Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Yukimoto vs Bodyguard Rahardian


__ADS_3

Reader tercinta


Author coba perbaiki dan kurangi typo.


Mohon koreksinya di kolom komentar.


Terimakasih.


...🙏🙏🙏...


Selamat membaca


...........


Namun semua sudah terlambat, Yukimoto sudah terlanjur berangkat ke rumah Rahardian. Untuk ‘Mengembalikan’ , yang di artikan sebagai mengembalikan tugas Yukimoto sebelumnya. Sebelumnya Yukimoto bertugas menculik keluarga Steve dan keluarga Yasin. Sekarang dikembalikan kepada Rahardian, dan itu sama saja Yukimoto akan membunuh Rahardian, atas ‘Perintah’ Yasin. Meski sebuah perintah yang tidak disengaja, bagi Yasin. Namun bagi Yukimoto itu adalah sebuah keharusan, dia membunuh Rahardian atau dia yang terbunuh. Tidak ada pilihan lain lagi,  membunuh Rahardian atau membiarkan dirinya terbunuh oleh anak buah Rahardian…???


Begitulah dunia persilatan, dalam memegang teguh sebuah sumpah atau janji. Tak jarang rela melepas nyawa demi memegang teguh sebuah janji. Apalagi bagi seorang Ninja seperti Yukimoto, yang sudah berani mengangkat sumpah atas nama Dewa yang dipujanya. Akan lebih merasa terhormat mati dalam memegang janji, daripada hidup hanya dianggap pecundang.


Dengan masih menahan rasa sakit yang diderita, Yukimoto melangkah berjalan menuju ke markasnya yang sudah hancur di beberapa tempat itu. Dan pengikutnya pun sebagian mengalami luka bahkan ada beberapa diantaranya yang sampai meninggal.


*****


Yukimoto menahan segala perasaan ketika melihat markasnya tempat dia mendidik anggotanya porak poranda. Namun Yukimoto tidak merasakan dendam terhadap Yasin dan kawan kawan nya yang telah menghancurkan tempat tersebut.


“Hanya orang yang bernyali yang berani memasuki markas ini. dan terbukti mampu mengalahkan seluruh anggota klan ini. Aku tak mungkin hidup menahan rasa malu ini, namun saat ini tak mungkin juga melakukan ‘Harakiri’. Sebelum aku mengembalikan tugas yang dulu aku jalankan kepada pemiliknya. Mungkin Dewa memang sudah menghendaki aku bertemu di Nirwana sebentar lagi.” Ucap Yukimoto dalam hatinya.


Anak buah Yukimoto menyambut kehadiran Yukimoto dengan memberikan rasa hormat dan pengakuan bersalah kepada pimpinannya. Karena tak mampu menjaga markas yang ditinggalkan, dan tak mampu menahan tawanan yang diamanatkan. Beberapa anak buahnya bahkan mencabut pedang Katananya dan menyerahkan kepada Yukimoto, untuk menerima hukuman. Mereka juga siap mati demi mempertahankan sumpah setia nya kepada pimpinan mereka.


Namun Yukimoto mengatakan bahwa itu bukan salah mereka, bahkan membebaskan semuanya tanpa memberikan sangsi apapun. Hal itu membuat anggotanya jadi bertanya tanya, padahal mereka sudah bersiap diri menerima hukuman mati dari Yukimoto.


“Kalian tidak bersalah, lawan kalian memang sangat tangguh jadi tidak ada hukuman untuk ini. dan saat ini kita akan bersama sama melakukan pertempuran hidup dan mati. Jika kita hidup berarti kita bisa hidup diatas Sumpah kita. Dan jika kita mati maka kita akan mati memegang sumpah kita.” Ucap Yukimoto kepada anggotanya.


Dengan segera semua bersiap menerima tugas dari Yukimoto untuk menyerang tempat  Rahardian. Mereka tidak memperdulikan luka luka yang ada di tubuh mereka. Bahkan Yukimoto sendiri tidak mempedulikan jika dirinya masih mengalami luka dalam akibat terkena pukulan Lebur Saketi dari Khotimah. Tekadnya sudah bulat, bertempur dengan taruhan membunuh atau dibunuh. Antara Hidup diatas sumpah atau mati memegang sumpah.


Semua meneriakan Yel yel untuk memegang sumpah seorang Ninjitsu, dan sesudah itu  segera mengikuti Yukimoto masuk ke dalam sebuah ruangan khusus untuk bermeditasi dan menyerahkan dirinya secara utuh kepada Dewa yang mereka puja. Baik akan berakhir pada kemenangan maupun berakhir pada kematian. Mereka sudah siap untuk menerima salah satu kemungkinan yang pasti akan terjadi itu.


Sehari itu seluruh pasukan Ninjitsu dibawah pimpinan Yukimoto melakukan ritual khusus untuk menyerahkan hidup dan matinya sesuai keyakinan mereka. Di sebuah ruang pemujaan dan meditasi mereka melakukan ritual itu dengan penuh rasa keyakinan dan tidak takut akan resiko kematian. Sebuah kematian yang terhormat bagi mereka apabila mampu mempertahankan sumpah janji mereka.


Acara ritual tersebut berlangsung sampai menjelang maghrib, sebelum mereka semua berangkat ke rumah Rahardian untuk melakukan misi mereka sampai tuntas.


*****


Flashback di rumah Yasin


Setelah kepergian Yukimoto, maka Steve dan keluarganya pun ikut berpamitan. Sementara Ponco atas kehendak Steve dan Yasin diminta tinggal dirumah Yasin sementara waktu. Dengan pertimbangan keselamatan Ponco sendiri, karena membelot dari Rahardian dan atas permintaan Yasin juga Ponco diminta ikut melatih anak anak muda kampung dalam olah kanuragan. Karena Yasin sudah menyatakan diri pension dari dunia kekerasan.


Suasana haru pun terjadi saat  Steve hendak berangkat pergi dari rumah Yasin. Ponco yang sudah lama bersama Steve tak mampu menahan air matanya ketika Steve akan meninggalkan nya dalam waktu yang tidak bisa di pastikan sampai kapan.


“Suatu saat kita akan bersama lagi Ponco, dan saat itu kuharap kehidupan kamu lebih tertata lagi.” Ucap Steve kepada Ponco.


Yasin dan keluarganya hanya diam mendengarkan percakapan perpisahan antara Steve dan Ponco. Bagi Yasin dan Fatimah, mereka pun sudah pernah mengalami saat harus berpisah dari teman teman dekatnya yang sudah  seperti saudara.


Dan Steve membisikkan sesuatu kepada Ponco sebelum dia dan keluarganya melangkah pergi dari rumah Yasin.


“Ada satu hal yang akan aku sampaikan kepadamu Ponco. Kira kira sebulan lagi, kamu datanglah ke alamat ini. nanti ada sebuah hadiah kecil buat keluarga Zain, barangkali nanti bisa bermanfaat.” Ucap Steve kepada Ponco sambil menyerahkan sebuah alamat kepada Ponco.


Ponco yang sedang dilanda perasaan sedih harus berpisah dengan Steve sahabat sekaligus pembimbingnya itu hanya menerima saja alamat yang diberikan Ponco. Yang kemudian disimpannya di dalam dompetnya. Tanpa dapat berpikir lebih jauh lagi. Bahkan tidak terlalu memperhatikan apa yang Steve sampaikan tadi.


Linangan air mata Ponco pun semakin deras, saat Steve dan anak istrinya sudah benar benar tidak kelihatan dari pandangan matanya. Entah kapan lagi akan bertemu dengan Steve, kata Ponco dalam hati.


Yasin berusaha menghibur Ponco yang sedang dilanda sedih tersebut.


“Sudahlah Ponco, aku tahu kedekatan kamu dengan Steve, namun saat ini dia sedang berusaha untuk menemukan jati dirinya sendiri. Dia butuh ketenangan agar bisa menentukan langkah hidupnya ke depan.” Ucap Yasin kepada Ponco.


“Dia lebih dari sekedar sahabat bagiku, dia sudah banyak membantuku selama ini. Rasanya berat sekali harus berpisah dengan dia Saudara Zain.” Jawab Ponco.


“Iya. Aku juga tahu itu tapi apa yang bisa kita lakukan selain menerima takdir yang harus kita alami.” Ucap Yasin kepada Ponco.


Ponco hanya terdiam mendengar ucapan Yasin, karena selama ini Ponco tidaklah pernah mendengar kalimat kalimat yang bernuansa keimanan. Nasehat yang dia dengar selama ini  semuanya sebatas nasehat tentang bagaimana bertahan hidup dalam dunia yang penuh kekerasan. Dan bagaimana bisa mempertahankan diri saat berhadapan dengan musuh musuhnya.


Sehingga apa yang dikatakan Yasin pun masih terasa asing di telinga Ponco, namun Ponco juga tidak bisa membantah nya. Karena memang baru mengalami masa transisi dalam menentukan langkah hidup ke depan. Antara bertahan pada dunianya kemarin atau mengambil jalan lain dalam mengarungi hidup menuju ke masa depan.


Ponco pun akhirnya bisa sedikit lebih tenang, dan Yasin memberikan kesibukan kepada Ponco. Yasin mengumpulkan para pemuda untuk berlatih bela diri di bawah bimbingan Ponco. Dan Sidiq juga Jafar yang mengajak para pemuda untuk berlatih. Dengan mengatakan bahwa ada seorang pelatih baru dengan jurus jurus baru. Sehingga cukup banyak anak anak muda  yang sore itu datang ke rumah Yasin untuk mengikuti latihan bela diri bersama Ponco.


Ponco pun merasa mendapat sebuah kesibukan yang sekaligus sebagai hiburan dirinya untuk melupakan kesedihannya berpisah dengan Steve.

__ADS_1


*****


Sementara itu rombongan Lady Ninja yang sudah siap berangkat ke rumah Rahardian segera dikumpulkan oleh Yukimoto.


“Semua ikut denganku untuk, menumpas markas Rahardian. Kecuali satu orang yang akan kita Undi nanti kuharap bisa menjaga markas seorang diri. Dan jika dalam waktu semalam kami tidak kembali maka bakarlah markas ini. Dan tinggalkan tempat ini pergilah sejauh mungkin dari tempat ini. karena harus ada yang selamat diantara kita.” Ucap Yukimoto memberikan penjelasan kepada para anggotanya.


Kemudian melakukan undian nama yang harus tinggal di markas mereka, dan munculah sebuah nama yang harus menjaga markas sampai esuk hari. Jika tidak ada yang kembali maka bertugas memusnahkan markas dengan membakar markas itu. Serta meninggalkan markas untuk mendirikan tempat baru sebagai markas, serta mempertahankan klan Ninja mereka.


Nama yang muncul dalam undian tersebut adalah seorang wanita muda yang cukup gigih dalam bertempur. Namun mengalami luka dibagian kepala saat mempertahankan markas akibat dilumpuhkan Yasin. Dan wanita itu bernama Mutsashi suzuka, meski pada awalnya menolak dan minta diundi lagi. Karena dia merasa lebih baik ikut bertempur daripada berdiam diri di markas saja. Namun berkat perintah langsung dari Yukimoto akhirnya Mutsashi pun menerima keputusan itu meski dengan sedikit terpaksa.


“Kamu cukup tangguh dalam bertempur, jadi Dewa lah yang memilihmu untuk mempertahankan klan kita agar tetap ada penerusnya.” Ucap Yukimoto kepada Mutsashi.


Tidak ada kata lain bagi Mutsashi selain menerima perintah langsung dari Yukimoto. Dan berangkatlah rombongan Yukimoto menuju ke rumah Rahardian.


*****


Di Rumah Rahardian


“Jadi apa yang kita rencanakan semuanya gagal, Steve meninggalkan tempat dan tahu jika keluarganya di culik karena di kasih tahu Ponco. Dan Ponco sendiri kabur entah kemana, dengan pura pura sakit kemarin.” Ucap Rahardian kepada anak buahnya.


”Betul bos, bahkan dibantu Yasin Steve berhasil menyelamatkan anak istrinya. Bahkan Ninja yang bos sewa itu juga gagal untuk menculik keluarga Yasin.” Ucap salah satu Bodyguard Rahardian.


“Kumpulkan semua kekuatan yang ada saat ini, aku akan mencari tambahan kekuatan lain yang kemampuannya lebih dari Ninja tersebut. jika perlu aku akan undang beberapa orang sekaligus untuk menghadapi Yasin nanti.” Ucap Rahardian.


Rahardian yang tidak menduga jika markas atau rumahnya saat ini sedang dalam bahaya akibat akan di serang Lady Ninja yang kemarin di sewanya. Rahardian hanya menduga jika Lady Ninja itu gagal tidak berani meminta tambahan uang yang dia janjikan saja. Tidak menduga jika Lady Ninja itu saat ini sedang berbalik ingin menyerang Rahardian berikut anak buahnya.


Rahardian yang berniat mencari dukungan kekuatan baru itu pun tidak punya kesempatan untuk mencari tambahan tenaga bayaran lagi. Karena saat yang bersamaan para Lady Ninja itu pun sudah bergerak menuju ke rumah Rahardian dibawah pimpinan langsung Yukimoto.


Rahardian yang sangat kecewa atas gagalnya rencana nya, dan merasa semua ini adalah ulah Steve dan Ponco mantan anak buahnya yang membelot. Rahardian tidak mau mengakui kesalahan nya ang dengan licik telah menyuruh Ninja untuk menculik anak istri Steve. Orang yang sebenarnya setia dengan Rahardian. Meskipun tetap memegang janji seorang pendekar dan membuat kesepakatan khusus dengan Yasin.


Rahardian lebih berpikir dan menilai jika Steve adalah seorang penghianat, maka dia memilih untuk menyuruh Ninja menculik anak Istri Steve sebagai tawanan untuk memaksa Steve bergerak sesuai kehendaknya. Dan itu merupakan awal hancurnya Rahardian sendiri, karena saat ini kekuatanya justru berkurang banyak. Dengan hengkangnya Steve dan Ponco yang meninggalkan Rahardian.


Namun karena Rahardian sudah gelap mata, maka dia pun tetap tidak mau berpikir logis. Tetap saja berniat untuk menghancurkan Yasin dengan rencananya, yang akan menyewa para pembunuh bayaran. Tidak mengetahui jika dirinya sendiri saat ini berada dalam sebuah ancaman besar.


“Semua berjagalah di tempat kalian masing masing. Aku tetap akan mengawasi kalian dan seluruh lingkungan ini dari kamera CCTV yang ada.” Ucap Rahardian.


Kemudian Rahardian memberikan beberapa lembar uang kepada anak buahnya sebagai tambahan untuk mereka melakukan tugas tambahan hari itu. dengan harapan mereka bersemangat menjaga setiap kemungkinan yang akan mengancam Rahardian. Baik dari rival bisnisnya di barang haram maupun bahaya dari hal lain yang mungkin saja bisa terjadi.


Rahardian segera masuk ke ruangan khusus tempat pemantauan kamera CCTV. Beberapa Monitor telah menampakkkan setiap sudut halaman rumahnya. Rahardian berpikir jika ada kemungkinan Steve dan Ponco akan balas dendam kepadanya. Padahal yang akan balas dendam adalah Lady Ninja Yukimoto dan anak buahnya.


“ Jack, carikan  teman kencan gih, aku lagi suntuk nih. Sudah tahu kan kemana harus mencarinya ?” Ucap Rahardian.


“Siap Bos, biar Jack minta salah satu personil buat menjemputnya, butuh berapa bos ?” tanya Jack anak buah Rahardian tersebut.


“Satu saja, aku juga lagi gak begitu mood, hanya butuh pelampiasan agar tidak jenuh saja.” Ucap Rahardian. Yang biasanya memesan beberapa orang cewek Bispak dua atau tiga sekaligus. Meski kadang hanya satu atau dua yang dia nikmati. Selebihnya menjadi urusan anak buahnya yang ingin ikut mencicipi, dengan biaya tanggungan Rahardian. Sehingga kali ini, Jack agak kecewa karena tidak mendapatkan kesempatan untuk ikut bersenang senang.


“Gak sekalian buat kita kita bos ? Biar lebih semangat dalam berjaga jaga ?!” ucap Jack memohon kepada Rahardian.


“Terserah kalian saja asal  gak banyak banyak, bawa tiga juga boleh, tapi aku yang duluan memilih.” Ucap Rahardian.


“Siap bos, kalo itu sudah pasti masak iya kita yang milih duluan.” Ucap Jack. Sambil melangkah keluar ruangan monitor. Sementara Rahardian kembali masuk ke kamarnya sambil mempersiapkan kamar untuk teman kencan nya.


“Wah aku sebenarnya ingin bercinta dengan Lady Ninja kemarin itu, tapi sayangnya sangat mengerikan jika harus menanggung resiko. Mudah mudahan saja nanti ada yang mirip mirip dengan Yukimoto, bisa berfantasi bercinta dengannya.” Ucap Rahardian dalam hati.


*****


Sementara salah seorang anak buah Rahardian yang diminta Jack untuk mencari teman kencan buat Rahardian sekaligus untuk mereka juga. Segera berangkat menuju ke tempat langganan Rahardian untuk mencarikan teman kencan bagi Rahardian dan anak buahnya.


Namun bertepatan dengan itu, rombongan Lady Ninja dibawah pimpinan Yukimoto sudah mendekati tempat Rahardian. Bahkan sudah mengawasi setiap  gerak gerik di rumah Rahardian.


Yukimoto yang sudah tahu isi rumah Rahardian, dan sudah tahu adanya banyak CCTV yang mengawasi setiap sudut rumah Rahardian, meminta anggotanya untuk berhenti sesaat mengawasi segala kemungkinan.


“Tunggu sebentar, jangan buru buru mendekat rumah itu diawasi dengan CCTV.” Ucap Yukimoto.


Kemudian semua berhenti dan berlindung dibalik pepohonan dan semua tempat yang dianggap bisa untuk berlindung. Dan beberapa saat setelah itu tampaklah salah seorang anak buah Rahardian keluar membawa mobil inventaris para Bodyguard.


“Salah satu ikuti mobil itu, hentikan dan paksa dia untuk membawa beberapa orang masuk kerumah itu.” Ucap Yukimoto.


Tanpa menjawab salah seorang Lady Ninja segera mendekati ke jalan untuk mencegat mobil itu. atau sekedar menyusup masuk dan mengancam orang yang ada di dalamnya.


Dengan mengendap endap, salah satu Lady Ninja mendekati jalan raya. Dengan menyiapkan sebuah tali dia bersiap untuk menyusup masuk ke dalam mobil itu. dan ketika mobil itu sudah dekat  Lady Ninja tersebut  segera melompat ke bagian belakang mobil tersebut  tanpa diketahui oleh pengemudinya.   


Lady Ninja itu mengintip dan melihat bahwa Mobil itu hanya berisi seorang pengemudi saja, tidak ada orang lain yang mengikuti. Dan dengan gerakan cepat Lady Ninja itu segera masuk ke dalam mobil dengan memecahkan kaca bagian belakang. Serta langsung mengancam anak buah Rahardian tersebut dengan sebuah Trisula yang ditodongkan ke leher orang tersebut.


“Jangan bergerak, gerak sedikit leher kamu tembus.” Ucap Lady Ninja tersebut.

__ADS_1


Anak buah Rahardian yang tidak menduga akan terjadi seperti itu sangat ketakutan. Dan menghentikan laju mobilnya.


“Apa yang kamu minta, asal jangan bunuh saya.” Ucap pengemudi tersebut.


“Kamu anak buah Rahardian, kamu mau kemana ?” Tanya Lady Ninja tersebut.


“Aku disuruh mencari teman kencan buat bos Rahardian, juga dua orang lagi buat kita kita.” Ucap pengemudi tersebut dengan tergagap karena ujung trisula Lady Ninja tersebut sudah sedikit menggores kulit lehernya.


Kemudian Lady Ninja tersebut, memukul pengemudi hingga pingsan. Kemudian menepikan mobil tersebut di suatu tempat yang cukup gelap. Kemudian setelah mengikat pengemudi tersebut, Lady Ninja itu menemui Yukimoto untuk melaporkan hasil pengintaian nya.


Dan setelah mendapat laporan dari anggotanya Yukimoto mendapat ide untuk menyuruh Tiga anak buahnya menyamar sebagai wanita penghibur untuk menyusup ke dalam. Serta mematikan saluran kamera CCTV  agar semua bisa ikut masuk kedalam.


Di pilih lah tiga orang Lady Ninja untuk menyusup masuk ke dalam rumah Rahardian, dan menyamar sebagai wanita Penghibur.


Kemudian si pengemudi di bangunkan dan dipaksa kembali masuk ke rumah Rahardian. Di bawah ancaman senjata tajam dan dilarang bicara apapun sampai mereka bertiga berhasil masuk kerumah Rahardian.


Setelah menunggu beberapa saat, sampai dirasa sesuai jarak waktu biasanya memanggil sekitar setengah jam. Pengemudi itu pun dipaksa menjalankan mobil tersebut kembali masuk ke rumah Rahardian. Bersama tiga Lady Ninja yang sudah berganti pakaian biasa tersebut.


Tanpa halangan mobil itu bisa masuk ke halaman rumah Rahardian, karena penjaga pintu melihat wajah pengemudi tersebut. juga mengira membawa tiga wanita untuk bersenang senang bos nya.


Dan setelah sampai di tempat parkir, Lady Ninja yang tadi menerobos masuk mobil tersebut bertanya.


“Dimana Kamar Rahardian, kami akan masuk sendiri.” Ancam Lady Ninja tersebut.


“Masuk saja, sudah ada petugas yang akan mengantar. Sekarang lepaskan saya, singkirkan senjata ini.” ucap pengemudi tersebut.


Dan salah satu aldy Ninja memukul tengkuk pengemudi tersebut h hingga Pingsan. Dan ketiga Lady Ninja tersebut segera turun dari mobil serta memasuki rumah Rahardian. Benar seperti kata pengemudi tersebut, sampai di pintu sudah disambut Jack disana.


“Wah  tumben, si sontoloyo itu bawa pesanan barang bagus semua. Tapi jangan jangan malah mau dipakai bos semua nih, jadi harus sabar nunggu giliran nanti.” Ucap Jack yang berdecak kagum melihat tiga wanita cantik di hadapan nya. Tanpa menduga bahwa mereka adalah musuh yang berbahaya.


“Tenang abang, pasti akan dapat giliran juga semuanya nanti.” Ucap Salah seorang diantara tiga Lady Ninja tersebut.


“Ikut aku menemui Boss, yang dipilih boss langsung dengan boss. Yang tidak kepilih nanti ikut aku ya.” Kata Jack.


“Baik, asal sesuai bayaranya saja.” Jawab Salah satunya.


Kemudian mereka dibawa Jack untuk bertemu dengan Rahardian yang akan memilih mana yang akan dipilih Rahardian. Atau bahkan semua akan diminta Rahardian lebih dahulu.


Dan sesampainya di tempat Rahardian.


“Bos. Paket sudah datang silahkan pilih lebih dahulu.” Ucap Jack. Kemudian Rahardian keluar kamar  dan kaget melihat tiga wanita yang di hadapan dia.


“Busyet…. Kenapa tiga tiganya seperti mirip begini. Tapi aku hanya butuh satu saja, aku pilih kamu saja yang lain terserah kamu Jack.” Ucap Rahardian kepada Jack. Sambil menunjuk salah satu dari Lady Ninja tersebut. dan kebetulan juga yang dipilih Rahardian adalah Lady Ninja yang tadi menerobos masuk ke mobil.


Kemudian Rahardian segera menggandeng salah satu Lady Ninja tersebut dan mengajaknya masuk ke kamar. Sementara Jack menggandeng dua Lainya di bawa ke taman teman nya.


“Hai brow, ada barang baru nih rejeki nomplok hari ini.”Ucap Jack.


“Tapi aku gak mau ramai ramai, maunya satu satu berdua di kamar saja.” Ucap salah satu Lady Ninja.


“Ok, gak masalah dan kamu ikut aku yang satunya biar gentian melayani mereka.” Ucap Jack, sambil mengajak wanita itu ke ruang monitor. Maskutnyadjack hendak bercinta sambil melihat  CCTV agar bisa sambil memantau. Tanpa menduga bahwa itu memang salah tujuan dari tiga Lady Ninja tersebut menyusup ke rumah itu.


Dan begitu sampai di ruang Monitor, justru Lady Ninja tersebut yang kaget. Karena merasa sangat mudah menemukan monitor CCTV. Dan saat Jack Mencoba mengamati Monitor CCTV sambil tanganya bergerilya maka Lady Ninja tersebut  pura pura Protes.


“Jangan mendua dengan benda itu, sebaiknya matikan saja dulu.” Ucap Lady Ninja tersebut.


Namun Jack keberatan, karena takut disalahkan Rahardian dan bermaksud menghentkan gerakan tangan Lady Ninja tersebut yang hendak mematikan monitor CCTV. Namun secepat kilat Lady Ninja tersebut, segera memukul Jack hingga pingsan sekali pukul. Dan mematikan monitor CCTV dan segera mengeluarkan baju Ninja nya dari dalam tas yang dibawanya.


Setelah mengikat Jack dan membungkam mulutnya Lady Ninja tersebut segera mengendap endap naik ke atap rumah dan member isyarat khusus dengan asap dari kembang api yang berwarna kuning dan Hijau. Maka Yukimoto dan yang lainnya pun segera masuk ke dalam markas tersebut secara serempak.


Sementara Rahardian di dalam kamar tidak menduga sama sekali akan bahaya yang mengancam dirinya. Karena wanita yang dia kira akan membuat dirinya senang itu justru adalah orang yang sangat berbahaya bagi dirinya. Meski dia tidak akan membunuh secara langsung, namun akan menyerahkan kepada Yukimoto ketua klan perguruan NInja tersebut….!?!


...Bersambung...


Jangan lupa mohon dukungan


Like


Komentar


Vote


dan lainya.


Hari hari menjelang kiprah Yasin akan dilanjutkan Jafar dan Sidiq.

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2