
Reader Tercinta
tak lupa selalu mohon dukungannya, saat ini memasuki konflik eksternal ketiga anak Yasin.
Selamat membaca.
semoga terhibur.
...🙏🙏🙏...
"Lita, kita baru cari siapa yang akan celakakan Jafar kok kamu malah nanya siapa Vina sih.” Tanya Riska pada Lita.
“Jangan ganggu aku dulu Ris, ini aku sedang serius bertanya pada Jafar…!!!” tiba tiba Lita mendadak seperti marah…!!!
“Astaghfirullah Lita, kok kamu jadi marah begitu ? Riska kan hanya ngomong biasa saja.” Kata Riska kaget dan bingung kenapa Lita jadi membentak Riska. Sidiq dan Jafar menangkap adanya sesuatu antara Lita dan Vina, orang yang disebutkan Jafar tadi.
“Maaf mbak Lita, Jafar hanya menduga saja apa Vina ada hubungan keluarga dengan mbak Lita. Karena Vina nama lengkapnya juga Vina Arlita, sama sama memakai Lita.” Kata Jafar, membuat Riska dan Sidiq juga baru kepikiran saat Lita menyebut nama lengkap Vina Arlita tadi. Sidiq dan Riska baru sadar jika Lita nama lengkapnya adalah Dian Arlita, nama belakangnya sama dengan Vina.
“Kamu cerdas Jafar, Vina itu adikku beda Ayah. Dan memang kami sudah lama gak bertemu dan jarang komunikasi. Aku titip adikku ya, meski beda ayah sebenarnya Lita juga sayang sama Vina.” Ucap Lita sambil meneteskan air matanya.
Sehingga suasana jadi berubah haru, kemudian Lita menceritakan kisah keluarganya. Ibunya dulu sakit keras dan tidak mampu menjalankan tugas seorang istri kepada suaminya selama hampir satu tahun setelah melahirkan Lita. Dan ayah Lita menikah lagi, meski tetap mencintai dan merawat ibunya Lita. Hingga suatu saat ibunya Lita di sembuhkan oleh seorang musafir yang kebetulan waktu itu numpang berteduh di rumah ayah Lita.
Singkat cerita, musafir itu diminta tinggal sementara untuk mengobati ibunya Lita sampai sembuh. Dan akhirnya memang ibunya Lita bisa sembuh seperti semula.
Namun kebahagiaan ibunya Lita Arlita Fernando yang seorang blasteran Indonesia Belanda itu hanya sebentar. Setelah tahu suaminya sudah punya istri lagi dia kecewa dan minta diceraikan suaminya. Sehingga timbul prahara besar di keluarga Lita.
Singkat cerita ibunya Lita bercerai, meski ayahnya Lita masih sangat mencintai istrinya Arlita Fernando. Namun dengan berat hati terpaksa menceraikan istrinya tersebut. Namun ayah Lita yang sangat mencintai istrinya itu tidak tega melihat Arlita Fernando sendirian.
Kemudian melihat ketulusan musafir yang mengobati istrinya yang kebetulan masih perjaka itu, Ayah Lita meminta Arlita Fernando mau dinikahi Musafir itu yang bernama Ali Akbar Ataturk. Seorang keturunan Turki dan Mesir. Keduanya menyetujui usulan ayah Lita, karena Arlita Fernando sendiri merasa sudah ditolong musafir itu beberapa bulan tanpa minta bayaran.
Entah ada cinta atau tidak diantara keduanya, yang jelas mereka akhirnya menikah dan Ayah Lita Hasanudin yang mengurus semuanya. Bahkan kemudian Ayah Lita juga yang memberikan sebuah rumah kecil untuk tinggal mereka berdua. Dengan syarat Dina Arlita kecil harus ikut ayahnya Lita, meski Arlita Fernando dan suaminya tetap diizinkan menjenguk Lita kecil.
Dan akhirnya dari pernikahan Arlita Fernando dan Ali Akbar Ataturk melahirkan anak perempuan juga yang diberi nama Vina Arlita. Berharap agar kedua anaknya nanti bisa rukun sebagai keturunan dari Arlita Fernando meski dari ayah yang berbeda.
Sidiq, Jafar dan Riska mendengarkan cerita Lita dengan perasaan yang penuh haru. Sementara Sidiq berkata dalam hati, “seperti aku dengan Panji, satu ibu beda Ayah. Sedangkan aku dengan Jafar satu ayah beda ibu.” Kata Sidiq dalam hati. Dan jafar pun membatin hal yang sama dengan Sidiq kakaknya.
“Terus kapan kamu terakhir ketemu Vina ?” tanya Riska kepada Lita.
“Sudah tiga tahun lebih hampir empat tahun tidak pernah bertemu, aku juga kangen sama Vina.” Kata Lita.
“Sabar mbak Lita, Vina sejak masuk SMP masuk ke pesantren dan gak pernah keluar dari pesantren kecuali ke sekolah. Jafar tahu pasti karena dulu masuknya juga bersamaan.” Kata Jafar.
“Jadi begitu ya, kalau mama Lita sering jenguk Vina gak Jafar ?” tanya Lita.
“Dulu mbak, tapi kabar terakhir kedua orang tua Vina kembali ke Turki atau ke mesir kurang jelas Jafar tapi yang jelas menetap di sana.” Jawab  Jafar.
“Terus untuk kebutuhan adikku Vina bagaimana ?” tanya Lita.
“Tiap bulan dikirimi orang tuanya dari sana, dan beberapa kali juga datang ke pesantren jenguk Vina.” Ucap Jafar.
“Kok bisa jadi kayak gini ya, ini kebetulan atau bagaimana sih pertemuan Lita dengan Jafar malah membuka jalan bagi Lita menemukan adik dan keluarga mamanya.” Ucap Riska.
“Itulah jika Allah sudah menghendaki tidak ada yang tidak mungkin.” Ucap sidiq.
“Maaf ya Jafar kalau tadi Lita jadi agak membentak karena saking kangennya sama Vina.” Kata Lita.
“Gapapa mbak Jafar tahu, tapi maaf kok wajahnya gak mirip ya dengan Vina.” Tanya Jafar.
“Iya Jafar, Lita lebih mirip Ayah Lita sedangkan Vina perpaduan mama dan ayahnya Vina. Jadi memang wajah Vina agak kearab arab an begitu wajahnya.” Jawab Lita.
“Owh begitu, makanya saya tidak menyangka sama sekali kalau mbak Lita itu kakaknya Vina.” Kata Jafar.
“Boleh gak kalau Lita mau ketemu Vina datang ke pesantren kamu Jafar ?” Tanya Lita.
“Bisa saja mbak, tapi jangan sampai pas jam jam ngaji saja nanti kelamaan nunggu nya.” Kata Jafar.
“Aku minta jadwal ngajinya dong, secepatnya Lita akan mengunjungi Vina.” Kata Lita.
“Iya mbak.” Jawab Jafar kemudian memberikan Jadwal ngaji dan kegiatan anak anak Santri. Dan Lita pun segera pamit setelah menerima jadwal kegiatan dari Jafar.
“Kasihan Lita, Riska saja gak tahu kalau dia punya permasalahan seperti itu. pandai sekali Lita menyimpan sesuatu.” Ucap Riska.
__ADS_1
“Kalau misalnya kamu yang punya masalah seperti itu bagaimana Ris ?” tanya sidiq. Yang sebenarnya juga mau mengatakan, “ Aku juga seperti Lita Ris, bahkan lebih memilukan lagi. Tapi aku masih takut untuk jujur padamu saat ini.”
“Riska gak bisa bayangin mas, dengar kisah Lita saja sudah bikin Riska pusing.” Jawab Riska membuat Sidiq sedikit kecewa. Dan Jafar yang tahu akan hal itu segera mengalihkan pembicaraan.
“Owh iya mas, terus bagaimana informasi orang yang akan mencelakai Jafar, tadi terpotong masalah Vina dan mbak Lita.” Kata Jafar.
“Astaghfirullah,,, aku hampir lupa, jadi intinya kamu dituduh merebut Nadhiroh oleh cowok itu. dan cowok itu mengajak beberapa orang untuk mencelakai kamu. Salah satunya yang mau ambil HP tadi, sebenarnya bisa aku jadikan tadi. Tapi takutnya dia bisa buka chat yang nunjukin wajah kamu kan gawat.” Jawab Sidiq.
“Owh begitu, tapi lebih gawat lagi kalau dia buka chat yang isinya fotoku dan dikira mas Sidiq nanti.” Ucap Jafar.
“Kalau itu kamu gak usah khawatir, aku masih sanggup melawan dia.” Ucap Sidiq.
“Sama mas, Jafar juga sanggup kok.” Sahut Jafar.
“Tapi kamu terlalu lembut, padahal orang seperti itu butuh di kasih pelajaran yang tegas.” Jawab Sidiq.
“Tapi omong omong mas Sidiq kerja sendirian disini gak ada bos nya ?” tanya Jafar.
“Bos ku baru keluar kota, katanya pulang ke sininya terlambat. Mungkin sore baru sampai, dan tadi pesan kalau aku mau balik ke pesantren belum datang suruh tutup dulu saja karena ada kunci doble.” Jawab Sidiq.
“Kalau begitu Jafar juga balik ke pesantren lagi saja mas, udah sore.” Kata Jafar.
“Kamu mau naik apa ke pesantren ? Aku panggilkan ojek saja ya biar aku bayarin sekalian.” Kata Sidiq.
“Gak usah mas, uang yang kemarin juga masih banyak kok.” Jawab Jafar.
“Serius ? Jangan sungkan kalau habis bilang saja.” Kata sidiq.
“Gak kok mas masih banyak kok.” Jawab Jafar sambil Bangkit.
“Eeh tunggu dulu Jafar, Riska titip salam buat adik kamu Nisa ya. Sukur sukur bilang kalau aku pacarnya mas Sidiq.” Ucap Riska sambil bercanda.
Sidiq hanya manyun kepada Riska, karena masih khawatir kalau Nisa ngadu ke ayah bundanya.
“Iya mbak Riska, nanti saya sampaikan tapi Jafar juga titip mas Sidiq jangan sampai lepas kendali kalian berdua.” Jawab Jafar.
Sidiq dan Riska hanya tersipu malu mendengar ucapan adiknya tersebut.Â
“Gak usah lah mas, Jafar juga sudah bawa uang kok.” Jawab Jafar.
“Gapapa kan biar aku juga dapat pahala nanti.” Ucap Sidiq memaksa memasukan uang ke kantong Jafar. Dan Jafar pun tidak berani menolak lagi. Kemudian berjalan mencari angkutan untuk pulang ke pesantrennya.
“Aku iri banget dengan keharmonisan kamu dan adik adikmu mas.” Kata Riska.
“Itu hasil didikan ayah bundaku dulu Ris.” Jawab Sidiq singkat.
Sidiq kembali melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu waktu pulang, dan Riska seperti biasa menemani Sidiq sampai dia mau pulang. Dan mengantar Sidiq sampai mendapatkan kendaraan, karena rumah Riska hanya dekat dengan Counter Sidiq dan sekolah.
*****
Jalu yang kesal sekaligus penasaran pada Sidiq dan adiknya jadi marah marah sendiri.
“Kurang ajar, anak kemarin sore sudah punya kemapuan seperti itu. aku jadi sedikit curiga, jangan jangan dia ada hubungan dengan orang yang bernama Yasin buruanku.” Kata Jalu dalam Hati. Yang tidak tahu jika memang Sidiq dan Jafar adalah anak Yasin yang dia cari.
“Aku harus menyuruh Ari cari tahu siapa nama ayahnya Sidiq itu.” Kata Jalu dalam hati yang masih merasa penasaran dengan Sidiq dan Jafar adiknya.
Maka Jalu pun membelokkan arah mobilnya menuju ke rumah Ari, sekaligus menyampaikan hasil perjanjian Jalu dan Sidiq. Agar Ari jangan bertingkah dulu sebelum Jalu menemukan Yasin. Karena sebelum itu Jalu gak mau menghabiskan tenaga untuk mengurusi masalah Ari. Yang bagi Jalu dianggap masalah sepele.
Sesampai di rumah Ari, Jalu pun sudah ditunggu oleh Ari dan anak buahnya.
“Apa kubilang, bang Jalu gak akan kenapa kenapa. Pasti saat ini Sidiq yang sedang merintih babak belur.” Kata Ari lantang kepada Herman cs.
Tapi sayangnya bukan Pujian yang Ari dapatkan, melainkan tamparan keras dari Jalu.
Plaaak…plaaak…
Dua kali tamparan Jalu mendarat ke wajah Ari.
“Dasar bocah cemen, gara gara kamu urusanku jadi tertunda. Sidiq gak mungkin jahat pada kalian, karena kalau dia yang jahat, sepuluh anak macam kamu saja bisa dia habisi dalam hitungan menit.” Ucap Jalu.
Ari dan anak buahnya yang tadi bangga dan tertawa tawa sekarang justru pucat dan tertunduk mendengar perkataan Jalu.
__ADS_1
“Jadi bagaimana bang ?” tanya Ari memberanikan diri bertanya pada Jalu.
Jalu menghela nafas sebentar sebelum melanjutkan bicara.
“Aku sudah berhadapan dengan Sidiq, dan memang Sidiq bukan tandingan kalian. Tapi tadi belum tuntas, karena aku juga masih banyak urusan lain. Jadi sementara kalian jangan bikin ulah lagi pada Sidiq dan kawa kawannya, kalau kalian nekat akau tidak akan membantu kalian lagi.” Kata Jalu.
“Perjanjian apa Bang dengan Sidiq.” Tanya Ari.
“Akan melanjutkan pertempuran setelah aku berhasil mencari orang yang dulu bertempur dengan ayahku.” Jawab Jalu.
“Owh iya bang, orang yang bernama Yasin itu ?” Jawab Ari.
“Betul, dan kalian akan aku beri tugas cari tahu siapa nama orang tua Sidiq ( Ayahnya ) cari di data sekolah, kalau orang tuanya bernama Yasin aku akan langsung habisi Sidiq untuk memancing ayahnya keluar.” Kata Jalu.
“Siap bang, kalau soal itu besok pun aku bisa memberikan jawabannya.” Sahut Ari.
“Tapi ingat ya, sementara kalian jangan bikin ulah dulu. Kalau kalian nekat maka aku tidak akan membantu kalian lagi. Aku mau cari kawan juga, karena adiknya Sidiq pun kemampuannya tida kalah dengan Sidiq.” Kata Jalu.
“Jadi abang tadi dikeroyok berdua ?” Tanya Ari.
“Bukan urusan kamu, yang penting kalian jangan bikin ulah dulu di sekolah.” Bentakan Jalu yang keluar untuk Ari dan anak buahnya.
Kemudian Jalu pun keluar dari rumah Ari untuk mencari seseorang yang dia pandang bis membantunya mencari Yasin dan menangkapnya hidup hidup.
“Aku harus menemui kakang Gede Paneluh, hanya dia yang dapat membantu aku saat ini. ilmu kebatinannya yang mampu menerawang kejadian kejadian mas lalu belum ada yang menandingi. Kata Jalu dalam hatinya.
Dari rumah Ari pun Jalu langsung melajukan mobilnya ke sebuah pedepokan kecil di wilayah Jawa tengah untuk menemui seseorang yang dia anggap bisa membantunya tersebut. dengan penuh harap Jalu pun melajukan kendaraan menuju ke sebuah padepokan.
*****
Â
Di jalan Jafar yang baru turun dari kendaraan umum dan mencari ojek untuk kembali ke pesantren tiba tiba di cegat oleh seseorang.
“Tunggu kamu yan bernama Jafar kan ?” tanya orang itu.
“Iya mas, ada apa ?” tanya Jafar.
“Kamu tahu tidak kalau Nadhiroh itu calon istriku, kamu masih muda carilah yang sebaya denganmu. Jangan mengganggu calon istri orang !” bentak orang itu.
Jafar kaget tidak menyangka jika akan secepat ini dia akan bertemu dengan orang yang punya rencana mencelakai dirinya.
“Maaf mungkin mas salah paham atau sekedar terkena Fitnah. Karena aku dan kak Nadhiroh tidak ada hubungan apapun, selain sesame Santri.” Jawab Jafar.
“Sebaiknya kamu gak usah berkelit, sudah banyak yang melihat kalau kamu sama Nadhiroh itu pacaran.” Jawab orang itu.
“Tidak mas, saya tidak atau belum mau pacaran saat ini. karena mau fokus ngaji dan belajar dulu.” Jawab Jafar.
“Wkakaka…. Sok alim lo ah, udah ngaku saja dari pada nanti kamu menyesal.” Ucap Orang itu.
“Beneran say gak bohong.” Jawab Jafar tetap tenang.
Tiba tiba tangan orang itu melayang dan hampir saja wajah Jafar. Sehingga Jafar hanya dapat menghindari serangan itu tidak sempat menangkis apa lagi memukul….!!!
Â
MOhon maaf Up kali ini hanya pendek
baru sibuk di RL
...Bersambung....
...Mohon dukungannya Reders...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1