
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Rumah Riska diganggu Khodam kiriman...
Kemudian Sidiq pun segera melanjutkan berjalan kembali ke Pondok Pesantren Al-Hikmah...!?!
Sidiq merasa puas bisa membuat Kala Srenggi dan Otang babak belur. Namun Sidiq belum tahu jika tindakannya menyebabkan Kala Srenggi dan Otang jatuh ke jurang.
Meskipun masih selamat karena tersangkut dahan pohon. Namun membuat tubuh Kala Srenggi dan otang jadi penuh dengan luka tergores ranting dan luka sengatan Tawon atau lebah.
Sehingga Kala Srenggi dan Otang nyaris tidak bisa dikenali wajahnya. Belum lagi hampir seluruh tubuhnya bengkak karena sengatan tawon juga lemparan batu Sidiq.
"Aduh badanku perih semua." Otang merintih kesakitan.
"Gak cuma perih, panas dan seperti kebas badanku penuh sengatan tawon." Jawab Kala Srenggi.
Dua orang tersangkut di dahan pohon yang berbeda itu sama sama merintih kesakitan. Bahkan untuk turun dari pohon pun rasanya belum sanggup.
Dua orang itu terpaksa bertahan dengan berpegangan dahan pohon. Sambil mengumpulkan kekuatan agar bisa turun dari pohon tersebut.
Setelah cukup lama bertahan di atas pohon keduanya pun turun dari pohon. Dan sesampainya di bawah dua duanya kaget setelah saling berpandangan.
Masing masing wajah mereka bengkak penuh sengatan Tawon. Sampai kedua mata mereka susah terbuka. Ternyata kelopak mata mereka tak luput dari serangan Tawon.
"Ki Kala Srenggi, Wajah aki....?" Otang tak melanjutkan bicara.
"Wajah kamu juga Otang, anak itu benar benar harus diberi pelajaran." Gerutu Kala Srenggi.
"Aduh bagaimana nasib kita ki, sebentar lagi pasti gelap ki." Keluh si Otang.
"Iya, mana jauh dari pemukiman penduduk lagi mau minta tolong siapa?" Jawab Kala Srenggi.
"Mana Otang gak ngerti daerah sini lagi ki. Apes amat nasib kita ki. Mana sekarang terasa lapar dan haus lagi." Gerutu Otang.
"Kita jalan pelan pelan daripada harus bermalam di jurang ini." Kata Kala Srenggi.
Kemudian keduanya berjalan dengan saling bantu. Karena keduanya mengalami banyak luka di sekujur tubuhnya.
.....
Ki Marto Sentono sudah berada di markas persembunyian mereka. Ki Marto dan rombongan kecilnya berpesta menyambut kemenangan semu karena Mutsashi Harakiri.
Mereka mengira jika Dua kelompok lainnya juga akan pulang membawa berita gembira. Namun ternyata itu hanya menjadi impian semata.
Tidak lama berselang Lembayung datang membawa tubuh Ki Bujang yang masih kaku tidak mampu bergerak.
"Kenapa lagi dia?" Tanya Ki Marto.
"Terkena totok jalan darah." Jawab Lembayung.
Kemudian Ki Marto Sentono mencoba memeriksa.
"Siapa yang melakukan ini?" Tanya Ki Marto.
" Bocah itu ki, bahkan saya juga terkena totokan dari jarak jauh." Jawab Lembayung.
"Tenaga dalam anak itu, luar biasa. Bahkan dua kali lebih besar dari Ki Bujang sendiri. Sekali Totok bisa mengunci tiga simpul saraf. Saraf gerak, saraf bicara dan saraf kesadaran." Ucap ki Marto.
"Maksudnya Ki Marto?" Tanya Lembayung.
"Aku harus membuka saraf kesadaran dulu, baru kemudian saraf bicara dan yang terakhir adalah saraf gerak nya." Jawab Ki Marto.
Kemudian Ki Marto mulai membuka simpul saraf yang menghantarkan kesadaran ke otak. Sesaat sesudahnya, Ki Bujang seperti hendak berkata sesuatu namun mulutnya masih belum bisa bergerak.
Baru setelah Ki Marto Sentono membuka totokan ke dua Ki Bujang bisa bersuara.
__ADS_1
Suara Ki Bujang agak bindeng ( sengau ) karena tulang hidungnya patah.
"Anak itu kembali melukai aku sebelum aku sempat menggunakan aji Gundolo Sosro." Kata Ki Bujang.
"Sudah Ki Bujang jangan bicara dulu, biar aku buka simpul saraf gerak Ki Bujang." Ucap Ki Marto.
Setelah Ki Marto berhasil membuka semua saraf yang terkunci barulah Ki Bujang bisa menggerakkan anggota tubuhnya.
"Aku bersumpah akan membalas perlakuan ini." Kata Ki Bujang.
"Ki Bujang istirahat dulu saja, paling tidak usaha kita menyingkirkan wanita yang Memotong tangan Gandung Santosa sudah berhasil. Perempuan itu sekarang sudah mati." Kata Ki Marto bangga.
Namun kebanggaan itu hanya sesaat, Tiba-tiba Gede Paneluh menjerit dan terlempar dari ruang pemujaan.
Gede Paneluh tak sadarkan diri, Pingsan di depan ruang pemujaan.
Kembali Ki Marto menjadi sangat marah, melihat kenyataan Gede Paneluh andalan dalam soal santet dan teluh terkapar tak berdaya.
Jalu yang Panik langsung menolong Gede Paneluh.
Dan dibaringkan di tempat tidur untuk mendapatkan perawatan.
Hari itu, Mutsashi meninggal namun di pihak Ki Marto pun mengalami kekalahan. dua kelompok penyerangan Sidiq dan Jafar dapat dikalahkan oleh Sidiq dan Jafar.
Bahkan Gede Paneluh yang bertugas memasang khodam di rumah Pak Lurah Broto terlempar hingga pingsan.
"Bagaimana nasib Kala Srenggi dan Otang, kenapa bekum muncul juga sampai sore begini." Ucap Ki Marto pemimpin Gerakan mereka.
.....
.....
.....
Flashback saat Yasin di rumah pak Lurah Broto.
Yasin POV
"Maaf pak Lurah, saya baru bisa hadir lagi." Kataku membuka pembicaraan.
Aku mengira yang dimaksud teman satu pesantren Sidiq pasti Ihsan. "Tapi kenapa gak bareng Sidiq saja ya? " pikir ku.
"Jadi Sidiq dan Ihsan pulang nya gak bareng Pak Lurah?" Tanyaku kemudian.
"Tidak pak, tadi Sidiq bilang buru buru, sementara Ihsan masih mengerjakan tugas sekolah." Jawab Pak Lurah Broto.
Tiba-tiba hatiku merasakan sesuatu yang tidak enak. Rasa was was tiba-tiba muncul dalam hatiku.
"Yasudah Pak Lurah, gapapa kok biasa anak muda punya urusan sendiri sendiri mungkin. Tapi aman aman saja kan Pak Lurah?" Tanya ku.
"Alhamdulillah Pak Yasin, sejauh ini tidak ada yang aneh." Jawab Pak Lurah Broto.
"Farhan coba kamu cek, apakah pagar gaib yang dibuat semalam tidak ada masalah." Kataku pada Farhan.
"Iya mas,Farhan minta ijin ya Pak Lurah. Mau lihat kondisi rumah Pak Lurah Broto." Jawab Farhan.
"Apa gak sebaiknya minum dulu pak?" Tanya Pak Lurah Broto.
"Nanti saja Pak Lurah." Jawab Farhan sambil berjalan.
Tak lama kemudian putri Pak Lurah Broto yang bernama Riska pun datang membawa minuman.
"Maaf pak, kata mas Sidiq bapak sukanya kopi hitam tanpa gula. Ini saya buatkan kopi tanpa gula." Kata Riska putri pak Lurah Broto.
"Makasih Riska, malah jadi merepotkan kamu ya?" Jawabku.
"Nggak kok pak, Riska tidak merasa repot." Jawab Riska.
Anak ini memang cantik, wajar Sidiq anakku suka padanya. Tapi aku menganggap itu hanya hal yang biasa terjadi pada anak muda.
"Silahkan di minum Pak Yasin." Ucap Pak Lurah Broto.
"Iya Pak terimakasih." jawabku.
__ADS_1
Sekitar tiga seruputan kopi Farhan pun sudah kembali dan ikut bergabung untuk ngobrol.
"Maaf mas Yasin, rupanya ada yang sedang mencoba kembali memasang Khodam di rumah ini lagi." Ucap Farhan.
Aku terperanjat kaget, mendengar ucapan Farhan.
"Siang siang begini?" Tanyaku.
"Betul mas, dan saat ini tengah berlangsung." Jawab Farhan.
Aku terdiam sejenak, mencoba untuk membuka maya batinku. Ternyata benar kata Farhan, disekitar rumah Pak Lurah Broto banyak berkeliaran Khodam jahat.
Aku menghela Nafas panjang, "siang siang begini mainan Khodam. Kurang kerjaan atau ada tujuan tertentu?" Tanyaku dalam hati.
"Yasudah kamu minum dulu Farhan, nanti kita lihat perkembangan saja." Ucapku pada Farhan.
Namun diam diam aku sambil membaca kalimat Thoyibah Tahlil dalam hati. Dengan memusatkan pikiran dan mengatur nafas, dari pusar naik ke ubun ubun melalui titik titik lathoif dalam tubuh.
Dalam pandangan batinku nampak seseorang yang melakukan Ritual Pemujaan. Dan entah kenapa sosok Joyo Maruto berada dibalik orang itu. "apa hubungan orang itu dengan Ki Joyo Maruto." pikirku.
"Ada apa mas kok murung?" Tanya Farhan.
"Gapapa kok, hanya ingat dengan Joyo Maruto. Tidak tahu kenapa, feeling ku mengatakan ini ada sangkut pautnya dengan Joyo Maruto." Jawabku.
"Bukannya dia sudah Tewas dulu mas. Bahkan aji Bantolo Sukma nya juga sudah mas Yasin musnahkan. Waktu itu bersama Kang Tohari dan mas Sena." Kata Farhan.
"Iya, bisa jadi ini ulah keturunan Joyo Maruto. Bukan Joyo Maruto langsung." Jawabku.
Mendengar ucapan Farhan aku jadi ingat Sena dan Kang Tohari yang sedang bekerjasama membasmi kejahatan di wilayah Sena.
"Maaf apakah Joyo Maruto yang Pak Yasin bicarakan itu yang dulunya menjadikan manusia sebagai tumbal?" Tanya Pak Lurah Broto.
"Betul Pak, memang Joyo Maruto yang itu. Apa Pak Lurah Broto kenal?" Tanyaku.
"Saya tahu Pak, dia pernah mau menjadikan sepupu saya sebagai tumbal." Jawab Pak Lurah Broto.
Aku terkejut mendengar itu, apakah sepupu dia itu si Laras. Tapi aku tidak menanyakan itu, takut Pak lurah Broto makin tahu semuanya. Bahwa aku juga lah yang dulu menyelamatkan Laras. Aku juga baru sadar jika diperhatikan wajahnya Riska ada sedikit kemiripan dengan Laras juga. Tapi aku gak nau berspekulasi.
"Banyak pak yang jadi korban Joyo Maruto waktu itu. Makanya saya ikut prihatin dengan kejadian yang kemarin menimpa Pak Lurah Broto." Jawabku mencoba beralih topik.
"Terimakasih Pak Yasin, tapi alhamdulillah sepupu saya Laras waktu itu bisa diselamatkan." Jawab Pak Lurah Broto.
"Laras...?" Ucap Farhan terpotong karena aku injak kakinya. menahan agar dia tidak cerita banyak.
"Iya pak Farhan, Sepupu saya namanya Laras. Pak Farhan kenal ?" Tanya Pak Lurah Broto.
"Gak Pak, Kebetulan mantan pacar Farhan adik saya itu namanya juga Laras. Tapi orang Jawa Tengah sana." Sahutku agar tidak keduluan Farhan yang bicara.
Gantian Farhan yang menginjak kakiku tanda jengkel dengan jawabanku. Tapi aku cuek saja, seakan tak terjadi apapun.
"Mas Yasin ini bisa bisanya....!?! " Ucap Farhan tertahan.
"Gak usah malu, akui saja kalau kamu belum bisa move on dari Laras mantan kamu itu. Siapa tahu Laras sepupu Pak Lurah masih singel juga." Godaku membuat Farhan semakin tersipu.
"Jadi Pak Farhan ini masih Bujang? Sayang sepupu saya Laras sudah punya anak. Kalau belum boleh kita jodohkan." Kata Pak Lurah Broto serius.
Farhan jadi semakin memerah wajahnya, karena malu.
"Adik saya itu memang susah kok Pak Lurah. Mungkin mau cari wanita yang lain daripada yang lainnya." Gurauku.
"Maksudnya?" Tanya Pak Lurah Broto.
"Ya mungkin mau cari yang.....!?" Belum selesai aku bicara terdengar suara gaduh. Seperti suara Riska yang menangis histeris.
Kami pun langsung berlari menuju sumber suara. Pak Lurah Broto ikut berteriak, melihat istrinya tak sadar dan nafasnya tersengal serta matanya melotot...!?!
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...