Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Misteri Jodoh Manusia 2


__ADS_3

Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


...Misteri Jodoh Manusia 2...


"Apa itu bukan karena ayah kamu mau menjauhkan kita Riska ?” Tanya Sidiq.


Lita dan Riska jadi kaget mendengar pertanyaan Sidiq tersebut. Keduanya saling bertatapan mata seakan saling meminta pendapat…!!!


 


“Tidak…tidak seperti itu Mas Sidiq, orang tua mana yang gak khawatir dengan kejadian yang pernah terjadi seperti pada Riska kemarin ?” Jawab Riska.


Sidiq menyesali apa yang telah diucapkan tadi. Yang membuat Riska jadi agak tersinggung.


“Iya maaf aku yang salah, mungkin karena rasa…!” Ucapan Sidiq terhenti ingat ada Lita juga disitu.


“Rasa apa Sidiq, lanjutin saja gak papa.” Goda Lita.


Sementara Riska hanya tersenyum malu malu.


“Ah gak kok, rasa khawatir saja maksudku.” Jawab Sidiq berkilah.


“Ehheem.. owh khawatir ya ? Khawatir kenapa, khawatir Riska lari ke orang lain maksudnya ?” Goda Lita pada Sidiq.


Sidiq hanya diam menahan senyum saja. Dan Riska yang menyahut ucapan Lita tersebut.


“Apaan sih Lita kok bilangnya seperti itu. Gak ada niatan buat Riska begitu.” Gerutu Riska.


“Udah yuk, kembali ke kelas hampir jam masuk sekolah lagi nih !” Ucap Sidiq.


Gambaran kehidupan Yasin dan anak anaknya pasca usaha Yasin menggagalkan upacara sesat yang akan menumbalkan seorang gadis suci tanpa dosa. Kehidupan kembali wajar seperti sebelumnya. Dan seperti kebanyakan masyarakat dimanapun. Dalam kondisi Normal seperti itu sedikit mengurangi kewaspadaan.


Mereka lupa jika masih ada beberapa tokoh jahat yang belum tertangkap. Bahkan yang tertangkap itu hanyalah sebagian kecil dari anak buah yang masih bebas berkeliaran. Kondisi aman dan nyaman memang kadang justru membuat orang terlena, sedang Kondisi bahaya akan membuat orang berhati hati.


Sampai kepada saat pernikahan Farhan dan Sufi pu keadaan masih terkendali, dan proses pernikahan keduanya pun berjalan lancar tanpa ada gangguan sama sekali. Sebenarnya lah memang hal itu sudah diperhitungkan oleh Yasin. Mengambil suasana tenang untuk menikahkan Sufi dengan Farhan. Karena Feeling Yasin mengatakan jika setelah beberapa saat pasti akan ada tindakan balasan dari lawan lawan yang sempat kabur kemarin.


…..


…..


…..


“Adi Jaka, sudah saatnya kita sekarang melatih diri kita untuk meningkatkan kemampuan kita.” Ucap Gandung Santosa kepada Jaka Santosa setelah keduanya bertemu dan mengasingkan diri di sebuah gua. Jaka dan Gandung Santosa memilih bersembunyi di sebuah goa di kawasan merapi bagian barat dekat dengan kuburan ayahnya Mentorogo.


Mereka berdua bertekad untuk menambah ilmu kesaktian yang mereka miliki dengan berharap agar mendapat petuah dari mendiang ayahnya Mentorogo. Karena mereka berkeyakinan jika ruh ayah mereka bisa ditemui dan di mintai tolong. Begitulah kepercayaan mereka yang pada dasarnya adalah penganut sebuah aliran kepercayaan tertentu.


“Ada baiknya kita memanggil ayah kita dengan ritual kita. Untuk meminta semua ajian yang dimiliki dulu.” Jawab Jaka Santosa.


“Seperti apa yang dilakukan Jalu waktu itu ?” Tanya Gandung Santosa.

__ADS_1


“Benar…tapi kita gak usah ikutan bodoh dan gila seperti Jalu Kakang.” Jawab Jaka Santosa.


“Betul, dia memang sakti tapi bodoh masih bisa dikibuli oleh anak anak muda itu.” Jawab Gandung Santosa.


“Kit persiapkan nanti malam Jumat Kliwon untuk memanggil Ayah kita dan minta semua ilmunya diturunkan pada kita berdua Kakang.” Ucap Jaka Santosa.


“Hmm…iya boleh juga, meski aku belum yakin bisa mengalahkan dua anak musuh ayah kita itu. Kalau kita hanya berdua saja Adi Jaka.” Kata Gandung Santosa.


“Apakah Kakang menyesali karena kehilangan satu lengan Kakang ?” Tanya Jaka.


“Bukan itu Adi, tapi jujur Aku mengakui kehebatan dan kecerdasan anak anak itu.” Jawab Gandung Santosa.


“Kalau soal itu aku juga kakang, makanya kita harus persiapan dengan menambah Ilmu dan mencari bantuan dari sisa sisa orang yang telah bergabung dengan kita kemarin.” Jawab Jaka Santosa.


“Bagaimana caranya Adi ?” Tanya Gandung Santosa.


“Nanti pada saatnya aku akan mencari informasi dimana keberadaan mereka. Saat ini biarlah kita sembunyi dulu di sini.” Jawab Jaka.


“Aku setuju, kita tunggu sampai mereka lengah dan kita beraksi sambil mencari keberadaan kawan kawan kita.” Jawab Gandung Santosa.


“Kalau kita hanya berdua, bagaimana kita bisa beraksi Kakang ?” Tanya Jaka.


Justru dengan kita beraksi itu nanti akan mengundang kawan kawan kita supaya berkumpul. Jika dengar ada sebuah kerusuhan pasti mereka akan mencari tahu siapa yang melakukan. Dan saat itulah kita mudah untuk mencari mereka juga Ki Marto Sentono.” Jawab Gandung Santosa.


Jaka terdiam sejenak, dalam hatinya membenarkan apa yang dikatakan oleh Gandung Santosa kakaknya.


“Betul juga Kakang, kalau tidak ada yang memulai mungkin mereka juga akan berpikir panjang untuk bergerak mendekati Yasin dan keluarganya.” Jawab Jaka Santosa.


“Untuk itulah aku berencana demikian. Tapi saat ini kita fokus untuk memanggil ayah kita lebih dahulu.” Ucap Gandung Santosa.


Begitulah usaha yang dilakukan oleh Gandung dan Jaka Santosa dalam membuat rencana untuk membalas perbuatan keluarga Yasin. Sementara Yasin sendiri sudah mempersiapkan kedua anak anaknya untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.


…..


Ki Bujang memberi ilmu kanuragan pada Gede Paneluh dan Lembayung, sebaliknya Gede Paneluh memberikan ilmu ilmu santet dan teluh. Bahkan mereka bertiga mencoba menggabungkan dua dasar Ilmu kanuragan dengan Ilmu teluh untuk menciptakan Ilmu baru yang diharapkan bisa untuk melawan Yasin dan keluarganya.


“Akhirnya setelah sekian beberapa kali kita mencoba kita berhasil menggabungkan Ilmu santet dan ilmu Gundolo Sosro. Meski baru tingkat dasarnya saja.” Ucap Ki Bujang.


“Iya Ki Bujang, dan kita sekarang bisa memukul lawan dari jarak jauh dengan Kanuragan dan santet sekaligus.” Ucap Gede Paneluh.


“Selanjutnya akan kita beri nama apa ilu ini ?” Ucap lembayung.


“Karena Ilmi ini gabungan Gundolo Sosro dengan Teluh, dan merupakan pukulan jarak jauh dan dekat bagaimana jika kita beri nama Teluh Gundolo Manunggal ?” Ucap Ki Bujang.


“Nama Yang Bagus Ki Bujang, artinya gabungan teluh dengan ilmu petir. Dan efeknya sangat dahsyat, karena yang terkena seperti tersambar petir. Dan tubuhnya akan terisi dengan paku beling dan sebagainya.” Jawab Gede Paneluh.


“Mengerikan sekali, seandainya selamat dengan ilmu petir akan diserang teluh dengan masuknya benda benda tersebut kedalam tubuhnya.” Sahut Lembayung.


“Iya…apa yang kita ciptakan ini akan dapat membunuh lawan dalam waktu singkat.” Ucap Ki Bujang.


“Ada baiknya kita uji coba pada seseorang, jangan hanya kepada Pohon dan Binatang saja.” Ucap Lembayung.


Ki Bujang dan Gede Paneluh terdiam. Mereka berpikir siapa yang akan dijadikan sasaran atau korban untuk uji coba mereka bertiga.


“Usul kamu bagus Lembayung, tap siapa yang akan kita jadikan Korban untuk uji coba kita ?” Jawab Gede Paneluh.


“Kita cari orang yang ilmunya jangan terlalu tinggi.” Jawab Lembayung.

__ADS_1


“Maksud kamu jangan Yasin begitu ?” Tanya Ki Bujang.


“Juga jangan pada kedua anak Yasin dulu. Mereka cukup kuat, kita cari lawan yang masih dibawah mereka, kan sekedar uji coba dulu.” Jawab Lembayung.


“Menarik juga sih, tapi siapa orang yang masuk dalam kriteria tersebut ?” Tanya Gede Paneluh.


“Kita uji pada keluarga pacar anaknya Yasin, bukankah mereka tidak memiliki kekuatan supranatural. Sekedar pengen tahu seberapa hebat dan bagaimana efek orang yang terkena ilmu tersebut saja.” Ucap Lembayung.


Ki Bujang dan Gede Paneluh terdiam sesaat, mereka mempertimbangkan usulan dari Lembayung tersebut.


“Apa untungnya menyerang mereka ?” Tanya Ki Bujang.


“Kita serang tapi jangan sampai mati, kemudian kita tolong seakan kita adalah pahlawan bagi mereka. Kemudian kita hasut mereka agar membenci keluarga Yasin.” Jawab Lembayung.


“Caranya untuk menghasut bagaimana ?” Tanya Gede Paneluh.


“dengan cara mengatakan jika ini semua terjadi karena ulah Yasin dan keluarganya yang suka bikin onar. Sehingga banyak orang yang tersinggung dan akhirnya membalas kepada orang orang terdekatnya.” Jelas Lembayung.


Ki Bujang dan Gede Panelu mengangguk angguk seperti setuju.


“Ada tujuan lain tidak ?” Tanya Ki Bujang.


“Bagi pribadiku ada.” Jawab Lembayung jujur.


“Apa tujuan Pribadi kamu Lembayung ?” Tanya Gede Paneluh.


“Saat aku dulu memasang walt di rumah Lurah itu, aku melihat wanita muda yang sepertinya masih kerabatnya. Dan aku tertarik wanita tersebut, jadi aku akan mendekati wanita tersebut sebagai pahlawan dan akan memanfaatkan agar bisa mendapatkan wanita tersebut.” Jawab Lembayung yang ternyata menyukai Laras dan akan menjadikan Laras sebagai wanita simpanan lembayung.


“Dasar Otak Mesum kamu ?” Kata Ki Bujang.


“Aku kan masih muda Ki, gak seperti Ki Bujang.” Jawab Lembayung.


“Tapi baiklah, jika itu bisa memancing Yasin dan melemahkan dia agar kita lebih mudah membalas Dendam nanti.” Jawab Ki Bujang.


“Ya kalau begitu kita siapkan saja ubo rampe yang dibutuhkan. Dan kita garap nanti malam untuk melukai Lurah tersebut agar dia sakit tak bisa bangun. Dan kita lah yang nanti mampu mengambil teluh itu.” Ucap Gede Paneluh.


“Baik mari sekarang kita persiapkan agar nanti malam kita buat Lurah itu tak bisa bangun.” Kata Ki Bujang.


Mereka bertiga pun akhirnya bersiap untuk mencelakai Lurah Broto Ayah Riska dan akan membuat Ayah Riska tak bisa bangun karena teluh. Dan saat itu Lurah Broto sendiri agak sedikit kecewa dengan Yasin yang menikahkan Farhan dengan Sufi. Karena Lurah Broto berharap Farhan menikahi Laras sepupunya…!!!


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


Mohon maaf 🙏


kemarin tidak bisa up.


Semoga tetap Terhibur.

__ADS_1


 


 


__ADS_2