Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Jafar Klarifikasi berita


__ADS_3

...Jafar Klarifikasi berita...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


Kamu....??? " Aku kaget begitu melihat seluruh wajah wanita itu. Tidak salah lagi ini pasti dia orang nya, pikirku..!!!


Aku kaget lihat wajah asing itu, wajah bukan asli Indonesia. Dan aku yakin dialah Lady Ninja yang waktu itu bertempur denganku.


"Kamu kaget anak muda?" tanya Wanita setengah tua itu.


"Maaf, di antara kita kan gak ada permusuhan kenapa kamu halangi jalanku ?" Tanyaku pada wanita itu.


"Aku tidak bermaksud jahat, tapi aku ingin kamu jadi murid. Agar ada penerus Klan Yuki, dan aku akan ajari kamu Shuriken jutsu. Agar kamu mahir lempar senjata. siapa kamu punya nama anak muda?" Tanya wanita itu dengan lembut. Berbeda sikap nya saat bertempur dulu. atau mungkin karena waktu itu hanya sorot matanya yang tampak.


Saat seluruh wajahnya kelihatan, ternyata wajah keibuan nya membuat kemarahan ku jadi hilang. Bahkan semakin teringat dengan bunda Fatimah yang lagi sedih.


" Maaf nyonya... (tak sebut nama karena gak tahu namanya) Saya Jafar, baru butuh buru ijinkan saya lewat. Lain kali mungkin bisa kita lanjutkan lagi pembicaraan ini." Kataku pada wanita itu.


"Panggil aku master Tsashi, baiklah kalau kamu buru buru tapi lain kali aku akan temui kamu lagi." ucap wanita itu langsung menghilang dari pandangan ku.


Aku gak mau ambil puding, saat ini aku hanya Fokus dengan kondisi rumah. Ingin segera menjumpai Ayah Bundaku. Memastikan kondisi mereka, yang tidak mungkin kutanya lewat telpon.


Aku pun segera melanjutkan perjalanan menuju Pondok Al-Hikmah menjemput mas Sidiq.


.....


.....


.....


Sesampainya di Pondok Al-Hikmah abah guru mas Sidiq tidak ada di rumah nya. Dan aku langsung masuk ke kamar mas Sidiq dan mengajak nya pulang ke rumah.


"Mas Ayo kita pulang sekarang." kataku langsung menggandeng tangan mas Sidiq.


"Eeeh ada apa Jafar kok main seret saja ?" Tanya Mas Sidiq.


"Nanti Jafar jelaskan sekarang pokoknya ikut saja kata Jafar." Kataku memaksa.


Mas Sidiq pun tidak banyak tanya langsung mengikuti aku bahkan tanpa ganti baju.


Aku sudah tidak sabar ingin segera sampai rumah. Dan segera menyalakan motor dan langsung pergi dari Pondok Al-Hikmah menuju ke rumah.


Bahkan di dalam perjalanan pun aku tidak berkata sepatah kata pun pada mas Sidiq. Mungkin mas Sidiq pun bingung ada apa sebenarnya. Namun aku juga tidak bisa menceritakan, biar mas Sidiq nanti tahu sendiri saja, batinku.


.....


.....


.....


Di rumah Yasin


Author POV


Yasin yang hari itu berdiam diri di rumah saja, banyak menghabiskan waktu bersama Fatimah istrinya.


"Mas Fatimah sebenarnya kasihan kenapa mas kemarin usir Lusy begitu?" Tanya Fatimah.


"Siapa yang ngusir, aku kan hanya bilang agar dia menyampaikan usahanya sudah berhasil pada Gede Paneluh dan Jalu saja." Jawab Yasin.


"Tapi kan Lusy bisa salah paham mas!?!" protes Fatimah.

__ADS_1


"Jika dia mau berubah jadi baik maka akan kembali ke sini. Tapi jika tidak kembali berarti dia enjoy dengan kehidupan nya yang sekarang." Jawab Yasin.


"Iya juga sih, tapi Fatimah suka kasihan sama wanita seperti itu." kata Fatimah.


"Iya, tapi suka cemburu juga kalau aku nolong seorang wanita. Terus membandingkan merasa sudah tua dan seterusnya. buat ngomel sama suami." jawab Yasin.


"Diih ya gak gitu lah, kan wajar istri punya rasa cemburu begitu." ucap Fatimah.


"Hmmm... hanya cari pembenaran diri saja itu namanya...!" Jawab Yasin.


"Eh mas udah ada uban di rambut mas, boleh Fatimah cabut gak?" tanya Fatimah mengalihkan topik pembicaraan.


"Terserah saja, aku sih gak masalah tumbuh uban juga. " Jawab Yasin.


Kemudian Fatimah mencabut uban yang tampak, dengan menyisihkan rambut sekitarnya.


"Lah kok udah banyak ternyata uban kamu mas ?" Komentar Fatimah.


"Terus kenapa, mau cari yang lebih muda dariku?" God's Yasin.


"Nah mulai lagi kan, mancing mancing masalah...!" jawab Fatimah.


Fatimah pun mulai mencabuti uban suaminya satu persatu di tunjukkan pada Yasin setelah mencabut.


Sesekali diselingi canda ria sepasang pasangan suami istri yang sudah tidak muda lagi itu.


Tawa canda mereka seakan tidak pernah berhenti mengisi hari hari mereka dalam kondisi seperti apapun. Baik sedang Longgar maupun sempit ekonomi.


Tiba tiba mereka di kejutkan dengan kedatangan Jafar yang langsung membuka pintu tanpa mengucap salam seperti biasanya.


"Jafar,,,, sejak kapan kamu gak ngucapin salam saat masuk rumah...!" Bentak Fatimah pada Jafar yang dinilai tidak sopan tersebut.


"Maafkan Jafar bunda, Jafar terlalu buru buru. Ayah dan bunda sedang apa" Tanya balik Jafar yang bingung melihat Ayah bundanya rukun rukun saja.


. "Memang kenapa Jafar tanya begitu, bunda hanya nyariin uban yang mulai tumbuh di rambut Ayah kamu." Jawab Fatimah bingung dengan maksud Jafar anaknya.


"Bunda gak kenapa napa?" Tanya lanjut Jafar.


"Maksud Jafar apa, bunda jadi bingung kan Jafar lihat bunda baik baik saja...!?!" Jawab Fatimah.


Jafar ikutan bingung, apalagi lihat ayahnya justru senyum senyum menahan tawa.


"Mas,,, kok malah senyum senyum sendiri, apa gak lihat Jafar jadi aneh begitu?!?" Tanya Fatimah pada Yasin.


"Wkakaka....! " Yasin justru tertawa ngakak membuat Fatimah dan Jafar makin bingung. Apa lagi Sidiq yang merasakan keanehan Jafar sejak menjemputnya tadi.


"Ada apa sih Yah, tadi Dik Jafar juga maksa Sidiq pulang. Sidiq kira Ayah dan bunda kenapa napa." ucap Sidiq dalam kebingungan nya.


Namun Yasin justru semakin kerasa tertawa membuat kedua anaknya tambah bingung dan Fatimah istrinya jadi jengkel.


"Ditanya anak istrinya bukan Jawab malah tertawa ngakak bikin emosi saja...!" ucap Fatimah sambil mencubit Yasin sampai kesakitan.


"Aduh sakit, lepaskan duluan baru aku cerita, soal nya ini pasti lucu banget nanti...!" ucap Yasin masih sambil tertawa.


Fatimah oun melepaskan cubitan nya pada suaminya itu.


Setelah Yasin bisa menahan tawa, barulah dia mulai cerita.


"Ayah Yakin, Jafar pasti termakan isu yang kemarin itu Fatimah...!" kata Yasin masih sambil menahan tawanya.


"Isu apa, isu yang mana?" tanya Fatimah mendesak Yasin melanjutkan cerita nya.


"Isu yang kita buat sendiri untuk menipu Jalur dan Gede Paneluh itu. " Jawab Yasin.


"Owh itu....?!?" ucap Fatimah yang justru ikutan tertawa ngakak. membuat Jafar makin bingung dan Sidiq pun semakin tidak mengerti.


"Isu apa sih yah, kok Sidiq makin gak ngerti?" tanya Sidiq.


Fatimah masih tertawa ngakak, sampai keras sekali suara tawanya. hingga mengejutkan isna dan Utari yang sedang istirahat siang.

__ADS_1


"Ada apa sih umi kok kayaknya bahagia banget sama Abi, eeh ada kang Ja'far dan kang Sidiq. Udah lama kang?" Tanya Isna yang baru bangun gak pakai jilbab terus lari masuk kamar memakai Jilbabnya.


Jafar dan Sidiq masih diam mematung.


"Kang Sidiq dan kang Jafar, kangen ya sama Ayah bunda nya. Atau kangen sama Isna dan Tari, hehehe....!?!" Tanya Utari menggoda.


"Ini Jafar lagi cemburu sama ayahnya, dikira selingkuh dengan Lusy yang kemarin itu." kata Fatimah.


Isna dan Utari pun ikutan tertawa mendengar itu.


"Owh jadi kamu tadi marah, terus maksa mas Sidiq pulang?!?" Tanya sidiq ke Jafar.


Jafar yang merasa bersalah langsung bersimpuh di hadapan ayahnya meminta maaf.


"Maafky Jafar yah, Jafar salah sudah berburuk sangka pada Ayah." ucap Jafar terisak menyadari kesalahannya.


Semua punya jadi terharu menyaksikan Jafar menangis dan bersimpuh di hadapan ayahnya.


"Tidak apa apa anakku, Ayah tahu kamu begitu karena kamu sangat mencintai ibunda kamu. Justru Ayah bangga dengan kamu Jafar." ucap Yasin.


Jafar oun bangkit dan memeluk ayahnya.


"Jafar yang bangga jadi anak Ayah, Ayah adalah pahlawan bagi bagi Jafar. Dan Jafar yang tidak bisa menyaring berita." kata Jafar.


Kemudian Fatimah oun menceritakan kejadian yang sebenarnya. Dan Yasin bertanya kepada Sidiq.


"Apa kamu gak jadi bilang ke Jafar adik kamu soal CCTV kemarin itu ?" tanya Yasin


"Iya yah, Sidiq lupa." Jawab Sidiq malu.


"Aduh kang Sidiq banyak mikirin mbak Riska terus sih jadi pelupa kan?!?" goda Isna.


"Ehemm ada yang cemburu tuh kang Sidiq." Goda Utari pada Isna.


"Gak kang, Tari tuh ngarang cerita terus sukanya." jawab Isna malu pada Sidiq.


Begitulah seorang Jafar yang termakan berita yang tidak benar. Dan darah muda Jafar yang masih menggelora sampai membuat Jafar tak mampu berpikir dengan jernih. Sehingga memakan berita itu mentah mentah.


sebuah kejadian yang lazim menimpa anak muda, meski dia seorang santri sekalipun. Apa lagi berita yang menyangkut orang orang yang dicintai nya. Sebuah pelajaran hidup bagi Jafar untuk lebih berhati hati.


Untunglah semua berakhir dengan happy ending, dan justru semakin membuat mereka bertambah harmonis. Jafar pun minta ijin untuk kembali ke Pesantren, bersama Sidiq. kebetulan juga Yasin tidak ada jadwal melatih di kedua pesantren anak anaknya tersebut. Sehingga hanya berdiam diri di rumah.


"Jafar kembali ke pesantren dulu yah, maafkan Jafar ya yah." ucap Jafar sekali lagi minta maaf pada ayahnya.


"Iya pasti Ayah maafkan nak, pesan Ayah jika kamu nanti berhadapan dengan ilmu halimun gunakan cara cara yang Ayah ajarkan pada kalian. Gunakan undur alam yang mampu membuka tabir halimun. Firasat Ayah mengatakan jika kalian mungkin akan menghadapi salah satu dari mereka atau bahkan kalian berdua akan menghadapi mereka bersama sama. Kata Yasin kepada dua anaknya.


Jafar dan Sidiq pun kemudian berangkat kembali ke pesantren, setelah berpamitan pada kedua orang tuanya.


" Mas, kok tadi bilang begitu ke Jafar dan Sidiq, apa mereka dalam bahaya?" Tanya Fatimah.


" Sekedar Nasehat saja, tidak bisa dipungkiri jika mereka pun di incar oleh musuh musuhku karena mereka adalah anak anakku." Jawab Yasin.


"Mas tega membiarkan mereka?" tanya Fatimah.


"Tidak juga, hanya perlu sedikit melatih mereka berjuang di dunia secara nyata dan mandiri. Kalau terpaksa baru aku nanti turun tangan." Jawab Yasin.


Sebenarnya Yasin sudah mendapatkan informasi dari pak Tadi, melalui informan yang disebar mencari Jalu. Jika beberapa murid ki Marti Sentono mempelajari ilmu halimun untuk membuat perhitungan dengan Sidiq dan Jafar, sebagai uji coba sebelum melawan Yasin sendiri.


Namun Yasin masih merahasiakan dari Fatimah, sekalian menguji ketangguhan dan kecerdasan anak anaknya. Meski tetap dalam pengawasan Yasin juga... !?!


...Bersambung....


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2