
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Sidiq bertemu Farayaka dan anak buahnya...
"Jangan bergerak…!” Sebuha teriakan tiba tiba mengejutkan Sidiq. Tiba-tiba sebuah pedang sudah menempel di leher Sidiq. “orang macam apa ini, sampai aku tidak merasakan keberadaanya.” Kata Sidiq dalam hati.
“Jatuhkan semua barang bawaan kamu, sekali bergerak mencurigakan leher kamu putus…!” Bentak orang tersebut.
Sesaat kemudian datanglah seorang Gadis remaja dari dalam rumah tersebut.
“Kano daredesu ka?” ucap gadis tersebut menanyakan siapa yang di tangkap. Orang yang dipanggil Kano itu pun menjawab.
“Shin’nyuka-sha no yo ni miemasu.” Jawab Kano.
Sidiq terkejut melihat kehadiran gadis muda belia tersebut, melihat wajah gadis tersebut Sidiq tahu jika gadis tersebut adalah Farayaka.
“Maaf apakah Nona adalah Farayaka ? Saya bukan musuh saya membawa pesan dari Master Sashi.” Jawab Sidiq yang masih terancam oleh pedang dan pisau belati.
“Kare o Kano ika sete !” ucap gadis tersebut, memerintahkan Kano untuk melepaskan Sidiq.
Wanita yang dipanggil Kano itupun melepaskan Sidiq.
“Apa benar kamu yang diangkat Mutsashi sebagai murid ?” tanya Kano pada Sidiq.
Tampaknya Kano yang lebih lancar bahasa Indonesia dibanding Farayaka, mencoba bicara dengan Sidiq.
“Betul, aku dan adikku adalah orang yang diangkat Master Sashi sebagai murid. Sebelum Master Sashi meninggal,” jawab Sidiq.
“Kamu adalah dua saudara, Sidiqu atau Jafaro punya nama ?” Farayaka mencoba bertanya dengan Sidiq dengan logat jepangnya.
“Aku Sidiq bukan Sidiqu,” jawab Sidiq.
“Non Farayaka belum bisa bilang Sidiq, bisanya Sidiqu harap maklum,” ucap Kano.
“Owh begitu,” ucap Sidiq.
Farayaka tahu apa yang dibicarakan, Dia hanya tersenyum mendengar percakapan Sidiq dan Kano. Memang lidah Farayaka masih kental dengan logat Jepangnya, sehingga kesulitan mengucap kata yang berakhir huruf konsonan tertentu.
“Apa buktinya kata-kata kamu ?” ucap Farayaka.
Sidiq mencoba memahami maksud Farayaka. “Mungkin maksudnya bukti kalau aku diangkat murid Master Sashi.” Sidiq berkata dalam hati.
“Ini saya bawa Shuriken, dan pedang lambang Klan Yukimoto masih saya simpan dirumah. Master Sashi meminta menyerahkan Pedang itu kepadamu Nona,” ucap Sidiq.
“Farayaka saja jangan sebut Nona,” jawab Farayaka.
“Baik, pedang simbol Klan Yukimoto saya simpan di rumahku Farayaka,” ucap Sidiq.
Kemudian Sidiq diajak masuk ke dalam ruangan untuk diajak berbicara. Ternyata di dalam ruangan rumah tersebut ada empat wanita yang menemani Farayaka. Termasuk juga Kano yang menodong Sidiq sebelumnya.
“Kami berempat adalah sahabat Mutsashi, dan Nona Farayaka adalah pewaris Syah Klan Yukimoto. Dia adalah pimpinan kami,” ucap Kano memperkenalkan diri.
“Terimakasih, tapi saya belum bisa menyerahkan Pedang Simbol Klan kalian saat ini,” kata Sidiq
Farayaka dan lainya saling berpandangan, ada sedikit kecurigaan terhadap Sidiq.
__ADS_1
“Apa alasannya ?” sahut Kano sebagai orang yang palin lancar berbicara bahasa Indonesia.
“Saat ini saya sedang menjalankan misi menangkap musuh,” jawab Sidiq.
“Siapa itu musuh kamu ?” tanya Kano kemudian.
“Kelompok orang yang dulu ikut membunuh Master Sashi juga,” jawab Sidiq.
“Kami akan bantu, tapi jika kamu berbohong tidak serahkan Pedang itu kamu yang akan kami habisi,” jawab Kano.
"Setelah selesai menangkap mereka kalian akan aku ajak ke rumah untuk mengambil Pedang tersebut berikut buku dan senjata Klan kalian,” jawab Sidiq.
Sidiq berpikir jika dibantu Klan Ninja tersebut maka tugasnya akan menjadi lebih ringan. Karena jumlah mungkin akan berimbang dengan jumlah musuh.
Semua sepakat untuk membantu Sidiq, dan Farayaka meminta dua anak buahnya untuk mencari keberadaan Jaka dan kelompoknya, berdasar keterangan Sidiq. Sementara Sidiq dijamu dengan the, karena Sidiq menolak ketika diminta minum Sake.
Dua orang anak buah Farayaka pun segera berangkat mencari keberadaan Jaka dan kelompoknya. Sementara Sidiq menceritakan awal mula diangkat menjadi murid Mutsashi, sampai menemukan mayat Mutsashi.
Apa yang diceritakan Sidiq sedikit menambah kepercayaan Farayaka dan kelompoknya. Dengan keterangan Sidiq tersebut, menunjukkan jika Sidiq memang ada hubungan dekat dengan Mutsashi.
…..
Sekitar satu jam kemudian dua orang anak buah Farayaka datang melapor, dan menunjukkan sebuah tempat yang dicurigai menjadi tempat persembunyian Jaka dan kelompoknya. Dua orang tersebut juga mengatakan jika dalam kelompok tersebut ada banyak orang. Dengan Pimpinan orang tua yang dipanggil sebagai Ki Marto.
“Jadi mereka semua sudah berkumpul ?” ucap Sidiq.
“Kita berangkat sekarang saja, Nona Farayaka biar di sini di temani Akino,” ucap Kano.
“Tunggu sebentar, perlu kalian tahu diantara mereka ada yang punya ilmu Halimun,” kata Sidiq.
“Apa itu ilmu Halimun ?” tanya Kano.
Sidiq menjelaskan jika ilmu Halimun adalah ilmu yang membuat wujud seseorang tidak bisa dilihat orang lain. Semua yang mendengar pun jadi kaget, mendengar ada ilmu semacam itu.
“Apa itu ?” tanya Sidiq.
“Maksudnya Dia bilang itu tidak mungkin,” kata Kano menjelaskan.
“Kalian bisa lihat sendiri nanti, mungkin saat mereka membunuh Master Sashi juga memakai ilmu tersebut,” jawab Sidiq.
“Kenapa kamu berani hadapi begitu ?” tanya Farayaka.
“Aku punya cara untuk membuat mereka bisa terlihat,” jawab Sidiq.
“Bagaimana caranya ?” tanya Kano kemudian.
Kemudian Sidiq pun menjelaskan berdasarkan pengalaman yang pernah dia alami, ketika melawan mereka. Semua mendengarkan dengan serius, bahkan sangat antusias mendengar penjelasan Sidiq.
“Berarti bisa gunakan Metsubushi,” kata Kano.
“Iya, tapi itu cukup bahaya buat kita sendiri. Jadi gunakan Metsubushi saat terdesak saja,” jawab Sidiq.
Setelah itu Sidiq pun di antar ke tempat yang sudah di temukan dua Ninja tersebut. Di temani Kano dan Dua Ninja pengintai tadi, Sidiq berangkat ke tempat tersebut. Sementara Farayaka tinggal di rumah bersama Lady Ninja yang bernama Akino. Lady Ninja pengawal khusus Farayaka selain Kano sendiri.
…..
Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit Sidiq pun sudah berada di dekat markas Ki Marto dan anak buahnya.
“Benar mereka, mereka lah yang telah membunuh Master Sashi,” ucap Sidiq saat mengawasi Ki Marto dan Ki Bujang melatih anak buahnya.
“Kita bergerak sekarang ?” tanya Kano.
“Tunggu, kita atur siasat dulu,” jawab Sidiq.
__ADS_1
“Bagaimana caranya ?” tanya Kano.
Kemudian Sidiq menjelaskan rencananya, dua Ninja pengintai diminta menyusup dan memasang peledak Ninja di beberapa tempat. Kemudian Kano dan Sidiq yang menyusup masuk dan menangkap mereka satu persatu dengan melumpuhkan mereka. Dibantu dua orang Lady Ninja setelah meledakkan beberapa titik.
Kano kemudian memerintahkan dua Lady Ninja pengintai tersebut, dengan mempersiapkan peledak Ninja agar bisa membakar markas tersebut. dengan harapan kepulan asap bisa membantu menunjukkan keberadaan orang yang memakai Aji Halimun.
Berangkatlah dua Lady Ninja tersebut ke dalam markas ki Marto secara sembunyi sembunyi. Ki Marto dan Ki Bujang yang sedang fokus melatih anak buahnya tidak menyadari kehadiran dua orang Lady Ninja yang menyusup ke dalam markas mereka. Sampai terdengar sebuah ledakan pertama.
“Kurang ajar, siapa lagi yang membuat kerusuhan. Apa mungkin ini ulah keluarga Yasin lagi ?” ucap Ki Bujang dengan geram.
Namun belum sempat mereka beranjak dari tempat, Kano sudah mendahului menghadang mereka dengan Pedang Katana yang terhunus.
“Siapa kamu ?” tanya Ki Marto.
Bukan jawaban yang diberikan Kano, tapi tebasan pedang yang diarahkan ke Ki Marto. Ki Marto pun terpaksa melompat mundur menghindari tebasan pedang Kano. Sementara yang lain berusaha mengepung Kano. Namun Sidiq yang melihat hal tersebut melemparkan Shuriken dan mengenai beberapa anak buah Ki Marto.
Kehadiran Kano yang berpakaian ala Ninja tersebut membuat Ki Marto dan lainya kaget. Tidak menyangka mendapat musuh baru dari kalangan Ninja yang tidak di kenal tersebut. Mereka lupa jika telah menyebabkan seorang Lady Ninja Mutsashi melakukan Harakiri.
Beberapa anak buah Ki Marto pun berusaha melarikan diri, namun dua lady Ninja pengintai sudah mengahadang mereka. Dengan cepat dua Lady Ninja tersebut melumpuhkan anak buah Ki Marto yang berusaha melarikan diri.
Keadaan tersebut membuat anak buah Ki Marto dan Ki Bujang sendiri panik. Tidak menduga mendapat serangan dari kelompok Ninja tersebut. Tiga orang berpakaian Ninja dan semuanya adalah wanita.
“Siapa wanita wanita itu ? Kenapa tiba tiba menyerang kita ?” tanya Ki Bujang pada Ki Marto sambil menghindari serangan serangan Kano.
“Tidak tahu, mungkin juga kerabat Lady Ninja yang memotong tangan Gandung Santosa dulu,” Jawab Ki Marto.
Barulah Ki Bujang ingat jika dulu Ki Marto dan beberapa orang telah membunuh seorang Lady Ninja. Dalam hati pun Ki Bujang mengumpat. “Gara gara tindakan Ki Marto aku selalu dihadapkan dengan masalah.” Gerutu Ki Bujang dalam hati.
Namun situasi sudah berlangsung ricuh, tak ada kesempatan bagi Ki Bujang untuk meloloskan diri. Mau tidak mau Ki Bujang pun harus menggunakan ilmu andalannya ilmu Gundolo Sosro.
Ki Bujang melompat mundur dari pertempuran untuk mempersiapkan aji Gundolo Sosro. Sementara Kano melayani permainan ilmu Ki Marto sentono. Kano tidak menyadari jika Ki Bujang sedang mempersiapkan diri mengunakan aji andalannya Gundolo Sosro.
“Ayo hadapi aku jika kamu mampu,” kata Ki Marto memancing Kano agar mengejar dirinya. Memberi kesempatan pada Ki Bujang untuk menggunakan Ilmu Gundolo Sosro miliknya.
Kano pun terpancing dengan tantangan Ki Marto, namun sesaat kemudian wujud Ki Marto pun hilang dari pandangan mata Kano.
“Ternyata benar, ada ilmu seperti itu.” Kano membatin dalam hati. Membenarkan ucapan Sidiq saat bersama Farayaka.
Tiba-tiba Kano merasa seperti mendapat tendangan keras hingga terdorong ke samping. Kano pun jadi hilang keseimbangan dan Pedangnya terlepas dari tangan. Dua Lady Ninja yang ingin membantu pun kesulitan karena sedang menghadapai Jaka dan lainya.
“Habislah riwayatmu perempuan binal…!” teriak Ki Marto yang tidak kelihatan wujudnya. Sidiq yang tahu hal itu segera melemparkan Shuriken ke arah suara Ki Marto. Dan sesaat berikutnya Sidiq pun melompat dan melemparkan Metsubushi ke arah suara tersebut.
Kepulan asap itu memperlihatkan Wujud Ki Marto dalam bentuk siluet, Sidiq segera bertindak untuk melumpuhkan Ki Marto. Namun berbarengan dengan itu Ki Bujang pun sudah bersiap untuk melepaskan Aji Gundolo Sosronya.
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
Rekomendasi Novel :
Â
Â
__ADS_1