Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Kehadiran Nisa membantu Sidiq & Jafar Vs Dalang Anyi Anyi


__ADS_3

Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


...Kehadiran Nisa membantu Sidiq & Jafar Vs Dalang Anyi Anyi...


Namun bersamaan dengan itu, tubuh Sidiq dan Jafar juga terlempar cukup jauh. Sehingga membuat Yasin, Sena dan Kyai Nurudin pun menjadi khawatir.


Sidiq dan Jafar pun langsung bangkit bersiap untuk kembali menyerang  Dalang Anyi Anyi. Namun semua terkejut ketika tiba tiba Kyai Syuhada datang bersama Nisa.


“Hentikan dulu Sidiq, Jafar…kekuatan akan kalah dengan kelembutan,” ucap Kyai Syuhada mengejutkan semua.


“Nisa?” teriak Sidiq dan Jafar bersamaan.


“Jangan kaget kalian, Raja Jin itu hanya takut dengan adikmu Nisa yang kalian anggap lemah ini,” sambung Kyai Syuhada.


Yasin dan Sena pun ikut bingung dengan  ucapan Kyai Syuhada yang sama dengan ucapan Kyai Nurudin.


“Apakah memang Nisa yang bisa membuat Raja Jin itu menjadi Lemah?” tanya Yasin dalam hati. Yasin sedikit ragu dan khawatir, justru membahayakan Nisa. Sementara Nisa berjalan mendekati Yasin.


“Ayah, Nisa mohon doa restu. Menurut  Abah Guru Nisa harus ikut membantu Mas Sidiq dan Mas Jafar,” uca Nisa.


Yasin terdiam,berat baginya untuk melepaskan Nisa masuk dalam pertempuran. Perasaan seorang Ayah pada umumnya orang, bagaimana mungkin tega ketiga anaknya berjibaku menantang bahaya. Namun itu semua memang sudah menjadi sebuah kesepakatan dengan pertimbangan yang matang. Sehingga Yasin harus merelakan Nisa anaknya ikut serta melawan Dalang Anyi Anyi.


“Kamu harus berhati hati, jika mengalami sesuatu maka Ayah akan merasa sangat berdosa padamu,” kata Yasin.


“Ayah jangan bilang begitu, Insya Allah Nisa akan baik baik saja,” jawab Nisa.


Bersamaan dengan itu Sidiq dan Jafar sudah kembali bertarung dengan Dalang Anyi Anyi. Keduanya pantang menyerah, meski sampai saat itu belum mampu menemukan kelemahan Dalang Anyi Anyi. Namun dengan penuh semangat Sidiq dan Jafar terus menggempur Dalang Anyi Anyi.


Dalang Anyi Anyi pun merasakan hal yang tidak jauh berbeda.” Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…Dua anak ini tak surut sedikitpun tenaganya, bahkan masih bisa meningkatkan kemampuanya…Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…”


Saat pertempuran tengah berlangsung, tiba-tiba Nisa menghampiri dan berteriak.


“Mas Sidiq, Mas Jafar…jangan bertarung jarak Pendek dengan Makhluk itu. Kita harus bersatu dahulu,” ucap Nisa, membuat Sidiq dan Jafar terkejut.


“Nisa, kamu gak usah kesini, berbahaya bagimu,” kata Sidiq.


“Iya Nisa, kamu menyingkir saja,” sahut  Jafar.


“Tidak, ini perintah Abah Guru,” jawab Nisa.


Sidiq dan Jafar pun kaget, mendengar jawaban Nisa. Apalagi melihat di situ juga ada Kyai Syuhada dan Kyai Nurudin guru Sidiq dan Jafar. Sehingga Sidiq dan Jafar segera menghampiri Nisa.


“Apa kamu yakin Nisa?” tanya Jafar.


“Iya, aku yang suruh Nisa bergabung,” kata Kyai Syuhada.


Sidiq dan Jafar pun tak berani membantah Kyai Syuhada, sehingga membiarkan Nisa ikut bergabung dengan mereka. Sementara itu Dalang Anyi Anyi justru mendapat kesempatan untuk menyerang ketiga anak tersebut.


Sehingga Kilatan cahaya Ilmu Gundolo Sosro menyambar ketiga anak Yasin tersebut. Sidiq dan Jafar segera bergerak melindungi Nisa Adiknya. Agar terhindar dari sambaran Ilmu Gundolo Sosro. Namun sambaran Ilmu Gundolo Sosro tersebut cukup keras dan menghantam  ketiganya. Meskipun Jafar melindungi Nisa dengan Stambul Al-Quran. Dan Sidiq menggunakan Ajian Waringin Sungsang.

__ADS_1


Ketiganya tetap terpental beberapa meter ke belakang. Meski tidak mengalami cedera di tubuh mereka. Namun justru Dalang Anyi Anyi yang terbelalak kaget, saat serangannya mengenai ketiga anak Yasin tersebut. Terutama saat Nisa ikut terpental.


Dalam pandangan Dalang Anyi Anyi, Nisa yang terpental itu seakan berubah menjadi Begawan Sanjaya. Yang tidak lain adalah “tuan” dari Dalang Anyi Anyi pada zaman dahulu.


“Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…menyingkirlah kamu gadis kecil, jangan sampai ikut terkena Aji Gundolo Sosro. Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…!” kata Dalang Anyi Anyi.


“Tidak, aku siap menerima ajianmu yang paling kuat. Keluarkan sekarang juga, aku akan menyambut dengan senang hati,” jawab Nisa.


Sidiq dan Jafar melihat perubahan pada dalang Anyi Anyi yang seakan akan menjadi agak ragu melakukan serangan lagi.


“Kenapa tiba-tiba dia jadi menghentikan serangan Mas?” tanya Jafar.


“Aku juga tidak tahu, ada apa dalam diri Nisa? Kenapa Raja Khodam tersebut jadi kayak ketakutan pada Nisa?’ jawab Sidiq.


“Ayo lakukan sekarang, keluarkan seluruh kemampuanmu Makhluk aneh,” ucap Nisa.


 Dalang Anyi Anyi justru semakin ketakutan. Sosok Nisa dimata Dalang Anyi Anyi adalah sosok Begawan Sanjaya yang muncul dihadapannya.


“Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…kenap Begawan ikut campur urusan ini. Kita dulu sudah sepakat, saling menjaga, Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…?” tanya Dalang Anyi Anyi.


Sidiq dan ajfar yang mendengar itu jadi tahu, jika Dalang Anyi Anyi melihat Nisa seperti melihat leluhurnya Begawan Sanjaya.


“Pancing terus dia untuk bicara Nisa, agar kami bisa meringkusnya,” bisik Sidiq pada Nisa.


“Iya Mas, pada saat yang tepat seranglah bagian belakang kepalanya yang memakai Blangkon,” kata Nisa.


“kamu bisa tahu seperti itu dari siapa,” kata Sidiq.


“Abah Guru Syuhada sudah memberi tahu Nisa,” jawab Nisa.


“Apa rencana Mas Sidiq?” tanya Jafar kemudian.


Sidiq pun membisikan sesuatu kepada Jafar dan Nisa. Kemudian ketiganya melompat secara bersamaan menyerang Dalang Anyi Anyi. Sidiq berhasil menyerang Dalang Anyi Anyi tanpa perlawanan. Bahkan Dalang Anyi Anyi merasakan kesakitan terkena hantaman Sidiq. Meski belum berhasil mengenai sasaran yang dituju.


“Kita desak terus, supaya bisa menjangkau bagian belakang kepalanya,” kata Sidiq.


Dalang Anyi Anyi tahu jika Sidiq dan Jafar mengincar bagian kelemahannya. Sehingga segera mengambil tindakan untuk antisipasi. Kemudian dengan sekali gerakan dan teriakan Dalang Anyi Anyi tiba tiba wujudnya menjadi kembar Tiga.


“Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…temukan aku yng Asli, jika kalian mampu, Ayyyiii…Ayyyiii…Ayyyiii…” kata Dalang anyi Anyi yang menjadi tiga wujud yang Nampak. Namun hanya satu suara yang terdengar oleh Sidiq dan Jafar juga Nisa.


“Mana wujud yang Asli, aga susah membedakan mereka,” ucap Jafar.


Yasin dan Sena jadi ikut tegang melihat jalannya pertempuran yang semakin menegangkan. Ketiga Sosok tersebut melakukan gerakan yang sama mengeluarkan Ajian Gundolo Sosro dan secara cepat menyerang Sidiq dan Jafar. Sementar Nisa hanya dibiarkan saja, tidak diserang.


Salah satu yang menyerang itulah sosok asli Dalang Anyi Anyi. Kemudian kembali ke tempat semula, sedang dua sosok yang lain adalah bayangan palsu saja. Karena tidak bergerak sama sekali. Keduanya tetap berdiam di tempatnya semula.


Kemudian tiga sosok dalang Anyi Anyi tersebut kembali melakukan gerakan Ajian Gundolo Sosro. Bersiap menyerang Sidiq dan Jafar. Sidiq menduga jika sosok yang Asli tadi yang sempat menyerang dia dan adiknya Jafar. Sehingga Sidiq fokus untuk menyerang sosok yang tadi menyerang mereka.


Namun Sidiq tertipu, karena sosok yang tadi diam saja justru yang sekarang menyerang mereka. Sementara Jafar yang bergerak melompat menyerang sosok yang diduga asli, namun serangannya hanya mengenai angin kosong. Sosok itu seperti bayangan saja, tidak tersentuh oleh Jafar.


Sehingga Sidiq dan Jafar dibuat bingug kembali, mereka dipaksa mencari sosok Dalang Anyi Anyi yang asli. Sidiq dan Jafar benar benar harus berusaha keras memecahkan teka teki tersebut.


“Bagaimana cara mengetahui sosok asli Raja Khodam tersebut,” tanya Sidiq ke Jafar.


“Aku juga bingung Mas,belum menemukan caranya,” jawab Jafar.


“Harus gunakan Cermin untuk mengetahui mana yang sosok Raja Khodam tersebut,” jawab Nisa.

__ADS_1


Mana mungkin bisa mendapatkan cermin di sini,” kata Sidiq.


“Sudah serang saja ketiga tiganya, masing masing dari kita menyerang satu persatu wujud itu,” kata Jafar.


“Bagaimana dengan Nisa?” tanya Sidiq.


“Makhluk itu tidak akan berani menyerang Nisa. Jadi kita agak tenang,” jawab Jafar.


Sidiq setuju dengan pendapat Jafar. Memanglah Sosok tersebut tidak pernah menyerang Nisa bahkan menghindari. Mungkin dengan ini mereka bisa melihat mana sosok yang Asli dan buatan.


Kemudian Sidiq dan kedua adiknya kembali gantian menyerang sosok Dalang Anyi anyi .


Mereka berharap dapat kembali mengenai Dalang Anyi anyi. Namun kejadiannya adalah Sidiq dan Jafar juga Nisa hanya menyerang  angin saja. Tiga sosok tersebut lenyap, dan tiba tiba sudah berada di belakang mereka. Sehingga justru Sidiq dan Jafar yang terkena pukulan Sosok tersebut, meski sekedar pukulan biasa.


Ketiga anak tersebut semakin penasaran, namun ketika mereka melihat ke belakang mereka semakin kaget lagi. Karena sosok Dalang Anyi Anyi justru berubah menjadi enam, bukan hanya tiga.


Yasin dan Sena hampir saja melompat membantu Sidiq dan Jafar. Namun dicegah oleh dua guru Sidiq dan Jafar.


“Jangan…biar mereka sendiri yang memecahkan teka teki itu,” Ucap Kyai Syuhada.


“Mereka dalam bahaya jika seperti itu Kang,” Protes Yasin.


“Percayalah, mereka akan baik baik saja. Ini sekaligus untuk mengasah logika ketiganya,” jawab Kyai Syuhada.


Yasin sebenarnya ingin Protes, namun diurungkan karena Yasin masih prcaya jika Maksud Kyai Syuhada pasti baik dan penuh pertimbangan.


Sementar Sidiq dan Jafar semakin heran dengan kemunculan sosok kembar yang berjumlah enam. Namun  Nisa tidak terlalu heran dengan kejadian itu, justru Nisa berharap sosok Dalang Anyi Anyi akan menjadi lebih banyak lagi.


“Biarkan sosok itu menjadi sebanyak mungkin, jika perlu sebanyak banyaknya, Mas,” ucap Nisa.


“Kenapa?” tanya Sidiq.


“Gak tahu, kata Abah guru tadi begitu,”jawab Nisa polos.


“Mungkin ada sesuatau ketik Raja Khodam itu semakin berjumlh banyak,” kata Jafar.


Sosok Dalang Anyi Anyi pun secara tiba –tiba serempak menyerang Sidiq dan Jafar juga Nisa.


Sidiq dan Jafar pun terkejut, karena tidak menduga jika Nisa juga akan diserang. Semula Sidiq dan jafar sebelumnya menduga sosok tersebut tidak berani melawan Nisa. Tapi nyatanya, kali ini Nisa pun menerima serangan dari sosok dalang Anyi Anyi.


“Nisa, Awas…!” teriak Sidiq memperingatkan Nisa.


Namun Nisa sendiri justru malah terkejut tak mampu berbuat apa apa.


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 

__ADS_1


__ADS_2