
...Sidiq bertemu Jalu, Jaka dan gede Paneluh...
...( Uji Coba unsur alam buka ilmu welut putih 1 )...
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
Aku pacarnya, kamu mau apa sekarang?!?" Jawab Sidiq menatap Tajam pada orang itu...?!?
"Jangan bercanda,,, pacar anak itu adalah anak dari musuh besar kelompok kami." Jawab orang tersebut.
"Memang, dan akulah orangnya apa kamu mau menculik disuruh ki Marto. Lebih baik kamu pergi saja sebelum aku berubah pikiran." Kata Sidiq sedikit mengancam.
"Jika benar begitu, maka tunggulah waktunya kamu akan dikuliti nanti." Balas orang tersebut.
" Aku tunggu kapan waktunya dan akan aku buat kondisi jadi berbalik buat kalian semua." ucap Sidiq.
Orang tersebut pun meninggalkan tempat itu. Ternyata orang itu pun tidak hanya sendirian. Ada lagi seseorang yang mengamati dari kejauhan. Kemudian melihat pedagang palsu cilok tersebut pergi orang itu pun menghampiri nya.
"Kenapa langsung meninggalkan lokasi." Tanya orang tersebut.
"Pemuda yang menghampiri aku tadi ternyata adalah pacar dari gadis yang kita amati." Jawab pedagang palsu tersebut.
"Kamu yakin?" Tanya temannya.
"Dia sendiri yang bilang, dan dia adalah anak yang kemarin ikut ngobrol di Warung bersama kita." Jawab pedagang palsu cilok tersebut.
"Kebetulan, kita laporan saja jika anak tersebut ada di rumah ceweknya. Aku akan awasi dia dari jauh, jika dia keluar nanti maka akan aku laporkan." Kata teman orang yang berkalung taring harimau tersebut.
Sementara Sidiq sudah berada di teras rumah Riska.
" Mana cilok nya?" Tanya Riska dan Kita sambil bawa minuman.
"Ternyata orang itu bukan pedagang cilok biasa. Riska kamu hati hati sekarang, ada yang mengawasi rumah ini." Kata Sidiq.
"Serius kamu Sidiq?!?" Tanya Lita.
"Iya aku serius gak main main, pedagang cilok itu palsu. Dia gak niat dagang hanya mengawasi rumah ini saja." Jawab Sidiq.
"Terus harus bagaimana mas...?" Tanya Riska panik.
"Yang jelas jangan keluar rumah sendirian. Dan usahakan saat orang tuamu keluar ada yang menemani kamu di rumah nanti. Minimal bisa membuat orang yang akan berbuat jahat. minimal orang yang berniat jahat akan berpikir ulang. " Jawab Sidiq.
"Kok jadi mengerikan begitu sih Sidiq...!?!' Kata kata Lita seakan menyadarkan Sidiq jika Riska jadi terancam karena dekat dengan dirinya.
" Aku pulang dulu saja, kalian hati hati. Mulai besok kita jadi belajar kelompok sekaligus menemani Riska." Kata Sidiq.
"Kamu juga hati hati mas, jangan nekad lagi." jawab Riska mengingatkan balik ke Sidiq.
"Iya Diq, ingat jangan bahayakan diri sendiri." Kata Lita.
"Iya Lita, aku juga gak mau bahayakan orang lain juga sebenarnya," Jawab Sidiq.
"Maksudnya apa Mas?" Tanya Riska merasakan ada yang aneh dari ungkapan Sidiq.
"Gak ada maksud apa kok, hanya pengen kalian tetap aman aman saja." Jawab Sidiq sambil melangkah keluar dari rumah Riska. Setelah menghabiskan minuman yang disajikan.
Sidiq galau, di satu sisi mencintai Riska pengen terus dekat dengan Riska.
Tapi di sisi lain merasakan tidak sampai hati jika Riska terkena imbas lagi karena statusnya adalah pacar Sidiq.
"Apakah sementara aku dan Riska putus saja ya. Biar Riska tidak jadi sasaran mereka lagi." tanya Sidiq dalam hati.
Sidiq melangkah sambil melamun mikirin Riska. Tanpa disadari jika diawasi beberapa pasang mata.
__ADS_1
"Aduh hampir saja aku lupa, jika Janjian dengan Jafar di satu tempat." ucap Sidiq tersadar.
Sidiq pun buru buru memanggilnya ojek untuk mengantarkan ke tempat yang dijanjikan dengan Jafar. Jafar mengundang Sidiq untuk berbicara perihal tawaran Lusiana atau Mutsashi.
"Bang anterin ke taman wisata dekat Bunker agak cepat ya buru buru." Kata Sidiq.
"Ayok kalau gak takut ngebut." Jawab tukang ojeknya.
"Gak takut, asal tetap bisa mengendalikan saja." Jawab Sidiq.
Abang ojek itu pun segera melajukan motornya dengan cepat. Mereka menuju ke arah taman wisata di seputar bungker sebelah sungai Gendol.
Sampai di sana ternyata Jafar juga sampai.
"Alhamdulillah,,, aku gak terlambat kan Jafar." Tanya Sidiq.
"Gak kok, Jafar juga baru sampai nih baru turun dari motor." Jawab Jafar.
"Ada apa kayaknya penting banget undang aku ke sini." Tanya Sidiq.
"Iya mas,,, ada kaitannya dengan Lady Ninja." Kata Jafar membuka percakapan.
"Kenapa dia, apa bikin ulah lagi?" Tanya Sidiq.
"Bikin ulah atau rusuh sih gak mas. Tapi maksa Jafar jadi muridnya." Jawab Jafar.
"Ya gak papa kalau cuma begitu, malah nambah pengetahuan." Jawab Sidiq.
"Tidak sesimpel itu juga mas. Karena dia juga minta Vina ikut diajak belajar jurus ninjutsu." Jawab Jafar.
" Owh jadi kamu udah jadian sama Vina ceritanya. Bagaimana dengan Nia?" tanya Sidiq.
"Lah mas Sidiq malah ngomongin soal cewek begitu." Gerutu Jafar.
"Gapapa kali adikku, buat motivasi belajar saja bukan untuk niatan jelek. Bagaimana pun kita ini Santri harus bisa jaga nama baik pondok minimal. Kalau tidak bisa mengharumkan nama pondok jangan kasih images buruk." Kata Sidiq.
"Kalau begitu ya jangan pacaran, kenapa mas Sidiq malah pacaran sama mbak Riska?!?" Tanya Jafar.
"Mana Jafar ngerti mas, sekedar begitu atau lebih juga Jafar gak ngerti kok." ucap Jafar.
"Kamu jujur saja deh Jafar, saat ini lebih pilih Vina apa Nia?" Tanya Sidiq.
"Mas,,, mas Sidiq itu Ku undang ke sini untuk bahas Lady Ninja bukan bahas Lady Lady yang lain." Ucap Jafar.
"Kan Jafar yang mulai sebut nama Vina tadi." Jawab Sidiq,
"Ya gak usah diperpanjang juga mas." Sahut Jafar.
"Gak bisa lah, Jafar harus ingat Vina adik teman sekolahku. Dan Nia Putri abah gurumu. jadi Jafar harus tegas pilih salah satunya. Sebelum lanjut ke masalah Lady Ninja." Jawab Sidiq.
Jafar tampak ragu ragu ditanya Sidiq begitu.
"Jafar belum menentukan, dan masih pengen terus ngaji dan sekolah dulu." Jawab Jafar.
"Jangan berdalih, sekolah ngaji dan lain-lain hanya untuk menutupinya keraguan kamu. Toh soal jodoh bukan kuasa kita ini. kita berencana Allah yang tentukan. Kalau Jafar saja gak punya rencana bagaimana Allah mau menentukan. Memangnya Allah hanya ngurus Jafar saja apa?" goda Sidiq.
"Ya belum saja mas bukan gak punya rencana." Jawab Jafar.
Sebenarnya Jafar memang lebih suka dengan Isna atau Nia. Tapi Nia sendiri malah lebih suka Sidiq kakaknya dari pada dengan Jafar. Karena penampilan Sidiq yang memang lebih humoris dan lebih asik diajak bicara.
Meskipun Jafar tahu, jika Sidiq sendiri lebih memilih Riska pacarnya.
"Ya sudah, menurut Aku ikuti saja kemauan Lady Ninja tersebut." Jawab Sidiq.
"Bagaimana kalau kita ke sana saja sekarang mas?" Tanya Jafar.
"Kemana?" Komentar Sidiq.
"Astaghfirullah... ya ke tempat Lady Ninja tersebutlah." Jawab Jafar.
"Owh kirain ke tempat Vina." goda Sidiq.
__ADS_1
Kemudian mereka bergegas menuju kediaman Lady Ninja dengan motor Nia.
Kyai Syuhada tahu jika Jafar menaruh hati pada Nia Putrinya. Namun Kyai Syuhada juga tahu antara ayah Jafar dan Abi nya Vina ada pembicaraan tertentu. Sehingga Kyai Syuhada lebih memilih menjauhkan Nia dengan Jafar.
Meski tetap dengan keyakinan jika Nia nanti jadi jodoh Jafar mau bagaimana lagi. Karena manusia hanya mampu berusaha tidak mampu menentukan.
.....
.....
.....
Jafar dan Sidiq sudah sampai di sebuah tempat yang menurut keterangan Jafar disitulah Lady Ninja tersebut tinggal. Sebuah tempat tertutup di sekitar bukit Turgo dekat juga dengan Dikuburkannya jasad Mentorogo dan Maheso Suro. Tanpa diketahui oleh Jafar dan Sidiq, jika tempat itu dulunya tempat ayah mereka berjibaku beberapa malam di situ.
"Yakin ini tempat nya?" Tanya Sidiq.
"Menurut petunjuk dari Lady Ninja itu ya disini mas." Jawab Jafar.
tak lama kemudian munculah Mutsashi yang kaget melihat Jafar dan Sidiq berada di depan kediamannya.
"Kalian ini kembar?" Tanya Mutsashi.
"Tidak ini saudara tuaku usia kami beda dua tahun." Jawab Jafar.
Mutsashi mengira Sidiq dan Jafar adalah kembar identik.
"Jadi Terima tawaran aku?" tanya Mutsashi.
"Boleh tapi kami harus berdua dengan kakakku ini bukan dengan gadis yang kemarin." Jawab Jafar.
"Tidak apa, yang penting kalian sanggup. Mau mulai kapan ?" tanya Mutsashi.
"Mulai hari minggu depan dan hanya seminggu sekali kami bisa kemari." ucap Jafar.
"Betul hari yang lain kami sudah tidak ada waktu." Sahut Sidiq.
"Tidak apa, kalian berbakat tak butuh waktu lama." Jawab Mutsashi.
Setelah itu Sidiq dan Jafar pun pulang, dengan menempuh jalan kaki yang cukup jauh menuju tempat penduduk menitipkan motor.
Namun Langkah Sidiq dan Jafar terhenti ketika melewati sebuah batu besar yang ada di gundukan tanah di dekat nya.
itulah kuburan Mentorogo dan Mahesa Suro. Tapi bukan karena itu Sidiq dan Jafar melihat beberapa orang yang duduk membaca Mantra di depan tanah kuburan tersebut.
Orang itu tidak lain adalah Jalu, Jaka dan Gede Paneluh timbul pikiran iseng Sidiq.
"Bagaimana kalau kita ganggu dia, nanti kita coba ilmu welut putihnya. Kita gunakan unsur alam apa saja yang bisa membuka rahasia nya dan bagaimana cara kerjanya." Usul Sidiq.
"Ngapain iseng begitu mas lebih baik kita hindari saja lah." Ucap Jafar
"Gapapa dia kan musuh Ayah juga, kecuali dia gak ada masalah kita iseng gak boleh." Jawab Sidiq.
"Terserah mas Sidiq saja Jafar ikut." Jawab Jafar.
Kemudian Sidiq sibuk mengumpulkan daun daun kering dan pasir serta mulai membakar daun daun kering disekitar lokasi tersebut dengan membuat api buatan dengan menggosokkan dahan kering dan ranting. Sidiq sembunyi sembunyi agar tidak ketahuan Jalu cs..
Kemudian Sidiq memanggil Jalu. dan lainnya. Sementara Jafar masih bersembunyi di balik rimbunnya semak belukar.
"Orang orang kurang kerjaan pada main ke tempat ini pada ngapain?" bentak Sidiq membuat mereka kaget....!?!
...Bersambung....
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1