
... Vina makin dekat dengan Jafar...
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
Apa mbak Vina sekarang status nya memang pacar mas Jafar ?" Tanya Nisa kepada Vina...!?!
"Gak,,, mbak Vina gak mau dan gak boleh pacaran. Suka ya suka aja tapi gak mau pacaran." Jawab Vina.
"Lah kalau mas Jafar nanti suka sama cewek lain terus pacaran sama cewek lain gimana mbak Vina?" Tanya Nisa.
"Biarin saja, yang penting nanti pada saatnya Vina yang jadi istrinya Jafar kakakmu." Jawab Vina sambil tersenyum.
Nisa pun ikut tertawa mendengar jawaban Vina.
"Wah mbak Vina yakin banget begitu, apa yang bikin mbak Vina yakin begitu?" Kata Nisa.
"Mbak Vina tahu Jafar bagaimana, dari kelas satu SMP sampai sekarang satu sekolah terus. Tidak pernah Jafar agresif sama cewek. Meski mbak Vina tahu Jafar pernah suka sama 'ning' Nia." Kata Vina.
"Mbak Vina tahu mas Jafar suka sama mbak Nia? Tapi mbak Vina tahu gak mbak Nia sekarang tinggal di rumah kami juga?" kata Nisa.
"Tahu juga, tapi mbak Vina punya keyakinan kalau Jafar bakalan jadi suami Vina kelak." Jawab Vina.
"Mbak Vina kok gitu, apa itu namanya tidak mendahului kehendak Allah?" Tanya Nisa.
"Namanya yakin itu bukan mendahului, sekedar motivasi diri. Beda dengan memastikan, itu baru mendahului kehendak Allah SWT Nisa." Jawab Vina.
"Bukanya yakin itu menganggap sesuatu itu pasti mbak?" Protes Nisa.
"Beda Nisa, dalam hal ini yakin itu seperti sebuah doa. Bukan memastikan, karena Allah menuruti prasangka hamba Nya. Maka kita harus yakin bila punya hajat atau keinginan. Soal hasil bukan kewenangan kita." Jawab Vina.
"Tapi mbak Vina kan gak ada usaha beda dengan gadis lain malah ada yang agresif sama mas Jafar. Padahal kan manusia wajib usaha." Bantah Nisa.
"Siapa bilang mbak Vina gak usaha, Bahkan orang tua Vina juga ikut berusaha. Tapi dengan cara yang tidak melanggar Syariat." Jawab Vina.
"Apa usahanya mbak?" Tanya Nisa.
"Pertama dengan berdoa, dan kedua orang tua Vina sudah punya rencana suatu saat akan menemui Ayah bunda kamu untuk menyatukan Mbak Vina dan Jafar." Kata Vina membuka rahasia yang dia sembunyikan selama ini.
"Jadi orang tua mbak Vina selalu menanyakan mas Jafar?" Tanya Nisa.
"Iya, tapi sekaligus memberi Nasehat ke Vina untuk tetap komitmen tidak pacaran." Jawab Vina.
"Nisa masih bingung mbak, orang tua mbak Nisa mendorong mbak Vina suka dengan mas Jafar. Tapi melarang mbak Vina pacaran? kok Aneh banget." kata Nisa.
"Mbak Vina percaya seratus persen atas kekuasaannya Allah. Orang tua mbak Vina berharap dan berdoa agar mbak Vina berjodoh dengan Jafar kakakmu. Karena Jafar memiliki tanda tanda khusus yang dilihat oleh Abi nya mbak Vina. Dan kami berdoa dan berharap Jafar kakakmu berjodoh denganku. Andaikan tidak kami yakin Allah akan beri ganti yang tidak jauh sifatnya seperti Jafar kakakmu. Karena Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha Hamba Nya." jawab Vina panjang lebar menjelaskan pada Nisa kenapa Vina dan orang tuanya bersikap begitu.
"Owh jadi begitu ya, Abi nya mbak Vina pasti orang hebat ya?" Ucap Nisa.
"Gak juga kok Nisa, Abi hanya tekun dalam belajar. Bahkan Abi pernah cerita kalau sebelum Nikah dulu beliau di perlihatkan wanita yang sudah punya anak dan Abi disuruh merawatnya di dalam mimpi. Dan wanita yang sudah punya anak itu adalah ibunya kak Dina. yang sekaligus umi kandung ku juga sekarang." kata Vina.
"Berarti Abi nya mbak Vina bisa tahu jodoh seseorang?" Tanya Nisa.
"Hanya kadang diberi tahu lewat tanda tanda. Seperti saat melihat Jafar pertama kali Abi bilang ke umi. Itu anak sahabatku sepertinya adalah jodoh Vina anak kita. Dan waktu itu Vina tak sengaja ikut dengar." Kata Vina.
"Pantas mbak Vina yakin begitu....!" ucap Nisa.
"Tapi itu tidak boleh dianggap pasti Nisa, bisa saja Abi Vina salah. Kalau sekedar sebagai bahan pertambangan tidak apa. Tapi jangan memastikan atau mendahului kehendak Allah." Jawab Vina.
"Iya mbak, Nisa tahu kalau soal itu. Maksud Nisa mbak Vina yakin dan gak cemburu saat mas Jafar dekat dengan Gadis lain ternyata karena itu." ucap Nisa.
" Iya, tapi ini rahasia kita berdua saja Nisa. Bahkan Jafar pun gak boleh tahu. Mau kan kalau suatu saat aku jadi kakak ipar kamu beneran?" Tanya Nisa.
"Siapa pun yang jadi jodoh kakakku nanti sudah pasti aku anggap kakak ipar ku mbak." Jawab Vina.
"Iya lah, kalau pun bukan aku tetap anggap kamu adikku nanti." ucap Vina gadis blasteran. Ibunya berdarah barat dan indo ayahnya campuran Mesir dan Turki.
Percakapan fus gadis remaja itupun terhenti karena beberapa santriwati datang.
.....
.....
Di kediaman Mutsashi
__ADS_1
Mutsashi sedang menyiapkan sesuatu untuk menemui Jafar. Mutsashi Sangat berambisi mengangkat Jafar menjadi penerus Klan Ninja Yukimoto.
Saat sedang mempersiapkan sesuatu itu Mutsashi dikejutkan dengan kehadiran sosok yang sudah pernah dia temui. Dari kejauhan terlihat dia orang menuju ke rumahnya.
Dan orang itu adalah Gede paneluh yang kalian ini mengajak Gandung Santosa yang sudah kembali bergabung. Mendengar adiknya Jaka kembali dihajar Jafar.
Setelah mereka dekat, Susiana Alias Mutsashi pun menyapa lebih dulu.
"Ada apa kamu kembali kemari?" Tanya Mutsashi.
"Kami ingin kita bekerja sama melawan musuh yang sama !" Ucap Gede Paneluh.
"Aku tidak ada urusan dengan kalian, urusanku dengan Yasin sudah kami selesaikan. Pantang bagi Tsashi melanggar sumpah atas nama Dewa kami." Jawab Mutsashi.
"Bagaimana bisa kamu selesaikan urusan dengan Yasin?" Tanya Gede Paneluh.
"It's none of your business... tidak perlu kamu tahu...!" Jawab Mutsashi.
"Perempuan sombong tidak tahu di untung....!" Tiba tiba Bandung Santosa menyahut serta berniat menampar Mutsashi.
Namun tindakan Gandung itu justru jadi bumerang baginya. Karena Mutsashi yang membawa Senjata pedang Katana dengan gerakan cepat menebas tangan Gandung. Sehingga lengan tangan Gandung putus di bawah sikunya.
Gandung menjerit keras tidak menyangka hal itu terjadi dengan cepat. Gede Peneluh segera melarikan Gandung sebelum keadaan semakin buruk.
Mutsashi pun membiarkan mereka kabur tidak mengejarnya. Karena Mutsashi lebih Fokus untuk mencari Jafar. Mutsashi ingin segera menurunkan jurus jurus Ninjutsu kepada Jafar. Agar mendapatkan penerus bagi Klan Yukimoto.
Dan Mutsashi pun segera bersiap mencari Jafar. Pedang Katana yang masih terkena noda darah Gandung Santosa pun disarankan tanpa menghapus noda darahnya.
.....
.....
.....
Jafar POV
"Bagaimana lukamu Jafar?" Tanya Vina padaku saat pulang sekolah.
"Gak papa, luka kecil saja." Jawabku.
"Tapi kok kamu jadi agak pincang jalannya?" Tanya Vina.
"Biasa luka di lutut jadi timbul sedikit nyeri ketarik saat gerak." Jawabku.
"Owh begitu, kata Abi Vina biar luka cepat kering kalau bangun tidur dikasih ludah sendiri sebelum bicara apapun." kata Vina.
"Darimana kamu tahu ?" Tanyaku pada Vina.
"Abi nya Vina kan belajar ilmu tabib Jafar. Jadi Vina sedikit tahu juga." Jawab Vina.
"Kok kemarin gak ikut bantuin Jafar saat Jafar luka?" tanyaku.
"Ya gak boleh lah, udah ada Nisa dan kang kholis. Kita kan bukan mahram dan bukan kondisi darurat." Jawab Vina.
"Tapi kemarin kamu minta bonceng aku kan bukan mahram?" Godaku pada Vina.
"Kan hanya kamu yang ada, dan kita gak sampai bersentuhan." Jawab Vina.
"Apa bedanya Vina, kita jalan berdua begini juga sebenarnya gak boleh kan?!?" ucapku pada Vina.
"Tidak boleh kalau berdua di tempat sepi. Kalau cewek jalan sendirian justru bahaya. Makanya Vina bareng Jafar. Minimal orang gak akan berani ganggu kalau ada teman." Jawab Vina.
"Memang Vina merasa kalau jalan sendiri digangguin cowok. Apa Vina merasa Cantik?!?" ucapku menggoda Vina.
"Gak sih, tapi kalau cowok itu kadang gak lihat cantik atau gak asal merasa ada kesempatan jailin cewek pasti mereka gunakan." Jawab Vina.
"Kalau ternyata Jafar yang Jahil sama Vina gimana?" Kataku. Entah kenapa aku bisa bicara begitu ke Vina.
"Vina juga lihat lihat lah, Kalau Jafar tipe cowok Jahil Vina juga ogah jalan bareng." Jawab Vina.
"Berarti kamu perhatiin Jafar terus selama ini?" Godaku sambil tertawa.
"Bukan begitu,,, kita kan udah lama saling kenal. Mau gak mau ya jadi perhatiin karena tiap hari ketemu." jawab Vina agak tersipu aku jadi gak enak sendiri.
" Iya maaf, Jafar hanya bercanda kok." Kataku tidak enak hati.
"Iya gak papa, tapi tumben kamu gak laku bicaranya. Biasanya susah diajak ngobrol juga." Komentar Vina.
Dan kali ini giliran aku yang jadi tersipu malu.
"Gak tahu,,, pengen ngobrol saja kok." Jawabku.
__ADS_1
Setelah itu kami pun lebih banyak diam sambil terus berjalan aku di depan Vina.
"Aduh Vina, kayaknya kamu harus pulang sendirian lagi deh...!" kataku pada Vina.
"Kenapa?" Tanya Vina heran.
"Kamu lihat perempuan di depan itu?" Tanyaku.
"Iya lihat, kenapa dia?" Tanya Vina.
"Kayak nya dia bakalan bikin masalah juga deh." Jawabku.
"Banyak amat sih yang mau mencelakai kamu ?" Kata Vina.
"Gak tahu Vina, sudah takdir yang harus aku jalani kayaknya." Jawabku.
Wanita Ninja itu pun berjalan mendekati aku dan Vina. Dan menghentikan kami berdua.
"Tunggu sebentar, aku hanya ingin bicara baik baik." Kata Lady Ninja tersebut.
"Saya rasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi nyonya. Bukankah kemarin kita sudah bertemu?" Jawabku.
"Ini melanjutkan yang kemarin, aku harap kamu mau mewarisi Ninjutsu Klan Yukimoto." Kata Lady Ninja itu.
"Tapi aku, sudah belajar jurus lain. Jadi tidak tertarik dengan Jurus Ninjutsu nyonya." Jawabku.
Vina yang ketakutan bersembunyi di belakang ku. Sampai ditegur Lady Ninja tersebut.
"Tidak usah takut nona, aku tidak jahat pada kalian." ucap Lady Ninja itu.
"jangan libatkan temanku, tapi jujur aku tidak tertarik sama sekali...!" Jawabku.
"Bukan tertarik atau tidak, tapi kamu akan butuhkan suatu saat. Aku tahu keluarga kamu banyak di ancam musuh. Tadi saja ada yang datang ketumah aku. Terus aku potong tangan kanannya, karena kurang ajar." kata Lady Ninja itu.
Aku jadi kaget, Lady Ninja itu tahu banyak yang memusuhi keluarga ku.
"Kamu Terima saja Jafar, dari pada malah jadi bertengkar, Vina takut." Bisik Vina.
Mungkin tanpa sadar Vina pegang pundakku, hingga aku tegur dia.
"Jangan pegang pegang Vina, kita bukan mahram." kataku.
"Astaghfirullah.... maaf Jafar Vina gak sengaja." Ucap Vina tersipu dan tampak menyesali.
"Bagaimana anak muda, sekalian gadis itu juga boleh. Tampaknya kalian serasi sekali." Ucap Lady Ninja itu.
"Kami hanya teman, bukan pasangan aku pikirkan dulu nanti." Jawabku.
Namun Lady Ninja itu terus memaksa, sehingga aku terpaksa menyanggupi. Karena Vina jadi sangat ketakutan melihat Lady Ninja itu kecewa dan memaksa aku.
Lady Ninja itu pun kemudian pergi tinggalkan kami berdua.
"Apakah itu orang yang menyerang kamu malam malam dulu itu Jafar?" Tanya Vina.
"Betul, darimana kamu tahu Vina?" tanyaku. Karena seingat aku dulu Vina gak lihat.
"Iya, waktu itu aku sama Nisa yang pertama lihat sebelum bertarung sama kamu." Jawab Vina.
Tanpa terasa perjalanan kami pun sudah sampai ke Gerbang pesantren. Dan Vina masih berjalan bersama. Biasanya jika sudah dekat Vina menjauh, menghindari fitnah.
"Wah asiknya berjalan berduaan dia sejoli yang baru mabuk cinta." Suara seseorang menyadarkan kami yang masih mengobrol.
"Gak kok mbak, kebetulan tadi ada yang mencegat Vina. Jadi Jafar coba lindungi Vina saja." Jawabku sedikit berbohong.
"Enak dong Vina, dilindungi begitu jangan jangan yang cegat kamu sengaja biar kamu bisa bareng Jafar." Ucap mbak Siti teman sekamar Nisa.
"Gak gitu mbak Siti, kebetulan juga kan kita teman satu sekolah. Untuk menghindari fitnah ( Fitnah yang di maksud adalah tindakan kurang ajar dari orang lain.) jika jalan sendirian kan lebih baik ada yang menemani. Toh kita juga jaga jarak." Jawab Vina.
"Iya aku ngerti kok, hanya pesan saja kalau sekarang kamu baru jadi gunjingan Vina. Mbak Siti sih gak mau tahu kalian pacaran atau tidak. Tapi yang tidak suka kalian dekat saat ini banyak." kata mbak Siti.
Aduh bagaimana ini, padahal sudah janjian sama Lady Ninja itu juga. Jika Vina pun akan diajarkan jurus, bisa makin gawat nanti pikirku..!?!
...Bersambung....
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote nya...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...