Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Terakhir kali Yasin berkelahi 1


__ADS_3

Reader tercinta


Author coba perbaiki dan kurangi typo.


Mohon koreksinya di kolom komentar.


Terimakasih.


...🙏🙏🙏...


Selamat membaca


...........


Sementara dua orang yang sembunyi itu masih mengawasi keadaan, dan salah satunya mencoba menghubungi seseorang untuk meminta bantuan secepatnya.


Belum ada yang mengetahui keberadaan dua orang itu, termasuk Yasin sendiri yang belum juga membuka mata batinnya.


“Bantuan akan datang dengan jumlah besar baru dalam perjalanan ke sini.” Ucap salah satu orang yang bersembunyi  itu.


“Tapi sudah terlambat, semua sudah tertangkap hanya kita berdua yang lepas dari mereka.” Jawab satunya.


“Mereka akan menghadang rombongan itu dan berusaha melepaskan teman teman kita.” Ucap satunya.


“Bagaiman mungkin, mereka bersenjata api dan jumlahnya juga cukup banyak ?” kata salah satunya.


“Dalam rombongan itu ada ki Birowo yang tak mempan peluru !” tegas satunya.


…..


…..


…..


 


Sementara itu Yasin yang membantu Polisi melucuti persenjataan tawanan dan mengikat mereka merasakan sesuatu yang aneh. Segera Yasin membuka mata batinnya untuk melihat situasi sekitar. Di samping itu Yasin juga merasakan getaran hebat seperti akan adanya bahaya yang datang. Kemudian Yasin dapat mengetahui keberadaan dua orang yang bersembunyi tersebut melalu mata batin nya.


“Pak Adnan, masih ada dua orang yang sembunyi. Dan saya merasakan adanya bahaya yang masih akan datang lagi.” Ucap Yasin berbisik.


“Di mana dua orang tersebut pak ?” tanya Pak Adnan.


Kemudian Yasin menunjukkan keberadaan dua orang yang bersembunyi dengan isyarat agar dua orang tersebut tidak curiga. Dan pak Adnan pun meminta dua orang  anggota nya mendekati tempat tersebut untuk menangkap dua orang tersebut. Dan tanpa kesulitan dua orang itu pun dapat di ringkus dibawah ancaman senjata api.


“Segera kita menyingkir dari sini pak, sepertinya akan ada bahaya lain yang mengancam jika kita masih di sini terus. Minimal selamatkan tawanan itu, jangan sampai mereka lolos lagi.” Ucap Yasin.


“Selanjutnya bagaimana dengan nasib padepokan ini ?” tanya Pak Adnan.


“Tinggalkan beberapa personil Polisi dan anggota padepokan yang cukup mumpuni kita jaga padepokan ini. Tetapi harus dengan kewaspadaan penuh.” Jawab Yasin.


“Baiklah pak.” Jawab pak Adnan singkat kemudian menyuruh rombongan pembawa tawanan segera berangkat serta meminta beberapa orang dari kepolisian tetap berjaga di situ bersamanya dan Yasin.


Sesaat setelah rombongan itu pergi datang lah tiga buah rombongan dengan mobil terbuka yang membawa sekitar belasan orang.


“Siapa yang berani menangkap anak buah ku ?” Teriak seseorang yang berkumis tebal serta menggunakan busana aneh, seperti  busana prajurit kerajaan zaman dahulu.


“Kami Polisi…..! Jangan Bergerak !!!” ucap Pak Adnan member peringatan lisan pada orang tersebut.


“Aku tidak peduli kalian siapa….!?!” Belum selesai bicara orang itu pak Adnan langsung member tembakan peringatan agar orang itu tidak melangkah mendekatinya.


Namun orang itu tidak peduli dan tidak gentar sedikitpun. Bahkan dengan langkah PD dia tetap berjalan mendekati pak Adnan dan Yasin. Sehingga pak Adnan terpaksa menembak kaki orang tersebut.


Dooor…


Suara pistol pak Adnan menembak kaki orang tersebut. namun dia sama sekali tidak bergeming bahkan kaki yang terkena peluru itu lecet pun tidak.

__ADS_1


“Wah rupanya orang aneh itu tidak mempan senjata api, bagaimana pak Zain ?” ucap Pak Adnan.


“Biar saya yang Hadapi pak.” Ucap Yasin sambil membetulkan posisi doble stik nya yang di selipkan di sabuk celana nya.


“Siapa kamu dan apa tujuan kamu ke sini ?” Tanya Yasin menghadang langkah orang itu. Yasin melihat orang itu membawa senjata semacam golok, namun tidak bersarung dan warna golok itu hitam kelam. Tidak ada sedikitpun yang putih mengkilap. Bukan karena gelap tapi memang jenis besi yang di pakai bahan golok itu adalah besi khusu yang berwarna Hitam.


Sepintas seperti golok lama yang sudah tumpul, namun memancarkan aura magis yang sangat kuat.


“Golok Hitam…??? Apakah benar itu adalah Golok Hitam seperti yang di bicarakan orang banyak itu. aku harus ekstra hati hati dengan orang ini.” ucap Yasin dalam hati. Selama ini Yasin baru mendengar tentang  kehebatan golok itu. dan baru kali ini menyaksikan langsung.


“Orang biasa panggil aku Ki Gede Birowo, pewaris dan penerus Bhairawa Tantra…!” ucap orang itu.


Yasin terkesiap kaget mendengar nama itu, bahkan Yasin tidak pernah percaya sebelumnya tentang kehebatan orang yang berjuluk ki Gede Birowo, yang mengaku Pewaris dan penerus aliran Bhairawa Thantra.


Bhairawa Thantra adalah aliran yang pernah ada ratusan tahun yang lalu. Sejak masa Syaikh Jumadil kubro sampai dengan zaman sunan Bonang. Dan sunan Bonang lah ang mampu mengimbangi kesaktian pemimpin Bhairawa Thantra waktu itu. hingga mereka terusir dan melarikan diri ada yang samapi ke jawa timur bahkan sebagian sampai lari ke tanah India.


Yasin tidak mengira jika masih ada orang yang menjadi pengikut aliran tersebut sampai sekarang. Sebuah aliran yang sangat di takuti karena terkenal dengan tiga ilmu yang sangat langka.


Membunuh jarak jauh \= Santet.


Mencuri dari jauh \= Ngepet.


Menghipnotis dari  jauh ( Untuk memikat hati gadis gadis ) \= Pelet.


 Belum lagi ilmu ilmu lain tentang kanuragan.


“Hmm… Kamu bergelar Birowo dari Sekte Bhairawa Thantra, kalo begitu yang kamu bawa itu pasti golok hitam ?” kata  Yasin.


Birowo pun kaget ketika Yasin bisa mengenali dirinya sampai nama senjata yang dia pegang.


“Tidak salah lagi, rupanya kamu cukup Faham dengan Bhairawa Thantra. Kalo begitu segera menyerah saja kalo sudah tahu semua tentang aku.” Ucap Birowo.


“Nama kamu memang sering di bicarakan orang, yang ‘ katanya sakti mandra Guna.” Ucap Yasin.


“Tidak perlu di ragukan lagi, kamu sudah lihat sendiri tadi. Peluru pun tidak mampu menembus kulit ari ku sekalipun. Apa lagi hanya senjata tumpul yang kau selipkan itu…!” ucap Birowo.


“Owh penglihatan kamu masih awas juga, aku kira sudah rabun karena usia yang mungkin sudah tidak lama lagi akan mati.” Ucap Yasin.


“Ha ha ha ha… rupanya kamu gak begitu faham dengan kami para Bhairawa Thantra. Kami memilih Mukso tidak  mengenal mati. Jika sudah bosan dengan kenikmatan hidup ini.” ucap Birowo.


( Mukso adalah sebuah ritual yang melenyapkan diri baik ruh dan jasadnya, untuk menghadap sesembahan mereka Dewa Bumi, bagi penganut Bhairawa Thantra. Dan yang gagal tubuhnya hanya mengecil tidak sampai hilang. Mengecil hanya sebesar boneka yang bisa di genggam dengan satu tangan. Dan kemudian di kenal atau di sebut  Jenglot. Itulah sekilas gambaran aliran Bhairawa Thantra. )


Kali ini Yasin benar benar dalam keadaan bahaya, untunglah Yasin sadar akan itu. sehingga Yasin sedikit mengurang jiwa selengekan nya. Karena Birowo kekuatannyaberpuluh kali lipat dari Joyo Maruto yang sesame manusia. Meskipun Joyo Maruto dulu punya ilmu Bantolo Sukmo, namun dibandingkan Bhairawa thantra masih kalah jauh.


Jika bukan orang yang punya nyali dan siap mati maka Yasin sudah pasti memilih melarikan diri atau menghindari bertempur dengan Birowo seorang diri. Namun tekad Yasin yang sudah bulat, tetap bersikeras menghadapi  Birowo dengan resiko apapun nanti.


Yasin hanya menyiapkan mental dan spiritual dengan terus berdoa dengan bertawasul kepada Gurunya, guru guru nya dan seterusnya yang sanad nya tersambung ke Sayid Ali Zainal Abidin putra Sayidina Husein putra Sayidina Ali dan Sayidah Fatimah Putri Rasulullah.


Dalam hati Yasin terus mengucap doa dengan sungguh sungguh memohon dan berserah diri kepada Allah Swt. Serta mengakui segala kelemahan nya sebagai manusia. Yang tidak ada daya dan kekuatan apapun tanpa ijin Allah Swt.


Yasin teringat kisah Raja Namrud yang Sombong, yang  penyebab kematinya hanya sepele oleh seekor nyamuk yang lemah. Yasin menjadi lebih Yakin dan berserah diri karena semua yang terjadi di dunia ini adalah sudah suratan Allah Swt, termasuk kematian Zulfan Adik sepupunya.


“Jika saat ini adalah ajal ku, aku tidak akan menyesali. Mungkin memang aku harus bertemu Zulfan saat ini. karena jika tidak aku hadapi maka akan lebih banyak korban yang kan berjatuhan nanti.” Kata Yasin dalam Hati.


“Iya aku juga tidak meragukan kemampuan kamu, namun kamu perlu ketahui bahwa aku Yasin murid dari Abah Thoha dan naik sampai ke Sunan Bonang dan sanadnya sampai ke Sayidina Ali bin Abi Tholib. Jadi tidak akan gentar menghadapi penganut Bhairawa Thantra. Karena leluhur bhairawa Thantra ketakutan dengan beliau sunan Bonang sampai kabur terbirit birit. Saat menyembah patung Totok Kerot.” Ucap Yasin.


Birowo terkejut mendengar penjelasan Yasin yang tahu cukup detail tentang Bhirawa Thantra.


“Kebetulan, justru aku bisa membalaskan leluhur kami yang dulu terusir. Saat ini aku akan menghabisi kamu sebagai balas dendam maha guruku  terhadap maha guru kamu.” Ucap Birowo.


“Atau bisa jadi juga yang terjadi adalah kekalahan maha gurumu akan terulang padamu lagi saat ini…!” ucap Yasin.


Birowo pun menjadi sangat marah saat Itu, dan tidak lagi mau beradu omongan melainkan langsung hendak menyerang Yasin.


“Tunggu orang tua,,, kita bikin perjanjian dulu sebelum bertarung.” Ucap Yasin.

__ADS_1


“Jangan bertele tele, katakana apa permintaan terakhir kamu sebelum aku habis ?” ucap Birowo yang sudah bersiap menyerang Yasin.


“Biar tidak jatuh banyak korban, cukup aku dan kamu yang bertarung yang lain sebagai penonton saja.” Ucap Yasin.


“Hmmm….. sebenarnya aku mau habisi kalian sekaligus. Tapi baiklah, ku anggap ini permintaan terakhir kamu. Jadi aku kabulkan saja.” Jawab Birowo.


Sebenarnya Yasin pun memang sedikit ragu, bisa mengalahkan Birowo ataukah tidak. Makanya Yasin membuat perjanjian seperti itu. sehingga jika terjadi sesuatu padanya, rombongan nya bisa di lepaskan. Karena janji seorang seperti Birowo biasanya malah akan di tepati. Berbeda dengan janji penjahat penjahat kelas teri, pikir Yasin.


Maka segeralah keduanya mempersiapkan diri untuk bertarung dengan tangan kosong Awalnya. Yasin tidak mengeluarkan doble Stik nya karena jika dia mengeluarkan sudah pasti musuhnya pun akan mengeluarkan golok hitamnya. Sementara Yasin  belum menemukan cara untuk menghadapi Golok Hitam itu. yang konon kabarnya, mampu membelah batu besar sekali tebas. Bahkan besi sekalipun bisa putus sekali tebas.


Serangan pertama dilancarkan Birowo dengan santai sepertinya terlalu meremehkan Yasin. Yasin yang sudah melindungi diri dengan ajian lembu sekilan dan juga dengan menggunakan jurus suci hijaiyah menyambut serangan Birowo. Sehingga keduanya terpental mundur.


“Kurang ajar, rupanya anak ini benar benar punya piandel dadaku agak sesak benturan tenaga dengan nya.” Kata Birowo dalam hati.


“Ya Allah berikan aku kekuatan, tenaga dalam orang ini sepuluh kali lebih kuat dari yang aku duga. Benturan tadi membuat tanganku kesemutan aliran darahku jadi kacau begini.” Ucap Yasin dalam hati.


“Pantas kamu berani koar koar, rupanya kamu juga punya sedikit mainan. Tapi sayang nyawamu sebentar lagi akan keluar dari jasad kamu.” Ucap Birowo.


“Bagiku nyawa keluar itu tidak kamu yang menentukan tapi Allah Swt. Sapa tahu saat ini Izroil justru sedang mengincar nyawa kamu.” Ucap Yasin. Meski mengetahui lawan jauh lebih kuat namun tidak mau berputus asa. Dan tetap berjuang untuk menang. Tidak berputus asa, Yasin mengakui lawan jauh lebih kuat. Sehingga dia tidak sekedar mengandalkan jurus jurusnya tapi juga mencari kelemahan lawan serta mencari strategi untuk mengalahkan lawan. Meskipun hanya sekian persen kemungkinan, tapi aku harus berusaha, batin Yasin.


“Tenaga dalam orang itu sangat kuat, sebisa mungkin aku harus menghindari benturan tenaga dengannya. Aku gunakan jurus yang bisa membuat gerakan ku lebih ringan agar mampu menghindari serangannya. Sambil mencari titik lemah orang tersebut.” kata Yasin dalan hati.


Sementara pak Adnan dan beberapa yang mendampinginya senam jantung melihat Yasin agak kerepotan melawan Birowo. Namun juga tidak bisa membantu karena melihat Birowo yang tidak mempan senjata api. Bahkan saking herannya pak Adnan pun sampai lupa untuk meminta bantuan jajarannya. Karena baru kali ini melihat pertarungan ala pendekar, dan salah satunya adalah pendekar masa lalu. Meski usianya sudah tua namun tenaganya masih sangat besar dan gerakan nya juga sangat cepat dan mematikan.


Sementara para anggota Padepokan justru terkesima dengan pertarungan tersebut, meski mereka juga bergelut di dunia kanuragan namun baru kali ini mereka melihat pertarungan yang semacam itu. baik Yasin dan Birowo sampai sama sama terbatuk, rupanya keduanya sama sama menahan rasa nyeri di dada mereka masin masing.


“Bersiaplah sekarang anak Muda.” Ucap Birowo sambil kembali menyerang Yasin.


Yasin yang sudah mengambil jurus Hijaiyah tertentu hanya bergerak menghindari serangan Birowo tanpa memberikan balasan. Hingga beberapa kali serangan Birowo hanya mengenai angin, meski kadang juga hampir mengenai tubuh Yasin.


Yasin bersabar untuk tidak menyerang ataupun melakukan benturan tenaga dalam selama masih bisa menghindar serangan Birowo tersebut. sehingga Birowo marah karena merasa di permainkan oleh Yasin.


“Menyerang lah atau kamu sebenarnya sudah menyerah… kalo kamu menyerah aku masih mau memberimu ampun… sayang juga aku harus membunuh kamu jika mau justru akan ku angkat jadi murid ku…!” ucap Birowo sambil ter engah.


Hal itu di ketahui Yasin, sehingga Yasin menemukan salah satu kelemahan Birowo. Meskipun kekuatan nya jauh di atas Yasin, namun stamina nya kalah jauh dengan Yasin yang masih jauh lebih muda. Dan Hal itu dimanfaatkan Yasin untuk semakin menguras tenaga Birowo. Dan mencari moment yang tepat untuk menyerangnya.


“Aku buka gak mau menyerang apa lagi menyerah, hanya sayang jika aku menyerang kemudian kamu langsung mati. Belum puas dalam bertarung kamu sudah mati. Nanti aku kecewa, karena aku tidak bisa bermain lama lama dengan kamu yang katanya sakti mandra guna masak langsung mati.” Ledek Yasin mulai keluar sifat slengean nya. Setelah melihat ada sedikit peluang mengalahkan Birowo.


“Bilang saja, kalo kamu tidak mampu menyerang aku.” Bentak Birowo.


Namun yasin tidak mau terpancing, justru memancing kemarahan Birowo dengan terus mengejeknya.


“Jujur saja, aku sebenarnya gak tega kalo harus memukul orang tua sepertimu. Makanya tadi beberapa kali kesempatan aku bisa memukul kamu tapi tidak aku gunakan. Masih menghargai kamu sebagai orang tua. Bahkan aku berpikir, gak aku pukul juga bentar lagi kamu bakalan mati karena tua.” Ledek Yasin membuat Birowo semakin tersinggung diremehkan sampai segitunya.


Sementara pak Adnan dan lain nya pun sedikit lega melihat Yasin masih tak kurang suatu apa. Bahkan terkesan seperti mengejek lawan sehingga mereka mengira Yasin masih di atas Angin. Walaupun itu hanya strategi Yasin untuk mengalahkan lawan. Dengan memancing emosi dan menguras tenaga lawan saja. Sebenarnya lah Yasin pun masih sangat berhati hati menghadapi Birowo dengan jurus jurusnya yang mematikan.


Kemudian Birowo kembali menyerang Yasin masih dengan Tangan Kosong. Dan Yasin pun masih sama seperti sebelumnya, hanya menghindar terus. Namun kali ini diselingi tiap ada kesempatan bisa memukul dari belakang Yasin hanya menjitak kepala Birowo dengan pelan tidak dengan kekuatan penuh. Karena Yasin masih mencari titik lemah Birowo ada dimana, dan harus dengan apa dia menyerang Birowo nanti.


Birowo yang sangat marah merasa di permainkan menjadi sangat murka, dan hendak mencabut  Golok Hitamnya. Yasin yang tahu hal itu terpaksa beradu tenaga dalam dengan Birowo untuk mencegah dia mencabut Golok Hitamnya.


Akibat benturan tersebut keduanya terpental Jauh. Birowo jatuh bergulingan di tanah, namun naas bagi Yasin yang terlempar melayang mengarah ke tembok dalam posisi berdiri melayang. Sehingga beberapa meter lagi tubuh Yasin bisa membentur dinding rumah tersebut. tubuh bagian belakang Yasin sebentar lagi akan membentur tembok dengan kecepatan tinggi akibat benturan tersebut, yasin menekuk kakinya kebelakang untuk mengurangi benturan badannya dengan menjejakkan kakinya kebelakang saat menyentuh tembok nanti…???


...Bersambung...


Jangan lupa mohon dukungan


Like


Komentar


Vote


dan lainya.


Kiprah Yasin akan dilanjutkan Jafar dan Sidiq.

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2