Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Yasin bertemu Laras


__ADS_3

Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


...Yasin bertemu Laras...


Kembali mereka membuat kesepakatan untuk menyatukan dan mengumpulkan semua kekuatan yang ada serta menentukan strategi ...!?!


"Daripada kita membagi jadi beberapa kelompok kecil. Lebih baik kita tentukan satu target dan kita lawan bersama. Seperti tadi melawan Susiana, dengan bersatu kita bisa menang." Usulan Bayu Aji.


"Tapi cara itu pun ada kelemahannya, jika gagal ya gagal total. Tapi dengan membagi yang satu gagal ada harapan yang lain berhasil. Seperti tadi contohnya dua gagal tapi yang satu berhasil." Ucap Ki Marto Sentono.


"Terus apa rencana Guru?" Tanya Bayu Aji.


"Tetap harus dibagi tugas-tugas nya, tapi dengan perhitungan yang matang dan mengukur kekuatan lawan juga." Jawab Ki Marto.


"Bagaimana caranya guru?" Tanya Jaka ikut nimbrung obrolan.


"Harus ditentukan siapa melawan siapa, butuh berapa personil untuk melawan dan dengan cara bagaimana. Aku rasa itu yang membuat kita berhasil melawan wanita itu tadi Sore, terukur terencana dan akhirnya berhasil." Ucap Ki Marto Sentono.


"Baiklah guru, Jaka paham berarti kita harus tahu kekuatan dan kelemahan lawan intinya." Ucap Jaka.


"Iya, itu juga yang digunakan Yasin dan anak-anak nya saat tanding di padepokan kita dulu. Yasin menyamar sebagai Zain mengaku sahabat Mentorogo untuk mengukur kekuatan kita." Jawab ki Marto Sentono.


"Aku ada ide, Ki Marto. Bagaimana kalau kita kirim orang untuk selidiki Yasin dan pura pura bergabung dengan Yasin ?" Usul Ki Bujang dari Kulon.


"Sudah pernah di coba, tapi gagal." Jawab Ki Marto.


"Gagal nya kenapa Ki Marto?" Tanya Ki Bujang.


"Wanita yang kita kirim untuk menggoda Yasin agar mau berbuat Mo Limo malah jadi membelot ikut Ajaran yang dibawa Yasin." Jawab Ki Marto.


Kemudian Ki Marto menceritakan saat menyewa Sufi ( waktu itu panggilannya Lusy) Seorang wanita panggilan yang disewa untuk menjebak Yasin agar berbuat Zina dan maksiat lain. Supaya Chakra dalam tubuhnya hilang dan merusak hubungan Yasin dan Fatimah.


Namun yang terjadi justru Sufi yang jadi taubat dan mengikuti jejak Yasin.


"Sampai segitunya, sebenarnya siapa Yasin itu ?" Tanya Ki Bujang.


"Dialah pembunuh kakang Joyo Maruto, Mentorogo ayah Gandung dan Jaka juga Maheso Suro ayah Jalu." Jawab Ki Marto.


"Apakah dia seorang diri mengalahkan para tetua itu?" Tanya Ki Bujang kaget.


"Tentu tidak, dia dibantu saudara saudara dan sahabatnya juga." Jawab Ki Marto.


Suasana jadi hening kembali, masing masing sibuk dengan lamunan mereka masing masing.


"Kita istirahat dulu, soal Kala Srenggi dan Otang besok kita cari di sekitar lokasi pertempuran. Jika memang sampai besok pagi tidak kembali." Kata Ki Marto.


"Baiklah Ki Marto, terus kapan Ki Munding Suro akan datang?" Tanya Ki Bujang.


"Belum tahu pastinya, dia agak Susah turun gunung. Karena mempelajari ilmu Moksa." Jawab Ki Marto.


Sebenarnya, Ki Bujang tertarik bertanya tentang ilmu Moksa. Tapi melihat Ki Marto dan lainnya sudah mengantuk jadi menahan niat untuk bertanya. Dan mereka pun terlelap dalam mimpi karena mengantuk.


.....


Sampai pagi menjelang siang, Kala Srenggi dan Otang belum juga muncul di markas mereka.


"Apa mungkin Kala Srenggi dan Otang sampai tewas dalam pertempuran itu. Tapi sepertinya gak mungkin, kalau anak anak itu punya jiwa pembunuh. Tentu kemarin juga aku dan Lembayung sudah dibunuh anak yang satunya. Kalau ditangkap dan ditawan masih mungkin." Gerutu Ki Bujang.


"Kita ajak beberapa orang, untuk mencari Kala Srenggi dan Otang di sekitar Lokasi pertempuran. Semoga masih meninggalkan jejak sebagai petunjuk." Kata Ki Marto.


"Siapa yang akan kita ajak Ki Marto?" Ucap Ki Bujang yang sekarang tak lagi arogan dan sombong. Setelah dua kali dibuat tak berdaya oleh Jafar anak Yasin.


"Jaka dan Bayu saja, Jalu dan lainnya biar mengobati Ki Gede Paneluh." Jawab Ki Marto.


Berangkatlah, Ki Marto bersama Ki Bujang didampingi Jaka dan Bayu menuju lokasi pertempuran Kala Srenggi dan Otang melawan Sidiq.


.....


Sesampainya di lokasi pertempuran Matahari sudah sangat terik. Waktu sudah hampir dhuhur, mereka memulai pencarian dari bekas jejak kaki yang masih nampak.


Mereka mengikuti arah jejak kaki dan rerumputan serta semak yang rusak terinjak-injak.


"Awal perkelahian pasti dari jalan itu, karena Kala Srenggi dan Otang pasti menunggu Sidiq di jalan itu. Tidak mungkin pertarungan dimulai dari pinggir jurang itu." Ucap Ki Marto.


"Berarti ada kemungkinan mereka semua justru jatuh ke dasar jurang itu." Sahut Ki Bujang.


Sesaat mereka saling berpandangan, ada rasa khawatir membayangkan jika Kala Srenggi dan Otang jatuh ke dasar jurang yang penuh batu batu besar dari aliran lahar dingin Merapi.


"Bisa hancur tubuh mereka bila jatuh ke dasar jurang." Kata Ki Bujang.


"Kita selidiki saja dulu Ki Bujang, siapa tahu tidak seperti itu." Jawab Ki Marto.


Mereka pun dengan penuh khawatir mengikuti jejak perkelahian yang memang mengarahkan ke tepi jurang.


Rasa khawatir mereka bertambah ketika menengok ke dasar jurang. Mereka menemukan pohon pohon yang tumbuh di bibir jurang ranting-ranting nya patah.

__ADS_1


"Apa benar mereka jatuh ke jurang, atau sengaja dibuang ke jurang?" Ucap Ki Marto.


"Ada tidak Ki Marto jalan setapak untuk menuruni jurang ini? " Tanya Ki Bujang tidak sabar.


"Harus memutar, jalan setapak untuk turun jauh di arah selatan. Dan medan di dasar jurang pun cukup sulit. Belum lagi banyak ular besar yang bisa memangsa manusia. Di samping ular belang yang sangat berbisa." Jelas Ki Marto.


"Aku tidak perduli, kita harus menuruni jurang ini memastikan keadaan Kala Srenggi dan Otang." Kata Ki Bujang.


"Baiklah kita jalan dulu ke arah selatan, mencari jalan setapak menuruni jurang ini. Tapi jaraknya lumayan jauh." Kata Ki Marto Sentono.


Mereka berempat pun berjalan mencari jalan setapak menuruni jurang.


.....


.....


.....


Di Sekolah Sidiq


"Mas kemarin ayah mas Sidiq ke rumah Riska!" Kata Riska.


"Masak, ngapain melamar Riska buat Sidiq?" Goda Sidiq.


"Ah Mas Sidiq ini, Riska serius kemarin ibunya Riska diganggu makhluk halus. Terus ditolong Ayah mas Sidiq dan saudaranya." Kata Riska.


Sidiq berpikir keras, siapa saudara yang dimaksud Riska. Dan kenapa ibunya Riska sampai diganggu makhluk halus.


"Sampai jam berapa ayahku di sana ?" Tanya Sidiq.


"Sampai hampir magrib Mas, Ayah mas Sidiq lucu juga ya orangnya. Kemarin Riska sempat mencuri dengar obrolan mereka." Kata Riska sambil mencari buku tertentu di Perpustakaan.


"Wah udah mulai berani berduaan sekarang ya Sidiq sama Riska?" Kata Lita tiba-tiba muncul.


"Gak sengaja kok, tadi ketemu disini saja. lagian banyak orang gak cuma berduaan." Jawab Riska.


"Iya, gitu aja marah. Eeh cari buku apaan buat belajar kelompok nanti?" Tanya Lita.


"Iya, bantuin dong Lita." Ucap Riska.


"Hmm... bagaimana ya, pengen sih bantuin tapi takut malah ganggu kalian. Jadi mending Lita ke kantin saja lah." Ucap Lita menggoda Riska.


Sidiq yang jengkel nyeletuk.


"Yasudah cepat pergi sana gangguin orang pacaran saja!" Balas Sidiq.


Lita yang sudah hafal sifat Sidiq bukan marah tapi malah tertawa ngakak. Sampai ditegur petugas Perpustakaan.


"Maaf ya, kalau di ruang Perpustakaan dilarang berisik."


Tak kama kemudian Riska dan Sidiq menyusul ke kantin, setelah mengisi formulir peminjaman buku Perpustakaan.


"Sukur lo lita diomelin petugas Perpustakaan!" Tegur Riska.


"Halah cuma gitu doang ini, habis Lita keceplosan." Jawab Lita.


"Tumben lo datang berduaan, gak takut dikawal setan?" Goda Dina pada Sidiq.


"Berduaan yang gak boleh kalau di tempat sepi. Kalo di tempat ramai begini gak papa. Kan setan yang mau ganggu jadi bingung." Jawab Sidiq.


Semua bingung dengan jawaban Sidiq.


"Setannya bingung bagaimana Sidiq?" Tanya Lita penasaran.


"Ya karena mau ganggu kok udah banyak Setan yang lain, wkakaka...!" Jawab Sidiq sambil ngakak.


"Sialan lo Sidiq, kirain Serius gak tahunya....!?! " Ucapan Lita gak dilanjutkan.


"Iya nih mas Sidiq terlalu ah, ngatain teman sendiri Setan." Protes Riska.


"Eit jangan salah, setan itu ada yang berujud manusia Riska." Jawab Sidiq.


"Serius gak nih, kalau slengean Lita guyur pakai es teh nih !" Ancam Lita.


"Serius, kali ini Sidiq serius." jawab Sidiq.


"Coba lo jelasin, kalau bohong beneran Lita guyur pakai air es teh nih !" Kata Lita yang beneran pegang es teh di gelasnya.


"Dih segitunya, tapi beneran kok setan itu dari golongan Jin dan Manusia. Coba kamu baca surat An-Nas, pasti hafal kan di akhir ayat artinya. 'yang membisikkan (kejahatan) di dada manusia. Dari golongan Jin dan Manusia. itu disebut setan." Jawab Sidiq.


Semua terdiam, tidak ada yang protes dengan keterangan Sidiq.


"Beneran artinya begitu Sidiq?" Tanya Lita memastikan.


"Astaghfirullah... Lita, meski Sidiq suka slengean tapi kalau bicara ayat gak beranilah main main apalagi bohong." Jawab Sidiq.


"Ngeri juga keterangan kamu Sidiq, bikin Lita merinding." Kata Lita.


"Jadi pengertiannya begini, kata itu ada yang menunjukkan jenis atau golongan. Tapi ada juga yang menunjukkan sifat. Seperti kata setan, yang dari golongan Iblis itu menunjukkan golongan. Sedangkan untuk manusia disebut Setan itu menunjukkan sifat." Kata Sidiq.


"Ah itu karangan kamu saja kali Diq?" Protes Lita.


"Bukan, Sidiq serius contoh Lain ketika orang marah memaki orang dengan sebutan Anjing. Itukan maksudnya mengatakan orang yang dimaki sifatnya seperti Anjing." Jawab Sidiq.

__ADS_1


"Gak pokoknya jawaban kamu gak mencerahkan Lita. Kalau gak bisa jawab beneran Lita guyur nih." Kata Lita mendesak Sidiq.


Sementara yang lain senyum senyum melihat Sidiq di kejar Lita untuk memberikan jawaban yang tepat.


"Ok, tapi taruh dulu itu gelas Lita." Kata Sidiq.


Lita pun menaruh gelas yang berisi es teh yang tadi diangkatnya.


" Cepat jawab !" Bentak Lita.


"Baiklah, terpaksa Sidiq kasih jawaban yang agak dalam. Sidiq contohkan hati dalam bahasa Arab kan 'Qolbun'. Arti sebenarnya dari qolbun adalah benda yang mudah dibolak balik. Dan hati manusia itu mudah berbalik. Kadang baik kadang juga jahat, tapi hati Para nabi dan Rasul pun disebut Qolbun. Meski hati para Nabi dan Rasul tidak bolak balik seperti hati kita." Jawab Sidiq.


"Kenapa gak dari tadi bilang begitu, hampir saja Lita guyur beneran." Ucap Lita sambil senyum.


"Kamu saja yang Sensi Lita." Jawab Sidiq jengkel hampir diguyur beneran oleh Lita.


"Habis kamu ngatain kita setan." Balas Lita.


"Terus kalau makhluk halus yang kemarin ganggu ibuku golongan apa mas?" Tanya Riska.


"Tanya Lita tuh." Jawab Sidiq.


"Maksud lo ?" Kata Lita sambil pelototi Sidiq.


"Kan tadi barusan Sidiq jelaskan, jadi Sidiq pengen tahu kamu paham gak." Jawab Sidiq berkilah.


"Dasar lo Diq, sentimen sama Lita." Gerutu Lita.


"Udah kenapa sih? Awas kalian ribut terus nanti Jafar sama Vina jadian kalian jadi saudaraan loh." Ucap Riska.


Sidiq sampai tersedak mendengar ucapan Riska.


"Uhhuuk... Kok kamu bawa bawa adikku sih Riska?" Protes Sidiq.


"Habis Mas Sidiq nyebelin, ditanya serius juga." Jawab Riska sebel sama Sidiq.


"Iya deh, maaf kalau yang ganggu ibu kamu masuk golongan Jin. Jin juga kayak manusia, ada yang beriman ada yang tidak. Yang tidak beriman ya disebut Setan." Jawab Sidiq.


"Kenapa gak bilang gitu saja tadi, Lita lebih paham jawaban seperti itu, dasar dodol...!" ucap Lita.


Sidiq justru tertawa melihat Lita manyun.


Mereka bercanda penuh keakraban, meski kadang jengkel dengan tingkah Sidiq yang sering bikin ulah.


.....


Sepulang sekolah mereka pun berkumpul kembali fi rumah Riska untuk belajar kelompok.


Dan pada saat itu Yasin Ayah Sidiq dan Farhan juga sudah berada di rumah Riska. Yasin sedang memberikan catatan doa kepada Pak Lurah Broto untuk di amalkan.


"Ayah kok ada disini?" Tanya Sidiq.


"Harusnya Ayah yang nanya, ngapain Sidiq pulang sekolah langsung kemari, bukan ke pesantren." Jawab Yasin menggoda Sidiq anaknya.


"Ini Sidiq, yang dulu mau diculik kelompok Maheso Suro itu ?" Tanya Farhan.


Sidiq lupa lupa ingat dengan Farhan, karena memang jarang berinteraksi.


"Iya Om, maaf Om ini siapa ya?" Tanya Sidiq.


"Ini Sepupu ibunda kamu, namanya Om Farhan jadi sepupunya bulik kamu Khotimah juga." Jawab Yasin memperkenalkan Farhan pada Sidiq.


"Udah besar ya Sidiq sekarang, jadi Sidiq teman sekolah putrinya Pak Lurah Broto?" Tanya Farhan.


"Iya om, temen deket sekali malah." Sahut Lita menggoda Sidiq membalas perlakuan Sidiq di sekolah tadi.


Yang lain jadi menahan tawa, melihat Sidiq mukanya merah karena malu.


"Sudah kalian belajar sana, Ayah baru ada perlu sama Pak Lurah Broto." Kata Yasin.


Belum juga Sidiq dan temannya beranjak, Tiba-tiba ada seorang datang sambil menangis memanggil manggil Pak Lurah Broto.


"Mas Broto, tolongin anakku mas !" ucap seorang wanita yang datang sambil menangis.


"Ada apa datang datang langsung menangis?" Tanya Pak Lurah Broto.


"Tolongin anak Laras mas, anak Laras tiba-tiba kejang-kejang terus mengamuk seisi rumah tak ada yang bisa mengendalikan." Ucap wanita bernama Laras tersebut. Yang ternyata orang yang dulu pernah di selamatkan Yasin.


"Tenang Laras, kebetulan di sini ada Pak Yasin dan pak Farhan. Kamu bisa minta tolong beliau berdua." Jawab Pak Lurah Broto.


Kemudian Laras menengok ke arah Yasin dan Farhan. Laras kaget melihat Yasin berada di rumah saudara sepupunya Lurah Broto.


"Bapak,,, Bapak kan yang dulu pernah selamatkan Laras....?" Ucap Laras tertahan antara percaya dan tidak bertemu Yasin yang dulu pernah menyelamatkan dia beberapa kali.


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nyag-...


...agar semangat up...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2