
...Awal kembali nya konflik besar...
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
Yasin jadi terperanjat, "apa mungkin ada orang yang mau menerapkan ilmu sesat yang sudah langka itu?" kata Yasin dalam hati....!?!
"Bagaimana ceritanya pak?" Tanya Yasin.
"Intinya saudara saya itu minta tolong saya pak. Saya diminta untuk menemukan bapak, karena saudara saya selain sedang berduka juga malu pada bapak." Ucap orang itu.
"Malu sama saya? Memang kenapa harus malu pak, kalau soal sedang berduka saya maklum pak. Namanya kehilangan anak, pastinya sangat sedih." Jawab Yasin.
"Saudara saya itu yang dulu pernah memfitnah bapak. Jadi dia malu mau minta tolong bapak langsung." Jawab orang itu.
"Memfitnah saha bagaimana?" Tanya Yasin.
Saudara saya itu namanya Margono pak. Yang dulu mukulin Rendy ponakan bapak. Dan katanya pernah ribut sama bapak juga." kata orang tersebut.
Yasin terkejut mendengar nama Margono, orang yang pernah menganiaya Randy ponakannya dulu.
"Jadi yang meninggal itu anak pak Margono? Inalillahi Wa inna ilaihi Raji'un, meninggalnya kenapa pak?" Tanya Yasin.
Meskipun Yasin pernah punya masalah pribadi dengan Margono namun tidak tega juga Margono dapat musibah begitu.
"Iya pak, maaf apa bapak masih mau bantu. Meninggal karena kecelakaan pak, kondisinya memprihatinkan, bagaimana pak." Tanya orang itu ragu ragu. Sampai bicaranya belepotan.
"Saya tidak punya alasan untuk menolak pak. Urusan saya dengan pak Margono juga sudah selesai. Coba nanti malam saya usahakan kesana, ikut tahlilan. Owh iya maaf, bapak ini namanya siapa ya sampai lupa tanya." Jawab Yasin.
"Gak papa pak, Nama saya Mardiyanto biasa dipanggil Mardi pak." Jawab orang yang bernama Mardiyanto tersebut.
"Yasudah, sampaikan rasa bela Sungkawa saya. InsyaAllah nanti saya ke rumah pak Margono." Jawab Yasin.
"Terimakasih pak, sudah bersedia membantu nanti saya sampaikan ke Margono." Jawab Mardiyanto.
Mardiyanto pun pulang dan Yasin melanjutkan pekerjaannya. "kenapa kang Tohari dan Farhan belum kasih kabar juga. Sepertinya kondisi semakin gawat, Anak-anak ku ikut terancam. Aku harus bagaimana ini." kata Yasin dalam hati.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya Yasin pun segera balik ke rumah. Dalam perjalanan terus memikirkan kemungkinan adanya praktek ilmu Hitam yang berbahaya. "semua ini timbul dari hasat dan hasut nya hati Manusia. Yang tidak pernah merasa cukup dengan Anugerah Nya. Sehingga ingin memiliki apa yang bukan milik nya. Baru juga semalam bahas itu dengan anak anak." batin Yasin.
Sesampainya di rumah Yasin minta dibuatkan kopi Fatimah istrinya. Sementara Sufi nama panggilan baru Lusy menggantikan Fatimah jaga warung.
"Capek mas, atau ada masalah baru lagi. Kayaknya kusut amat ?" Tanya Fatimah.
Yasin Heran dengan istrinya yang begitu peka dengan apa yang dirasakan.
"Kamu tahu aja kalau aku baru ada masalah. Kayak dukun saja kamu ini." Goda Yasin.
Memang Yasin selalu membawa masalah dengan santai. Seberat apapun masalah itu, karena Yasin sangat percaya. Tuhan tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hamba Nya.
Jadi ujian berat seperti apapun, Pasti akan ada jalan keluar nya. di samping itu juga yakin jika 'Bersama kesulitan ada kemudahan ( Pertolongan / Anugerah) Quran Surah 94 ayat 5-6. Dengan keyakinan itu membuat Yasin bisa tenang menghadapi semua masalah.
"Fatimah kan istri kamu mas, tahu kapan dan bagaimana kamu sedih kapan dan bagaimana kamu jika sedang bahagia." Jawab Fatimah serius.
"Owh iya, hampir lupa kalau kamu itu istriku." Jawab Yasin menggoda istrinya.
"Maksudnya,,, awas ya jangan mentang-mentang ada yang lebih muda di rumah ini terus macam macam...!!!" Ancam Fatimah.
"Ya gak lah, bercanda aja kok. Habis kamu pakai bilang begitu tadi." Jawab Yasin. Tak juga istrinya ngambek, padahal Fatimah juga sekedar bercanda.
"Terus ada masalah apa lagi?" Tanya Fatimah lagi.
Yasin pun lantas menceritakan pertemuan dengan Mardiyanto di kebun.
"Owh itu, tadi juga orang nya ke rumah kok. Tapi gak cerita detail. Hantu bilang mau ada perlu." Jawab Fatimah.
"Pantas kamu tahu ada masalah, kirain pakai Ilmu dukun." Goda Yasin.
__ADS_1
"Memang,,, Fatimah kan dukun...! Dukun pijat bagi suaminya. Tiap malam kan mas minta pijit Fatimah." Balas Fatimah.
"Beda lah kalau itu...!" Jawab Yasin.
"Terus rencana mas mau bagaimana?" Tanya Fatimah.
"Belum tahu juga nih Fatimah...!?!" Jawab Yasin.
"Mas gak boleh gitu, pasti masih dendam dengan pak Margono ya?!?" kata Fatimah.
" Gak kok,,, sungguh bukan itu. Hanya heran kang Tohari dan Farhan belum kasih kabar apapun juga." Jawab Yasin.
"Iya ya, apa perlu Fatimah minta tolong Khotimah buat kontak Farhan?" Tanya Fatimah.
"Boleh, nanti aku hubungi kang Tohari lagi." Jawab Yasin.
Tak lama kemudian Sufi datang mengatakan jika ada barang-barang yang hampir habis dan perlu belanja lagi.
"Besok saja, sekarang pasar dah hampir tutup." Jawab Fatimah.
"Ya mbak, tapi langganan kita itu sedikit lebih mahal. selisih sekitar seratus sampai dia ratus sama Grosir besar per pack nya." kata Sufi.
"Kamu hitung sekali belanja selisih berapa Sufi?" tanyaku.
"Sekitar lima belas ribuan sekali belanja." Jawab Sufi.
"Itu yang jualan tetangga kita kamu tahu belum?" Tanyaku lagi.
"Sudah kak, mbak Fatimah sudah cerita." jawab Sufi.
"Belanja ke sana kan paling 3 hari sekali selisih lima belas ribu sehari rata rata lima ribu. Mau gak Sufi sedekah ke orang itu lima ribu sehari?" tanyaku.
"Malu kak kalau sedekah hanya lima ribu." Jawab Sufi.
"Nah dengan belanja ke tempat dia meski kita tahu sedikit lebih mahal itu sana dengan sedekah. Tanpa mengurangi martabat dia karena ada proses jual beli. Tapi kita untung dobel, dapat belanja dapat nilai sedekah. Pilih mana, belanja saja atau sekalian sedekah tanpa terasa?" Tanyaku ke Sufi.
"Astaghfirullah... iya kak sudah paham makasih." jawab Sufi.
Kadang Ilmu tidak harus disampaikan secara formal, namun justru dari kejadian sehari hari dalam kehidupan banyak yang bisa kita ambil hikmahnya.
Hal itulah yang sering digunakan Yasin dalam memberikan pemahaman. Sesuai timing untuk menjelaskan suatu hal. Bahkan lebih sering dengan pertimbangan yang logis tidak sekedar moralis saja. Sehingga lebih bisa diterima akal, meski tidak semua bisa dengan cara seperti itu.
Ketika diperlukan dalil Naqli (yang tidak bisa diterima akal) maka menggunakan dalil dalil yang bersumber dari Qur'an, hadits ijma' dan qiyas.
Jika cukup dengan Logika maja Yasin justru menghindari dalil Qur'an dan Hadits. Dengan pertimbangan jika didebat makan yang didebat adalah pendapat Yasin bukan Qur'an ataupun Hadist. Agar tidak sampai orang tersebut jadi ingkar Qur'an maupun hadits.
Sekedar mendebat pendapat Yasin gak masalah, namun jika yang di debat Qur'an atau hadits bisa bahaya. Begitulah prinsip Yasin jika terpaksa harus berargumentasi.
.....
.....
.....
Di Pondok Al-Hikmah
Sidiq POV
"Apa maksud Jafar dengan unsur alam yang bisa membuka tabir alam juga. Kok Jafar bilang dengan Unsur alam bisa untuk menghadapi ilmu halimun. Dengan menggunakan kodrat Allah SWT dalam bentuk hukum Alam, Hukum Fisika, hukum kimia dan biologi. Apa sih maksud Jafar?" Aku mencoba memecahkan teka-teki yang dikirimkan Jafar padaku melalui Pesan di Ponsel.
"Ngapain lo Dia, Chatingan sama Riska ya?" Tanya Ihsan tiba tiba muncul.
"Bukan Riska saja, sama Riska biasa saja cuma nanya udah makan belom dan sebagainya. Tapi yang dari Jafar adikku nih yang aku bingung apa maksudnya." Jawabku pada Ihsan.
"Apa mang isinya?" Tanya Ihsan.
"Baca sendiri, aku aja yang baca sendiri belum paham bagaimana mau bacakan buat kamu." Kataku. Sambil menyerahkan ponselku ke Ihsan.
Kemudian Ihsan membacanya berulang ulang.
"Aku juga belum paham maksudnya, tapi mungkin seperti yang dilakukan Jafar dan Ayah kalian saat menghadapi ki Marto yang bisa menghilang itu. Dengan memanfaatkan sifat Air unsur dari alam dan sesuai hukum alam. Jika sir itu meresap, menetes mengalir. Bukankah waktu itu Jafar mengetahui keberadaan ki Marto yang menghilang juga dari air yang menetes dari rambut ki Marto?" Jawab Ihsan.
Aku berpikir benar juga analisa Ihsan itu. Ini pasti kaitannya dengan hal tersebut. Jadi bisa gunakan undur alam yang ada. Selain Air, Tanah Api juga Angin pun akan bisa membantu mengenali keberadaan musuh yang pakai halimun.
__ADS_1
Akhirnya aku jadi paham apa maksud Jafar. Sementara kabar dari Jafar tentang Jaka dan Bayu Aji yang sudah kuasai ilmu seluruh putih masih aku simpan dari Ihsan.
"Hebat kami Ihsan, tumben otak kamu encer kali ini?" godaku pada Ihsan.
"Lah mau kemana, ditemani malah mau pergi?!?" tanya Ihsan.
"Mau cari makan siang dulu, ikut gak sekalian jalan jalan yuk. kan latihan masih lama, Ayah biasanya jelang ashar baru dateng."ajak ku pada Ihsan.
" Boleh traktir tapi ya?" jawab Ihsan.
" Beres, tapi anterin ke counter dulu sekalian nganter servis dan ambil bonusnya." Jawabku.
"Siap, tapi isi sekalian bensinnya ya, hehehe...?!?" Jawab Ihsan.
"Gampang, hari ini cukup banyak HP yang ku antar cukup lah buat seminggu jajan." Jawabku.
Aku dan Ihsan pun keluar mencari makan siang. Tanpa takut di ta'zir keluar masuk pesantren. Sedikit gunakan pengaruh ayah yang ikut melatih pencak silat di situ. Lumayan pengurus jadi agak sungkan padaku.
"Gak ijin dulu Diq?" Tanya Ihsan.
" Ijin siapa?" tanyaku.
"Ijin pengurus lah." Jawab Ihsan.
"Gak usah, justru mereka yang sekarang kalau keluar masuk ijin sama Sidiq, hehehe...!?! Gurauku.
" Wah gak bener lo, tar aku yang kena Ta'zir dong lo gapapa." Jawab Ihsan.
" Bilang aja gue yang ajak kan beres." Jawabku. Sebenarnya tujuanku sekedar memperingatkan pengurus yang kadang berlebihan. Bahkan memberi hukuman untuk kepentingan diri mereka, meski gak semuanya.
saat mau keluar Gerbang tiba tiba dicegah oleh salah satu pengurus Pondok.
" Diq beneran kita di hentikan, bukan jam sekolah kok..!" Ucap Ihsan agak takut.
"Terus aja nanti aku yang hadapi mereka." Jawabku.
Ihsan pun tetap menjalankan motornya sesuai permintaanku.
"Berhenti dulu mau kemana?" Tanya pengurus pondok ke Ihsan yang duduk di depan.
"Aku mau antar servis HP ke counter, memang gak boleh?" Aku yang jawab pertanyaan pengurus Pondok itu.
"Ooh gus Sidiq, maaf kirain siapa boleh gus silahkan." jawabnya.
Ihsan pun segera melajukan motor nya.
"Asik, bisa ikut manfaatkan fasilitas kamu nih gue Diq." seru Ihsan setelah agak jauh dari pesantren.
"Asal jangan buat yang gak bener aja San...!" jawabku.
"Beres Diq...!" Jawab Ihsan.
Kami pun menuju ke counter HP tempat kerjaku dulu. Memberikan HP yang sudah selesai Servis dan menerima HP yang harus di servis lagi. Serta menerima bonus servis HP yang sudah diambil kemarin.
Setelah itu aku pun segera mencari warung makan bersama Ihsan.
Sesampainya di warung makan yang cukup ramai pembeli. Aku dan Ihsan segera memesan makanan dan minuman sesuai selera masing masing.
Sambil menikmati makanan yang langsung tersaji aku mendengar samar orang ngobrol. Mereka membicarakan akan adanya pertemuan para tokoh dari berbagai Padepokan Olahraga Kanuragan dan Padepokan Ahli Kebatinan dari berbagai Aliran.
"Wah jangan jangan ini ada kaitannya dengan Padepokan ki Marto Sentono. Ayah harus tahu ini nanti." kataku dalam hati...!!!
...Bersambung....
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1