
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Upacara Pancamakarapuja 3...
Farhan makin bingung, karena saat Yasin berhadapan dengan Birowo Farhan tidak tahu dan tidak dengar ceritanya !!!
"Jadi Mas Yasin pernah hadapi pengikut Sekte Sesat itu?" Tanya Farhan.
"Iya sebenarnya Sekte itu terlarang di Nusantara, karena ada tumbal manusia, free *** dan sebagainya. Namun secara tersembunyi ternyata masih ada." Jawab Yasin.
"Itu semacam Aliran kepercayaan ya Mas?" Farhan menggali lebih dalam tentang ajaran Bhaerawa Thantra.
Yasin pun menjelaskan jika aliran atau ajaran itu sejak jaman kerajaan-kerajaan dulu. Dan salah satu Raja Singasari Adityawarman adalah salah satu tokoh ajaran tersebut.
Beberapa prasasti ditemukan, termasuk Patung Raja Adityawarman yang duduk di atas tumpukan mayat.
Mayat yang berbau busuk itu dirasa seperti aroma kembang yang sangat wangi.
Farhan merinding mendengarkan cerita Yasin. Sampai tidak terasa mereka sudah sampai di makam Eyang Sidiq Ali.
"Kita lanjutkan besok lagi ceritanya, sekarang siap siap mendoakan Eyang Sidiq Ali sekalian ( Eyang kakung dan Putri). Sekaligus Azzam bapakku dan Ningsih ibuku juga." Kata Yasin.
Setiap kali Yasin Ziarah, Yasin selalu meneteskan air matanya. Teringat kedua orang tuanya yang dulu sangat menanggung malu karena perbuatan Yasin.
Yasin dan Farhan pun segera memanjatkan doa memohonkan ampunan bagi kedua orang tua Yasin dan Kakek Nenek nya.
Setelah selesai mereka pun keluar dari komplek makam tersebut.
"Boleh tahu gak Mas, kenapa tiap kali ada masalah Mas Yasin selalu menyempatkan waktu untuk Ziarah. Kalau sekedar mendoakan kan bisa dari rumah juga?" Tanya Farhan.
Yasin tersenyum mendengar pertanyaan Farhan tersebut.
"Kamu ini kan Santri juga, masak gak tahu?" Kata Yasin.
"Tahu juga sih, jika Ziarah kubur itu salah satu manfaatnya mengingatkan kita pada kematian." Jawab Farhan.
"Ada yang jauh lebih penting dari itu Farhan." Jawab Yasin.
"Apa itu mas?" Tanya Farhan heran, apa yang lebih penting dati ingat akan mati, batin Farhan.
"Kamu tahu, semua yang dikubur di makam itu punya satu keinginan yang sama?" Jawab Yasin.
"Keinginan apa itu Mas?" Tanya Farhan.
"Andaikan bisa, mereka ingin hidup lagi barang sehari untuk memperbaiki amal mereka. Jadi ketika di makam begini, seberat apapun masalah kita. Kita merasa lebih beruntung masih hidup, masih bisa memperbaiki amal kita untuk bekal di akhirat nanti." Jawab Yasin.
"Subhanallah... iya benar Mas. Kok Farhan gak kepikiran begitu ya Mas?" Jawab Farhan.
"Makanya semua perbuatan kita itu harus di hayati dengan ilmu. Sekecil apapun amal jika dengan ilmu pasti akan bermanfaat." Kata Yasin.
__ADS_1
"Iya Mas Farhan jadi lebih paham sekarang." Kata Farhan.
"Alhamdulillah, tapi bagaimana dengan pembicaraan kamu dengan Sufi tadi sore, kalau aku boleh tahu." Tanya Yasin.
"Farhan sendiri sebenarnya sudah mantap mau menikahi Sufi. Tapi Sufi Minta Farhan istikharah dulu. Katanya biar tidak kecewa, karena Sufi bilang dia orang yang sangat kotor intinya." Jawab Farhan.
"Bagus kalau begitu, tapi kamu tahu tidak kenapa aku berharap kamu mau menikahi Sufi?" Tanya Yasin.
"Tidak tahu Mas, memang apa?" Tanya Farhan.
"Sufi itu sebenarnya anak yang baik, cantik juga. Meski punya masa lalu yang buruk. Jika dinikahi orang yang tidak baik maka akan buruk bagi Sufi. Tapi kalau kamu yang menikahi Sufi aku punya harapan Sufi akan Istiqomah dalam bertaubat." Jawab Yasin.
"Maksudnya Mas?" Tanya Farhan.
"Meski saat ini Sufi sudah bertaubat, tapi jiwanya belum stabil. Jika mendapat suami yang dzolim tidak menutup kemungkinan akan kembali ke masa lalunya. Dan untuk kamu sendiri ini adalah lahan beribadah. Karena menjaga seorang hamba Allah agar Istiqomah dalam bertaubat." Jawab Yasin.
"Maasya Allah,,, sampai segitunya Mas pemikiran kamu." Kata Farhan.
"Aku belajar dari pengalaman diriku sendiri. Ketika dinikahkan dengan Fatimah sepupu kamu. Aku bekas bajingan, dan Fatimah lah yang bisa menjagaku Istiqomah dalam taubat. Sehingga aku tidak tergoda untuk maksiat lagi." Kata Yasin jujur.
"Tapi Mas Yasin kan memang tulus bertaubat dulu?" Kata Farhan.
"Tetap saja butuh pasangan yang mendukung. Coba jika Fatimah itu orang yang matre. Sudah minta cerai dari dulu, saat ekonomi ku sedang terpuruk. Dan jika itu terjadi bukan tidak mungkin aku akan kembali ke dunia hitam seperti dulu karena Frustasi." Jawab Yasin.
"Iya ya Mas." Ucap Farhan.
"Pernikahan bukan sekedar menghalalkan hubungan badan laki-laki dan perempuan, akan tetapi pernikahan itu sebuah ibadah. Meskipun yang niatnya sekedar menghalalkan hubungan badan juga tidak salah. Karena sudah menjalankan syariat, tapi diniatkan ibadah lebih baik." Kata Yasin.
"InsyaAllah, kalau Farhan diniatkan ibadah Mas. Lalu soal permintaan Sufi untuk Istikharah dulu bagaimana Mas?" Tanya Farhan.
"Istikharah itu jika kamu masih ragu, misal ada dua wanita kamu bingung pilih yang mana kamu Istikharah mohon petunjuk Nya. Atau kamu masih ragu dengan Sufi kamu Istikharah mohon petunjuk apa Sufi baik untuk kamu atau tidak." Jawab Yasin.
"Sufi itu tidak beda jauh denganku, sama sama pernah terjerumus dalam kesesatan. Tinggal kamu sendiri, jika merasa risih dengan masa lalu Sufi itu juga sah sah saja tidak salah. Seperti dulu saat Fatimah tahu jika aku sudah punya anak diluar nikah. Akibat dosa masa laluku, Fatimah pun sempat guncang, kecewa dan hampir minta cerai. Saat itu aku juga hanya bisa pasrah, apapun keputusan Fatimah." Kata Yasin.
"Aku juga dengar itu mas, tapi Mbak Fatimah kan akhirnya bisa menerima Sidiq anak Mas Yasin dengan Mbak Arum." Kata Farhan.
"Betul, itu maksudnya aku merasa aku dinikahkan dengan Fatimah oleh abah guru bukan tanpa maksud. Tapi dengan pertimbangan jauh ke depan, demi kebaikan aku dan Fatimah." Kata Yasin.
Farhan mendengar banyak cerita yang bersifat nasehat dari Yasin. Dan perjalanan mereka akhirnya sampai juga di rumah Yasin. Setelah cuci tangan dan cuci kaki mereka pun masuk ke rumah untuk beristirahat.
.....
.....
.....
Pagi hari di Markas Ki Marto
"Segera persiapkan semua keperluan upacara Pancamakarapuja, nanti saat Purnama sidhi yang tinggal beberapa hari lagi kita laksanakan upacara tersebut." Ucap Ki Munding Suro memberi perintah kepada semua muridnya.
"Purnama Sidhi itu apa Guru?" Tanya Ki Bujang yang bukan orang jawa, belum tahu istilah Purnama Sidhi.
"Purnama Sidhi” itu malam tanggal 14 dan “Purnama” untuk malam tanggal 15. Menurut para leluhur pemerhati perhitungan waktu, Purnama Sidhi lebih utama dari Purnama, karena pada malam 14 ini rembulan sedang menuju puncak terangnya sampai malam 15. Sedangkan pada malam 15 tak lama kemudian rembulan mencapai puncak purnama (full moon), yaitu detik saat medan sinar 100 persen. Dan itulah saat pergantian Suklapaksa (paruh terang) ke Kresnapaksa (paruh gelap). Saat itulah waktu yang paling tepat melaksanakan Pancamakarapuja." Jawab Ki Munding Suro.
Semua mendengarkan penjelasan Ki Munding Suro dengan Serius. Mereka pun sudah mantap mengikuti Ki Munding Suro. Bahkan sudah seperti dikuasai jiwanya, bagi yang sudah beristri mereka merelakan istri istri mereka ikut dalam upacara Pancamakarapuja. Bahkan Ki Marto berencana melibatkan anak perempuannya juga.
Semua sudah kehilangan akal sehat, perasaan dan nurani. Jiwa jiwa yang sudah dirasuki dan dikuasai khodam khodam Jahat. Seakan mereka hanyalah Jasad yang dikuasai dan dikendalikan orang lain. Itulah salah satu hal mengerikan pengikut Bhaerawa Thantra.
__ADS_1
"Gunakan Santet untuk membunuh lawan tanpa berhadapan. Gunakan pelet untuk memikat perempuan. Dapatkan kekuatan Alam dengan Pancamakarapuja. Penguasa alam kegelapan akan memberi kita kekuatan. Kekuatan yang tidak bisa dilawan." Ucap Ki Munding Suro memberikan yel yel pada murid muridnya.
Semuanya mengikuti ucapan Ki Munding Suro. Setelah mengucapkan Yel yel Ki Munding Suro pun kembali memerintahkan untuk mencari calon tumbal. Gadit suci yang belum masuk masa haid. Kemudian mencari wanita untuk proses upacara.
" Jalu kamu cari Tumbal gadis suci." Ucap Ki Munding Suro.
"Siap Guru." Jawab Jalu.
"Paneluh kamu pagari area upacara nanti. Agar tidak melihat mata manusia." Lanjut Ki Munding Suro.
"Sendiko dawuh Guru." Jawab Gede Paneluh.
"Yang lain bantu cari wanita, Purnama Sidhi tinggal tiga Hari lagi. Semua harus sudah siap, Marto bertanggung jawab sediakan arak sebanyak mungkin." Kata Ki Munding Suro kemudian.
Semua Patuh dengan perintah Ki Munding Suro, yang sudah berhasil menguasai jiwa jiwa dalam kegelapan tersebut.
.....
.....
.....
Sementara itu Tohari Dan Sena sedang menyelediki kasus perkosaan dengan Gendam di wilayah Sena.
"Bagaimana kang Tohari, jika dibiarkan terus ini akan memicu kebebasan dalang Anyi anyi dari penjara yang dulu dibuat Yuyut Siti Aminah. Kasihan mas Yasin yang sudah berjuang keras memasukkan Jin itu." Kata Sena.
"Aku juga bingung, karena Feeling ku mengatakan Yasin juga baru dalam masalah besar saat ini." Jawab Tohari.
"Tapi ini juga menyangkut mas Yasin Kang!?!" Ucat Sena.
"Lalu bagaimana menurut kamu Sena?" Tanya Tohari.
"Kita harus bicara dengan Mas Yasin, kalau perlu sekarang juga kita berangkat ke sana." Kata Sena.
"Apa kamu tega, makin banyak korban gadis gadis tak berdosa?" Tanya Tohari.
"Tentu tidak, tapi kita juga gak mungkin selesaikan ini hanya berdua. Sementara anggota padepokan pak Suhadi juga sangat terbatas." Jawab Sena.
"Nah justru itu, aku tidak tega meninggalkan mereka berjuang sendiri." Jawab Tohari.
"Biar malam ini saja mereka kita minta konsentrasi jaga keluarga masing masing. Kita harus bicara dengan Mas Yasin nanti malam." Ucap Sena.
"Aku tidak tega Sena, jangan jangan kita tinggalkan semalam saja korban jadi semakin banyak." Kata Tohari.
"Tapi jika kita hanya begini, saat Purnama Sidhi nanti akan terjadi korban yang semakin banyak." Jawab Sena.
Akhirnya Tohari pun mengalah, mengikuti usulan Sena untuk menemui Yasin. Sena yang tidak berani meninggalkan Nurul Istrinya di rumah pun mengajak Serta Nurul ke rumah Yasin. Rumah Sena Dipasrahkan pada anak didik Sena. Serta berpesan untuk disampaikan pada padepokan pak Suhadi.
Berangkatlah Sena ke rumah Yasin bersama Istrinya dan Tohari. Baik Sena maupun Tohari belum tahu jika Yasin pun sedang pusing menghadapi Ki Munding Suro yang sangat berbahaya???
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote...
...agar semangat up...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...