Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Kemunculan Jalu dan Gede Paneluh


__ADS_3

Kemunculan Jalu dan Gede Paneluh


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


“Ilmu Waringin Sungsang Yah ?” Tanya Sidiq.


“Iya, siapapun yang bisa mengalahkan diri sendiri baru ayah ajarkan ilmu itu. Meskipun kamu anak ayah, kalau masih kalah dengan ego tidak akan ayah ajarkan kepadamu.” Jawab Yasin penuh wibawa.


Semua hanya tertunduk, benar benar harus menata hati untuk mendapatkan ilmu tersebut…!


“Perlu kalian tahu, Ayah Sendiri bahkan belum pernah menggunakannya. Karena efek yang terkan akan bisa lumpuh seumur hidup. Bahkan ada yang sampai mengenaskan, jika  tidak sangat sangat terpaksa tidak boleh digunakan.” Kata Yasin.


“Kenapa yah, dulu tidak menggunakan ilmu itu saat melawan Bhirowo waktu di tempat paman Sena ?” tanya Sidiq.


“Ayah hanya dipinjami Sayeti Angin eyang Jafar Sanjaya untuk menghadapi Bhirowo. Itu artinya ayah tidak boleh gunakan ilmu itu. seandainya tidak dipinjami sayeti angin mungkin ayah akan gunakan ilmu itu. karena waktu itu ayah sudah hampir binasa.” Jawab Yasin.


“Apakah ayah ada rencana gunakan ilmu nanti saat melawan orang padepokan dan sekutunya ?” Tanya Jafar.


“Tidak,,, ayah lebih percayakan kepada kalian saja. Kemampuan mereka masih dibawah ki Joyo Maruto. Dengan ki Joyo Maruto saja ayah tidak gunakan ilmu itu.” jawab Yasin.


“Lalu gunanya apa ayah ajarkan ilmu itu kalau tidak untuk digunakan ?” Sahut Sidiq.


“Entah kapan nanti, kalian akan menghadapi orang yang dibantu khodam Jin yang sangat Jahat. Mungkin saat itu harus menggunakan ilmu itu.” Jawab Yasin. Karena Yasin merasa jika akan kembali munculnya dlang Anyi anyi semakin dekat, dan bisa jadi saat itu Yasin sudah semakin tua dan tidak lagi kuat bertempur secara langsung menggunakan fisik.


“Apakah syaratnya menggunakan ilmu tersebut Abi ?” Utari menyahut.


“Jika tidak ada lagi alternative lain yang bisa diambil. Dan itu menyangkut keselamatan banyak orang, bukan sekedar mencari keselamatan diri sendiri.” Jawab Yasin.


“Tapi menjaga keselamatan diri sendiri kan wajib Abi ?” Protes Utari.


“Iya, tapi tidak harus dengan menggunakan ilmu itu. jadi ilmu itu baru boleh digunakan jika ada seseorang yang mengancam nyawa orang banyak dan tidak mau dihentikan secara baik baik. kalau hanya diri kita yang diancam, ibaratnya lebih baik melarikan diri saja jika masih bisa lari.” Jawab Yasin.


“Kenapa bisa begitu yah ?” tanya Nisa penasaran dengan ayahnya.


“Itu yang dilakukan eyang Mustolih leluhur kalian, beliau memiliki waringin Sungsang dan hanya sekali menggunakan. Setelah tahu dampaknya beliau lebih memilih menghindar jika masih bisa menghindar. Dan beliau mampu bergerak seperti angin, menggunakan tatar bayunya.” Jawab Yasin.


Semua bisa memahami apa yang disampaikan oleh Yasin. Dan Yasin sengaja melihat reaksi dari semua anak didiknya tersebut. semakin kuat keinginan memiliki ilmu tersebut justru semakin membuktikan orang tersebut tidak layak memilikinya. Karena bisa jadi justru akan menggunakan secara sembarangan nantinya.


Ilmu tersebut mampu menyedot tenaga lawan hingga lumpuh tak dapat bergerak. Bahkan bisa jadi sampai kehabisan tenaga dan meninggal seketika itu juga. Sehingga tidak boleh diberikan kepada orang sembarangan yang belum siap lahir dan batinnya.


Malam itu semua mendapat pengetahuan yang cukup banyak, dan diminta kembali beristirahat. Setelah bersih bersih badan. Namun tidak lantas pada istirahat malah pada ngobrol di ruang tamu rumah Yasin.


Dan Fatimah yang mendengar obrolan mereka ikut bergabung sambil memberikan minuman hangat berupa ekstrak Jahe buatan Fatimah sendiri. Sebagai penghangat badan di udara dingin pegunungan.


“Biar hangat pada minum ekstrak Jahe dulu nih.” Kata Fatimah.


“Bunda bikin sendiri ya ?” Tanya Nisa.


“Iya kemarin memetik Jahe belakang rumah, terus dibikin ekstrak ini hasilnya.” Jawab Fatimah.


“Mau dong Sidiq bunda, nanti kalau kembali ke pesantren bawa ekstrak jahe buatan bunda.” Kata Sidiq.


“Alaah paling juga mau dipamerin sama mbak Riska aja tu bunda, gak usah buat Nisa aja…!” celetuk Nisa.


“Siapa yu Riska, teman pesantren Sidiq ?” Tanya Fatimah.


“Bukan Bunda, tapi pacarnya mas Sidiq yang sekarang lagi ngambek. Makanya mau dirayu dibawakan ekstrak Jahe…!” Goda Nisa ke Sidiq.


Yang lain hanya memandangi Sidiq sambil senyum senyum geli, melihat Sidiq tidak berdaya menghadapi Nisa adiknya sendiri.

__ADS_1


“Beneran Diq, kamu udah punya pacar yang namanya Riska ?” Tanya Fatimah ke Sidiq.


Sidiq hanya tertunduk malu saja, tidak bisa berkata apapun. Antara malu dan takut bercampur menjadi satu.


“Sidiq,,, ditanya Bunda kok diam saja ? Malah jadi melamun begitu sih ?” tanya Fatimah lagi.


“Eng… gak begitu kok bunda, Sidiq sama Riska hanya teman sekolah dan teman kerja saja kemarin. Jadi agak dekat saja kok bunda.” Jawab Sidiq malu malu.


Tiba tiba Yasin ikut bergabung setelah selesai mandi, karena kotor dan keringetan. Yasin sengaja duduk di samping Sidiq.


“Sidiq udah punya pacar, cantik gak Diq ? Cantikan mana sama bunda kamu Diq ?” tanya Yasin membuat Sidiq semakin malu dan tertunduk.


“Apaan sih malah bandingin Fatimah sama anak ABG yang jelas Fatimah kalah jauh sudah tua begini..!” sahut Fatimah.


“Dengarkan dulu jawaban Sidiq, aku mau tahu jawaban Sidiq.” Kata Yasin.


“Gak tahu yah, dua duanya cantik sih, bunda Fatimah juga cantik Riska juga cantik.” Jawab Sidiq.


“Owh begitu… kalau dibanding bunda kamu besar mana peran bunda kamu terhadap Sidiq disbanding Riska pacar kamu itu ?” tanya Yasin.


“Jelas besar Bunda Fatimah dong yah…!” Jawab Sidiq mantab.


“Kalau begitu, kamu harus bisa mencari wanita yang bisa menyenangkan hati ayah bunda kamu. Bukan hanya wanita yang menyenangkan kamu sendiri saja.” Kata Yasin.


Sidiq termenung sejenak.


“Maksutnya bagaimana yah ?” Tanya Sidiq.


“Ayah bunda kamu ingin yang terbaik buat kamu, dalam segala hal. Termasuk suatu saat nanti juga menginginkan istri yang baik buat kamu. Tapi belum tentu yang kamu anggap baik itu baik juga buat ayah bunda kamu, buat adik adik kamu. Jadi maksut ayah, cari pendamping itu yang tidak sekedar menerima Sidiq tapi bisa menerima semua keluarga Sidiq.” Kata Yasin.


“Iya yah, Sidiq belum berpikir ke arah itu kok.” Jawab Sidiq.


“Ayah ngerti, tapi kamu dan semua saja juga harus tahu tentang itu. jangan hanya tertipu dengan pandangan mata semata, yang baik menurut mata belum tentu baik buat hati kita. Dan pemuda seperti kalian seharusnya lebih banyak puasa. Untuk mengendalikan diri terjerumus dalam dosa.” Kata Yasin.


“Maksut Abi puasa sunnah ?” tanya Isna.


“Contoh lain dong yah biar Nisa juga ada gambaran lain ?” tanya Nisa.


“Dengan puasa  kamu akan lebih dekat dengan ALLAH. Karena puasa (Sunnah) itu ibadah sir ( Rahasia ) hubungan langsung dengan ALLAH. Meski gak ada yang lihat kita juga tidak mau makan dan minum atau yang membatalkan puasa kita. Itulah jadi ibadah Sir nya disitu.” Jawab Yasin.


“Iya juga ya yah, rasanya sayang banget kalau puasa sampai batal saja.” Ucap Nisa.


“Nah seharusnya tidak hanya dalam puasa saja, dalam ibadah lain pun kita harus merasa sayang kalau ternodai sesuatu. Bayangkan seperti jika kita puasa batal hanya karena sesuap makan atau seteguk air.” Jelas Yasin.


Percakapan yang ringan penuh rasa kekeluargaan namun sarat dengan nasehat. Sehingga yang mendengar tidak merasa dinasehati tapi justru bisa menerima dengan hati. Bukan sekedar menggunakan kemampuan akal saja. Meski sebenarnya apa yang disampaikan Yasin itu ada didalam kitab, hanya disampaikan dengan bahasa umum bukan dengan bahasa Kitab.Meski baca kitab tetap harus dilakukan juga tentunya, sebagai pedoman.


…..


…..


…..


Jalu yang sedang mengkarantina diri sendiri agar lebih fokus dalam melakukan rangkaian ritual untuk penyempuranaan aji giling wesinya tersebut. sedang melakukan ritual di dalam kamar khusus yang ada di dalam rumahnya.


Jalu yang sudah memulai proses berendam di tujuh Tempuran Sungai itu sudah mendapatkan beberapa khodam yang mengikuti kemanapun Jalu melangkah.


“Tinggal beberapa Langkah lagi aku akan menyelesaikan proses ritual ini. apa aku sebaiknya melihat kondisi makam ayah Maheso Suro. Memastikan jika tidak ada yang membongkar makam tersebut.” kata Jalu dalam hati.


Jalu pun keluar kamar untuk sekedar menghirup udara Segar, setelah berhari hari mengurung dan mengunci diri di dalam kamar.


“Ini malam jum’at yang sudah hampir ke Tujuh kali, malam jumat besok adalah malam jum’at pamungkas ( terakhir ) untuk melakukan ritual berendam di Tempuran sungai. Tepat di malam jumat kliwon. Setelah itu aku bisa membongkar makam Ayah mengambil susuk emas tersebut.” kata Jalu dalam hati.


Dan tiba tiba Jalu dikejutkan dengan kedatangan Gede Paneluh yang datang tanpa memberi kabar kepada Jalu terlebih dahulu.


“Adi Jalu, kakang datang bawa berita gembira buat kamu…!” ucap Gede Paneluh.


“Kakang Gede Paneluh,,, masuk kakang kebetulan kakang datang diwaktu yang tepat. Baru saja aku keluar kamar habis pati geni  ( Tinggal dikamar tanpa penerangan sama sekali, sebuah acara ritual khusus orang orang tertentu ) tiga hari tiga malam kang.” Ucap Jalu.

__ADS_1


“Owh pantas, wajahmu jadi agak sayu tidak terkena cahaya sama sekali tiga hari. Tapi tentunya perkembangan kamu sudah makin pesat sekarang.” Ucap Gede Paneluh.


“Iya kang, tapi tadi bilangnya ada kabar penting yang akan disampaikan, apa itu kang ?” Tanya Jalu.


“Ada informasi, jika orang yang bernama YAsin itu sudah ketemu orangnya.” Ucap Gede Paneluh.


Jalu terbelalak kaget mendengar perkataan Gede Paneluh tersebut.


“Apa aku tidak salah dengar ini kakang Gede Paneluh ?” Tanya Jalu.


“Tidak, adi Jalu tidak salah dengar aku juga awalnya kaget seperti kamu.” Jawab Gede Paneluh.


“Bagaimana ceritanya kang, bisa ketemu ?” Tanya Jalu.


Kemudian Gede Paneluh menceritakan jika kemarin kedatangan tamu. Dan tamu itu anak murid Marto Sentono adik perguruan Joyo Maruto paman Gede Paneluh. Kemudian orang itu bercerita jika habis bentrok dengan seorang pemuda dan berakhir dengan perusakan Padepokan.


Dan setelah melalui beberapa kejadian, akhirnya terkuak jika pemuda tersebut adalah anak dari Yasin yang mereka cari selama ini. Dan saat ini masih akan ada pertempuran lanjutan dengan pemuda itu.


“Wah kebetulan sekali nanti anak itu kita ringkus bareng bareng buat memancing kedatangan ayahnya.” Jawab Jalu.


"Memang seperti itulah rencananya Adi Jalu. Tapi sayangnya hari itu bertepatan dengan hari terakhir kamu berendam adi Jalu.” Jawab Gede Paneluh.


“Wah sayang sekali kalau begitu. Jalu adi gak bisa ikut bergabung dengan mereka.” Kata Jalu kecewa.


“Yang penting kamu fokus pada tujuan kamu dulu Adi Jalu.” Kata Gede Paneluh.


“Tapi buat apa kakang, kan tujuanku untuk membalas dendam kepada Yasin juga melakukan semua ini.” jawab Jalu.


“Ada yang lebih dari itu adi Jalu, tidak hanya Yasin kerabatnya pun banyak yang terlibat membantu Yasin. Sehingga banyak juga yang harus kita singkirkan nanti.” Ucap Gede Paneluh.


“Tapi yang utama adalah Yasin kakang, terus keberadaan pemuda yang menyeran padepokan itu dimana ?” tanya Jalu.


“Itu yang aku tadi lupa bertanya hanya dikasih tahu nama kakak beradik yang kayak kembar tersebut.” Jawab Gede Panjalu.


“Owh… memang siapa nama dua anak muda tersebut kakang ?” tanya Jalu.


“Apa pentingnya sebuah nama, yang jelas kedua anak tersebut harus bisa di jadikan senjata untuk memancing kedatangan ayahnya Adi.” Jawab Gede Paneluh.


“Paling tidak kalau aku tahu namanya kan bisa suatu saat mencari anak tersebut bikin perhitungan juga dan memancing ayahnya atau kerabatnya yang dulu terlibat kakang.” Kata Jalu.


“Hmm iya,,, kalau tidak salah kemarin itu namanya Sidiq dan Jafar tapi yang mana yang merusak padepokan mereka juga belum jelas.” Jawab Gede Paneluh.


“Sidiq dan Jafar,,?, Sidiq dan Jafar,,, kayaknya pernah dengar nama itu…!?!” kata Jalu.


“Biasa lah nama pasaran begitu pasti banyak yang sama adi Jalu.


“Tidak kakang,,, ini bukan nama yang sama tapi Jalu yakin itulah orangnya yang dulu hampir bentrok dengan Jalu juga. Dan dia itu teman sekolah sepupuku, ini kesempatan emas buatku kakang.” Kata Jalu berteriak teriak Gembira.


“Kesempatan apa ?” tanya Gede Panjalu.


“Aku akan minta seseorang menculik gadis yang disukai anak itu, dan akan aku tawan sampai dia datang menyelamatkan gadis itu. dan kemudian aku akan menghajar pemuda itu dan ikut mengurungnya. Sampai ayah pemuda itu datang.” Ucap Jalu…!


...Bersambung....


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 


 

__ADS_1


__ADS_2