
Yasin menguji kanuragan anak anak Didiknya
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
🙏🙏🙏
Selamat mengikuti alur ceritanya
...........
"Akhirnya aku bisa menemukan musuh besar keluargaku Yasin, akan ku balas kematian ki Joyo Maruto nanti. Baik dengan cara halus maupun cara kasar, sampai ke anak istrinya akan aku hancurkan semua.” Kata Gede Paneluh dalam hatinya yang sudah penuh dengan api dendam membara...!
“Saatnya membuat teluh untuk membuat perpecahan jika perlu memisahkan rumah tangga Yasin. Agar keluarganya berantakan. Dengan perantara telur busuk ( Telur Ayam yang dierami tidak jadi ), aku akan buat rumah tangganya nanti bubar.” Kata Gede Paneluh dalam hatinya.
Dalam dunia supranatural telur busuk sering jadi andalan menghancurkan rumah tangga seseorang. Baik dengan tujuan ingin memiliki salah satu pasangan suami atau istrinya maupun sekedar ingin keluarga itu berantakan. Dan itu adalah salah satu ilmu Gede Paneluh.
…..
…..
…..
Yasin kembali ke rumahnya, sampai rumah sebelum waktu Ashar tiba.
“Fat, nanti habis ngaji anak anak kumpulkan semuanya. Ada yang harus aku sampaikan kepada Sidiq dan lainya.” Kata Yasin begitu masuk ke rumahnya.
“Buru buru amat mas, ada masalah lagi ?” tanya Fatimah.
“Iya ki Marto Sentono sudah tahu jika Sidiq dan Jafar adalah anak Yasin. Hanya belum tahu jika Yasin itu aku.” Jawab Yasin.
“Lah kok bisa begitu ?” Tanya Fatimah.
“Aku mengenalkan diri sebagai Zain alias Jaka Gledek, bahkan aku yang diminta menghadapi Sidiq dan Jafar.” Jawab Yasin jujur pada Fatimah sekarang.
“Terus rencana mas bagaimana ?” Tanya Fatimah heran dengan langkah suaminya. Namun bukan baru sekali dengan tindakan ‘Aneh’ suaminya yang kadang tidak bisa dipahami namun akhirnya juga tahu maksudnya. Jadi Fatimah pilih tidak komentar tentang hal itu.
“Mereka akan berbuat licik, tapi aku belum tahu pasti rencana mereka nanti, jadi kesempatan terakhir memperingatkan Sidiq dan Jafar saat aku pura pura bertarung dengan mereka akan membisiki mereka.” Jawab Yasin.
“Apa tidak terlalu berbahaya mas ?” tanya Fatimah.
“Untuk itulah aku perlu mengukur kekuatan Sidiq dan Jafar juga yang lain. Mencari kelemahan mereka dan menasehati mereka.” Jawab Yasin.
“Bagaimana dengan pertempuran mas dengan anak anak nanti, akan dibuat seperti apa ?” tanya Fatimah.
“Proses detailnya biar Sidiq dan Jafar saja nanti yang aku kasih tau. Intinya aku akan pura pura kalah dan terlempar. Dan saat terlempar itu aku akan lumpuhkan beberapa tokoh mereka. Biar nanti salah satu Sidiq atau Jafar selamatkan Santri kang Syuhada dibantu satu orang yang lain.” Jawab Yasin.
“Hati hati mas, anak anak masih terlalu muda soalnya. Apa gak butuh bantuan dik Sena dan dik Farhan.” Tanya Fatimah.
“Saat ini belum tapi mungkin nanti juga butuh, saat pertempuran besar yang sebenarnya terjadi.” Jawab Yasin.
Fatimah hanya diam saja meski sedikit mencemaskan suami dan anak anak. baik anak kandungnya maupun anak didiknya Isna, Utari maupun Ihsan.
Dan setelah Isna,Nisa dan Utari selesai mengajar ngaji anak anak dusun mereka dikumpulkan oleh Yasin di ruang mujahadah.
“Sidiq dan Jafar, tugas kalian salah satu nanti menyelamatkan teman Jafar. Yang disekap ki Marto Sentono. Dan salah satunya harus pura pura bertempur dengan Ayah.” Kata Yasin.
“Sidiq pilih selamatkan teman teman Jafar saja yah.” Sahut Sidiq.
__ADS_1
“Lah Jafar mana berani lawan Ayah ?” Jawab Jafar.
“Anggap ini latihan Jafar, jadi ini hanya strategi saja sebelum Ayah ketahuan jika yang mereka cari adalah Ayah. Jangan sampai teman teman kamu jadi senjata untuk memaksa Ayah menyerah.” Jawab Yasin.
“Tapi Sidiq belum tahu lokasi teman Jafar di sekap yah ? bisa butuh waktu lama nanti.” Ucap Sidiq.
Kemudian Yasin menggambarkan lokasi dimana Muksin dan Arsyad disekap. Dan menjelaskan jika ruang penyekapan dikelilingi parit lebar berisi ular ular berbisa yang mematikan. Sidiq harus bisa melumpuhkan penjaga dan membawa Muksin dan Arsyad keluar sebelum pertempuran Yasin dan JAfar dihentikan.
“Sidiq gak tau cara menyeberangi parit yang penuh ular berbisa yah ?” Tanya Sidiq.
“Ular itu takut dengan minyak tanah, jadi kaki kamu nanti dibungkus kain yang dibasahi minyak tanah. Dan jalur yang akan kamu lewati guyurlah dengan minyak tanah agar ularnya menjauh. Jadi kamu harus bawa minyak tanah yang cukup.” Jawab Yasin.
“Bukan Garam kah yah ?” Tanya Sidiq.
“Bukan, garam hanya penghalau binatang berlendir saja. Ular gak takut garam itu hanya mitos. Kamu nanti minta di temani Ihsan saja.” Jawab Yasin.
“Tari sama Nia kebagian apa Abi ?” Tanya Utari.
“Tari, Isna dan Nisa jagain Umi dirumah saja. Jika perlu panggil bulek Khotimah biar ikut membantu kita jaga rumah.” Jawab Yasin.
“Sebenarnya Tari pengen ikut Abi, kata Abah Nurudin Tari harus ikut bantuin.” Pinta Tari.
“Iya, tapi tidak untuk saat ini Tari bahkan Isna dan Nisa besok juga akan dapat peran juga.” Jawab Yasin menghibur Tari yang terlalu bersemangat. Namun Yasin lebih menjaga keselamatan putrid dari sahabatnya itu. sedangkan untuk anak anaknya Sidiq dan Jafar Yasin sudah mengukur kekuatan dan kemampuan mereka.
“Beneran ya Abi, Tari juga pengen ikut andil meski Tari wanita.” Ucap Tari.
“Nisa juga dong Yah, Bahkan Nisa lebih khawatir kalau ayah yang turun tangan. Ayah kan udah gak muda lagi sekarang yah.” Nisa ikut nimbrung.
“Benar juga kata Nisa bi, Abi jangan bahayakan diri sendiri lah biar yang muda muda saja.” Sahut Isna.
“Jadi begini ya nak, semuanya saja. Kalian memang punya jiwa pemberani tapi saat ini gak cukup dengan keberanian saja. Butuh pengalaman dan strategi yang matang, karena lawan sangat licik. Ini bukan turnamen yang diawasi wasit, tapi pertempuran real yang sangat bahaya.” Jawab Yasin.
“Sudah, nanti malam kita lanjutkan di lapangan. Nanti Ayah tunjukan bagaimana maksut ayah yang sebenarnya. Sekaligus ayah juga pengen tahu sampai dimana kalian memahami jurus Suci yang sudah ayah ajarkan sebelum masuk ke Jurus ‘Ya’ dan telapak tangan Suci.” Jawab Yasin.
Yasin memberikan arahan singkat bagaimana menggunakan jurus jurus Suci tersebut. sebelum memasuki ke jurus berikutnya. Minimal bisa sampai mencapai jurus ‘Ya’ yang bisa menghalau lawan lebih dari satu dari jarak jauh.
Waktu berjalan terus sampai akhirnya malam hari saatnya Yasin melanjutkan pelajaran jurus berikutnya. Namun sebelum melanjutkan Tasin meminta Jafar berlatih secara khusus dengan dirinya. Sementar yang lain di minta untuk melihat tekhnik tekhnik yang digunakan.
Yasin meminta Jafar untuk menyerang dirinya, sekaligus Yasin ingin melihat titik lemah Jafar agar bisa di perbaiki. Yasin memilih Jafar lebih dahulu karena Jafar yang akan bertanding dengannya dalam pagelaran Akbar yang diadakan ki Marto Sentono.
Awalnya Jafar sungkan untuk melakukan serangan ke ayahnya, namun atas perintah Yasin Jafar diminta untuk tidak sungkan karena sedang berlatih bukan melawan beneran. Jafar pun akhirnya mencoba untuk serius dalam melakukan serangan ke ayahnya.
Dalam Hati Yasin bangga karena serangan serangan Jafar sudah sangat terukur dan Akurat. Tapi ada satu kelemahan pada diri Jafar yaitu selalu menahan tenaga atau mengurangi tenaga saat akan membentur lawan. Dan itu dianggap Yasin justru menguras tenaga Jafar sendiri.
“Jafar, kamu jangan pernah menarik kembali tenaga yang akan keluar. Itu justru akan menguras tenaga kamu sendiri. Kecuali memang lawan kamu sudah tidak berdaya, kamu boleh melakukan itu. kalau yakin lawan sudah tidak mampu membalas.” Kata Yasin.
“Iya yah.” Jawab Jafar yang baru sadar jika dirinya seringkali melakukan itu. dan memang sangat menguras tenaganya.
“Kali ini Ayah mau tahu sampai mana tenaga Jafar dalam menggunakan Lebur Saketi. Coba kamu pukul ayah dengan Lebur saketi Ayah akan bertahan dengan Lembu sekilan, gunakan seperempat tenaga kamu dulu.” Kata Yasin.
“Ayah Yakin gak papa yaha ?” Tanya Jafar.
“Iya Jafar, makanya gunakan seperempat tenaga kamu saja. Ayah sudah pernah terima dari Yuyut dan bulek kamu Khotimah juga.” Jawab Yasin ( Nove Isyaroh \= Memancing Khodam Panggiring Sukma.)
Kemudian Jafar dengan agak Ragu mengambil posisi jurus dan ilmu lebur Saketinya. Sementara Yasin bertahan dengan lembu sekilannya.
Sesaat kemudian, Jafar sudah menyerang ayahnya yang hanya bertahan penuh dengan lembu sekilan yang dia miliki.
Benturan cukup keras terjadi, Jafar agak tersurut mundur dan Yasin terpental oleh ajian lebur Saketi milik Jafar.
__ADS_1
Semua berteriak mengkhawatirkan Yasin yang terpental tersebut.
“Ayah….” Teriak Jafar, Sidiq dan Nisa.
“Abi….!” Isna, Utari dan Ihsan ikut berteriak.
Namun dengan gerakan salto Yasin mampu mendarat dengan baik di tanah, kemudian berjalan mendekati Jafar Lagi.
“Besok saat ayah kasih aba aba kamu gunakan lebur Saketi untuk memukul Ayah. Tapi tambah sedikit tenagamu jadi sepertiga kekuatan. Agar Ayah bisa terlempar agak jauh, karena saat terlempar Ayah akan melumpuhkan beberapa tokoh mereka. Agar saat kita hendak pergi sudah berkurang kekuatan mereka.” Jawab Yasin seperti tidak habis terkena pukulan saja.
“Ayah beneran gak papa kan yah ?” Tanya Jafar sambil mendekati Ayahnya dan memeriksa tubuh ayahnya.
“Alhamdulillah… Ayah gak papa nak. Ayah sudah dikasih tahu cara bertahan menghadapi lebur saketi oleh Yuyut.” Jawab YAsin.
Jafar dan lainnya pun menjadi lega bahkan bangga, ternyata Yasin masih cukup kuat menghadapi serangan anak anak muda seperti Jafar.
“Sekarang Gantian kamu Sidiq, Ayah mau lihat kelebihan dan kekurangan kamu sekarang.” Kata Yasin.
“Sidiq agak takut Yah, Ihsan dulu saja…!” kata Sidiq mau menghindar jadi sparing partner ayahnya sendiri.
“Ini demi kamu juga sidiq, agar ayah tahu kelemahan kamu dan bisa perbaiki kekurangan kamu nanti.
Akhirnya Sidiq pun mengikuti perintah ayahnya tersebut, dengan sedikit ragu Sidiq mulai menyerang Ayahnya. Dan semua serangan Sidiq pun dimentahkan semua oleh Yasin. Yasin menilai Sidiq banyak membuang tenaga yang tidak perlu, sehingga seranganya tidak efektif.
“Sidiq,,, kamu dalam melakukan serangan banyak tenaga yang keluar sia sia. Sehingga tidak efektif, harusnya tenaga kamu keluarkan disaat yang tepat. Bukan setiap waktu kamu mengerahkan tenaga kamu. Kalau begitu kamu gak akan tahan lama, sebentar juga pasti akan kelelahan nanti.” Ucap Yasin.
“Caranya bagaimana Yah ?” Tanya Sidiq.
Kemudian Yasin memberi contoh kepada Sidiq dan semuanya. Yasin mengambil sebuah potongan bambu petung yang tebal. Kemudian menyediakan sebilah bambu yang sudah di irat sebesar dua jari orang dewasa.
Kemudian Yasin meminta Sidiq memecahkan bambu petung satu ruas tersebut dengan iratan bambu itu. Sidiq heran dan ragu ragu, “Bagaimana mungkin ini bisa pecah, bambu itu tebal sekali.” Kata Sidiq dalam hati. Kemudian mencoba berkali kali namun selalu gagal
“Perhatikan semuanya, Sidiq gagal karena dia mengeluarkan tenaga tidak di saat yang tepat. Coba kamu ulangi Sidiq, dengan konsentrasi penuh. Lepaskan tenaga kamu sepersekian detik sebelum iratan bambu yang kamu gunakan menyentuh potongan bambu itu.” Kata Yasin.
Sidiq pun mencoba lagi dengan arahan Yasin ayahnya. Meski tidak langsung berhasil, tapi pada kali yang ketiga Sidiq berhasil melakukan seperti yang diperintahkan Ayahnya.
Setelah Sidiq, kemudian gentian Nisa, Isna, Utari dan terakhir kali Ihsan.
Semua diuji dan dinilai oleh Yasin serta ditunjukkan kelemahan masing masing dan diberi masukan untuk memperbaiki kekurangan yang ada pada diri mereka. Termasuk Ihsan yang ternyata justru yang paling lemah disitu dalam olah kanuragan.
Setelah selesai semua kembali diperintahkan untuk mencoba gerakan jurus Suci Hijaiyah selanjutnya. Dan di akhir Yasin mengatakan kepada semuanya, jika akan mengajarkan sebuah ilmu warisan Walisongo yang bernama ilmu ‘Waringin Sungsang’ namun dengan syarat semua harus diuji kesabaran dan kekuatan Imannya dulu. Karena jika tidak akan berbahaya bagi orang Lain, karena ilmu tersebut efeknya bisa mengerikan bagi lawan.
“Ilmu Waringin Sungsang Yah ?” Tanya Sidiq.
“Iya, siapapun yang bisa mengalahkan diri sendiri baru ayah ajarkan ilmu itu. Meskipun kamu anak ayah, kalau masih kalah dengan ego tidak akan ayah ajarkan kepadamu.” Jawab Yasin penuh wibawa.
Semua hanya tertunduk, benar benar harus menata hati untuk mendapatkan ilmu tersebut…!
...Bersambung....
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1