Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Jafar diperkenalkan jurus jurus Ninja oleh Steve


__ADS_3

...Jafar diperkenalkan jurus jurus Ninja oleh Steve...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


“Berarti itu juga yang dimaksud dalang Anyi anyi kemarin ya kakang ?” Tanya Jalu, seperti mendapat sebuah jalan terang untuk membalas dendam kepada Yasin…!


“Begitulah,  jika kita tidak mampu menghancurkan sesuatu dari luar maka kita harus masuk untuk menghancurkan dari dalam. Karena menghancurkan dari dalam itu lebih efektif, tidak ketahuan dan dampaknya sangat luar biasa.” Kata Gede Paneluh.


 


“Jadi begitu, kenapa Yasin kemarin masuk ke padepokan ki Marto Sentono. Dia ingin menghancurkan dari dalam, benar benar culas.” Jawab Jalu.


 


“Makanya dalam setiap perang selalu ada orang yang dijadikan mata mata, mereka masuk ke dalam musuh pura pura membantu tapi menggerogoti dari dalam. Dalam istilah jawa namanya ‘Glugu ketlusupan luyung’ yang artinya memasukkan seseorang untuk menghancurkan musuh dari dalam.” Kata Gede Paneluh.


 


Jalu hanya mengangguk angguk mendengar ucapan Gede Paneluh. Selain Ahli teluh Gede Paneluh pun ternyata punya strategi yang cukup jitu. Oleh karena itu Jalu pun hanya mengikuti saja apa kemauan Gede Paneluh yang memang lebih banyak berpengalaman dari pada Jalu.


 


Keduanya pun mencari orang yang akan dijadikan ‘Penyusup’ di rumah Yasin yang ditugaskan untuk menggoda Yasin dan merusak rumah tangga Yasin dengan Fatimah. Serta merencanakan strategi berikutnya, dengan memanfaatkan ‘Wanita’ sebagai senjata.


…..


…..


…..


 


Flashback ke Rumah Yasin


 


“Sore ini saya akan ke pesantren anak saya Jafar mengaji, apakah saudara Steve bersedia ikut dengan saya kesana. Sekaligus kita mencari informasi keberadaan Lady Ninja tersebut.” Ucap Yasin.


 


“Tapi saya kan bukan Muslim, apa boleh saya ikut kesana ?” Tanya Steve.


“Boleh lah, kita kan bukan mau membahas masalah agama atau keyakinan tapi mau membahas masalah perdamaian dan keselamatan manusia. Jadi dalam hal itu agama dan keyakinan tidak jadi penghalang.” Jawab Yasin.


 


“Baiklah, tapi bagaimana dengan Ponco apa dia juga ikut ke sana ?” Tanya Steve.


 


“Ponco nanti biar melatih anak didikku dengan jrus Aikidonya, ada dua anak didik yang sebentar lagi pulang sekolah. Biar Ponco melatih dua anak tersebut sekalian buat menemani istriku dirumah.” Ucap Yasin.


 


 


Tak lama kemudian Isna dan Utari pun datang, segera Yasin memperkenalkan kepada Steve dan Ponco. Serta mengatakan kepada Isna dan Utari jika latihan akan di handle oleh Ponco dengan jurus jurus Aikido nya. Yasin memang tidak hanya melatih dengan satu cabang ilmu beladiri saja, namun berbagai aliran beladiri diajarkan kepada Isna dan Utari. Sedangkan di Pondok Al-Huda dan Pondok Al-Hikmah Yasin mengajarkan khusus jurus suci Hijaiyah cabang Ilmu beladiri khas yang merujuk kepada Sayyidina Ali ra yang bersanad dari guru gurunya.


 


Sampailah pada waktunya Yasin dan Steve berangkat ke pesantren Al-Huda. Yasin berangkat lebih awa karena sengaja ingin menemui Jafar untuk berbicara empat mata terkait berita serangan Lady Ninja tersebut.


 


Dan sesampai di Pondok Al-Huda Yasin segera menemui Jafar setelah minta izin kepada Kyai Syuhada bersama Steve. Kehadiran Steve yang berwajah asing itu pun sempat menarik perhatian beberapa santri, meski bukan pertama kali Pondok tersebut kedatangan orang Asing.


 


Kemudian Yasin dan Steve dipersilahkan untuk menemui Jafar di dalam kamar Jafar bahkan juga didampingi oleh Kyai Syuhada.


 


“Aku tahu kang, kalau kamu mau bicara tentang ‘Tamu tak diundang yang hendak menyusup ke pesantren kemarin.” Kata Kyai Syuhada sambil mengajak Yasin dan Ponco ke kamar Jafar.


 


“Iya kang, jujur aku sedikit khawatir dengan anak anakku saat ini.” Jawab Yasin.


 


“Sama kang, anak anak kamu juga mengkhawatirkan kamu dan istrimu. Dan kalau menurutku memang sudah saatnya ini menjadi tugas anak anak kamu.” Jawab Kyai Syuhada.


 


Yasin sedikit kaget mendengar jawaban Kyai Syuhada, begitu juga Steve yang belum begitu paham tentang Jafar. Karena Steve lebih mengenal Sidiq yang pernah ikut serta menyerang markas Lady Ninja dulu.

__ADS_1


 


“Maaf pak Kyai, apa tidak bahaya jika Anak saudara Zain eeh Yasin ini menghadapi Lady Ninja tersebut ?” Ucap Steve merasa was was dengan Jafar yang dirasa masih bocah menurut Steve.


 


“Menurut keyakinanku begitu, tapi kalau saudara ragu bisa nanti menguji Jafar Muridku untuk mengetahui sudah layak belum dia menghadapi Lady Ninja tersebut. agar saudara bisa membantu memberikan penilaian.” Jawab Kyai Syuhada.


 


“Baiklah pak kyai, saya akan bantu dan mungkin sedikit memberitahu kelebihan dan kekurangan seorang Shuriken Ninja.” Jawab Steve.


 


Sesampai di Kamar Jafar, Kyai Syuhada langsung bicara dengan Jafar.


 


“Jafar, ini ayah kamu dan temannya nanti mau lihat dan mencoba jurus jurus kamu. Menggunakan tongkat yang kemarin sebagai senjata kamu.” Ucap Kyai Syuhada.


 


“Iya bah, Ayah sudah dari tadi kesini ?” Tanya Jafar langsung menyalami Yasin ayahnya dan juga Steve.


“Iya sudah beberapa lama, sengaja mau ngobrol dengan Jafar dulu. Katanya kemarin terluka oleh serangan Ninja.” Kata Yasin.


 


Kemudian Yasin melihat luka goresan di lengan Jafar yang terkena senjata Mutsashi. Yasin tidak mengkhawatirkan luka Jafar yang hanya tergores kecil tersebut.


 


“Bagaimana ceritanya kamu bisa terkena senjata tersebut ?” Tanya Yasin.


 


Kemudian Jafar menceritakan dari awal dia memergoki Lady Ninja tersebut sampa kemudian berjibaku melawan Lady Ninja bersenjata pedang Katana sementara Jafar menggunakan Tongkat kayu yang ditunjukkan kemudian kepada Yasin.


 


“Perasaan aku gak asing dengan tongkat ini ? Ini kamu dapat dari mana Jafar ?” Tanya Yasin.


Jafar pun menceritakan asal muasal dia mendapatkan tongkat itu sammpai dengan diberitehu oleh abah Gurunya yang mengatakan jika tongkat itu adalah pemberian dari eyang Sidiq Ali.


 


Yasin pun jadi terharu mendengarnya, karena YAsin dulu pernah ditemui Eyang Sidiq Ali juga lewat mimpinya. Yang mengatakan akan memberikan sesuatu kepada anak anak Yasin terutama Jafar. Dan salah satunya memang menunjukan tongkat itu dan sebuah Kitab Al-Quran Kecil sebesar kuku ibu jari kaki saja. Namun bagi orang tertentu jika mengantongi kitab tersebut dapat membacanya seakan melihat tampilan layar di depan matanya.


 


 


‘”Syukurlah kang, eeeh… Jafar apa eyang Sidiq Ali memberikan Kitab kecil kepadamu juga ?” Tanya Yasin.


 


“Belum waktunya kalau Stambul Al-Quran itu kang, saat ini Jafar belum waktunya memegang itu.” Kata Kyai Syuhada.


 


Sementara Jafar Sendiri belum paham dengan apa yang dibicarakan ayahnya dengan abah gurunya tersebut.


 


Kemudian saat terdengar adzan Ashar mereka pun melaksanakan sholat Ashar, sedangkan Steve dipersilahkan menunggu diruang tamu.


 


Dan setelah selesai sholat Ashar, anak anak pesantren langsung berkumpul di lapangan untuk mengikuti latihan beladiri jurus suci Hijaiyah.


 


“Hari ini, kita sedikit berbeda karena kedatangan tamu. Namanya Steve Hansaimura. Dan kali ini akan melakukan latihan khusus dengan beberapa Santri disini. Termasuk juga Jafar dan Kholis. Akan dilatih khusus oleh tuan Steve Hansaimura. Sedangkan yang lain tetap berlatih bersamaku.” Penjelasan Yasin kepada anak anak Santri.


 


Kemudian Jafar dan Kholis mencari lokasi lain untuk melakukan latihan Khusus yang sudah direncanakan. Mereka bertiga memilih sebuah lahan persawahan yang masih belum ditanami setelah habis panen.


 


Sementara Yasin melatih anak anak Santri yang lain termasuk juga ada Nisa anak kandungnya.


 


“Yah… Nisa kemarin dimarahi mas Jafar, karena gara gara Nisa Mas Jafar hampir celaka.” Bisik Nisa ke ayahnya.


 


“Makanya Nisa hati hati jangan gegabah lain kali ya ?!?” Jawab Yasin.


 


Yasin sedikit heran, mendengar cerita Jafar bertempur lama dengan Lady Ninja secara dekat menggunakan tongkat saja. Sementara Lady Ninja tersebut menggunakan Pedang katananya. Yasin sudah tahu ketajaman pedang itu, karena salah satu pedang Lady Ninja itu tertinggal saat menghadapi Yasin dan Sena kemarin. Yang saat ini masih disimpan oleh Yasin.

__ADS_1


…..


 


Sementar itu Steve bersama Kholis dan Jafar mulai mengadakan latihan khusus. Pertama Steve menunjukkan jurus jurus dasar Ninjutsu sebelum memperkenalkan Shuriken Jutsu ( Cara melempar senjata rahasia) dan bagaimana mengatasinya.


 


“Paman Steve, apakah Shuriken itu bentuknya seperti itu semua ?” tanya Kholis pada Steve.


“Tidak tapi ada banyak macam, ada yang dirancang khusus untuk menyerang kendaraan dan membuat ban pecah. Bentuknya seperti ranjau. Ada yang bentuknya bintang enam dan masih banyak lagi. Tapi kali ini kita cukup tahu jenis ini dulu saja.” Ucap Steve.


 


“Kenapa Senjata yang itu Om Steve ?” Jafar ikut bertanya.


 


“Karena jenis ini yang kemungkinan akan kalian hadapi nanti.” Jawab Steve.


Kemudian Steve menjelaskan sifat senjata rahasia jenis itu yang sengaja  di buat lebih berat sisi kirinya dengan tanda merah. Dan sebagian dibuat lebih berat sisi kanannya dengan tanda kuning. Hal itu dimaksudkan untuk mengincar tubuh tertentu lawan yang akan di serang. Juga sekaligus menyesuaikan arah angin agar lebih akurat dalam melempar.


 


Kemudian Steve pun mengumpulkan kerikil sebagai ganti senjata rahasia tersebut untuk menguji Kholis dan Jafar.


 


Kemudian Kholis dan Jafar keduanya diuji menghindari kerikil kerikil yang dilemparkan Steve kepada mereka.


 


“Kamu duluan nanti gentian Jafar yang aku uji menghindari Shuriken.!” Ucap Steve.


 


 “Ambil jarak sepuluh meter hindari seranganku ya.” Ucap Steve kemudian.


“Baik paman Steve.” Jawab Kholis yang memanggil Steve dengan sebutan paman.


Kemudian Steve mulai melempar Kholis dengan kerikil. Pertama dengan satu kerikil. Kemudian meningkat dengan du kerikil dan selanjutnya dengan empat kerikil sekaligus.


Kholis menghindari dengan melompat ke kanan dan ke kiri menghindari lemparan kerikil Steve. Hampir semua serangan Steve dapat dihindari oleh Kholis. Namun saat menghindari serangan empat kerikil yang berjajar Kholis terlambat menghindari satu kerikil karena lompatan kurang jauh. Sehingga pinggangnya masih terkena satu kerikil.


“Kamu salah gerakan menghindar seperti itu, kalau ada empat senjata berjajar dan posisinya cukup tinggi, kamu jangan lompat ke samping. Tapi menunduk ke bawah.” Steve member aba aba dan melempar Kholis lagi dengan empat kerikil.


Kholis pun menghindar dengan merunduk hampir rata dengan tanah tubuhnya. Dan empat kerikil tersebut dapat dihindari Kholis dengan baik.


Namun Steve kembali melempar Kholis yang masih merunduk kesulitan bangkit dengan dua kerikil lagi, sehingga dua duanya mengenai Kholis.


“Posisi menunduk untuk menghindar harus siap untuk melakukan gerakan menghindar lagi. agar tidak terkejut saat lawan melempar senjata lagi. baiklah sementara begitu dulu, sekarang gantian kamu Jafar.” Ucap Steve.


Kali ini giliran Jafar yang diuji oleh Steve.


Jafar langsung diuji dengan lemparan beberapa kerikil dan Jafar mampu menghindari semua serangan tersebut. dan pada saat Steve melempar dengan empat kerikil berjajar pun Jafar mampu merunduk dengan posisi kedua tangan sebagai penyangga. Dan ketika Steve kembali melempar Jafar dengan beberapa kerikil saat menunduk dengan menggunakan tumpuan kedua tangan Jafar mampu menghindari serangan Steve.


Jafar menggunakan jurus Suci Hijaiyah ‘Mim’ untuk menghindari serangan Steve tersebut. sehingga semua serangan Steve dapat dihindari dengan baik. dengan gerakan jurus ‘Mim’ yang memutar dan memanfaatkan kelenturan kaki dan tangan Jafar serangan Steve dapat dengan mudah dihindarinya.


Steve penasaran dengan Jurus yang digunakan Jafar tersebut, Gerakan Jafar yang dilihat sangat ringan serta menghindar dengan gerakan yang tepat membuat Steve menghentikan serangannya.


“Jurus apa yang kamu pakai Jafar ?” Tanya Steve.


“Jurus Suci Hijaiyah Om, Ayah Jafar yang mengajari.” Jawab Jafar.


“Bagus sekali, Om jadi penasaran dengan jurus itu. Om mau lihat jurus itu untuk menghadapi senjata pedang musuh. Kali ini om mau pakai rotan sebagai ganti pedang, apa Jafar siap ?” Tanya Steve pada Jafar.


“Iya om, Jafar siap menerima pelajaran dari Om Steve.” Jawab Jafar.


Kemudian Steve mengambil sebilah Rotan yang sudah dia siapkan dan menyerang Jafar dengan jurus pedang Ninja. Sementara Jafar menggunakan tongkat yang dia peroleh saat pulang dari makam.


Jurus demi jurus pun berlalu, Jafar yang selalu mengedepankan adab tidak mau mempermalukan Steve. Jafar hanya mengimbangi semua gerakan Steve menangkis dan menghindar tidak melakukan serangan. Berbeda dengan ketika menghadapai Lady Ninja yang memang musuh nyata.


“Tunggu Jafar,,,!” Tiba tiba Steve menghentikan serangan dan bertanya kepada Jafar.


“Om lihat kamu hanya menghindar dan menangkis serangan om saja, kenapa ?” Tanya Steve penasaran.


“Maaf Om, Jafar memang sedang melatih jurus pertahanan saja tidak memakai jurus jurus menyerang.” Jawab Jafar.


“Owh begitu, tapi om yakin kamu bisa melakukan serangan juga Jafar. Kamu memang pantas jadi anak Yasin sangat sportif dan tidak punya niat membuat lawan tanding jatuh. Sekali lagi om mau lihat kamu menghadapi Shuriken dengan tongkatmu, tapi kali ini om gunakan shuriken asli Ninja, waspadalah Jafar jangan sampai kamu terluka…!” Ucap Steve kepada Jafar….!


...Bersambung....


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 

__ADS_1


__ADS_2