
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Penemuan Mayat Mutsashi...
Maka berangkatlah mereka menuju ke tempat kediaman Mutsashi. Tanpa mereka ketahui jika Mutsashi sudah meninggal karena hara kiri saat bertempur dengan Ki Marto dan anak buahnya...!!!
"Baiklah Ayah antar kalian bersama Wak Tohari. Semoga nanti bisa bertemu dengan Lady Ninja itu." Kata Yasin.
"Beruntung kalian dapat tambahan ilmu dari orang asing. Bisa menambah wawasan, tapi tetap ambil yang baik dan tinggalkan yang tidak baik." Ucap Tohari.
Sidiq dan Jafar hanya mengangguk saja, menyetujui permintaan Tohari.
.....
Yasin mengajak Tohari untuk sejenak melihat kuburan Mentorogo dan Maheso Suro. Sekedar mengingat masa lalu saat melakukan pertempuran dengan para tokoh kejahatan.
"Kalian tahu kenapa Ayah mengajak mampir melihat kuburan dua orang ini ?" Tanya Yasin pada dua anaknya sebelum menuju kediaman Mutsashi.
"Tidak tahu Yah." Jawab Sidiq dan Jafar.
“Maksud ayah mengajak kalian kesini adalah menunjukkan disinilah ayah dulu berjibaku dengan lawan. Saat Jafar masih dalam kandungan, dan saat itu dibantu oleh Wak Tohari dan Paman Sena. Jika tidak dibantu mereka mungkin ayah gak bisa memenangkan pertempuran tersebut.” Kata Yasin.
“Jadi ayah dulu melawan musuh musuh ayah disini ?” Tanya Jafar.
“Betul, beberapa malam ayah dan paman serta wakmu disini dan bermalam di alam terbuka ini. Demi mencegah dan menghentikan perbuatan sesat pemuja Iblis.” Jawab Yasin.
“Terus apalagi Yah yang ingin ayah sampaikan ?” Tanya Sidiq.
“Mumpung hanya kalian berdua dan wak Tohari yang ada disini. Ayah mau menyampaikan jika saat ini ada lawan yang sangat berat. Namanya Ki Munding Suro, dia memiliki Ilmu Karang yang hanya bisa dilawan dengan Ajian Waringin Sungsang, Gelap Ngampar dan beberapa ilmu yang sudah hampir musnah.” Jawab Yasin.
Sidiq dan jafar mendengarkan ucapan Ayahnya dengan sangat serius.
“Apa tidak ada cara lain untuk mengalahkan itu Yah ?” Tanya Jafar.
“Ada, dengan menggunakan Golok Hitam senjata ciptaan dari tetua mereka sendiri.” Jawab Yasin.
“Tapi dimana bisa mendapatkan senjata itu Yah ?” Tanya Sidiq.
__ADS_1
Kemudian Tohari yang menyela menjawab pertanyaan Sidiq.
“Untuk Senjata itu kamu gak usah pikirkan Sidiq. Karena senjata itu berjodoh dengan Jafar. Sedangkan Kamu akan diwarisi ilmu Waringin Sungsang. Sedangkan untuk Wisnu pada saatnya nanti akan aku beri ilmu Gelap Ngampar. Tapi tidak untuk saat ini, karena Wisnu belum cukup umur.” Jawab Tohari.
“Baik Wak, Sidiq dan Jafar hanya menurut saja apa yang terbaik menurut Wak Tohari dan Ayah.” Jawab Sidiq.
Satu Hal lagi Sidiq dan Jafar yang harus tahu.” Ucap Tohari.
“Apa itu wak ?” Tanya Sidiq dan Jafar bersamaan.
“Ayahmu kemarin habis mengadu ilmu waringin sungsang dengan ilmu Karang milik Ki Munding Suro. Dan belum ada yang menang, keduanya sama sama terluka. Jadi saat ini kalianlah yang harus melanjutkan perjuangan Ayah kamu.” Jawab Tohari.
Sidiq dan jafar agak sedih mendengar ayahnya yang sebenarnya sedang terluka dan belum bisa bertarung lagi tersebut. Sidiq dan Jafar hanya tahu jika ayahnya terluka, namun belum tahu sejauh mana dan akibat apa yang harus di alam ayahnya.
“Maksud Wak Tohari, apakah Ayah Sidiq sulit untuk sembuh seperti semula ?” Tanya Sidiq berkaca kaca.
“Jangan sedih begitu Sidiq, Meski ayahmu pulih seperti semula api memang sudah saatnya ayah kamu lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Sekarang ini saatnya kalian yang harus mulai berjuang melawan keturunan dan kroni kroni dari musuh Ayah kamu.” Jawab Tohari.
Jafar bahkan sampai menangis mendengar kenyataan ayahnya seperti itu.
“Sidiq, Jafar kalian jangan bersedih begitu. Ayah bangga dengan kalian yang mewarisi sifat sifat Ayah dan bunda kalian. Ayah tidak sedih dengan semua ini, memang sudah seharusnya Ayah lebih mementingkan urusan ubudiyah. Sedangkan urusan muamalah atau menolong orang lain saat ini memang sudah menjadi tugas kalian yang muda muda.” Kata Yasin menghibur Jafar dan Sidiq.
“Tapi ayah tidak apa apa kan, masih tetap bisa beraktivitas seperti biasanya ?” Tanya Jafar.
“Seperti yang kamu lihat sekarang, Ayah tetap masih bisa beraktifitas. Hanya memang tidak berani menggunakan tenaga besar seperti dulu, karena peredaran darah ayah yang terhambat. Jika dipaksakan bisa bahaya bagi ayah sendiri.” Jawab Yasin.
Â
Â
“Mulai nanti malam Sidiq akan aku ajari ilmu waringin Sungsang. Sedangkan Jafar akan menerima Golok Hitam. Sekaligus menjaga agar tidak sampai jatuh ke tangan orang yang salah.” Kata Yasin.
“Betul, dan hanya orang yang memiliki ciri khusus yang mampu memegang golok Hitam tersebut. Karena Golok Hitam tersebut sifatnya bisa menyedot tenaga orang yang memegangnya, jika itu orang sembarangan. Bahkan Ayah kalian pun tidak kuat lama memegang golok tersebut.” Tambah Tohari menjelaskan kepada Sidiq dan Jafar.
“Satu hal lagi, jika kalian perhatikan Kuburan itu atau melihat kuburan lain. Maka kalian harus yakin jika kalian masih beruntung. Karena semua orang yang sudah dikubur, punya keinginan untuk bisa hidup kembali di dunia. Sekedar untuk memperbaiki amal ibadahnya. Maka gunakan waktu Hidup Kalian untuk berbuat baik, jangan sia siakan waktu untuk perbuatan percuma.” Kata Yasin.
“Iya Yah, Sidiq dan Jafar berjanji untuk selalu berbuat baik.” Jawab Sidiq.
“Baiklah, sekarang kalian tunjukkan dimana kediaman Lady Ninja yang mengajarkan jurus jurus kepadamu.” Kata Yasin.
Sidiq dan Jafar pun segera mengajak Yasin dan Tohari berjalan menuju ke kediaman Mutsashi. Hampir seminggu Sidiq dan Jafar tidak menengok kediaman Mutsashi. Karena memang telah sepakat akan berkunjung pada hari minggu saja karena di hari lain Sidiq dan Jafar ada kegiatan sekolah dan pesantren juga.
Dengan langkah yang semangat Sidiq dan Jafar berjalan menunjukkan tempat kediaman Mutsashi. Sidiq dan jafar berharap Mutsashi mau membantu untuk menghadapi musuh musuh yang sedang mereka hadapi. Tanpa tahu jika sebenarnya Mutsashi sudah terbujur kaku di tanah.
Perjalanan melintasi hutan di kawasan Merapi tersebut melintasi medan yang cukup sulit, karena memang jarang dijamah manusia. Karena harus naik turun bukit dan gerumbulan semak yang banyak binatang buas dan juga ular ular berbisa.
__ADS_1
Namun dengan tekad yang besar Sidiq dan Jafar mampu melewati rintangan alam tersebut menuntun Ayah dan Uwaknya. Hingga mendekati kediaman Mutsashi. Namun Sedikit kaget setelah cukup dekat mereka mencium aroma tidak sedap.
Aroma bangkai yang sangat menyengat, membuat mereka jadi terhenti sejenak.
“Kok ada aroma tidak sedap seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi ?” Ucap Sidiq.
“Iya Mas, seperti bau bangkai yang sudah lama ?” Jawab Jafar.
“Kalian tunggu dulu sebentar, biar ayah sama wak Tohari yang mendekati bangunan itu.” Kata Yasin.
“Tapi Yah, Ayah kan baru sakit ?” Ucap Jafar.
“Tidak apa, kalau ada sesuatu kan ada Wak tohari yang bisa melindungi Ayah.” Jawab Yasin.
Sidiq dan Jafar pun hanya menurut, mereka tidak mungkin menentang perintah Ayah mereka yang sangat mereka Hormati tersebut. Maka Yasin dan Tohari segera mendekati kediaman Mutsashi untuk melihat apa yang terjadi.
Dan Setelah jarak mereka cukup dekat yasin sangat terkejut melihat sosok berpakaian Hitam yang tergeletak sudah tak bernafas bahkan anggota tubuhnya sudah membusuk. Dan sosok tersebut tidak lain adalah Mutsashi sang Lady Ninja yang meninggal karena hara kiri.
“Inalillahi wa Inna ilaihi Roji’un…inilah yang disebut anak anak sebagai guru Ninjutsu mereka. Tampaknya telah terjadi sesuatu dan dia melakukan hara kiiri.” Ucap Yasin pada Tohari.
“Inna Iillahi wa inna ilaihi roji’un…jangan jangan ini juga perbuatan musuh musuh kita Yasin.” Ucap Tohari.
“Bisa jadi kang, anak anak pasti sedih melihat kenyataan ini. Sungguh kasihan mereka kehilangan guru yang baru saja mengajarkan beberapa jurus dasar.” Kata Yasin.
“Yah bagaimana lagi, mau gak mau mereka harus tahu keadaan yang sesungguhnya.” Ucap Tohari.
Kemudian Yasin dan Tohari pun memberitahukan Sidiq dan Jafar atas apa yang mereka lihat dan meminta Sidiq dan Jafar melihat kondisi Mutsashi. Dengan berpesan agar tetap sabar dan mengendalikan diri.
Sidiq dan Jafar pun mendekati tempat yang dimaksud ayah dan uwaknya. Dan betapa terkejutnya melihat keadaan Mutsashi yang sangat mengenaskan tersebut.
Sidiq dan Jafar pun merasa sangat sedih sekaligus marah.
“Ini pasti ulah Ki Marto dan anak buahnya, sungguh tidak dapat dibiarkan. Sidiq harus membalaskan dendam Master Sashi…!” teriak Sidiq yang sangat marah melihat kondisi Mutasashi meninggal tanpa dikuburkan ditinggal begitu saja seperti meninggalkan bangkai hewan saja.
Begitu juga dengan Jafar, meski diam tapi Jafar berniat akan menuntut balas atas meninggalnya Mutsashi. Meski Jafar sendiri pernah bertempur dengan Mutsashi. Namun di akhir Mutsashi justru mengangkat Jafar sebagai muridnya bersama Sidiq Kakaknya. “Jafar tidak akan tinggal diam Master Sashi, meski kita berbeda keyakinan tapi Jafar tetap tidak akan membiarkan orang yang membuat Master Sashi jadi begini.” Kata Jafar dalam hati.
Yasin dan Tohari membiarkan Sidiq dan Jafar melepaskan kesedihannya. Mereka paham betul perasaan kedua anak tersebut yang sangat merasa sedih kehilangan orang yang baru saja memberikan pelajaran jurus jurus baru…!?!
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote...
...agar semangat up...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...