
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Surat Wasiat Master Sashi...
"Kesedihan tidak akan bisa memutar waktu, lebih baik kita makamkan Jasadnya. Karena kondisi darurat maka kita langsung gali kuburan untuk mengubur jasad nya. Hanya itu yang bisa kita lakukan, karena di tengah hutan mencari yang keyakinannya sama juga hampir tidak mungkin di sini.” Ucap Yasin.
Maka mereka pun menggali tanah untuk mengubur jenazah mutsashi yang sudah mulai rusak, tanpa upacara apapun karena keyakinan yang berbeda. Lebih pada penghormatan dan menjaga dari akibat yang bisa muncul dari Jenazah yang tidak terkuburkan.
Usai menguburkan jenazah Mutsashi Yasin menghibur Sidiq dan Jafar yang masih tampak sedih.
“Kalian adalah murid dari Lady Ninja tersebut, meski baru beberapa jurus yang diajarkan. Masuklah kedalam rumah itu carilah sesuatu yang mungkin ada kaitanya dengan pesan pesan terakhir atau apa.” Ucap Yasin.
Kemudian Sidiq dan jafar pun masuk kedalam rumah kediaman Mutsashi. Dan langsung menuju ke tempat rahasia. Dimana Pedang Simbol Klan tersebut disimpan, sementara Yasin dan tohari menunggu di luar sambil berbincang bincang.
“Sepertinya kebiadaban kelompok mereka malah semakin menjadi Kang.” Ucap Yasin.
“Memang seperti itu, tapi kamu harus ingat kondisi kamu saat ini. Biarlah semua ini menjadi urusan kami saja. Dan sekaligus sebagai uji coba untuk menggembleng anak anak muda kita.” Jawab Tohari.
“Sejujurnya, aku tidak tega melepas mereka kang. Apa lagi lawan mereka juga bukan lawan yang gampang.” Ucap Yasin penuh khawatir.
“Saat kamu dulu melawan kelompok Joyo Maruto yang kami rasakan juga sama seperti yang kamu rasakan sekarang Yasin. Kami juga mengkhawatirkanmu, tapi bagaimana lagi perintah pinisepuh juga seperti itu.” Ucap Tohari.
“Begitu ya Kang, artinya aku harus siap melepaskan anak anak untuk meneruskan jejak Ayahnya ?” Tanya Yasin, tak terasa air matanya hampir menetes.
“Kamu yang harus sabar dan banyak berdoa, jangan lupa istrimu yang harus lebih banyak berdoa.” Ucap Tohari.
“Iya Kang, semoga saja anak anak kita dapat meneruskan perjuangan kita dulu.”
“Aamiin…saat ini kedua anakmu sedang dilanda kesedihan dan kemarahan kamu yang harus mengawasi mereka jangan sampai bertindak di luar batas.” Kata Tohari.
“Iya Kang, semoga saja mereka tidak melakukan balas dendam.” Ucap Yasin.
…..
Sementara itu Sidiq dan jafar membongkar bilik rahasia tempat menyimpan pedang rahasia dan segala macam peralatan Ninja milik Klan tersebut. Sidiq dan jafar menemukan sepucuk Surat yang ditujukan pada mereka dari Mutsashi.
Sidiq dan Jafar
Sedikit aku sudah berikan dasar Ninjutsu, apabila aku tak lagi bisa berjumpa. Carilah buku di dalam kotak Shuriken.
Alas kotak itu ada dua lapis, di tengahnya ada buku. Ambil dan pelajari buku itu. Master berharap kalian bisa temukan pewaris syah Yukimoto, Farayaka. Serahkan pedang lambang kebesaran kami padanya.
__ADS_1
Ini ada foto Farayaka agar kalian bisa kenali. Farayaka adalah keponakan dari Yukimoto. Master titip Farayaka. Dan pedang lambang kebesaran kami.
Master merasa Dewa sudah menunggu Master, dan Master harus segera menghadap Dewa.
Sidiq dan Jafar membaca surat dengan Sedih, kehilangan sosok Master Sashi yang belum lama dikenalnya. Dan mereka kaget menemukan sebuah foto gadis jepang sebaya dengan Sidiq. Mungkin sedikit lebih muda dengan Sidiq.
“Inikah orang yang di Maksud Master Sashi ? Gadis yang bernama Farayaka, apa artinya Farayaka ?” Tanya Sidiq pada Jafar.
“Tidak salah lagi Mas, ini memang yang dimaksud Master Sashi. Namanya Farayaka. Ini ada nama dibalik fotonya.” Jawab Jafar.
“Semoga saja Gadis ini cepat datang, sehingga kita tidak terlalu lama membawa amanah ini Jafar.” Ucap Sidiq.
“Tapi masalah m\lain mungkin akan timbul, jika gadis yang bernama Farayaka itu mau balas dendam.” Ucap Jafar.
“Baiknya kita lapor ayah saja. Dan sekaligus kita simpan semua peninggalan Master Sashi sebelum kita serahkan pada Farayaka.
Sidiq dan Jafar pun mengemasi semua benda pusaka atau senjata Khas Ninja milik Mutsashi. Cukup banyak juga yang harus Sidiq dan jafar selamatkan. Dan sekaligus bisa digunakan untuk mereka berlatih jurus Ninjutsu. Termasuk juga buku panduan untuk mereka melatih diri, sebuah buku yang berisi cara penggunaan jurus jurus Ninjutsu.
…..
“Yah, ini ada amanah dari Master Sashi seperti ini.” Kata Sidiq sambil menyerahkan surat dari Mutsashi.
Kemudian Yasin membaca surat tersebut bersama Tohari.
“Ini Amanah, jadi harus kalian laksanakan. Sementara semua persenjataan milik Master Sashi kita amankan dirumah saja.” Jawab Yasin.
“Iya terutama yang menjadi Simbol Klan mereka. Sedangkan yang lain boleh kalian gunakan untk senjata atau untuk berlatih.” Sahut Tohari.
“Baik Ayah dan Wak Tohari, kami akan jalankan Amanah sambil menunggu kedatangan Farayaka.” Jawab Jafar.
Setelah semuanya selesai mereka pun berjalan meninggalkan kediaman Mutsashi. Dengan tetap membiarkan rumah tersebut apa adanya. Agar jika Farayaka mencari tidak kebingungan, serta meninggalkan sebuah pesan juga pada Farayaka untuk mencari Sidiq atau Jafar. Yang membawa Amanah dari Mutsashi.
…..
…..
…..
Sementara di markas tempat Ki Marto bersembunyi, semua sedang mempersiapkan untuk acara Pancamakarapuja. Ki Marto dan Ki Munding Suro memimpin langsung persiapan tersebut.
Dan saat mereka tengah membetulkan patung pemujaan yang sempat dirusak oleh Sidiq dan Jafar. Mereka dikejutkan dengan kedatangan Gagak Seta dan Jaladara yang membawa Wiratmojo murid tertua Ki Munding Suro.
“Rupanya guru sedang punya Hajat besar dan akan mengadakan ritual Pancamakarapuja. Untunglah kedatangan saya belum terlambat. Besok Malam baru masuk ke malam Purnama Sidi.” Ucap Wiratmojo lelaki setengah baya yang datang bersama Gagak Seta dan Jaladara.
“Tentu saja tidak Wirat, aku sengaja mengundang kamu untuk ikut ritual tersebut.” Jawab Ki Munding Suro. Kemudian Gagak Seta, Jaladara dan Wirartmojo dipersilahkan masuk sebagai tamu undangan khusus. Mereka bertiga ditemui langsung oleh Gurunya Ki Munding Suro dan Ki Marto sebagai tuan rumahnya.
“Kakang wiratmojo masih ingat saya kan ?” Tanya Gede Paneluh yang ikut menemui Wiratmojo.
__ADS_1
“Tentu adi Paneluh, dengan ritual itu nanti ilmu kamu pasti akan jadi berlipat lipat.” Kata Wiratmojo.
“Itu sudah Pasti, sekarang yang perlu kita bicarakan adalah mengatur pertarungan nanti. Aku dan Wiratmojo yang akan menghadapi Yasi. Sedang kedua anaknya aku kira Gaka Seta dan Jaladara bisa menghadapi mereka.” Ucap Ki Munding Suro.
“Tapi ada informasi, kemunculan seorang bocah lagi yang memiliki Lebur Saketi dan mampu memukul Mundur Kala Srenggi Ki Munding.” Lapor Ki Marto pada Ki Munding Suro.
“Jagad dewa Batara…siapa lagi itu bocah. Aku yakin tidak jauh jauh dari Yasin tentunya.” Ucap Ki Munding Suro.
“Sepertinya seperti itu Ki Munding, dan saya ada usul kita selidiki berapa anak Yasin dan siapa saja.jika ada sisi lemah maka kita manfaatkan sisi lemah tersebut, kita culik anak Yasin yang paling lemah.” Usul Ki Marto.
“Ong wilahing sekar bawono langgeng… setiap kekuatan pasti ada titik lemahnya. Kita harus tahu titik lemah Yasin untuk bisa mengalahkan dia. Tapi itu nanti kita laksanakan setelah acara Pancamakarapuja.” Jawab Ki Munding Suro.
“Apa yang sebenarnya terjadi Guru, kenapa harus menunggu upacara Pancamakara Puja. Dan kenapa harus Aku dan Guru yang menghadapi orang yang bernama yasin tersebut.” tanya Wirat atau Wiratmojo.
“Orang yang bernama Yasin itu ternyata memiliki Ajian Waringin Sungsang. Bahkan aku sendiri kehilangan hampir separuh tenagaku saat ini.” Ucap Ki Munding Suro.
“Bojleng bojleng Dajjal Laknat, banaspati tetekkan… ingin rasanya melumatkan orang yang bernama Yasin itu segera.” Ucap Wirat.
“Sabar kakang Wirat, belum saatnya. Kami berdua juga sebenarnya sudah tidak sabar menunggu berhadapan dengan dua anak Yasin yang katanya masih belia tersebut.” Ucap Gaka Seta.
‘
“Iya, Aku juga sudah ingin melihat bocah kurang ajar itu menangis memohon ampunan pada kita berdua.” Sahut Jaladara.
“Tunggu, tinggal besok malam kita akan mengadakan upacara Pancamakarapuja. Setelah acara itu usai kalian bebas mau mencari lawan siapapun. Kecuali Yasin yang akan aku hadapi dengan Wiratmojo.” Ucap Ki Munding Suro.
“Dan Aku akan menghadapi anak Yasin yang besar.” Ucap Gagak Seta.
“Kalau aku yang kecil, pengen merasakan lebur saketinya apa bisa menggores kulit tubuhku.” Sahut Jaladara yang selalu menimpali saat Gagak Seta kakaknya berbicara.
“Kalau begitu, selain Yasin dan anaknya maka kalian bebas menentukan lawan masing masing. Sepertinya sudah tidak ada yang perlu dirisaukan lagi.” Ucap Ki Munding suro.
Mereka pun segera mengumpulkan semua pengikutnya untuk menerima wejangan dari Ki Munding Suro, sebelum acara ritual Pancamakarapuja dilaksanakan. Serta menyampaikan jika Yasin dan kedua anaknya sudah mendapatkan lawan tanding yang pas untuk menghadapi. Sedangkan yang lain dianggap tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sehingga semua boleh memilih lawan masing masing.
“Aku masih penasaran dengan bocah yang semalam melawanku. Aku akan hadapi dan habisi dia nanti setelah acara Pancamakarapuja.” Ucap Kala Srenggi.
“Terserah kamu, jika masih kurang boleh cari lawan lain sepuas kamu.” Jawab Gagak Seta.
“Iya jangan puas hanya lawan satu bocah saja.” Sahut Jaladara.
Mereka kemudian menghabiskan waktu dengan bersama sama minum minuman keras dan dilanjutkan dengan memilih wanita tawanan untuk bersenang senang. Dengan terlebih dulu membuat wanita yang dipilih ta sadarkan diri tentunya. Sebuah persiapan acara Pancamakarapuja yang sangat sempurna…!!!
... Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote...
...agar semangat up...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...