
...Awal pertarungan Jafar vs Yasin...
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
Yasin akan mengatur strategi akhir sebelum mereka berangkat ke Padepokan Ki Marto Sentono. Namun Yasin tidak menyangka jika ki Marto Sentono menculik Riska untuk melemahkan mental Sidiq…!?!
Sesampai di rumah Rofiq YAsin pun memberitahu pak Yadi terkait rencananya, dan meminta pak Yadi datang tepat pada waktunya. Agar semua berjalan Lancar, sementara Yasin pun mengajak Rofiq dan meminta Rofiq untuk muncul belakangan membawa mobil. Tujuan nya untuk membawa lari anak anak sementara Yasin dan pak Yadi yang akan menyelesaikan urusan di Padepokan nanti.
Namun tanpa diketahui Yasin, ternyata di sekolah Sidiq sedang terjadi kegaduhan karena berita Riska yang tidak pulang kerumah sejak pulang dari sekolah. Dan atas skenario yang dibuat Ari cs seakan akan Sidiq lah yang terakhir kali bersama Riska sepulang sekolah. Sehingga Sidiq pun harus berurusan dengan keluarga Riska, Pihak Sekolah dan bahkan dimintai keterangan di kantor Polisi sebagai Saksi.
Termasuk juga Ari dan kawan kawannya juga diminta keterangannya terkait hilangnya Riska. Berita hilangnya Riska pun menyebar luas sampai ke telinga pak Yadi. Yang akhirnya ikut turun tangan juga menginterogasi Sidiq dan Ari juga kawan kawannya. Sidiq yang mendapat gilira terakhir di interogasi pak Yadi. Dan awalnya pak Yadi pun tidak menduga jika itu adalah Sidiq anak Yasin.
“Nama kamu siapa ?” Tanya pak Yadi.
Sidiq yang merasa tidak asing dengan pak Yadi akhirnya membuka jati dirinya.
“Nama saya Sidiq Sekartadji bin Ahmad Sidiq alias Zain alias Yasin.” Ucap Sidiq yang mengenali pak Yadi. Sementara pak Yadi kaget mendengar ucapan Sidiq tersebut. kemudian memandangi wajah Sidiq dengan seksama.
“Kamu Sidiq yang pada waktu kecil dulu diungsikan ke daerah jawa barat bersama mama kamu itu ? Kamu putranya pak Yasin yang waktu itu ?” Tanya pak Yadi dengan nada yang berbeda.
“Iya Om, Saya juga tahu Om Yadi kemarin juga jalan sama ayah menyelidiki kasus pembunuhan kan ?” Jawab Sidiq.
“Astaghfirullah maaf ya Sidiq om gak mengenali kamu. Kamu sudah besar sekarang kok sekolah disini kan jauh dari rumah ?” Tanya pak Yadi.
“Iya om, Sidiq kan tinggal di pesantren Al-Hikmah ngaji di sana. Jadis ekolahnya di sini.” Jawab Sidiq.
“Owh begitu, Apa yang terjadi sebenarnya kenapa kamu bisa terlibat dalam kasus ini ?” tanya pak Yadi tanpa mengetik pertanyaan dan jawaban Sidiq.
“Saya difitnah, Riska itu memang teman dekat saya. Om yadi Tugas disini sekarang ?” Tanya Sidiq.
Suasana interogasi berubah menjadi obrolan ringan saja.
“Saat ini Om sebenarnya tugas di Polda, namun diminta langsung menangani kasus ini. karena dikhawatirkan seperti kasus yang dulu pernah om tangani dengan ayah kamu.” Jawab Pak Yadi.
“Kalau tidak salah perkiraan Sidiq, Sidiq tahu keberadaan Riska. Tapi Sidiq tidak berani cerita selain ke Om Yadi.” Jawab Sidiq.
Kemudian Sidiq menceritakan kronologis dia dijebak kemarin, dan kemungkinan bahwa yang menculik Riska Adalah orang yang memburu ayahnya. Dengan bermaksud mengancam Sidiq agar datang menyelamatkan Riska.
Pak Yadi mendengarkan dengan Serius keterangan Sidiq, bagaimanapun nurani pak Yadi mengatakan tidak mungkin anak Yasin sahabatnya yang menculik atau menyembunyikan Riska anak Lurah terpandang tersebut.
“Begini saja Sidiq, Kamu pura pura Om tahan dan om bawa keluar dari sini. Bukankah kamu juga sudah janjian sama ayah kamu hari ini ?” Ucap Pak Yadi.
“Maksunya bagaimana om ?” Tanya Sidiq.
Kamu aku antar menemui ayah kamu, dan agar tidak menimbulkan kecurigaan status kamu aku bawa sebagai tahanan yang akan diinterogasi lebih lanjut di Polda. Agar bisa keluar dari sini tanpa dicurigai.” Jawab pak Yadi.
“Terserah Om yadi saja, Sidiq percaya pada om Yadi karena om Yadi sahabat ayah Sidiq dari dulu.” Jawab Sidiq.
Atas persetujuan Sidiq, pak Yadi memborgol tangan Sidiq dan memasukkan Sidiq ke dalam mobil Polisi. Sidiq akan diantar menemui Yasin, tapi dengan alasan akan menginterogasi Sidiq lebih dalam di Polda.
Teman teman Sidiq yang menunggu kabar tentang Sidiq pun menjadi sedih. Mereka tidak menduga jika justru Sidiq yang akan ditahan oleh kepolisian. Mereka tidak tahu jika itu adalah scenario pak Yadi dan Sidiq sendiri.
“Ya Allah gak mungkin jika Sidiq yang melakukan pak. Tolong bebaskan Sidiq…!” Ucap Lita dan Dina meminta pak Yadi membebaskan Sidiq.
__ADS_1
“Tenang teman teman, Sidiq percaya kalau kebenaran pasti akan menang. Kejahatan akan terungkap, mungkin memang Sidiq harus ikut dengan bapak Polisi ini dulu agar masalahnya menjadi jelas nanti.” Ucap Sidiq.
Lita dan teman teman Sidiq pun jadi menangis haru. Namun di tempat yang agak jauh Ari cs yang bersembunyi takut ketahuan Sidiq tertawa puas merasa triknya berhasil.
“Nah, kita tinggal menunggu kabar adiknya Sidiq yang pasti akan dihajar di padepokan itu.karena Sidiq tidak jadi datang ke padepokan itu.” Ucap Ari pada rekan rekannya.
“Biar tahu rasa, kakaknya di tahan adiknya di hajar pasti ayahnya akan stress nanti. Dan pasti akan muncul mencari anak anaknya.” Ucap Herman.
“Gila rencana bos Jalu memang keren, gak nyangka gue bos Jalu selain jago juga cerdas begini.” Ucap Jefri menimpali pembicaraan Ari dan Herman.
“Kita ikuti saja, nanti pertempuran di padepokan itu, kita kasih support pada musuh musuh adiknya Sidiq.” Ucap Fadholi.
Ari cs pun berniat untuk melihat meski harus dari kejauhan jika tidak diijinkan masuk nanti. Mereka penasaran dengan apa yang akan terjadi dengan Adiknya Sidiq dan Sidiq juga. Dan Ari akan berpura pura menolong Riska agar dianggap pahlawan oleh orang tua Riska.
…..
Sementara itu Yasin yang sudah berhasil menemui Jafar dan Kholis sedang menunggu kedatangan Sidiq yang terlambat karena harus di interogasi oleh Polisi.
“Mas Sidiq kok belum datang juga ya yah, apa terjadi sesuatu pada mas Sidiq ?” Tanya Jafar pada ayahnya.
“Jangan bilang begitu Jafar, doakan saja Sidiq kakakmu gak kenapa napa.” Ucap Kholis.
Yasin yang akan menjawab pertanyaan Jafar tiba tiba mendapat pesan dari pak Yadi.
“Assalaamu ‘alaikum pak Yasin…
Mohon maaf, ini Putra panjenengan sedang dalam perjalanan kesitu bersama saya. Tadi ada sedikit masalah di sekolah Sidiq. Ceritanya nanti saja kalau sudah semuanya terkondisi.” Chat dari pak Yadi.
Yasin segera membalas setelah membaca pesan dari pak Yadi. Intinya meminta pak Yadi agak cepat karena waktu semakin mepet. Dan harus membicarakan masalah Strategi terlebih dahulu.
Dan saat Sidiq dan pak Yadi Sudah sampai, dan Sidiq juga sudah tidak diborgol lagi maka Sidiq segera menghampiri ayahnya.
“Yasudah gapapa, yang penting kita jalankan rencana kita. Ihsan juga belum sampai sekarang ?” Tanya Yasin.
“Belum yah, mungkin Ihsan ke pesantren dulu minta bantuan teman teman lain.” JAwab Sidiq.
“Baiklah, nanti tetap Jafar yang akan maju menghadapi ayah dan mengakulah sebagai Jafar sekarang. Dan kamu sekalian bilang menggantikan Sidiq mas mu untuk melawan aku. Ingat nama ayah nanti adalah Jaka Gledek. Sementara Sidiq yang mereka kira dalam tahanan biar menyelamatkan Muksin dan Arsyad nanti dibantu Ihsan atau Kholis.” Kata Yasin.
Tapia pa Jafar tetap harus menggunakan lebur Saketi buat melawan ayah nanti ?” Tanya Jafar.
“Iya itu harus Jafar, dan anti ayah akan tunjukan orang yang bermain supranatural. Kamu tending ayah dengan lebur saketi ke arah orang tersebut. dan saat itu ayah akan lukai beberapa orang yang bersamanya. Kemudian Sidiq setelah menyelamatkan Muksin dan lainya. Bawa Kabur mereka dengan Sayeti Angin.” Ucap Yasin menjelaskan strategi yang akan diterapkan.
Juga meminta pak Yadi menyiapkan personil berpakaian Preman untuk mengikuti jalanya pertandingan dan bergerak cepat disaat yang tepat. Dibantu Rofiq membawa pergi tawanan yang disekap mereka termasuk juga Riska.
Begitulah rencana yang disusun Yasin. Mereka pun segera berbagi tugas dan peran masing masing. Yasin akan lebih dahulu datang ke Padepokan dengan mengaku sebagai Jaka Gledek. Kemudian lima menit kemudian Jafar akan masuk menggantikan Sidiq lawan Jaka Gledek. Saat semua mata menyaksikan pertempuran Jafar dan ayahnya, Sidiq menyusup dari pintu belakang menyelamatkan tawanan. Sayangnya tidak mengira jika Riska di ikat di dekat Arena sebagai tawanan khusus untuk melemahkan Sidiq ataupun Jafar yang menghadapi Jaka Gledek alias Yasin.
Kedua belah pihak sudah sama sama menyiapkan strategi yang dibuat secara rapi. Hanya tinggal melihat siapa yang bisa berimprovisasi setelah tahu langkah yang diambil lawan. Agar tidak mengacaukan strategi yang mereka rencanakan.
….
Dengan langkah Mantab Yasin yang mengaku sebagai Zain alias Jaka Gledek masuk ke padepokan. Yasin disambut dengan meriah oleh anggota Padepokan.
“Selamat datang Jaka Gledek, perkenalkan aku Gede Paneluh dan ini saudaraku Sawung Panjalu.” Ucap Gede Paneluh memperkenalkan diri pada Yasin.
Yasin yang pada waktu berpenampilan dengan memakai ‘Udeng’ ikat kepala yang dua ujungnya tergerai di leher seperti rambut yang memanjang membuat penampilannya seperti ketika masih aktif di jalanan dulu. Terkesan sangar dan bengis, sehingga Yasin hanya menanggapi salam dari Gede Paneluh dengan senyum mahalnya.
“Owh ini yang orang bicarakan ahli santet dan teluh, tidak kusangka masih muda juga.” Ucap Yasin sambil berjalan menuju ke tempat duduk yang sudah disediakan khusus buat dirinya. Dengan meja didepannya bertuliskan Nama Jaka Gledek.
Yasin pun duduk memandangi bangku bangku kosong yang tidak satupun di dekati oleh anggota padepokan. “Hmm…rupanya dia pasang walat, semoga Jafar tidak terpengaruh nanti.” Ucap Yasin dalam hati. Kemudian Yasin memandang berkeliling dan menemukan sebuah ‘Anglo’ (kompor arang) yang biasa digunakan untuk membakar kemenyan. Dan di sekitarnya banyak bertaburan kembang kembang sesaji mereka juga taburan beras kuning dan masih banyak lagi ubo rampe yang lain.
Yasin memejamkan mata sejenak, membuka mata batinnya dan melihat beberapa makhluk astral serupa Grandong mengitari tempat itu. dan dengan kekuatan batin nya Yasin mampu mencari sumber mereka dikendalikan. “Hmm… disitu pengendali mereka. Dan ditunggu beberapa orang yang membaca mantra mantra. Aku harus hancurkan tempat itu nanti.” Bisik Yasin dalam hati.
__ADS_1
Matanya terus berkeliling dan terkesiap kaget melihat gadis berseragam sekolah yang diikat dan disumbat mulutnya dengan kain. “ Apa itu yang namanya Riska, pantas Sidiq anakku jadi tergila gila memang anaknya cantik begitu.” Ucap Yasin dalam hati. Begitu melihat Riska di ikat di tempat terpisah dari Muksin dan Arsyad Yasin harus merubah sedikit rencana. Agar semua bisa berjalan sesuai rencana awal.
…..
Beberapa menit kemudian datanglah Jafar, hanya didampingi oleh Kholis. Kemudian seorang anggota padepoakn meminta Jafar duduk dibangku yang sudah dipasangi walat tersebut. Namun Kholis mencegah Jafar berjalan duluan.
“Biar aku dulu yang masuk, ada yang pasang walat di tempat duduk itu Jafar.” Bisik Kholis.
Jafar hanya tersenyum.
“Iya kang, tpi sudah di netralisir tadi malam sekarang hanya ibarat kaleng kosong tak ada isinya.” Balas Jafar berbisik.
“Saudar Jaka Gledek silahkan segera maju dan pemuda itulah yang akan menjadi lawan kamu.” Ucap salah seorang anggota padepokan yang bertindak sebagai Mc. YAsin pun segera melangkah maju ke Arena yang cukup luas. Kemudian Jafar pun menyusul maju ke Arena juga setelah dipersilahkan.
“Mohon maaf, saya bukan Sidiq tapi saya Jafar adiknya mas Sidiq yang akan menggantikan mas Sidiq. Karena kakakku baru ada masalah lain yang harus diselesaikan, mungkin nanti menyusul kesini juga.” Ucap Jafar lantang.
“Segera mulai saja, jangan buang buang Waktu…!!!” teriak semua anggota Padepokan yang sudah tidak sabaran untuk melihat pertempuran.
Jafar menghampiri Yasin dengan sedikit ragu ragu, meskipun tahu jika ini hanyalah strategi berpura pura berhadapan sebagai musuh. Namun sisi lembut Jafar tidak bisa membohongi jika yang dia hadapi adalah ayahnya. Dan Hal itu bisa terbaca oleh Yasin, sehingga Yasin mengambil inisiatif untuk segera menyerang Jafar agar dapat menjalankan peran dengan baik.
“Awas dada kamu anak muda, kalau melamun jangan masuk arena ini kalau gak mau mati kionyol…!” Teriak Yasin langsung memukul dada Jafar. Sehingga Jafar yang kaget tidak menduga ayahnya langsung menyerang jadi agak gelagapan dan tak bisa menghindar. Sementara tidak mau menangkis juga, sehingga Jafar terdorong surut ke belakang.
Semua bertepuk tangan melihat Yasin berhasil membuat Jafar terpukul mundur. Mereka berpikir Yasin yang dikenal dengan nama Jaka Gledek itu akan benar benar menghajar Jafar sampai tak berdaya.
“Apa kamu mau menunggu kakak kamu untuk mengeroyokku saja. Kayaknya tanggung kalau hanya lawan kamu seorang.” Ucap Yasin seakan senang membuat Jafar terpukul.
“Jangan bangga Dulu orang tua, Aku hanya memberi angin segar saja buat orang tua. Agar sedikit merasa senang.” Jawab Jafar mulai bisa mengimbangi permainan Sandiwara Ayahnya.
Dan tanpa diduga Jafar pun langsung melompat dan mencengkram tangan Yasin. Keduanya seperti sedang beradu kekuatan dengan saling dorong.
“Yah, itu mbak Riska diikat di luar tidak jadi satu dengan kang Muksin dan kang Arsyad.” Bisik Jafar sambil pura pura beradu kekuatan dengan ayahnya.
“Ayah tahu, dan Riska nanti jadi tanggung jawab kamu untuk melepaskan. Biar Sidiq mas mu yang selamatkan Arsyad dan Muksin.” Jawab Yasin dengan cara yang sama seperti Jafar.
“Yah, Lempar Jafar ke dupa itu Jafar akan hancurkan dupanya dulu.” Bisik Jafar.
“Jangan itu bagianku nanti sekalian melumpuhkan yang baca mantra mantra itu.” Jawab Yasin sambil mendorong Jafar. Jafar bertahan dan balik mendorong ayahnya.
“Kalau begitu lempar Jafar ke arah mbak Riska, biar aku gurat tali yang mengikat dengan belatiku.” Kata Jafar.
“Kamu bawa belati, kalau begitu bersiaplah hati hati jangan mengenai Riska.” Jawab Yasin sambil pura pura mengerahkan tenaga dan mengangkat tubuh Jafar dan melemparnya ke arah Riska.
Dan Jafar terlempar keras ke arah Riska, dengan membawa sebilah belati di tangannya.
“Awas Riska….!” Tiba tiba Ari muncul dan berteriak mengkhawatirkan Riska. Karena tahu Jafar meluncur ke arahnya dengan belati terhunus…!?!
...Bersambung....
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1