
...Kelompok ki Marto rencakan menyerang Sidiq dan Jafar. ...
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
"Ada apa pak Yasin, kenapa menampar Fanani?" Tanya pak Yadi.
Yasin tidak menjawab, tapi malah membaca doa yang diantara nya ayat kursi dan Surah Al-Isyo ayat 80-82. Dan pada kalimat yang artinya dan katakan telah datang kebenaran, sirna lah kebatilan Sesungguhnya kebatilan akan musnah dibaca berulang-ulang.
Seketika wujud Fanani berubah wujud menjadi Jalu. Khodam yang menutupi tubuh jalu tidak tahan dengan doa doa yang di bacakan dengan ikhlas.
Dan Jalu pun langsung kabur melarikan diri, pak Yadi memberikan tembakan peringatan.
"Jangan ditembak pak, kita kejar saja kemana arah larinya." Ucap Yasin langsung mengejar Jalu diikuti pak Yadi.
Suara tembakan pak Yadi dan keributan yang terjadi mengejutkan beberapa orang warga. Dan beberapa orang yang punya nyali cukup mendatangi lokasi. Sementara yang ketakutan justru bersembunyi, dan hanya mengintip dari dalam rumah nya.
"Kenapa Desa kita jadi tidak aman sekarang ? " Ucap salah satu warga.
"Tidak tahu juga, tapi pak Lurah sudah berupaya dan meminta bantuan pihak yang berwenang. Kita bantu dengan siskamling saja." Jawab yang lain.
Setelah lokasi menjadi cukup ramai, barulah warga yang tadinya ketakutan berani keluar.
.....
Sementara di dalam rumah pak Lurah Broto, Farhan pun sudah selesai melaksanakan doa bersama.
"Ada keributan di luar pak Farhan !" Kata pak Lurah Broto.
"Iya Pak Lurah, semoga pak Yadi dan mas Yasin bisa mengatasi." Jawab Farhan.
"Iya mudah mudahan saja pak." Kata Pak Lurah Broto.
Beberapa saat kemudian Istri pak Lurah Broto dibantu Riska, datang membawa minuman dan makanan ringan.
"Yah di luar banyak orang datang, katanya pak Polisi dan Ayahnya mas Sidiq sedang mengejar penjahat." Kata Riska.
"Riska, biar tamunya minum dulu bapak ini kan saudaranya pak Yasin. Bisa bisa ikut panik nanti! " Kata ibunya Riska.
"Gak papa kok bu, Nama saya Farhan sepupu istrinya mas Yasin. Sudah sering lihat mas Yasin menghadapi itu." Jawab Farhan.
"Iya maaf, silahkan di nikmati dulu minumannya." Jawab ibunya Riska.
"Jadi pak Yasin itu sudah sering menghadapi bahaya pak?" Tanya pak Lurah Broto setelah anak istrinya pergi.
Kemudian Farhan menceritakan saat dia membantu Yasin menumpas praktek kejahatan seorang Joyo Maruto bersama dengan pak Yadi dan saudaranya yang lain.
Pak Lurah Broto mendengar cerita Farhan dengan serius. "pantas anak anaknya juga pandai beladiri." batin Pak Lurah Broto.
"Apa yang dulu pernah hebohkan terkait penemuan orang hilang yang sudah bertahun-tahun dan diketemukan jasad tulang belulangnya itu pak Farhan?" Tanya pak Lurah Broto.
"Betul pak, yang membongkar praktik Ilmu sesat seseorang yang menjadikan manusia jadi tumbal." Jawab Farhan.
Pak Lurah Broto terdiam sesaat, mengingat kembali kabar yang pernah tersiar dan menghebohkan dulu. Dalam hati pak Lurah Broto menyesali Sikapnya sebelum ini pada Sidiq anak Yasin.
Masuklah pak Yadi dan Yasin kemudian.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum.... Sudah selesai pak do'anya?" tanya pak Yadi.
"Sudah pak mari silahkan duduk." Jawab pak Lurah Broto.
Yasin dan pak Yadi pun akhirnya ikut duduk bergabung dengan Farhan.
"Barusan saya melihat sendiri praktik ilmu Jalu yang bisa meniru wajah orang lain. Tadi dia meniru wajah Fanani anak nanak buah ku dulu. " Kata pak Yadi.
Semua terkejut mendengar ucapan pak Yadi.
"Ceritanya bagaimana pak?" Tanya pak Lurah Broto.
Pak Yadi pun kemudian menceritakan kronologis yang terjadi.
"Bagaimana pak Yasin bisa Yakin itu Jalu? " Tanya pak Lurah Broto.
Yasin berpikir sejenak, karena tidak mungkin menjelaskan tentang Lathoif Nafsi. Karena yang Yasin gunakan sebenarnya adalah lathoif Nafsi. untuk memastikan orang tadi asli Fanani atau jadi jadian.
"Karena kalau itu Fanani asli pasti menegur saya pak. Karena pernah saya tolong mendamaikan dengan istrinya dulu. Tapi tadi justru gugup ketika kutanya bagaimana kabar istrinya." Jawab Yasin.
"Owh begitu ya pak, jadi bila kita bertemu seseorang yang kita ragu dia asli atau bukan bisa menanyakan sesuatu yang hanya dia dan kita saja yang tahu ya pak?" Tanya pak Lurah Broto.
"Betul pak, dan itulah pentingnya zona Privasi. hanya kita sendiri dan orang-orang khusus yang perlu tahu." Jawab Yasin.
Setelah cukup malam, Yasin dan Farhan minta ijin untuk pulang. Acara doa bersama untuk memagari gaib rumah pak Lurah Broto pun sudah selesai.
Pak Yadi juga ikut berpamitan, dengan meninggalkan dua personil menjaga rumah pak Lurah Broto.
Yasin dan pak Yadi tidak berhasil mengejar Jalu. Karena Jalu menggunakan aji Halimun saat kabur. Meski secara pribadi Yasin bisa mendeteksi Jalu, namun jika dilanjutkan mengejar kasihan pak Yadi.
Sehingga Yasin memutuskan menghentikan pengejaran dan kembali ke rumah pak Lurah Broto.
.....
.....
.....
"Apa kita hanya akan diam saja atas apa yang terjadi dengan kakang Gandung guru?" Ucap Jaka Santosa adik Gandung Santosa.
"Tidak Jaka, kamu kan juga tahu jika aku pun baru saja sembuh total dari kelumpuhan. Akibat terkena pukulan lebur Saketi." Jawab ki Marto Sentono.
"Maaf guru, maksudnya bukan begitu. Tapi paling tidak kita balas dendam kakang Gandung." Jawab Jaka.
"Sudah tentu kalau itu, dan memang saat ini kekuatan kita sudah bertambah. Sudah waktunya memikirkan balas dendam untuk Gandung." Jawab ki Marto.
"Tapi jangan anggap remeh wanita itu, gerakannya sangat cepat. Dari mencabut pedang menebas tangan Gandung sampai menyarungkan kembali pedangnya hanya beberapa detik." Kata Gede Paneluh.
"Kalau begitu perlu gunakan strategi dan kita keroyok saja." ucap Jaka.
"Yang paling utama adalah Strategi, kita ramai ramai pun tanpa strategi tidak akan ada gunanya. Dia mampu melemparkan senjata rahasia dengan cepat dan akurat." Kata Gede Paneluh. Kemudian menceritakan saat dia dan Jalu berkunjung ke rumah Mutsashi saat Gede Paneluh terluka dan di tolong Mutsashi.
"Jadi dia itu dulunya memusuhi Yasin juga. Kenapa bisa berbalik menyerang Gandung? " Tanya ki Marto.
"Aku tidak tahu persis kenapa, tapi katanya permasalahan dengan Yasin sudah diselesaikan." Jawab Gede Paneluh.
"Tidak ditanya kenapa?" Tanya ki Marto.
"Sudah, tapi dia tidak mau jawab kemudian Gandung marah hendak menampar. Dan terjadilah salah paham sampai tangan Gandung di tebas putus." Jawab Gede Paneluh.
Suasana hening sejenak, Masing-masing berpikir mencari strategi yang tepat untuk menghadapi Mutsasi yang lebih mereka kenal dengan nama Susiana.
"Bagaimana caranya mengalahkan dia dengan mudah. Kita gak mungkin membuang banyak waktu dan tenaga saat ini. Sampai urusan kita dengan Yasin selesai." Ucap ki Marto.
__ADS_1
"Kita butuh, Jaka, Bayu, Jalu dan ki Marto sendiri. Sebagian gunakan Halimun biar Jalu gunakan Ilmu malih Warno menyamar sebagai Yasin datang ke tempat Susiana. Kemudian kita jebak Susiana, saat lengah langsung kita habisi saja." Kata Gede Paneluh.
"Aku sepakat, tapi apakah Jalu bersedia melakukan itu?" Tanya Jaka yang masih agak ragu dengan Jalu yang dinilai sangat egois.
"Aku akan bicara dengan Jalu nanti. Tapi semua harus bersabar. Mungkin Juga Jalu mau bersenang senang dulu dengan wanita tersebut." kata Gede Paneluh.
"Bersenang-senang bagaimana?" Tanya Jaka.
"Jalu saat ini sedang mabuk wanita, dan Susiana lah pertama kali mengenalkan kenikmatan wanita pada Jalu hingga ketagihan. Mungkin saja Jalu ingin memanfaatkan wujud Yasin untuk menikmati tubuh Susiana." Kata Gede Paneluh.
Jaka terdiam dengan keterangan Gede Paneluh. "dasar lelaki goblok, yang muda banyak malah pilih yang setengah tua." kata Jaka dalam hati.
Jaka tidak tahu siapa Mutsashi yang memang terdidik dalam hal tersebut. Sehingga bagi laki-laki pemula seperti Jalu jadi sangat terkesan dengan servis yang diberikan Mutsashi.
"Baiklah kalau memang begitu, asal tujuan kita tercapai. Terus kapan rencananya?" Tanya Jaka.
"Besok sore saja kita ke tempat Susiana, Sebagian menghadang anak anak Yasin. Sebagian mendatangi tempat Susiana." Ucap Gede Paneluh.
"Besok Kala Srenggi, dan Otang menghadang Sidiq. Sementara ki Bujang dari kulon dan Lembayung yang hadang Jafar. biar kita silang ki Bujang tidak bersama Otang." Kata ki Marto.
"Boleh, ki Marto yang bilang ke ki Bujang dan lainnya. Aku yang akan bujuk Jalu besok pagi." Jawab Gede Paneluh.
Maka disepakati malam itu untuk mengadakan gerakan dibagi menjadi tiga titik. Satu kelompok mendatangi Mutsashi alias Susiana dan yang dua kelompok menghadapi Sidiq dan Jafar di tempat yang berbeda. Dengan pertimbangan Yasin sendiri sedang sibuk mengurus pak Lurah Broto yang baru saja di Satroni Jalu. Belum lagi adanya kasus pemerkosaan dengan gendam yang dilakukan oleh Gede Paneluh.
.....
Keesokan paginya, Gede Paneluh menemui Jalu.
"Jalu,,, hari ini ada tugas khusus buat kamu." Kata Gede Paneluh.
"Tugas apa kakang?" Tanya Jalu. Karena hanya dengan Gede Paneluh lah Jalu bisa tunduk.
"Nanti kamu datang ke tempat Susiana, dan jamu menyamar sebagai Yasin. Agar kedatangan kamu disambut dengan baik oleh Susiana." Ucap Gede Paneluh.
"Apa tujuan ke sana, terus apa boleh aku berdua di kamar dengan Susiana?" Tanya Jalu, yang sudah diduga oleh Gede Paneluh ajan bertanya begitu.
"Itu terserah Jalu, yang penting tujuan kita ke sana untuk membunuh Susiana. Sebelum dibunuh terserah mau Jalu apakan." Kata Gede Paneluh.
Jalu menyeringai membayangkan bisa menikmati tubuh Susiana yang lihai dalam memberikan kehangatan bagi laki-laki.
"Siap kakang, dengan senang hati Jalu akan lakukan itu." Jawab Jalu.
Sementara itu ki Marto Sentono juga sedang membagi tugas untuk menghadang Sidiq dan Jafar. Dengan memberikan sebuah catatan jika penyerangan sekedar untuk membuat suasana tidak nyaman bagi Yasin. Agar konsentrasi Yasin terpecah memikirkan banyak hal. Agar lebih mudah mencari kelengahan Yasin. Dan bisa menyerang Yasin saat posisinya benar benar lemah secara psikologi.
Pada waktu yang sudah direncanakan berangkatlah semua rombongan ke tujuan masing masing.
Ki Bujang dan Lembayung menghadang Jafar di jalur yang biasa dilewati. Dan Kala Srenggi bersama Otang menghadang Sidiq di tempat sebelumnya mereka melakukan pertempuran.
Sedangkan ki Marto Sentono bersama rombongan mendatangi tempat kediaman Mutsashi.
Sedangkan Gede Paneluh sendiri mengadakan ritual untuk menyerang Lurah Broto dan seluruh keluarganya. Serta mengirimkan khodam khodam pengintai untuk membuat rumah Lurah Broto ayah Riska menjadi panas, dengan sura negatif.
Gede Paneluh berharap dapat memancing Yasin, dan menolong keluarga Lurah Broto. Untuk mengalihkan perhatian agar tidak dapat membantu anak anaknya yang sedang diserang...?!?
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...