengaji dahulu. Dalam Mimpi tersebut Yasin seakan merasa jika dirinya masih mengaji kepada Abah gurunya, Abah Thoha.
“Kenapa kamu kembali ke sini lagi Yasin?” sebuah suara mengejutkan Yasin.
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏
...
Rekomendasi Novel :
__ADS_1