
...Jaka Santosa dan Bayu Aji kuasai Aji Welut Putih...
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
Namun Yasin masih merahasiakan dari Fatimah, sekalian menguji ketangguhan dan kecerdasan anak anaknya. Meski tetap dalam pengawasan Yasin juga... !?!
"Jangan terlalu dilepas mas, mereka masih anak anak. Kadang keberanian mereka tidak pakai perhitungan." kata Fatimah.
"Iya kan aku juga seminggu dia kali jadwal melatih di Al-Hikmah dan Al-Huda. Jadi bisa bertemu mereka." Jawab Yasin.
"Maksud Fatimah mas harus peringatkan mereka untuk lebih berhati-hati." Kaya Fatimah.
"Kalau itu sudah pasti, Ayah mana yang rela anak nya dalam bahaya." Jawab Yasin.
"Kang Sidiq dan kang Jafar tadi kenapa langsung pulang Umi?" Tanya Isna.
" Gak papa, kan urusan nya sudah beres. Dan Jafar juga harus antar Sidiq dulu ke Al-Hikmah." Jawab Fatimah.
"Eleeh eleeh yang masih kangen kang Sidiq, kenapa tadi gak bilang saja kalau masih kangen...!" Goda Utari.
"Tari iih malu sama Umi tau...!" bisik Isna.
Saat sedang bergurau tiba tiba Khotimah dan Candra datang bersama Wisnu.
"Assalamu'alaikum...!" salam dari Khotimah.
"Wa'alikummussalam... eeh Khotimah mari masuk." jawab Fatimah.
" Wah Wisnu udah besar ya sekarang." Sahut Yasin.
"Iya dong mas, kan tiap hari dikasih makan." Gurau Khotimah.
"Owh kirain udah makan sendiri." Balas Yasin.
"Bapak nya Sidiq sehat sehat saja kan?" Tanya Candra.
"Alhamdulillah mas, sehat sehat saja." Jawab Yasin.
Isna dan Utari diperkenalkan dengan keluarga Khotimah termasuk juga Wisnu yang akan ikut bergabung berlatih kanuragan bersama mereka.
Isna dan Utari pun senang mendapat teman berlatih seorang cowok. Meski masih beliau dan baru sepantaran Nisa. Tapi minimal membuat semakin meriah saat latihan nanti.
"Ini Wisnu jadi mau ikut latihan disini mas. Khotimah titip Wisnu, soal sekolah biar kami yang urus kepindahan nya." kata Khotimah.
"Iya gapapa, besok Panji juga akan sering kesini ikut latihan juga. Meski pulang balik diantar jemput papanya." Kata Yasin.
"Wah rumah mu jadi ramai lagi dong mas, waktu berdua sama mbak Fatim jadi berkurang nanti." kata Khotimah.
"Biasa saja, gak ada yang berubah. waktu berdua tetap ada lah." jawab Yasin.
Candra dan Khotimah pun segera minta pamit, dan Wisnu pun ditinggal di rumah Yasin.
.....
Perjalanan Sidiq dan Jafar
Sesampai di Pondok Al-Hikmah Jafar menurunkan Sidiq dan langsung mau balik ke Pondok Al-Huda.
"Mas Jafar minta maaf tadi maksa mas Sidiq begitu. Jafar langsung pulang ke Al-Huda saja ya mas." Pamit Jafar ke Sidiq.
"Iya gapapa Jafar, mas Sidiq juga gak rela kalau bunda Fatimah tersakiti. Bunda Fatimah sama dengan mamah Arum. Bedanya bunda Fatimah tidak mengandung dan melahirkan Sidiq saja. Tapi kasih sayang bunda Fatimah sama dengan mamah Arum." Jawab Sidiq.
__ADS_1
Jafar pun semakin hari mendengar ucapan Sidiq yang tulus. Dekapan erat Jafar untuk Sidiq pun membuat kakak beradik beda ibu itu semakin larut dalam haru. Sebelum mereka kembali berpisah, karena sudah mendekati waktu maghrib.
Jafar bergegas melajukan motornya menuju ke Al-Huda. Dengan membawa perasaan harus, bahagia dan lega karena berita negatif yang dia dengar tidaklah benar.
Jafar yang mendengar berita ayahnya berselingkuh dengan seorang wanita dan ketahuan bundanya Fatimah sehingga rumah tangga orang tuanya jadi hancur. Jafar jadi bertambah hati hati menyaring berita. Apalagi berita dari pasar yang tidak jelas sumbernya.
Dan ternyata berita negatif itu akan lebih mudah tersebar dari pada berita positif. Keluarga Yasin yang rukun dan Harmonis hanya orang dekat yang tahu. Tapi ketika ada 'Isu negatif' dalam sehari saja sudah beredar luas kemana-mana. Meski kebenaran berita tersebut belum akurat. begitulah realita hidup bermasyarakat.
Jafar lebih santai dalam berkendara tidak seperti saat berangkat tadi. Saat berangkat diliputi amarah dan membuat terburu buru.
Sedangkan saat pulang sudah lega, jadi meskipun hari hampir gelap Jafar pin santai dalam berkendara.
Sambil menyaksikan pemandangan sekitar nya. Sampai tidak menyadari dia pasang mata mengamati Jafar.
"Itu salah satu anak Yasin, entah yang Namanya siapa." Ucap Jalu pada Gede Paneluh.
"Tampaknya memang dia berilmu tinggi juga. Tubuhnya pun seperti terlindungi Sinar putih." Jawab Gede Paneluh.
"Bagaimana jika kita hadang, kita Uji kemampuan anak itu kakang?" tanya Jalu.
"Apa kamu siap hadapi anak itu?" Tanya Gede Paneluh.
"Siap kakang, sekalian mau coba ilmu Giling wesi." Jawab Jalu.
"Hati hati saja, dia bukan anak sembarangan." pesan Gede Paneluh.
"Iya kang Jalu akan hati hati." Jawab Jalu.
Jalu pun kemudian menghentikan Jafar yang tengah mengendarai motor dengan Santai.
"Berhenti kamu bocah...!?!" Ucap Jalu menghentikan Jafar.
Jafar yang setengah melamun jadi terkejut.
"Kamu, bukan kah Jalu yang dulu?" Tanya Jafar terkejut tiba-tiba bertemu Jalu di jalan.
"Masih ingat juga sama aku. kita selesaikan urusan kita sekarang juga." kata Jalu.
Namun Jafar gak tahu siapa Jalu, mana peduli dengan Maghrib. Bukannya menjawab malah langsung menyerang Jafar yang masih diatas motor.
Untung nya Jafar bukan anak kemarin sore dalam hal kanuragan. Dengan cepat Jafar menangkis serangan Jalu.
Namun Jafar sedikit kaget merasakan tangan Jalu bagaikan besi membara yang keras dan panas.
Spontan Jafar turun dari motor melompat mundur.
"Kenapa tanganmu sakit?" ucap Jalu meremehkan Jafar.
Jafar sedikit kepanasan saat bersentuhan dengan tangan Jalu. "Gila,,, dia langsung gunakan ajian giling wesi yang hampir sempurna. Aku harus hati hati menghadapi dirinya." kata Jafar dalam hati.
" Lebih baik kamu menyerah saja, daripada aku hancurkan kamu di sini. Ikut jadi tawanan, biar aku bisa hadapi ayahmu yang licik itu. " ucap Jalu.
Namun ucapan Jalu itu justru membuat amarah Jafar kembali muncul.
"Jaga ucapan kamu, jangan sebut ayahku licik...! " bentak Jafar.
"Hahaha... rupanya kamu bisa marah juga. Bagus kalau kamu berani hadapi aku sekarang juga." kata Jalu.
Jafar yang sudah terpancing emosi membaca dia pemberian eyang Mustolih menggunakan Aji Tatar Bayu. Dan dengan kecepatan yang tidak terlihat oleh Jalu, Jafar menyerang Jalu hingga beberapa pukulan mendarat di tubuh Jalu.
Dan Jalu pun sampai tersungkur je depan mendapatkan pukulan beruntun dari Jafar. Yang kecepatan nya tidak bisa dilihat oleh Jalu.
Jalu pun tersungkur jatuh ke tanah, dan berusaha bangkit kembali. Namun saat bisa berdiri Jafar pun kembali menyerang Jaku hingga akhirnya Jalu jatuh kembali.
Jafar yang awal masih merasakan dampak ilmu giling wesi Jalu tidak pedulikan itu. hingga tak lag merasakan apapun.Dan kemampuan olahraga jurus Jalu tak ada apa apanya dibandingkan Jafar.
Sehingga Jalu hanya dijadikan pelampiasan kekesalan Jafar saja tidak dapat menangkis menghindari apalagi menyerang balik.
Gede Paneluh melihat itu tidak tinggal diam. Dia segera menolong Jalu yang jadi bulan bulanan Jafar. Jalu dibawa lari menghindari dari Jafar.
__ADS_1
Jafar yang memang tidak berniat mengejar membiarkan Jalu dibawa pergi. Dan kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Pondok Al-Huda.
.....
Dan Jalu yang babak belur dihajar Jafar hanya tertunduk malu di depan Gede Paneluh.
"Itulah bukti kekuranganmu Adi Jalu. Kamu terlalu percaya diri. Ajian Giling Wesi milik ayahmu pasti pernah dikalahkan Yasin. jadi Anaknya pun tentunya punya antisipasi melawan ilmu Giling Wesi dan kemungkinan juga ajian yang lain juga." kata Gede Paneluh.
"Iya kakang, Jalu tidak mengira anak muda belia itu punya kemampuan yang tinggi." Ucap Jalu.
"Maka dari itu, aku memilih gunakan Strategi untuk mengalahkan Yasin. Bukan sekedar menggunakan kekuatan semata." kata Gede Paneluh.
"iya kakang." Jawab Jalu singkat.
"Aku bahkan tidak begitu saja percaya dengan keterangan wanita suruhan kita itu. terlalu mudah menjebak Yasin secepat itu. Makanya aku Kirim orang untuk selidiki lagi, apakah keterangan wanita itu benar atau tidak." kata Gede Paneluh.
Jalu hanya terdiam, mengakui kelemahan nya. Dan akhirnya Jalu makin menurut kata kata Gede Paneluh. Jalu mengakui jalan pikiran dan pengalaman Gede Paneluh jauh lebih mumpuni dari dirinya.
Gede Paneluh kemudian menyuruh Jalu fokus dahulu pada persiapan mencuri Kafan orang yang meninggal pada Hari selasa kliwon atau jumat Kliwon.
Jalu diperintahkan 'Laku' ( menjalani) puasa tiga hari dan yang hari terakhir ngebleng ( puasa 24 jam tidak makan dan minum) serta melakukan 'Pati Geni' ( Tidak boleh terkena sinar matahari ataupun cahaya penerangan lainnnya) sehari semalam.
.....
.....
.....
Ditempat Lain Jaka Santosa dan Bayu Aji, sedang melakukan ritual khusus untuk tahap Akhir mendapatkan ilmu Welut Putih. Dengan arahan ki Marto Sentono Jaka dan Bayu mencoba merapalkan mantra mantra ajian Welut putih.
"....... ingsun mateg Aji, Ajiku si Welut putih, putih kang tanpo warno tan biso di deleng netro. sasat ono nanging mukso, mukso nanging ono. ............
..............
Ragaku datan katingal, netra mu katutupan putih e ajiku si Welut Putih kang wus manjing ono ing ragaku..... "
"....... Aku menggunakan Aji, ajianku Welut Putih, Putih yang tak berwarna tak bisa dilihat mata. seperti ada tapi tiada, tiada tapi ada.........
...........
Jasadku tidak terlihat, matamu tertutup putih, putih nya ajiku si Welut Putih yang sudah masuk ke dalam tubuhku..... "
Kedua murid ki Marto Sentono merapalkan ( membaca) mantra tersebut. dan tubuh keduanya makin lama semakin samar hingga akhirnya tidak kelihatan oleh mata telanjang.
"Bagus kalian sudah berhasil sekarang, untuk uji coba besok kalian berdua bisa hadapi salah satu anak Yasin." Ucap ki Marto Senntono yang dendam dengan Jafar.
"Baik guru, kami akan balas kan dendam guru pada anak yang melukai guru." Jawab Jaka dan Bayu Aji.
"Tapi ingat pesanku kemarin, hindari Air hujan dan juga hal lain yang bisa membuat Aji Welut Putih mu kelihatan." Ucap ki Marto Sentono.
Tiba tiba mereka di kejutkan dengan kedatangan Jalu yang dipapah oleh Gede Paneluh.
"Kenapa kamu Jalu, wajahmu babak belur begitu?" tanya Jaka.
"Tadi habis duel dengan salah satu anak Yasin yang melukai ki Marto Dulu." Gede Paneluh yang menjawab.
Kemudian Jalu di baringkan dan di obati oleh Murid murid padepokan yang masih setia pada ki Marto Sentono.
"hmm... tidak bisa dibiarkan lagi, adi Bayu besok kita hadapi anak Yasin itu dengan Aji Welut Putih kita....!!!" Ucap Jaka.
Gede Paneluh dan Jalu kaget mendengar Jaka dan Bayu Aji sudah menguasai ilmu tersebut...!?!
...Bersambung....
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...