Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Mencari markas Musuh


__ADS_3

Reader tercinta


Author coba perbaiki dan kurangi typo.


Mohon koreksinya di kolom komentar.


Terimakasih.


...🙏🙏🙏...


Selamat membaca


...........


"Siapa yang memukul aku tadi ?” bentak orang itu sambil melotot ke arahku dan Panji yang ketakutan. Sehingga member kesempatan mas Sidiq untuk memukul orang itu dari belakang. Dan orang itu pun terjatuh saat terkena pukulan mas Sidiq. Dan akhirnya kami bertiga kabur, namun kedua orang itu masih juga mengejar kami.


Sementara langkah kami terhambat karena Panji tidak bisa berlari dengan cepat, sehingga jarak kedua orang itu semakin dekat dengan kami…???


Aku harus bertindak, dengan resiko mas Sidiq jadi tahu aku bisa kanuragan juga. Ku raba kantong celanaku masih ada kerikil dan segera aku berbalik Badan melempar orang itu dengan jentikan kerikil di tangaku. Dua orang itu pun terkena kerikil di pahanya dan terjatuh.


“Mas Sidiq, aku gendong Panji sambil lari mas Sidiq duluan panggil Ayah.” Kataku pada mas Sidiq. Kemudian aku gendong Panji dan aku bawa Lari menyusul mas Sidiq. Di belakang dua orang itu kembali mengejar meski agak terpincang pincang, tapi kali ini dengan senjata aneh yang berbentuk seperti bulan Sabit.


Aku percepat langkahku karena Panji sudah sangat ketakutan bahkan sudah mulai menangis dikejar orang bersenjata tajam. Meski jarak kami dengan orang yang mengejar cukup jauh, namun aku juga kuatir dengan keselamatan Panji. Kalo sampai lecet dikit saja pasti Om Rofiq akan ngamuk belum juga ayah juga pasti akan mengejar orang itu sampai dapat.


*****


Flashback Yasin dan Rofiq


Author POV


Yasin yang masih asik ngobrol dengan Rofiq tiba tiba disapa Fatimah istrinya.


“Anak anak pada kemana mask ok sepi ?” tanya Fatimah.


“Pada joging tadi.” Jawab Yasin singkat.


“Siapa saja ?” tanya lanjut Fatimah.


“Jafar, Sidiq dan Panji belum begitu lama kok perginya.” Jawab Tasin.


“Lah Cuma bertiga, kalo ada apa apa gimana anak kecil semua. Mas Yasin saja kemarin ketemu sama orang jahat juga kan ?” ucap Fatimah.


Seketika Rofiq dan Yasin jadi tersentak, menyadari kondisi yang kurang Kondusif.”


“ayuk kita kita susul sekarang juga !” ajak Rofiq.


Tanpa ganti baju aku dan rofiq langsung berlari mengejar kea rah anak anak tadi pergi, dengan harapan segera dapat menyusulnya. Belum juga jauh aku dan ROfiq berlari sudah melihat Sidiq berlari menuju ke arahku dan Jafar mengikuti di belakangnya serta sambil menggendong Panji, yang menangis.


“Ngapain tuh panji nangis ?” tanyaku.


“Ayo kita dekati, itu ada dua orang yang menyusul di belakang sambil membawa senjata tajam.” Ucap Rofiq.


Segera aku dan Rofiq mempercepat lari menjemput Sidiq dan Jafar yang menggendong Panji.


“kalian kenapa ?” tanya Rofiq.


“Kami dikejar orang om mau di culik tadi ?” jawab Sidiq sambil terengah engah.


“Itu orang yang mau culik kami bertiga yah !” kata Jafar mengadu ke ayahnya.


“Udah kalian minggir saja, biar ayah dan Om Rofiq yang hadapi ini.” Kata Yasin kepada tiga anak tersebut.


Yasin dan Rofiq berdiri menghadang dua orang bersenjata yang mengejar anak mereka.


Saat mereka sudah dekat Rofiq yang berbicara duluan.


“Owh banci banci kaleng yang mengejar anak anak rupanya !” ucap Rofiq.


“Diam kamu, apa urusanmu gak usah sok jago disini. Anak itu sudah melukai kami dengan lemparan batu tadi.” Ucap salah satu orang yang mengejar itu.


Yasin hanya diam saja member kesempatan Rofiq untuk bertindak lebih dulu.


“Ada asap pasti ada api, gak mungkin anak anak kecil berani melukai orang dewasa. Kalo bukan yang dewasa nya yang songong.” Jawab Rofiq.


Dua orang yang membawa celurit kecil itu kemudian jadi agak ragu. Mereka sama sekali tidak mengenal Yasin dan Rofiq. Namun melihat sikap keduanya yang santai membuat mereka  justru berpikir untuk bertindak.


“Jangan jangan mereka berdua yang kemarin menangkap teman teman kita.” Bisik salah satunya.


“Kayaknya begitu, dan anak ini pasti anak anak mereka. Apa kita kabur saja ?” tanya satunya.


“Cari aman kabur saja, anaknya saja bisa melukai kita apa lagi bapaknya.” Jawab yang satunya. Dan mereka pun hendak kabur meninggalkan Yasin dan Rofiq. Namun sayang Yasin dan rofiq cepat bertindak dengan melakukan lompatan dan tendangan hingga dua orang itu terjatuh.


Meski begitu mereka masih membawa sengaja jadi Yasin dan rofiq pun tidak gegabah mendekati mereka. Tapi membiarkan mereka bangkit lebih dulu menunggu respon mereka setelah itu.

__ADS_1


“Mau melawan atau mau menyerah baik baik saja, keputusan di tangan kalian..!” ucap Yasin mulai ikut bicara.


“Siapa kalian sebenarnya ?” tanya orang tersebut.


“Aku ayah dari anak anak itu, jadi kalo kalian mau balas dendam dengan anak anak itu hadapi kami dulu.” Ucap Yasin.


“Maaf, kami hanya salah paham saja. Kami mohon maaf biarkan kami pergi sekarang.” Kata salah seorang di antaranya.


“Rofiq yang hendak mengucapkan sesuatu di tahan oleh Yasin.


“Baiklah, silahkan kalian pegi sekarang dan jangan ganggu keluarga kami lagi.” Ucap Yasin. Sebenarnya Rofiq mau Protes tapi di tahan oleh Yasin dengan member tanda diam. Dan orang itu pun segera berlari meninggalkan Yasin dan Rofiq. Setelah agak jauh barulah Rofiq protes kepada Yasin.


“Lo bagaimana sih, jelas mereka mengancam keselamatan anak anak kita malah lo lepas begitu saja.” Protes Rofiq.


“Mereka hanya orang suruhan, apa gunanya menangkap mereka, mending menangkap yang memerintahkan dia.” Ucap Yasin.


“Maksutnya ?” tanya Rofiq bingung.


“Sidiq, ajak adik adik kamu pulang sekarang/ Ayah dan Om Rofiq mau mengejar orang itu biar tahu markas mereka !” ucap Yasin kepada Sidiq namun sekaligus member penjelasan kepada Rofiq.


“Iya yah.” Jawab Sidiq kemudian kembali ke rumah Sena.


“Jadi begitu maksud kamu Zain ?” ucap Rofiq.


“Udah ayo kita kejar sekarang tapi jangan sampai mereka sadar kalo kita ikuti. Ambil jarak yang cukup dan kalo bisa lewat jalur yang lain.” Ucap Yasin.


Rofiq hanya manggut manggut, mendengar penjelasan Yasin. Rofiq baru sadar jika Yasin bukan melepas begitu saja dua orang tersebut, namun lebih kepada ingin tahu dimana markas mereka untuk lebih mudah menangkap mereka secara bersamaan, nantinya.


Yasin dan Rofiq segera mengikuti dua orang yang tadi kabur dari jarak yang cukup jauh, agar tidak di ketahui oleh mereka.


*****


Sementara  dua orang yang ketakutan itu pun terus berlari ingin mengadu kepada pimpinannya tentang hadirnya dua orang yang mereka anggap cukup berbahaya.


Ayo cepat, aku kuatir kalo kita hanya dijebak kemudian di tangkap lagi di tempat yang sepi ini.” kata salah satu orang pada temannya.


“Iya, tapi kakiku masih nyeri tadi kena lemparan batu anak itu kemudian di tambah kena tendang ayahnya.” Jawab Satunya.


“Tahan dikit, bentar lagi kita masuk ke lokasi markas kita nanti kita obati di markas saja.” Jawab satunya lagi.


Kemudian mereka berdua melangkah sambil menahan nyeri memasuki sebuah areal perbukitan kecil yang, Nampak ada bangunan di atasnya. Tanpa mereka sadari Yasin dan rofiq melihat mereka dari kejauhan. Dan Yasin sudah menangkap jika mereka akan menuju ke sebuah rumah di atas bukit kecil yang sepi itu.


“Hmm rupanya di sana mereka bermarkas, di atas bukit kecil itu yang ada rumah satu satunya yang tampak dari jalan.” Ucap Yasin.


“Kita pastikan nanti setelah mereka menghilang dalam bukit itu. kalo kita maju sekarang bisa terlihat oleh mereka. Kalo sudah yakin mereka di sana nanti kita atur rencana berikutnya di rumah bersama Pak Adnan.” Jawab Yasin kemudian.


Setelah dua orang tersebut menaiki perbukitan kecil itu Yasin mengajak Rofiq mencari jalan melingkar untuk menyelidiki rumah yang di curigai sebagai markas mereka. Dan dengan memutari areal pedusunan dan persawahan akhirnya Yasin dan rofiq berhasil mendekati rumah di atas bukit kecil itu.


Dengan mengendap endap Yasin dan Rofiq berusaha mendekati ke rumah tersebut untuk melihat secara dekat keadaan rumah tersebut.


“Kayaknya rumah ini cukup luas, tapi sepertinya bukan markas utama mereka.” Kata Yasin kepada Rofiq.


“Dari mana kamu tahu ?” Tanya Rofiq.


“Dari jalan setapak yang kita lewati tadi. Dan dari jalan utama yang masuk, tidak menunjukkan sering di lewati orang banyak. Jadi ini hanya semacam pos untuk koordinasi kecil saja.” Ucap Yasin.


Rofiq hanya manggut manggut mendengar penjelasan Yasin yang sangat cermat dalam mengamati sesuatu secara detail.


“Apa langkah kita selanjutnya ?” tanya Rofiq pada Yasin.


“Saat ini cukup, kita pulang dan nanti kita koordinasi dengan pak Adnan untuk menangkap personil yang di pos ini.” kata Yasin.


Kemudian Yasin dan Rofiq melangkah pulang, dengan hati hati agar kehadiran mereka tidka terlihat oleh penghuni rumah tersebut.


*****


Sementara di dalam rumah itu dua orang yang tadi mengejar Sidiq dan kedua adiknya itu melapor kepada pemimpin Pos tersebut.


“Lapor Bos, tadi kami hampir berhasil menangkap tiga orang anak yang semalam ada di acara tahlilan tapi keburu ketahuan orang tua mereka. Sehingga kami harus kabur.” Lapor salah satu orang tersebut.


“Kenapa tidak kalian lawan saja mereka. Apakah mereka dalam jumlah banyak ?” tanya Pemimpin pos tersebut.


“Tidak boss, tapi keduanya jago bela diri bahkan anak anaknya yang masih kecil pun sudah jago bela diri juga. Kami pun sempat dibuat jatuh tadi.” Jawab salah satunya.


“Berarti dia bukan orang pribumi sini ? apa kalian mengenalnya ?” tanya pemimpin itu.


“Tidak boss, hanya melihat penampilan mereka tampaknya dia yang menangkap dua rekan kita kemarin.” Jawab yang satunya lagi.


“Dua orang yang tertangkap itu harus dilenyapkan sebelum membongkar rahasia kita semua.” Ucap pemimpin itu.


“Caranya bagaimana boss ?” tanya salah satu pelapor.


“Kasih makanan beracun saat jenguk dia di penjara, terserah kalian bagaimana caranya !” jawab pemimpin itu.

__ADS_1


Kedua orang itu hanya saling berpandangan, karena pemimpin itu berkata sambil melangkah pergi.


“Aku pergi dulu menemui Big Boss, kalian segera atur bagaimana cara melenyapkan dua orang yang tertangkap itu. kalo sampai besuk mereka masih hidup kalian sebagai gantinya.” Ucap pemimpin itu tanpa ekspresi apapun.


Sehingga kedua orang itu hanya bengong dan ketakutan dengan ancaman pemimpin mereka tersebut. mau gak mau mereka pun harus berpikir keras menjalankan perintah agar tidak mati konyol di tangan bos mereka sendiri.


Setelah pemimpin mereka pergi mereka berdua pun segera mencari cara bagaimana bisa mengirimkan makanan beracun kepada dua orang yang tertangkap dan di penjara itu. begitulah cara mereka menghilangkan jejak yang tak segan untuk melenyapkan nyawa teman mereka sendiri demi menjaga rahasia mereka.


“Siapa yang akan mengirimkan makanan ke penjara untuk dua rekan kita itu ?” tanya seorang diantara mereka.


“Aku juga bingung, belum lagi aku punya hubungan dekat dengan salah satunya. Mana mungkin aku tega membunuhnya.” Jawab yang lainnya.


“Tapi bagaimana lagi kalo tidak kita berdua yang akan mati nanti ?” jawab satunya lagi.


“Kita minta tolong pada warga dengan sedikit ancaman saja, agar mau besuk ke penjara dan membawa makanan.” Kata salah satunya.


“begitu juga boleh, kalo kita gak mungkin besuk ke sana jelas sama saja dengan bunuh diri namanya.” Kata satunya lagi.


Mereka berdua pun segera mencari alternatif orang yang bisa mereka intimidasi agar mau mengirimkan makanan yang sudah di bubuhi racun untuk membunuh orang tersebut.


*****


Yasin POV


Di rumah sena setelah kembali dari mengintai markas kecil lawan aku  langsung menemui anak anaknya.


“Sidiq, Jafar bagaimana kejadiannya tadi kalian sampai bisa berurusan kepada orang orang itu ?” tanya Yasin pada kedua anak ku.


“Kami di cegat dan dipaksa ikut mereka yah. Tapi Sidiq gak mau jadi mereka terus mengejar kami. Kemudian Ayah dan Om Rofiq tadi datang.” Kata Sidiq anakku.


“Di mana kalian bertemu dengan mereka ?” tanya ku pada Sidiq.


“Di dekat jalan yang ada bukit kecilnya itu yah.” Jawab Sidiq.


Yasin jadi semakin yakin jika musuh pun saat ini sedang merencanakan sesuatu untuk menjalankan rencana mereka. Membuat warga ketakutan dan mau gak mau mengijinkan di bukanya tempat Hiburan malam di sekitar wilayah mereka.


Yasin menjadi semakin geram dengan sepak terjang mereka yang tidak segan mengancam dengan menculik seseorang yang di jadikan Sandera. Agar orang tidak punya pilihan lain kecuali mengikuti perintahnya.


“Jelas ini peran serta Gembul cs ada di belakang semua ini. karena ini adalah cara cara yang sering di gunakan Gembul dalam setiap aksinya dulu.” Kata Yasin dalam hatinya.


Yasin segera menghubungi pak Adnan Polisi yang menangani kasus tersebut. serta menceritakan kejadian yang baru saja di alami oleh anak anaknya. Dan pak Adnan mengatakan akan segera meluncur ke tempat Yasin. Untuk segera membuat rencana penyergapan.


Kemudian Yasin menyampaikan hal itu kepada Rofiq agar ikut bergabung bicara dengan pak Adnan serta segera mengumpulkan masa untuk membantu misi mereka.


Dari sekian banyak anggota padepokan Sena, hanya beberapa orang yang masih cukup punya nyali untuk menghadapi musuh secara terbuka. Kemudian di tambah lagi dengan personil Padepokan lain yang bersedia membantu untuk menyergap lawan.


Yasin berpesan kepada seluruh pemimpin Padepokan, bahwa pertahanan yang baik adalah menyerang mereka. Kalo tidak justru kita yang akan di serang sewaktu waktu saat kita lengah. Juga banyak memberikan support kepada seluruh anggota Padepokan, agar kembali semangatnya muncul dalam menghadapi kasus  seperti ini


Tak berapa lama kemudian pak Adnan datang bersama satu orang rekannya yang ikut menangani kasus yang menimbulkan korban Zulfan adik sepupu Yasin.


Yasin pun segera menceritakan apa hasil pengintaian nya dengan Rofiq yang mengawasi pos yang dijadikan mereka untuk koordinasi kecil. Namun markas besar mereka belum lah di ketahui keberadaan nya.


“Jadi pak Zain sudah menyelidik sampai sejauh ini ?” tanya pak Adnan yang sedikit kaget dengan langkah cepat yang dilakukan Yasin tersebut.


Betul pak, dan sebaiknya nanti kita langsung serang markas mereka agar tidak kedahuluan mereka menyerang Padepokan pak Suhadi. Kata Yasin.


“Hmm… apa gak sebaiknya kita menunggu mereka yang menyerang kemudian kita jebak seperti rencana kemarin pak ?” tanya pak Adnan.


“Kalo memungkinkan kita bagi jadi dua kelompok pak, sebagian menunggu mereka di tempat pak  SUhadi. Dan sebagian lagi ikut saya ke pos mereka itu.” jawab Yasin.


“Personil kita juga gak banyak pak, gak mungkin di bagi menjadi dua kelompok.” Jawab Pak adnan.


Saya hanya butuh beberapa personil untuk meringkus mereka di posko mereka. Nanti selebihnya adalah anggota padepokan yang akan membantu menangkap mereka di posko mereka.” Kata Yasin.


“Baiklah, nanti malam selesai Tahlilan kita bergerak secepat mungkin. Nanti bapak saya damping beberapa personil. Yang lain mengawasi padepokan pak Suhadi.” Jawab pak Adnan.


Yasin pun segera meminta bantuan pak Suhadi untuk mengumpulkan personil yang bersedia ikut menangkap gerombolan kecil yang ada di Pos tadi. Dan rencananya nanti malam selepas tahlil mereka akan segera berangkat menuju ke pos itu. di damping tiga orang personil polisi yang di bawah perintah pak Adnan.


...Bersambung...


Jangan lupa mohon dukungan


Like


Komentar


Vote


dan lainya.


Akan masuk awal Konflik.


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2