Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Rahasia Sufi


__ADS_3

...Rahasia Sufi...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


Semua terdiam, mendengar ilmu Gundolo Sosro mereka seperti merasa tidak ada artinya. Dan semua berpikir, jika inilah saat kematian bagi Jafar dan Sidiq anak anak Yasin...?!?


"Berarti habislah riwayat dia bocah itu nanti." Ucap Gede Paneluh.


"Tidak hanya anaknya, bahkan Yasin pun belum tentu bisa hadapi ilmu itu." Ucap ku Marto Sentono.


"Tapi Jalu pinginnya membunuh langsung orang yang bernama Yadin itu dengan tangan Jalu sendiri." Kata Jalu.


"Bisa itu nanti, biar Yasin dibuat setengah mati dulu oleh ki Bujang dari Kulon dan kita semua yang membunuh pelan pelan. Biar merasakan sakit lebih lama." Ucap ki Marto yang sangat dendam pada Yasin.


"Betul juga, kita buat dia menyesal telah lahir ke dunia ini. Kita siksa sepuas hati kita sebelum kita bunuh. Aku sangat dendam kukira benar teman almarhum ayahku. Ternyata justru pembunuh ayahku." Ucap Jaka Santosa.


"Tinggal kita atur waktu dan strateginya, kerja keras kita tampaknya akan segera berhasil." Ucap ki Marto Sentono.


"Iya, ditambah dengan kekuatan Jalu nanti jika sudah berhasil menguasai ilmu barunya. Rasanya Membunuh Yasin tidak sesulit membunuh kecoa." Ucap Gede Paneluh.


Semua sudah sangat yakin jika ki Bujang dari Kulon akan mampu kalahkan Sidiq dan Jafar bahkan Yasin.


Ki Bujang dari kulon adalah pemuja Raja jin khodam dalang Anyi Anyi. Yang mewarisi ilmu Gundolo Sosro, dimana Yasin dulu harus meminjam Gong Somo Ludro untuk menghadapi dalang Anyi Anyi. Dan saat ini ki Bujang dari kulon yang memiliki ilmu Gundolo Sosro ( Gundolo \= Petir, Sosro \= Seribu) akan menghadapi Sidiq dan Jafar anak dari Yasin.


Sehingga akan memunculkan sebuah konflik dan pertarungan besar nantinya.


.....


.....


.....


Setelah semua anak didik Yasin dan Fatimah pulang dari sekolahnya. Yasin dan Fatimah mengumpulkan mereka, dan memberi tahu jika mereka akan mengantarkan Sufi ziarah ke makam kedua orang tuanya.


"Tapi nanti pulang kan Abi?" Tanya Utari.


"Iya lah gak lama kok, sekalian Abi pesan jika ada yang mencari Abi, bilang kalau Abi pulang menjelang Maghrib." Kata Yasin.


"Berarti nanti habis Ashar gak latihan bi?" Tanya Isna.


"Kalian berlatih sendiri dulu, jika Abi bisa pulang awal nanti menyusul." Jawab Yasin.


"Abi Yasin sama bibi Sufi, nanti bibi Sufi balik ke sini lagi gak?" Wisnu ikut bertanya.


"Ke sini lagi dong Wisnu, bibi kan masih mau belajar juga di sini." Sufi yang menjawab pertanyaan Wisnu.


"Satu hal lagi Wisnu, kalau ada orang yang belum dikenal jangan disuruh masuk rumah. Kamu satu satunya lelaki di rumah ini kalau Abi sedang tidak di rumah." Kata Yasin.


"Iya Abi, Wisnu siap jaga rumah." Jawab Wisnu.


Diam diam Wisnu menyimpan kekuatan yang hampir setara dengan Jafar. Wisnu juga mewarisi lebur Saketi dari Yuyut Siti Aminah. Sehingga Yasin cukup percaya dengan Wisnu untuk menjaga Rumah.


Setelah dirasa cukup, Yasin pun segera berangkat ke makam kedua orang tua Sufi bersama Fatimah.


Yasin ingin tahu juga siapa sebenarnya orang tua Sufi sebenarnya. Rasa penasaran Yasin muncul ketika mendengar Sufi membaca Al-Qur'an dengan Fasih dan merdu. "anak siapa sebenarnya Sufi ini, pandai baca Al-Quran tapi sempat terjerumus ke dalam lembah dosa.

__ADS_1


Yasin sadar dirinya juga bekas orang gak benar, dimana dulu kerjanya mabuk-mabukan dan melakukan maksiat lain. Bahkan sampai menyebabkan lahir seorang Sidiq dari rahim Arum pacar Yasin dulu. Namun bedanya Dulu Yasin yang masih memakai nama Ahmad Sidiq belum menjalankan perintah agama. Bahkan yang wajib juga tidak sama sekali. Puasa dan Sholat wajib lima waktu diterjang semua.


Sedangkan Sufi sudah mengenal dan menjalankan perintah agama sebelum jatuh ke lembah dosa. "Allah memang tidak bisa diketahui rencananya. Mungkin ini yang disebut 'Sirullah' (Rahasia Allah). Begitulah mudah bagi Allah Membolak-balikan hati manusia." Kata Yasin dalam hati.


Setelah Yasin, Fatimah dan Sufi pergi tinggallah tiga anak didiknya di rumah, Wisnu, Utari dan Isna.


Wisnu yang usianya sepantaran Nisa jadi bahan candaan bagi Utari dan Isna.


"Wisnu...?!?" Panggil Utari.


"Iya mbak Tari, ada apa?" tanya Wisnu.


"Kamu kenapa lahir setelah aku sih? Kenapa gak sebaya atau lebih tua dari aku dan Nia eeh Isna?" Tanya Utari.


Wisnu dan Isna tidak paham maksud Utari bertanya begitu.


"Gak tahu mbak, tapi kata mama Khotimah dulu mama keguguran sebelum melahirkan Wisnu. Kenapa sih mbak?" Tanya balik Wisnu.


"Gapapa sih, kalau kamu sebaya atau lebih tua dikit kan mbak Tari mau jadi pacar Wisnu yang ganteng." kata Utari membuat Wisnu jadi tersipu malu dibilang ganteng.


"Itu mas Jafar dan mas Sidiq kan sebaya dan lebih tua dari mbak ganteng juga. Pacarin aja salah satu tapi jangan keduanya." Balas Wisnu menggoda Utari.


"Wah pinter juga ternyata Wisnu, kena lo Tari wkakaka...!" Sahut Isna.


"Wisnu belum tahu aja, kang Sidiq sudah ada yang naksir tuh....!" ucap Utari menunjukkan ke Isna.


"Yee ngapain bawa bawa aku, jangan jangan kamu ngarep ya sama kang Sidiq?!?" jawab Isna.


"Wah kayaknya aku harus bilang ke mas Sidiq nih, harus tentukan pilihan biar mbak mbak ku gak pada berebut." Goda Wisnu pada Isna dan Utari.


Tawa ketiganya pun pecah, sebuah obrolan anak anak muda yang tidak jauh jauh dari urusan asmara remaja. Meski tetap dengan standar kesopanan dan tetap bisa menjaga diri..


.....


.....


Sufi membawa motor sendiri sementara Yasin berboncengan dengan Fatimah. Sufi membelokkan motornya ke sebuah makam yang tidak asing bagi Yasin.


"Tunggu Sufi,,,,!" Teriak Yasin.


"Ada apa kak?" Tanya Sufi menghentikan motornya.


"Siapa nama kedut orang tuamu sesungguhnya? Aku tidak asing dengan makan ini, karena eyangku juga dimakamkan di pemakaman ini." Seru Yasin.


"Nanti kakak akan tahu sendiri tanpa Sufi harus menyebut nama kedua orang tua Sufi." Jawab Sufi.


Yasin jadiin berdebar karena penasaran, "apa jangan jangan Sufi ini masih salah satu saudara jauhku. Yang dulu dikatakan Yuyut, jika aku mempunyai banyak saudara yang salah jalan. Dan harus aku ingatkan untuk kembali ke jalan yang benar." tanya Yasin dalam Hatinya.


"Memang makam siapa mas yang disini, perasaan Fatimah belum pernah mas ajak kemari?" Tanya Fatimah.


"Makan eyang Hadiyan di sini." Jawab Yasin.


"Iya Makam Eyang Hadiyan yang disini tapi masih ada lagi selain makam Eyang Hadiyan kak Yasin." Sahut Sufi.


Yasin dan Fatimah kaget mendengar ucapan Sufi. Seakan akan Sufi pun kenal atau tahu siapa Eyang Hadiyan kakek sepupu nya Yasin.


"Kamu kenal dengan Eyang Hadiyan juga?" Tanya Yasin yang semakin penasaran, siapa Lusiana Sufitri Prihati alias Lusy yang sekarang dipanggil Sufi oleh Yasin.


Sufi yang ditanya Yasin hanya tertunduk, tampak meneteskan air mata. Membuat Yasin dan Fatimah menjadi semakin bingung.


"Jawab Sufi, jangan bikin kami makin penasaran...!" Ucap Fatimah.


"Sufi malu mbak Fatimah, apa masih pantas Sufi mengaku jika Sufi juga masih cucu ponakan dari Eyang Hadiyan...???" Jawab Sufi.

__ADS_1


Yasin dan Fatimah jadi terkejut mendengar jawaban Sufi. Fatimah dan Yasin jadi saling berpandangan. Masing masing mempunyai pemikiran sendiri sendiri tentang Sufi.


"Coba kamu Jelaskan Sufi, jangan sampai aku jadi salah persepsi." Kata Yasin.


"Boleh tidak boleh Sufi akan panggil kamu dengan sebutan mas. Karena memang sebenarnya aku ini masih sepupu jauh kamu mas Ahmad Sidiq. Sufi tahu setelah beberapa kali ikut mujahadah. Dan mas menyebutkan nama ayah mas pak de Azzam." Jawab Sufi.


Yasin semakin tidak sabar menunggu kelanjutan dari penjelasan Sufi. Begitu juga dengan Fatimah, makin penasaran siapa sebenarnya Sufi ini.


"Lanjutkan Sufi, aku tidak akan memaafkan kamu jika kamu berbohong padaku...!" Kata Yasin. Sementara Fatimah pun menunggu dengan tidak sabar kelanjutan dari penjelasan Sufi.


"Bismillah... Baiklah Sufi akan katakan siapa sebenarnya Sufi. Tapi Sufi harap mas Yasin dan mbak Fatimah masih mau menerima kenyataan tentang Sufi." Ucap Sufi dengan linangan air mata.


"Katakan saja, aku siap menerima kenyataan seperti apapun selama itu benar." Ucap Yasin.


"Eyang Hadiyan punya adik perempuan yang bernama Dawiyah. Apakah mas Yasin mengetahui?" Tanya Sufi.


"Ya pastilah, bahkan aku juga tahu makamnya tidak disini tapi di wilayah lain. Terus apa hubungannya dengan kamu?" Tanya Yasin.


Sufi justru makin terisak, tampak berat sekali bagi Sufi mengatakan siapa sebenarnya Sufi. Dan apa hubungan Sufi dengan eyang Hadiyan. Kakek sepupu Yasin yang telah mewarisi Ilmu sayeti angin kepada Sidiq anak Yasin.


"Bicaralah Sufi, setelah itu baru kamu habiskan tangis kamu." Ucap Fatimah ikut penasaran.


"Sufi adalah cucu langsung dari eyang Dawiyah adik kandung eyang Hadiyan. Maafkan Sufi, yang sungguh tidak tahu malu pernah mempertontonkan aurat untuk menjerat mas Yasin. Yang ternyata masih saudara Sufi sendiri. Sungguh Sufi tidak akan bisa memaafkan diri Sufi sendiri jika dulu berhasil menjerat mas Ahmad Sidiq atau mas Yasin." Jawab Sufi yang tangisnya tidak bisa dibendung lagi.


"Jadi kalau begitu kamu ini putri dari pak likku Mukhlas dan Bulik Suprihatin. Nama kamu Prihati dari nama ibu kamu Suprihatin?" Ucap Yasin terharu.


"Iya mas, maaf Sufi mencoreng nama keluarga dengan perilaku Sufi." Ucap Sufi kali ini bersimpuh di hadapan Yasin sambil menangis.


Meskipun Yasin sedikit kecewa dengan perilaku Sufi sebelumnya. Yang pernah larut dalam lembah dosa menjadi wanita penghibur. Namun kenyataan jika Sufi masih ada hubungan kerabat tidak bisa dipungkiri. Sehingga Yasin jadi tidak tega melihat Sufi bersimpuh di hadapannya.


"Bangunlah Sufi, seburuk apapun kelakuan kamu kamu tetap adikku. Apalagi saat ini kamu sudah kembali ke jalan yang benar." Kata Yasin.


Fatimah pun ikut menyuruh Sufi untuk bangkit. Dan Sufi kemudian bangkit dan memeluk Fatimah dan Yasin sekaligus.


"Mbak Fatimah, maafkan Sufi yang hampir saja merusak rumah tangga kalian." Ucap Sufi sambil terisak menyesal.


"Sudahlah, mungkin itu justru jadi wasilah Sufi kembali ke jalan Allah." Jawab Fatimah.


Sufi melepaskan pelukannya, baru sadar jika memeluk Yasin juga.


"Maaf Sufi sangat terharu jadi lupa peluk mas Yasin juga." kata Sufi.


Yasin pun ikut tersadar, jika ikut membelai kepala Lusi karena larut dalam haru.


"Iya maaf aku juga larut dalam haru, maaf Fatimah aku gak bermaksud apa-apa dengan Sufi." kata Yasin.


"Iya Fatimah ngerti, kalau kejadiannya sebelum ini jelas Fatimah cemburu. Tapi sekarang sudah tahu kalian saudara jadi gak papa. Tapi tetap bukan mahram, kali ini Fatimah paham kalian terbawa haru perasaan saja." ucap Fatimah.


"Makasih banyak mbak Fatimah, Sufi bangga punya saudara seperti mbak Fatimah." Kata Sufi kembali menekuk Fatimah.


Yasin pun merasakan lega dan bangga dengan Fatimah istrinya yang sabar dan pengertian...?!?


...Bersambung....


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2