
^^^Kehadiran Bujang dari Kulon Ancam Jafar dan Sidiq^^^
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
Yasin jadi semakin Tertunduk, hari ini banyak sekali melakukan kesalahan yang cukup fatal di depan Fatimah istrinya...?!?
Tiba tiba Utari dan kawan-kawan nya datang, melihat Yasin dan Fatimah di kamar Sufi mereka pun mendekati.
"Bibi Sufi kenapa bi?" Tanya Isna.
"Gapapa kok, hanya kecapaian dan ingat kedua orang tuanya." Jawab Yasin.
"Kayak yang habis nangis?" kata Utari.
"Bukan mbak tapi kayak pingsan." Sahut Wisnu.
"Udah kalian mandi saja sana, terus siap siap maghrib." Ucap Fatimah.
Ketiganya pun segera beranjak untuk bersiap mandi dan menunggu adzan maghrib berkumandang.
Sementara Fatimah dan Yasin masih menunggu Sufi yang belum siuman.
"Mas, kasih tau Nurul apapun masalah mereka di masa lalu jangan lagi di perpanjang. Asal mas tahu, Sufi pun tidak pernah menginginkan punya masa lalu yang buruk, Fatimah yakin itu." Ucap Fatimah.
"Iya, kebetulan kang Tohari juga sudah kasih kabar mau kesini. Dan kamu bilang Farhan juga mau kesini. Sekalian Sena dan Nurul kita undang ke sini. Masalah Sufi harus dicarikan jalan keluar." kata Yasin.
"Syukurlah kalau mas sudah bisa menerima Sufi dengan masa lalunya. Maaf tadi Fatimah terpaksa harus melawan mas." Kata Fatimah.
"Gapapa,,, aku juga bukan orang yang sempurna masih punya ego dan amarah. Aku juga minta maaf sudah membuat kamu emosi tadi." Jawab Yasin.
"Sama sama mas, kita sama sama lepas kendali tadi." ucap Fatimah.
Begitulah kehidupan berumah tangga, akan ada saja masalah yang muncul. Tergantung cara penyelesaian dan kedewasaan orangnya. Selama masih ada komunikasi yang baik, masalah sebesar apapun bisa diselesaikan. Tapi jika sudah tidak ada komunikasi yang baik, masalah kecil pun bisa menjadi besar.
"Maafkan Sufi mbak Fatimah, jadi merepotkan kalian." Ucap Sufi yang sudah siuman.
"Alhamdulillah kamu sudah siuman, tidak ada yang perlu dimaafkan Sufi. Ini sudah kehendak Allah, dengan apa yang terjadi kita bisa mengambil hikmahnya." Jawab Fatimah.
"Mas Yasin tadi hanya bohong kan? Bilang kalau mas Zulfan sudah tiada?" Tanya Sufi.
Yasin tidak berani menjawab, masih takut salah bicara. Kali ini mood nya sedang hilang, Jadi Yasin memilih diam, daripada salah bicara lagi.
"Kamu yang tabah Sufi, sebenarnya memang Zulfan sudah tiada lagi." Jawab Fatimah.
Tangis Sufi pun kembali pecah, namun lebih baik daripada menjadi beban batin bagi Sufi.
Fatimah merangkul Sufi menenangkan hatinya.
"Sudahlah,,, kita doakan saja semoga Zulfan tenang di alam sana. Dia mati Syahid membela kebenaran, dan pembunuhnya sudah dihukum setimpal." Ucap Fatimah menghibur Sufi.
"Dia laki laki terbaik yang pernah Sufi kenal mbak. Apakah mas Zulfan meninggalkan anak juga?" Tanya Sufi.
"Iya, anak Zulfan dua cantik cantik kapan kapan mbak antar Sufi menemui anak anak Zulfan." Jawab Fatimah.
"Sufi kamu siap siap untuk maghrib, nanti kita berdoa bersama untuk Zulfan." kata Yasin.
Sufi mau bangkit namun masih agak syok, sehingga harus dipapah oleh Fatimah. Dan semua segera melaksanakan sholat Maghrib berjamaah. Dan dilanjutkan dengan doa dan wirid untuk mendoakan Zulfan.
.....
.....
.....
__ADS_1
Malam hari usai keluarga Yasin melaksanakan Mujahadah rutin, Yasin membuka pembicaraan diawali dengan memperkenalkan Sufi sebagai adik sepupunya. Sekaligus Yasin kembali menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang telah diperbuat.
Dengan tujuan memberi contoh pada anak anak didiknya, untuk berani mengakui kesalahan. Agar jika nanti menjadi orang yang terpandang tetap rendah hati tidak lantas menjadi sombong dan arogan.
"Jadi begitu ya anak anak ku semua, Abi juga manusia biasa. Yang tidak luput dari khilaf dan salah. Jika kalian melihat Abi salah jangan sungkan untuk menegurnya." Ucap Yasin.
"Tapi kita kan sungkan bi, masak menegur Abi sebagai orang tua sekaligus guru bagi kami." Kata Wisnu.
"Semua ada tata caranya Wisnu, seperti seorang Imam yang lupa makmum di belakangnya mengingatkan dengan bacaan Subhanallah. Jika lupa atau salah baca Surat setelah Fatihah makmum di belakangnya yang mengingatkan bacaan tersebut." Jawab Yasin.
Kemudian Yasin menjelaskan, jika Imam sholat sering juga lupa bacaan karena banyak ayat Al-Quran yang mirip atau ada ayat yang sama, tapi belakangnya beda.
Jika terjadi seperti itu maka makmum yang dibelakangnya ( badal Imam) yang mengingatkan.
"Tapi kalian yang dibelakangnya juga tidak hafal bi?" tanya Isna.
"Kalau Imam lupa makmum di belakangnya tidak hafal ya langsung ruku' jangan ganti Surat. Makanya Imam yang bijak lihat makmum yang di belakangnya. Baca Surat yang sekiranya makmum juga hafal. Jangan pamer baca surah yang panjang biar orang tau banyak hafalan suratnya." Jawab Yasin.
Saat Yasin sedang melakukan tausiyah pada anak didiknya terdengar suara orang mengetuk pintu dan mengucap salam.
Kemudian Yasin membukakan pintu setelah menjawab dalam tamu tersebut.
"Eeh pak Mardi, masuk dulu pak ada yang bisa saya bantu?" Tanya Yasin.
"Begini pak, telah terjadi kehebohan di makam anak nya Margono. Tiba tiba saja makam itu tanahnya jemblong ( amblas ke bawah)." kata Mardiyanto saudaranya Margono.
"Innalillahi Wa inna ilaihi Raji'un,,, terus bagaimana pak?" Tanya Yasin.
"Saat ini semua sedang kebingungan pak, minta tolong bapak diminta hadir ke sana." Kata Mardiyanto.
Namun belum sempat Yasin menjawab datang lagi dua orang yang hampir bersamaan.
Dan dua orang itu punya tujuan yang sama, namun dari daerah yang berbeda. Dua orang tersebut sama sama minta tolong Yasin untuk menolong beberapa warga yang secara serempak kerasukan dan mengamuk.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un,,, aku rasa ini bukan sebuah kebetulan. Tapi sebuah kejahatan yang teroganisir." Ucap Yasin.
Baru saja Yasin hendak bangkit berdiri, datang lagi seorang yang juga minta tolong sama dengan dua orang sebelumnya. Yasin justru semakin yakin jika semua itu memang sudah di koordinir oleh ki Marto Sentono dan kelompoknya.
"Fatimah aku minta air mineral tiga botol. Ambilkan di warung ya." Ucap Yasin.
Fatimah segera mengambil sir mineral dari warungnya diantar Sufi.
Kemudian Yasin yang masih punya wudhu segera melaksanakan sholat istikharah. Kemudian membaca doa doa khusus pengusir Jin jahat.
Setelah itu meniupkan pada tiga botol air mineral dan sebagian dituang dicampur minyak Zaitun. Sebagai media doa untuk menyembuhkan orang-orang yang kerasukan.
"Air dalam botol ini diminum kan meskipun hanya setetes. Sebagian basuh ke wajah yang kerasukan. Dan yang di dalam plastik oleskan ke tengkuknya. Untuk pak Mardiyanto silahkan duluan nanti saya menyusul langsung ke makam." mata Yasin.
Tamu yang datang pun akhirnya pamit pulang ke rumah masing-masing. Tinggallah Yasin yang agak bingung menghadapi permasalahan ini.
Yasin pun berdiam sejenak, dengan membuka lathoif Nafsinya Yasin mencoba menerawang apa yang sebenarnya terjadi.
Yasin terperanjat mengetahui bahwa di sekitar rumahnya pun berkeliaran makhluk astral yang mengganggu ketenangan dan ketentraman rumahnya.
"Astaghfirullah... pantas hari ini emosiku meledak ledak. Rupanya ada yang sengaja membuatnya.
Yasin pun segera mengusir makhluk makhluk astral jahat di sekitar rumahnya.
"Laa haula wa laa quwwata illa billah... " Yasin mengucapkan kalimat hauqola sebelum bersiap menuju ke makam anaknya Margono.
"Doakan aku Fatimah, semoga semua belum terlambat." Ucap Yasin berpamitan pada Fatimah.
Fatimah pun mengiringi keberangkatan suaminya dengan perasaan was was.
"Iya mas Fatimah do'akan, mas juga hati hati perasaan Fatimah agak Cemas." Jawab Fatimah.
"Asalkan kamu iringi dengan doa aku sangat yakin gak usah terlalu khawatir." Jawab Yasin segera berangkat menuju ke makam anaknya Margono.
.....
.....
__ADS_1
.....
Sementara di markas persembunyian ki Marto Sentono beberapa orang sedang berkumpul menyambut kedatangan ki Bujang dari Kulon.
"Aku sudah tidak sabar menunggu pagi, ingin mengadu Gundolo Sosro dengan lebur Saketi." ucap ki Bujang dari kulon. Nama sebenarnya adalah Dadang, karena hidup membujang demi ilmu kemudian disebut ki Bujang. Dan karena dari daerah ujung kulon (Barat) Jawa maka disebut Bujang dari kulon.
"Sabar ki, malam ini kita bikin orang yang bernama Yasin itu stress dulu agar besok tak sempat membantu anak anaknya." Ucap ki Marto Sentono.
"Kenapa tidak sekalian saja dikumpulkan biar sekaligus aku habisi mereka." Ucap Bujang dari Kulon.
"Jangan ki Bujang, menghabisi mereka satu persatu justru lebih menarik dan lebih menyakitkan bagi mereka. Bagaimana rasanya kehilangan keluarga satu persatu, pasti lebih sakit daripada mereka kita bunuh sekaligus." ucap ki Marto Sentono.
"Hmmm... Kumaha sia aing mah....!" ucap Bujang dari Kulon.
[Terserah kamu saja saya sih, dengan Bahasa Sunda kasar]
"Jaka, Bayu siapkan kamar buat ki Bujang berikut teman tidurnya." ucap ki Marto Sentono.
Yang dimaksud teman tidur adalah wanita yang melayani Bujang dari Kulon. Membujang tapi tidak dilarang main perempuan,,,!?! Sebuah sarat dari dalang anyi anyi, karena pernikahan yang sah khodam sulit ikut menikmati orang yang berhubungan intim. Tapi tanpa pernikahan sah ( Zina) para khodam jahat pun ikut menikmatinya.
Ancaman besar bagi Sidiq dan Jafar dengan kemunculan Bujang dari Kulon. Sementara Yasin disibukkan dengan urusan lain yang menyita waktu juga tenaganya.
Seperti malam itu juga, Yasin disibukkan dengan urusan almarhum anaknya Margono dan beberapa tempat yang sengaja dibuat oleh Gede Paneluh dan Lembayung.
.....
.....
.....
"Bagaimana kejadiannya tadi, kenapa bisa jadi kecolongan begini?" Tanya Yasin.
"Kami sudah memasang gelas berisi air untuk memantau. Tapi entah kenapa semuanya jadi tertidur tidak merasakan apapun." Jawab salah satu pemuda yang ikut jaga.
Kemudian Yasin memeriksa keadaan sekitar secara lahir batin.
"Pantas,,, ada yang gunakan bubuk bibit sirep." ucap Yasin.
Kemudian Yasin mengerahkan seluruh pandangan batin yang dimiliki.
"Sudah terlambat, Kafan itu sudah diambilnya. Bahkan tidak hanya itu, anggota tubuhnya juga tidak utuh lagi. Ini gila, siapa yang masih terapkan Ilmu itu." kata Yasin dalam hati.
Hembusan angin malam seakan membuat semua orang-orang yang ada di situ seperti di nina bobokkan.
"Ada yang melemparkan sirep lagi." batin Yasin.
Segera Yasin membaca Ayat Kursi dan doa doa lain pengusir ilmu sirep. Namun beberapa orang dudah mulai tertidur. Hanya ada tiga orang yang masih terjaga.
"Cuci muka ambil air wudhu segera dan baca ayat kursi...!" teriak Yasin.
Yasin akan gunakan jurus suci hijaiyah untuk mengusir Sirep tersebut. Namun belum selesai menyiapkan jurus Yasin didatangi Kala Srenggi dan satu orang anak buah Bujang dari Kulon.
"Inikah orang yang diceritakan ki Marto, aku tidak melihat ada keistimewaan apapun padanya. tidak perlu gunakan Gundolo Sosro. Kayaknya cukup gunakan Jerat Sukma dia akan terkulai tak berdaya." Ucap anak buah Bujang.
Yasin kaget mendengarnya, "racun itu lagi, apa hubungan orang ini dengan Sosro Sukmo ?" tanya Yasin dalam hati.
"Ya aku Yasin, kamu mau gunakan racun jerat Sukma? Tidak tahukah jika Sosro Sukmo saja sudah ku tangkap. Atau kamu jadi gigolo nya Sukmini iblis wanita itu?" Kata Yasin.
Anak buah Bujang dari Kulon kaget mendengar ucapan Yasin. Tidak menduga Yasin tahu banyak tentang jerat Sukma....?!?
...Bersambung....
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1