Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Penyerbuan ke markas Ki Munding Suro


__ADS_3

Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


...Penyerbuan ke markas Ki Munding Suro...


Aku sudah tidak sabar ingin segera melakukan Pancamakarapuja, bau darah gadis suci dan daging Gurihnya sudah sangat tercium aromanya…!” Ucap Wiratmojo seperti serigala yang haus darah…!!!


“Aku sudah tidak sabar ingin segera melakukan Pancamakarapuja, bau darah gadis suci dan daging Gurihnya sudah sangat tercium aromanya…!” Ucap Wiratmojo seperti serigala yang haus darah…!!!


“Aku juga merasa haus pengen minum darah, manusia.” Gagak Seta menyahut.


“Harum darah sudah tercium segera saja kita adakan Pancamakarapuja.” Jaladara ikut bicara tiap kali Gagak Seta bicara.


Hanya Jalu yang diam namun mengendus endus sesuatu. Seperti serigala Lapar yang mencium mangsanya.


“Ini kenapa mereka jadi seperti itu Gede Paneluh ?” Tanya Ki Munding Suro.


“Tidak ada cara lain untuk menyembuhkan luka mereka dengan cepat, kecuali memasukkan Khodam khodam baru yang bisa menyembuhkan luka luka dalam yang mereka alami.” Ucap Ki Gede Paneluh.


“Hmm…sewu prewangan milik Joyo Maruto dulu rupanya. Apa kamu ad kaitanya juga dengan Joyo Maruto.” Tanya Ki Munding Suro.


“Dia adalah Pamanku.” Jawab Ki Gede Paneluh. Ki Gede Paneluh tidak mau mengakui jika dia adalah anak Hasil “Lembu Peteng” (hubungan Gelap ) antara ibunya dengan Joyo Maruto.


“Hmm…sepertinya kamu memang memiliki hubungan khusus dengan Joyo Maruto. Tapi aku gak mau tahu itu. Yang Jelas murid muridku harus bisa ikut Pancamakarapuja.” Jawab Ki Munding Suro yang mencium ketidakberesan Ki Gede Paneluh dengan Joyo Maruto.


“Baiklah, segera saja kita persiapkan Korban yang akan dijadikan tumbal. Gadis suci yang belum memasuki masa haid itu.” Ucap Ki Marto.


“Tunggu…tidak boleh sembarang waktu. Tapi harus menunggu waktu Purnama Sidi nanti.” Ucap Ki Munding Suro.


“Tapi anak anak itu sudah seperti kehausan Ki Munding.” Ucap Ki Marto.


“Biar mereka pilih wanita yang ada selain calon Tumbal kita.” Jawab Ki Munding Suro.


Ki Marto pun tidak berani membantah ucapan Ki Munding Suro. Maka dibiarkan Wiratmojo dan lainya memilih dua wanita untuk mereka jadikan pelepas dahaga dengan meminum darahnya. Tidak ada yang berani menentang kemauan Wiratmojo dan lainya. Sehingga jerit ketakutan para wanita dalam tawanan menggema jauh keluar persembunyian mereka. Para Wanita dibiarkan ketakutan melihat pemandangan yang tidak lazim dan sangat tidak pantas ditonton. Dimana empat orang yang sudah dirasuki Iblis tersebut dengan ganas menghisap Darah dua Wanita dalam tawanan.


Jerit para wanita yang ketakutan itu membuat sebagian sampai pingsan tak sanggup menyaksikan pemandangan yang mengerikan tersebut.

__ADS_1


Namun dengan santainya semua Murid Ki Munding yang lain malah menonton seakan mendapat tontonan Gratis. Sebuah adegan kebiadaban manusia kanibal. Benar benar sebuah Aliran kepercayaan yang pantas untuk dihabiskan sampai ke akar akarnya.


…..


Di rumah Yasin, Sidiq yan tengah mengasah kemampuan lahir dan batinnya sudah mendekati waktu yang ditentukan. Semua laku spiritual dan laku fisik sudah Sidiq Lakukan. Ketika Yasin melihat kondisi Sidiq. Sidiq pun sudah selesai melakukan tugas tugasnya dalam mengasah kekuatan Lahir dan Batinnya.


“Sudah selesai Sidiq ?” Tanya Yasin.


“Alhamdulillah Yah, Sidiq sudah menyelesaikan semuanya.” Jawab Sidiq.


“Apa yang kamu rasakan sekarang ?” Tanya Yasin lagi.


“Sidiq merasa lebih tenang Yah, Jauh lebih tenang dari sebelumnya.” Jawab Sidiq.


“Baiklah kalau begitu kamu boleh bergabung dengan paman paman kamu sekarang.” Kata Yasin kemudian.


Maka Sidiq pun segera menghampiri Paman pamannya yang berada di ruang tamu.


“Eeh Sidiq…sudah selesai untuk tirakatnya ?” Tanya Tohari.


“Sudah Wak, alhamdulillah tidak ada kendala yang berat.” Jawab Sidiq.


“Alhamdulillah…kamu harus lebih berhati hati dan bersabar sekarang Sidiq. Tidak boleh sembarangan menggunakan Ilmu Waringin Sungsang. Ayah kamu juga baru sekali menggunakan.” Pasan Tohari.


“Mas Sidiq sudah siap jika harus berhadapan dengan pemilik ilmu karang sekarang ?” Tanya Jafar.


“Insya Allah, setelah melakukan tirakat khusus bahkan aku sudah merasa semakin pasrah. Tiada sesuatu yang mampu menentang Qodarullah.” Jawab Sidiq mantap.


Semua kagum dengan jawaban Sidiq, salah satu Fadhilah membaca kalimah toyyibah memang akan melembutkan hati. Apabila dibaca sampai ke hati dan diresapi esensi dari kalimah Toyyibah tersebut.


“Aku percaya kamu bisa mengendalikan diri Sidiq. Tapi Ayah harap kamu tetap terus gempur ego kamu dengan banyak membaca Kalimah Toyyibah agar hatimu lebih lembut.” Kata Yasin.


“Betul itu Sidiq, karena kalimah toyyibah adalah salah satu dzikrullah. Dan Dengan dzikir ( Mengingat Allah ) maka akan membuat hati lembut.” Sambung Tohari.


“Paman Sena hanya bisa ikut bersyukur Sidiq. Semoga kamu selalu bisa Istiqomah dalam ibadah.” Ucap Sena.


“Aamiin…terimaksiah Paman dan Uwak Tohari yang telah mendukung Sidiq.” Jawab Sidiq.


“Nah sekarang saatnya kita bicarakan soal Ki Munding Suro dan anak buahnya. Bagaimana Kang Tohari ?” Tanya Yasin.


“Sebentar…malam ini adalah Malam Purnama Sidi. Apa mereka akan mengadakan acara Pancamakarapuja malam ini ?” Tanya Tohari.


“Astaghfirrullah…!” ucap Yasin baru sadar jika malamnya adalah malam Purnama Sidi. Malam yang dikeramatkan orang tertentu untuk melakukan sebuah ritual.

__ADS_1


“Kenapa Yasin ?” Tanya Tohari heran dengan Yasin.


“Aku baru ingat, berarti Ki Bujang kemarin menculik wanita akan dijadikan…!” ucapan Yasin terhenti, ingat disitu ada Sidiq dan Jafar. Tidak sampai hati mengatakan wanita yang diculik Ki Bujang akan dijadikan budak S*x dalam Pancamakarapuja.


Tohari sendiri juga baru ingat jika peristiwa di tempat Jagabaya Lanjar Pamungkas kemarin ada wanita yang sudah diculik.


“Astaghfirrullah…kenapa aku juga bisa sampai lupa ya ?” Jawab Tohari.


“Bagaimana sebaiknya sekarang ?” Tanya Sena yang jadi panik.


“Untuk menggagalkan rencana mereka aku rasa cukup sulit saat ini. Waktu sudah sangat mepet, kita gak tahu kapan mereka akan mulai.” Ucap Tohari.


“Puncak acara mereka adalah waktu Purnama Sidi. Kira kira hampir tengah malam nanti. Tapi yang jadi kendala adalah Medan dan waktu yang mepet.” Kata Yasin.


“Biasanya kamu banyak akal Yasin, coba kamu cari cara untuk bisa menggagalkan mereka ?” Kata Tohari.


“Sudah tidak ada waktu untuk berpikir saja, satu satunya jalan adalah kita ke sana sekarang dan kita pikirkan sambil jalan bagaimana caranya.” Jawab Yasin.


“Siapa yang akan kita ajak ke sana ?” Tanya Tohari.


“Yang jelas tinggalkan Farhan dan Wisnu untuk menjaga rumah, Sidiq biar ikut. Dia cukup cerdik berimprovisasi di lapangan.” Ucap Yasin.


“Baiklah, kalau begitu kita berangkat sekarang juga, nanti berhenti maghrib di jalan saja.” Kata Tohari.


Kemudian mereka pun segera Berkemas berangkat ke persembunyian Ki Munding Suro. Dengan tekad yang kuat mereka hendak menggagalkan Pembantaian manusia dengan kedok Ritual Pancamakarapuja.


Jafar Menyiapkan Golok Hitam sebagai sarana jaga jaga apabila terpaksa harus menggunakan senjata untuk menyelamatkan warga yang tidak berdosa. Begitu juga dengan Yasin, “Mau gak mau jika terpaksa aku harus ikut bertempur.” Ucap Yasin dalam hati sambil menyelipkan double stick senjata kesukaan dia. Karena saat mengenai lawan tidak menimbulkan efek ngeri melihat aliran darah, berbeda dengan senjata Tajam. Demikian juga dengan yang lain mempersiapkan senjata mereka masing masing.


Setelah siap mereka pun segera berangkat menuju ke tempat Ki Munding Suro akan melakukan acara Pancamakarapuja.


 


...Sedikit dulu mudah mudahan malam bisa up lagi...


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote...


...agar semangat up...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2