Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Sahabat dan Saudara Yasin mulai berkumpul satu persatu


__ADS_3

Sahabat dan Saudara Yasin mulai berkumpul satu persatu


“Mbakyu masuk saja, bahaya disini lindungi anak anak saja.” Ucap Sena sambil menendang pintu agar tertutup.


“Aduh Isna dan Utari dalam bahaya di belakang rumah…!” Teriak Fatimah.


Sena bingung siapa Isna dan Utari yang dimaksud Fatimah tersebut.


“Siapa itu Isna dan Utari mbakyu ?” Tanya Sena.


“Anak didik kami titipan teman satu pesantren kami dulu. Kamu gak papa Sena.” Tanya Fatimah.


“Gapapa mbakyu, Lindungi anak anak yang ngaji saja biar aku yang lihat ke belakang lihat anak anak didik mbakyu.” Ucap Sena langsung berlari menuju pintu belakang rumah.


Dan benar saja di belakang rumah Sena melihat dua gadis remaja yang jungkir balik menghindari serangan senjata tajam dari seorang Lady Ninja. Sena segera mengambil sebilah kayu untuk membantu dua gadis tersebut.


“Cepat kalian masuk ke rumah biar Paman yang hadapi dia !” Perintah Sena pada Isna dan Utari.


“Paman ini siapa, dan kenapa membantu kami ?” Tanya Isna.


“Nanti saja aku jelaskan, aku saudara Mas Yasin dan mbakyu Fatimah cepat masuk.” Ucap Sena sambil menangkis senjata Rahasia Mutsashi.


Dengan tangan yang masih berdarah sena menangkis dan menghindari serangan Mutsashi yang menggunakan senjata rahasia tersebut. Memberi kesempatan Isna dan Utari masuk ke rumah.


Mutsashi pun sudah semakin dekat dengan Sena, dengan pedang katananya yang terhunus Mutsashi menyerang Sena yang hanya bersenjatakan Sebilah Kayu saja. Untunglah Sena sudah terlatih dengan baik menggunakan indera ke enamnya. Sehingga setiap bagian tubuhnya terancam bahaya bulu bulu halusnya berdiri memberi signal agar Sena menghindari serangan Mutsashi.


Namun Mutsashi juga bukan orang sembarangan, sehingga secara gencar melakukan serangan yang terukur dan akurat. Sena pun merasa kewalahan menghadapi musuh bersenjata senjata yang sangat tajam dan serangannya mematikan tersebut.


Tebasan tusukan dan putaran pedang Katana Mutsashi beberapa kali hampir saja menggores tubuh Sena. Sena terdesak hebat dan tersudut di pojok lapangan, dibelakang sungai dan disamping kiri rumpun bambu Sehingga


ruang gerak Sena semakin terbatas.


Di waktu yang genting dan membahayakan Sena tersebut, saat Mutsashi mengayunkan pedang Katananya tiba tiba…


Traank….


Sebuah benda membentur pedang Mutsashi dengan keras hingga pedangnya terjatuh. Mutsashi terkejut namun tidak sempat berpikir panjang. Karena tiba tiba sebuah tendangan keras mendarat di pinggangnya hingga tersungkur dan jatuh terjerembab ke tanah.


“Tidak ku sangka ternyata masih ada anak buah Yukimoto disini. Tapi kenapa kamu menyerang kami ?” Tanya Yasin yang tiba tiba sudah berada di situ.


Mutsashi tidak menjawab melainkan justru melemparkan bola bola kecil ke tanah dan mengeluarkan asap kuning dan menyesakan nafas. Sena dan Yasin terpaksa melompat menjauh dari asap tersebut.  Dan Saat asap menghilang Mutsasshi pun sudah tidak tampak lagi dan melarikan diri dari tempat itu. Meninggalkan pedang


Katananya.


“Wah hampir saja aku kena tebas pedang itu mas kalau kamu gak segera datang.” Ucap Sena.


“Alhamdulillah,,, kalu kamu gak papa tadi begitu sampai langsung dikasih tahu Fatimah jika kamu sedang berjibaku dengan seorang Lady Ninja. Dan tadi pagi juga Sidiq diserang dengan senjata rahasia juga oleh Lady


Ninja.” Jawab Yasin.


“Apa,,, Sidiq juga diserang ?” Tanya Sena.


“Iya tapi gak usah bilang ke Fatimah takut dia makin panik. Aku Yakin Sidiq masih bisa mengatasi itu semua.” Ucap Yasin. Kemudian mengajak Sena masuk ke rumahnya.


…..


Sesampai di dalam Rumah Yasin mengobati luka senayang terkena senjata Rahasia Mutsashi terlebih dahulu.


“Terimakasih Sen, kamu rela berkorban demi Istriku.” Ucap Yasin sambil membalut tangan Sena dengan Perban.


“Dia kan kakak sepupuku juga mas gak usah bilang begitu.” Jawab Sena.


“Gak bisa dong, meski kakak sepupumu dia sekarang jadi tanggung jawabku karena aku suaminya.” Jawab Yasin tak mau kalah dengan Sena.


Mereka pun bersenda gurau karena cukup lama mereka tidak saling bertemu. Kejadian yang baru saja mereka alami seolah tidak menjadikan masalah bagi mereka. Dua saudara sudah saing bertemu, dan akan kembali bersatu


melawan musuh musuh tinggalan masa lalu mereka.


“Bagaimana ceritanya mas bisa dikejar kejar cewek Ninja begitu ?” Tany Sena dengan bahasa bercanda.


“Cewek Ninja,,, Lady Ninja gitu agak kerenan  dikit Sen…!” jawab Yasin.


“Halah sama aja, Lady juga artinya kan Cewek juga mas.” Celetuk Sena.


"Terserah kamu lah penting kamu senang. Dulu pernah bentrok sama kelompok mereka menolong teman yang namanya Steve Hansaimura. Orang asli Jepang juga, aku kira udah pada mati bunuh diri ternyata masih ada yang hidup.”Kata Yasin.


“Jadi mas musnahkan mereka semuanya ?” tanya Sena.


“Gak lah, tapi mereka kemudian membelot menyerang orang yang menyuruh nya.” Jawab Yasin.


“Lah kenapa bisa begitu ?” Tanya Sena.


Kemudian Yasin menceritakan bagaimana Jafar anaknya menjebak


pimpinan Lady Ninja itu hingga jatuh dari atap karena menghirup racun dia


sendiri. Kemudian dihantam Khotimah dengan ajai lebur saketinya. Sampai


akhirnya Pimpinan Ninja yang bernama Yukimoto tersebut ditangkap. Dan akhirnya


di bebaskan oleh Yasin dan berbalik menyeran orang yang menyuruhnya. Tanpa menceritakan


saat Yuki melepas semua bajunya tentu saja.


“Owh Begitu ceritanya, berarti Ninja tadi salah sasaran


dong.” Kata Sena.


“Sepertinya begitu, tapi aku kesulitan mengajaknya bicara

__ADS_1


tadi langsung kabur begitu.” Jawab Yasin.


“Kalau yang pernah aku dengar untuk bicara dengan mereka


harus menemui ke markasnya. Saat sedang atau sudah bertarung mereka tidak mau


mengadakan diskusi.” Ucap Sena.


“Maka dari itu aku minta Bantuan Steve yang sesama memiliki ilmu Ninjutsu. Dan sama sama berdarah Jepang juga.” Jawab Yasin.


“Owh iya mas, tadi kasih kabar katanya sekarang kerabat musuh kita dulu bergabung dan menyusun kekuatan baru, bagaima ? Kembali Sena bertanya pada tujuan awal kedatangan Sena.


Kembali Yasin pun harus bercerita dari ketika Sidiq terluka kemudian Jafar mengamuk dan akhirnya bentrok di padepokan dan Yasin menyamar sebagai sahabat Mentorogo dan orang dekat Joyo Maruto.


Sena malah tertawa ngakak mendengar cerita Yasin tersebut.


“Kamu ini benar benar sudah gila mas, jadi mas beneran bertarung dengan Jafar di padepokan itu ?” Tanya Sena.


“Ya gak lah sekedar sandiwara saja, aku hanya pengen tahu seberapa besar kekuatan mereka saja.” Jawab Yasin.


“Kok bisa mereka percaya begitu saja dengan kamu mas ?” tanya Sena.


“Karena aku masih ingat apa saja ilmu Joyo Maruto dan Mentorogo serta siapa saja kroni mereka dulu. Jadi mereka mengira kau benar benar orang dekat Joyo Maruto.” Jawab Yasin.


“Bisa bisanya sih mas ngelakuin begitu gak takut sampai ketahuan pas di tengah mereka semua ?” Tanya Sena.


“Ada rasa takut juga, makanya ketika mendengar mereka akan berkumpul dan mengundang salah satu ahli teluh aku pura pura ijin mau ambil pusaka di tempat eyang guru alasanku.” Jawab Yasin.


Sena kembali ngakak mendengar jawaban Yasin.


“Ambil pusaka,,,, pusaka apa dan eyang guru siapa mas ?” tanya Sena sambil ngakak.


“Aku asal sebut saja, dan entah kenapa mereka malah makin percaya dan makin memperlakukan aku secara Istimewa ketika kau mengatakan eyang guruku adalah Begawan Sanjaya leluhur kita Sen.” Jawab Yasin.


Sena justru kaget dan terdiam mendengar ucapan Yasin tersebut.


“Tunggu mas, sedikit banyak aku kan juga punya darah dari


eyang Endang pertiwi. Putri eyang Begawan Istri kedua eyang Mustolih. Dan aku juga belum lama ini mimpi di temui eyang putri Endang Pertiwi.” Jawab Sena.


“Masak sih, biasanya kalau kamu mimpi aku juga mimpi tapi kok ini gak ?” Jawab Yasin.


“Serius mas, tapi kata Eyang Putri Endang pertiwi di wilayahku yang akan muncul bahaya besar nantinya.” Ucap Sena.


Yasin gentian yang terkejut mendengar cerita Sena.


“Apa maksut kamu akan munculnya kembali dalang Anyi anyi ?” Tanya Yasin.


“Iya mas, kok mas Yasin juga tahu ?” Tanya Sena.


“Kalau aku bukan hanya mimpi Sen, tapi dulu sempat bertemu anak buah dalang Anyi anyi sebelum kejadian yang menimpa Padepokan kamu yang menewaskan Zulfan.” Jawab Yasin.


Karena sudah beberapa kali hal ini terjadi. Dan awal pertemuan Sena dengan Yasin pun cukup unik, karena Yasin diganggu anak anak nakal yang dalam masa pembinaan Sena.


Kemudian Yasin dan Sena juga menggunakan cara serupa dalam menghadapi dan menyadarkan anak anak yang tidak mau mengenal Sang Pencipta.


“Kamu harus ekstra hati hati Sena, kemunculan kembali dalang anyi anyi jauh lebih bahaya dari Lady Ninja tadi.” Ucap Yasin serius.


Pada saat mereka sedang sama sama merenung, dikejutkan


dengan kedatangan pak Yadi yang tiba tiba.


“Asslaamu ‘alaikum…!” sapa Salam pak Yadi.


“wa’alaikummmussalaam eeh pak Yadi mari silahkan masuk pak.” Jawab Yasin.


“Iya pak makasih, kalau tidak salah ini kan pak Sena ya ?” tanya pak Yadi.


“Betul pak, masih ingat saya juga rupanya ?” tanya Sena.


“Jelas masih lah pak, masak lupa dengan pak Sena.” Jawab pak Yadi.


Bertambah lagi satu kawan lama yang kini berkumpu dirumah Yasin. Setelah beberapa tahun terpisah karena ditugasakan di luar kota akhirnya Pak Yadi kembali ke kota asal dan bertugas di tempat dulu pak Yadi berdinas.


“Owh iya pak Yadi, apa ada kabar baru lagi ?” TanyaYasin pada pak Yadi.


“Betul pak, ada lagi kasus pembunuhan, tapi belum tentu ada kaitanya dengan yang pertama dulu.” Jawab Pak Yadi.


“Terus bagaimana hasil penyelidiakannya pak ? Tanya Yasin.


“Memang luka dan penyebab kematinya sama, tapi kali ini di


sertai pencurian kambing yag katanya langka pak.” Jawab Pak Yadi.


“Maksutnya langka bagaimana pak ?” Tanya Yasin.


 


 


“Yang diambil hanya Satu kambing saja yang menurut warga itu adalah Kambing


Kendit.” Jawab Pak Yadi.


“Kambing Kendit….?!” Yasin terbelalak kaget. “apa mungkin


dia ( Jalu ) yang katanya akan memperdalam ilmu Giling Wesinya. Kemudian


mengambi paksa kamibint tersebut sbagai syarat laku ritualnya.” Kata Yasin

__ADS_1


dalam hati.


“Iya pak, apa pak Yasin tahu tentang itu ?” tanya pak Yadi.


“Ini tidak bisa dibiarkan saja pak jelas itu akan di jadikan


tumbal untuk tujuan seseorang.” Jawab Yasin.


“Jadi maksud pak Yasin kita sedang berhadapan dengan musuh


musuh lama yang sekarang bersatu menyusun kekuatan baru untuk melawan pak Yasin…!?”


Tanya pak Yadi.


“Betul dan tidak hanya saya pak, seperti yang saya bilang


kemarin adik saya dan Sena Zulfan sudah menjadi korban. Dan itu baru gerak awal


salah satu dari mereka, seperti ketika Rahardian juga bergerak sendiri dulu.


Tapi sekarang mereka sudah bersatu dalam sebuah gerakan yang terkoordinir.”


Jawab Yasin.


“Itu artinya kita juga harus berkoordinasi lagi pak.” Kata


pak Yadi.


“Betul pak, kebenaran yang tidak terkoordinir bisa kalah


dengan kebatilan yang terkoordinir. Itu salah satu Hikmah orang berjamaah pak.”


Jawab Yasin.


Bersambung


Note :


Mohon maaf jika ada


hal hal yang kurang berkenan dalam cerita ini.


Ada banyak imajinasi


yang ‘mungkin’ kurang berkenan atau bahkan


terkesan liar dan menyesatkan.


Disini Penulis hanya


ingin menyampaikan sebuah ‘Ajakan Moral’


untuk berbuat kebaikan dan mengenal budaya.


Adanya unsur Mistis /


Supra Natural dan disertai kutipan Ayat dll,


adalah semata mata ajakan untuk lebih memahami ajaran Agama.


Terutama bagi yang Muslim, itupun Penulis sadari jika banyak sekali


Perbedaan pandangan dan penafsiran.


Dan yang Penulis


sampaikan adalah pandangan berdasarkan


Pemahaman Penulis yang bersumber atau mengambil referensi dari Kutipan Kitab


kitab


berdasarkan ‘pemahaman’ Penulis.


Sangat mungkin bahkan


besar kemungkinan pemahaman penulis adalah Salah.


Dan kesalahan itu


murni karena pemahaman Penulis yang terbatas.


dan jika ada perbedaan pandangan,keyakinan dan sebagainya.


Penulis mohon maaf


yang sebesar besarnya.


Serta


Bersedia untuk di koreksi dan diluruskan.


Jazakumullah Khoiron


Katsiron


Wasalam


 

__ADS_1


__ADS_2