Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Ari menjebak Sidiq


__ADS_3

Reader Tercinta


tak lupa selalu mohon dukungannya, saat ini memasuki konflik eksternal ketiga anak Yasin.


Selamat membaca.


semoga terhibur.


...🙏🙏🙏...


Jafar hanya mengucapkan terimakasih atas informasi yang diberikan Vina, sementara Vina sendiri kembali memperlambat langkahnya dan berjalan di belakang Jafar. Sambil mengamati Jafar dari belakang.


“Kamu boleh pacaran sama siapa saja Jafar, tapi akulah yang kelak akan menjadi istri kamu.” Ucap Vina sambil tersenyum….!!!


“Jalan bareng kenapa Vin ?” seru Jafar ke Vina.


“Ogah ah, gak enak sama fans kamu nanti.” Jawab Vina sambil menahan tawa.


“Udah pada tau kalau kita sekedar teman satu kelas kali Vin.” Kata Jafar yang cukup akrab dengan Vina teman satu kelas dan teman satu pesantren sekaligus. Bahkan Vina tahu jika Jafar sedikit ada rasa sama Nia putri abah gurunya. Namun Vina yang juga menyukai Jafar gak peduli itu, bagi Vina Jafar mau pacaran sama siapa saja terserah. Karena Vina yakin Jafar gak akan macam macam dengan wanita. Asalkan nanti tetap Vina yang menjadi istri Jafar, pikir Vina.


Jafar tidak menyadari jika Vina diam diam suka padanya, bahkan langkah Vina untuk mendapatkan Jafar lebih real dari teman temannya satu pesantren yang lain. Tanpa ada satu orangpun yang tahu itu, dan Vina sangat yakin akan bisa mendapatkan Jafar dengan langkah yang ditempuh.


Keduanya pun tetap berjalan depan belakang, meski Jafar mengajak Vina jalan beriring asal tidak di depan Jafar saja, pikir Jafar. Sebuah adab berjalan laki laki dan perempuan yang bukan mahram memang begitu. Jika wanita di depan takutnya akan melihat lekuk tubuh si wanita yang bisa membangkitkan syahwat. Meski tidak semua orang begitu, bahkan jika sudah jadi watak wanita jalan di belakang pun jika pikiran sudah ngeres ya tetep saja ngeres. Namun begitu namanya adab atau aturan dipakai bagus bagus saja asal tidak menganggap dirinya yang paling baik, paling benar.


Sesampai di sekolah yang tidak jauh dari pesantren, Jafar dan Vina segera bergabung dengan teman temannya. Vina dengan sesama gadis sedang Jafar bergabung dengan teman teman cowok.


“Vin, kamu sama Jafar tiap hari berangkat dan pulang bersama apa gak saling jatuh cinta ?” tanya Teman Vina.


“Gak kok, biasa aja lagian kami jarang ngobrol juga, jalan ya jalan saja meski berangkat dan pulang bareng.” Jawab Vina.


“Busyet,,, bisa gitu Vin ?” tanya teman sebangku Vina heran.


“Bisa lah kenapa gak bisa, lagian kita juga masih kelas satu SMA mana mikir yang kayak gitu.” Jawab Vina berdiplomasi.


“Eeh katanya Jafar itu di pesantren ngajar beladiri ya ? Emang bisa dia Vin ?” tanya teman Vina yang rata rata menganggap Jafar itu anak yang agak Kuper, Jarang ngobrol  dan agak kaku kalau bicara.


“Iya sih,tapi aku gak tahu pasti karena aku gak ikutan beladiri. Aku ikut ekstra bidang lain.” Jawab Vina.


“Sebenarnya Jafar itu ganteng tapi sayang anaknya sedikit cupu gitu gak macho. Aku kurang percaya kalau dia ngajar beladiri.” Ucap salah seorang siswi.


“Ngapain juga ngurusin Jafar, Vina lagi mikirin ulangan nanti juga pusing.” Jawab Vina.


“Awas lo Vin, jangan begitu kalau suatu saat kamu suka sama Jafar bagaimana ?” goda teman yang lain.


“Bagaimana nanti saja, ngapain mikirin yang belum pasti begitu lagian kita ini kan harus konsen belajar.” Ucap Vina.


“Aah kamu serupa sama Jafar Vin, jangan jangan gak doyan cowok tapi doyan sesama cewek lo Vin. Dan jafar juga penggemar sesame juga, makanya jalan bareng pun kalian gak pakai ngobrol.” Goda teman teman Vina.


Vina hanya tersenyum saja diledek demikian, “Gak pada ngerti saja kalian, kalau Vina memang suka Jafar tapi Vina lebih memilih cara lain untuk mendapatkan Jafar nanti. Kalau sekarang terserah dia mau suka sama siapapun juga.” Kata Vina dalam hati.


Bel pelajaran masuk sudah berbunyi semua duduk dibangku masing masing menunggu guru yang akan datang mengajar. Dan setelah jam istirahat selesai anak anak pun pada berlarian ke kantin. Akan tetapi tidak dengan Jafar, dia memilih tetap berada di kelas. Karena Jafar sedang menjalankan puasa sunah.


“Gak ke kantin ?” tanya Vina.


“Gak, kamu aja sana  !” jawab Jafar.


“Kenapa ?” tanya Vina.


“Aku lagi puasa ?” jawab Jafar.

__ADS_1


“Bukan itu, kenapa ngusir aku ?” tanya Vina.


“Aku gak ngusir !” jawab Jafar.


“Tadi nyuruh pergi ke kantin ?” sahut Vina.


“Kan kamu yang nanya,gak ke kantin ?” jawab Jafar sambil asik baca buku.


“Hati hati, yang aku bilang tadi ini serius.” Ucap Vina.


“Iya.” Jawab Jafar super singkat. Sehingga kadang orang juga jadi agak malas ngobrol dengan Jafar yang gaya bicaranya seperti itu.


Namun tidak dengan Vina yang sudah lebih paham dengan Jafar, Vina malah makin kagum dengan Jafar yang seperti itu. Karena Vina merasa jika Jafar adalah cowok yang bersih dari pengaruh negatif dari luar. Sehingga Vina memilih mengambil cara khusus untuk mendapatkan Jafar.


“Ya sudah mau ke kantin dulu.” Kata Vina.


“Hmm…!” jawab Jafar tanpa melirik sedikitpun ke Vina.


Dan Jafar pun hanya sendirian di dalam kelas tersebut, bahkan sampai tertidur karena mengantuk karena malamnya juga punya tugas Ziarah kubur sama dengan Sidiq kakaknya.


Itulah gambaran karakter Jafar dan sikap Jafar dalam berteman di sekolah. Meski dengan teman sekolah pun Jafar sangat jarang berbicara banyak, apalagi ngobrol panjang lebar. Bicara hanya seperlunya saja atau lebih baik diam.


*****


Sidiq POV


Di sekolah Sidiq


“Ris aku merasa bersalah atas yang terjadi kemarin. Aku minta maaf ya.” Ucap Sidiq pada Riska.


“Ya ampun kenapa masih di ingat sih mas, kan kita sama sama khilaf kemarin. Jadi gak perlu ada yang merasa bersalah dan minta maaf.” Jawab Riska.


“Tapi Ris, ini ada kaitannya dengan sebuah tugas dari abah guru Ris. Jadi aku harus minta maaf karena harusnya aku menjaga kamu bukan malah begitu.” Kata Sidiq.


“Justru itu yang aku takutkan Ris, kalau kita sama sama hanyut kan bahaya.” Jawab Sidiq.


Riska paham dengan maksut Sidiq, namun Riska beranggapan sekedar kissing sih gak papa kali kan itu sudah dianggap wajar, batin Riska. Perbedaan dalam mengartikan sebuah ikatan cinta antara Sidiq dengan Riska yang berbeda basic kehidupan.


“Menurut Riska yang kita lakukan kemarin masih sangat wajar kok mas.” Ucap Riska.


“Nah itulah kenapa aku dulu bilang batasan pacaran itu semu Ris.” Sahut Sidiq.


Dan riska pun jadi ingat saat mereka membuat kesepakatan di depan lita dulu.


“Owh iya ya mas, jadi sebaiknya bagaimana mas ?” tanya Riska.


“Yang jelas itu salah aku kok Ris, mungkin dari kejadian yang berawal di warung itu sebuah teguran buat kita. Karena melanggar janji pergi berduaan saja. Sampai dengan aku harus di interogasi di pos itu, untung kamu selamatkan. Hingga akhirnya kejadian di toko setelah itu, mungkin ini teguran agar kita lebih bisa menjaga diri Ris.” Kata Sidiq memberi pengertian kepada Riska.


“Tapi Riska tetap boleh ketemu mas Sidiq kan kalau sepulang sekolah nyusul mas Sidiq ke tempat kerja.” Tanya Riska.


“Iya kalau sekedar itu sih boleh saja lah, kan aku juga kangen kalau gak lihat kamu sehari.” Jawab Sidiq mulai kambuh penyakit rayuannya.


“Iiih jangan bikin baper lah mas, kan katanya takut keterusan…!” protes Riska.


“Iya maaf, maksudku kan hanya cukup memandang wajahmu saja sudah mengobati kangen gitu.” Ucap Sidiq.


Riska pun hanya tersenyum geli dan malu malu mendengar ucapan Sidiq.


“Lita tadi kenapa lama banget sih, katanya cuman ke toilet sebentar, ini sudah hampir bel masuk juga.” Ucap Riska gelisah karena sudah kehabisan kata kata ngobrol sama Sidiq.

__ADS_1


“Kita tunggu saja Ris, barangkali ada keperluan lain juga masak kita jadikan Satpam terus tiap hari.” Kata Sidiq.


Tiba tiba Lita datang tergopoh gopoh sambil menangis.


“Kenapa kamu Lita ?” tanya Riska panik sambil memeluk Lita yang menangis.


“Aku dilecehkan Herman, saat lagi dikamar mandi aku difoto dan diancam akan disebarkan, kalau aku tidak mau di cium dia.” Ucap Lita.


“Terus bagaimana ?” tanya Sidiq langsung naik darah.


“Aku tetap gak mau, aku lari dan herman mengejarku di belakang.” Ucap Lita.


“Kamu tenang, biar aku yang urus dia.” Ucap Sidiq.


Tak lama berselang Herman pun datang dan sambil tertawa tawa.


“Ayo lita pilih Viral atau pilih oral ?” kata Herman.


Sidiq yang mendengar sahabat nya di lecehkan sudah tak mampu menahan diri, sehingga langsung memukul Herman hingga Herman jatuh. Tanpa di sadari sidiq bahwa tindakan Sidiq tersebut di rekam Ari yang sengaja membuat rencana tersebut untuk menjebak Sidiq.


Pertama kan dilaporkan ke sekolah dan yang kedua akan dilaporkan ke Jalu bahwa Sidiq itu pengacau di sekolah. Dan Ari juga tidak tahu jika Jalu sendiri sudah pernah bertemu Sidiq meski belum tahu nama Sidiq, Jalu tahunya nama Sidiq adalah Adji dengan nama panjang Sekartadji. Nama pemberian mamahnya Sidiq Sekartadji, yang bermakna ‘Mas Sidiq, Se-kar Arum Ta-gih Janji’ karena pada saat sidiq Lahir Arum mamahnya Sidiq waktu itu tidak berstatus menikah. Memang Sidiq lahir dari Arum diluar nikah, akibat kesalahan yang dilakukan dengan Yasin yang waktu itu masih hidup di jalanan dan bergelar Zain. Dan nama aslinya adalah Ahmad Sidiq, dan nama Yasin adalah pemberian guru ngajinya saat Yasin taubat dan hidup di pesantren.


Herman kabur sambil menahan sakit akibat pukulan Sidiq, namun Sidiq tetap mengejar dan akan merebut HP Herman. Sangat mudah bagi Sidiq menangkap dan merebut HP Herman, sehingga dengan segera HP tersebut diserahkan ke Lita.


“Kamu Hapus semua foto kamu yang tidak senonoh, kalau perlu banting Hp itu bakar memorinya.” Ucap Sidiq sangat emosi.


“Tunggu dulu, kita cek sudah dikirim ke orang lain belum ?!?” ucap Riska.


Lita pun kemudian mencoba membuka Ponsel tersebut, untunglah di riwayat baru terkirim ke Lita sendiri untuk memanggil paksa Lita tadi. Sehingga setelah semua foto Lita yang lagi di kamar mandi dihapus dan memori di ambil HP pun ditahan Sidiq. Sampai Herman mau mengakui kesalahannya.


Padahal itu memang rencana Ari dan Herman yang akan mengadukan ke Jalu bahwa HP Herman dirampas Sidiq dan Herman dipukuli Sidiq dengan bukti rekaman yang dibuat  Ari. Sidiq masuk jebakan yang dibuat oleh Ari, sehingga Sidiq terancam kan berhadapan dengan Jalu karena laporan palsu Ari.


“Biar HP aku yang bawa, jika Herman tidak mau minta maaf secara tulus dengan Lita maka Hp tidak akan aku kembalikan.” Kata Sidiq kepada Riska dan Lita.


“Mkasih ya Diq, untung ada kamu dan kamu gak berotak mesum sehingga gak lihat foto Lita tadi.” Ucap Lita sambil masih menangis. Sehingga sifat iseng Sidiq malah jadi timbul untuk menggoda Lita agar tersenyum.


“Owh iya ya, aku tadi lupa harusnya kau lihat dulu tadi.” Ucap Sidiq sambil tersenyum dan mengedipkan mata ke Riska, member isyarat kalau itu hanya guyonan.


Riska juga paham maksut Sidiq,namun Lita jadi berubah jengkel dengan Sidiq dan memukul Sidiq dengan telapak tangannya sambil menahan tawa malu.


“Sialan kamu Diq, dalam kondisi begini masih saja bercanda.” Ucap Lita.


Mereka pun kemudian tertawa tawa bahagia karena Lita berhasil selamat dari ancaman Herman. Akan tetapi itu tidak lama karena kemudian Ari Cs muncul termasuk Herman sambil tepuk tangan dan senyum sinisnya.


“Luar biasa sungguh mengharukan sekali drama satu babak tadi. Tapi sayang sekali ternyata pahlawan kalian yang bernama Sidiq ini gak tahu nanti nasibnya akan seperti apa. Karena nanti bang Jalu akan mendatangi  Sidiq. Owh iya, lo bener bener hebat Diq berhasil mengecoh bang Jalu dengan mengaku bernama Adji. Wah ternyata kamu lumayan juga, lumayan pengecut maksutnya…..!” kata Ari mengancam Sidiq.


Sidiq bar menyadari jika dirinya memang sedang dijebak, dan apa yang dilakukan tadi pasti sudah direkam dan dijadikan alat bukti untuk memfitnahnya. Namun apa boleh buat, sudah terlanjur meskipun Sidiq merasa perlu untuk menghubungi Jafar adiknya. Buat jaga jaga jika yang namanya Jalu itu adalah Sawung Panjalu. Karena beritanya sungguh menghebohkan, maka Sidiq pun berniat menghubungi  Jafar adiknya nanti.


“Owg begitu, sekalian saja kita buat rencana mau ketemu dimana dan kuharap kalian juga ikut hadir sekalian.” Tentang Sidiq yang sudah merasa terlanjur basah tersebut. ..???


...Bersambung....


...Mohon dukungannya Reders...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


 


__ADS_2