
Mohon dukungannya reader tercinta
banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.
...🙏🙏🙏...
...Selamat mengikuti alur ceritanya...
...........
...Pertarungan penjajakan Wiratmojo...
Yasin diam sejenak, “ Kenapa aku merasakan aura yang tidak enak dan sepertinya kenal dengan aura seperti ini. Siapa mereka ini sebenarnya.” Ucap Yasin dalam hati…!?!
Kemudian Yasin membuka lathoif nafsi untuk membuka tabir kecurigaan. Dan Yasin jadi tahu jika yang datang salah satunya adalah Jalu…!
Yasin berusaha agar tenang, supaya tamunya tidak curiga jika Yasin sudah tahu wanita jadi jadian itu adalah Jalu.
“Baiklah, katakan saja dimana alamat rumah bapak ibu biar nanti saya menyusul kesana.” Kata Yasin.
Jalu dan Wiratmojo jadi gelagapan, karena mengira Yasin akan mmengikuti mereka berdua langsung.
“Tidak bersama kami saja Pak biar tidak kesasar nanti.” Kata Wiratmojo.
“Tenang saja Pak, saya bukan anak kecil. Sudah Sering pergi jauh jadi gak perlu takut saya nyasar.” Jawab Yasin.
Wiratmojo dan Jalu hanya diam.
Atau begini saja Pak, Bapak dan Ibu tunggu dimana nanti saya susul saja. Biar saya ada persiapan dulu. Untuk menyiapkan Ubo rampe yang dibutuhkan.” Kata Yasin Asal.
“Boleh Pak, Nanti saya tunggu di Hutan jati arah Merapi yang dari arah Sungai Gendol.” Jawab Wiratmojo.
Wiratmojo dan Jalu yang dalam wujud wanita pun segera meninggalkan rumah Yasin.
Beberapa waktu kemudian munculah Sena dan Tohari.
“Mana tamunya ?” Tanya Tohari.
“Sudah Pulang duluan, nunggu di Hutan jati tempat biasanya Jafar dihadang anak buah Ki Marto.” Jawab Yasin.
“Kok di situ, memang rumahnya mana ?” Tanya Tohari.
“Gak ngerti juga, tapi yang jelas dia itu memang anak buah Ki MArto dn Ki Munding Suro.” Jawab Yasin enteng.
“Kamu Yakin ?” Tanya Tohari.
“Yakin, karena yang jadi wanita tadi adalah Jalu yang menyamar menggunakan aji Malih Warno.” Jawab Yasin.
“Kok tadi gak bilang saja Mas, kan bisa kita tangkap saja sekalian ?” Ucap Sena.
“Mau bilang bagaimana kalian malah pada pergi ?” Jawab Yasin.
“Kirain tadi pasangan suami istri yang butuh bantuan beneran.” Jawab Sena.
“Sudahlah, sekarang siapa yang akan menyusul mereka. Tampaknya yang satu lagi tadi murid Ki Munding Suro yang paling kuat.” Kata Yasin.
“Aku yang akan Hadapi Lelaki tadi, biar Sena dibantu Jafar melawan yang wanita tadi. Sidiq biar konsentrasi latihan dan penyembuhan.” Ucap Tohari.
“Baik Aku setuju, tapi aku tetap harus ikut kesana.” Jawab Yasin.
“Kamu Yakin ? Bagaimana dengan kondisi kamu ?” Tanya Tohari.
“Kan ada kalian yang akan menghadapi, aku tidak ikut bertarung dulu.” Jawab Yasin.
__ADS_1
“Sena kamu Ajak Jafar, biar aku boncengan dengan Yasin saja.” Ucap Tohari.
“Iya Kang.” Jawab Sena kemudian ke belakang rumah mengajak Jafar. Sementara Sidiq ditinggal mematangkan ajian Waringin Sungsang. Dan Wisnu di rumah menjaga dan mengawasi Sidiq. Karena belajar ilmu Waringin sungsang kadang bisa terangkat tubuhnya saat sedang duduk bersila.
Yasin dan Tohari pun berangkat lebih dulu untuk menemui Wiratmojo dan Jalu. Sementara Sena dan Jafar masih berkemas kemas.
…..
…..
…..
Sementara Jalu dan Wiratmojo sedang dalam perjalanan ke tempat yang telah mereka sepakati.
“Menurut kamu, Yasin beneran kan menyusul kita tidak ?” Tanya Wiratmojo.
“Menurutku dia Akan tetap menyusul kita.” Jawab Jalu.
“Baguslah kalau begitu, aku berharap bisa menghabisi salah satu dari mereka hari ini.” Ucap Wiratmojo.
“Tapi tidak semudah itu kayaknya, bahkan Yasin sengaja bilang begitu tadi aku merasa curiga.” Kata Jalu.
“Curiga kenapa ?” Tanya Wiratmojo.
“Kayaknya dia curiga tau bahkan sudah tahu jika aku adalah Jalu.” Jawab Jalu.
“Darimana dia tahu, bukankah kamu sudah gunakan Aji Malih Warno ?” Ucap Wiratmojo.
“Gak ttahu juga, hanya merasa aneh saja, soalnya yang biasa pakai ubo rampe kan kita bukan Yasin.” Kata Jalu.
“Aku tidak tahu kalau soal tersebut, tapi gak penting banget yang penting dia mau menyusul kita. Dan nanti kita habiskan dia di hutan Jati.” Jawab Wiratmojo dengan PDnya.
Perjalanan yang cukup jauh sudah mereka tempuh, Wiratmojo pun segera mempercepat kendaraan agar cepat sampai di Hutan Jati yang dimaksud. Mereka menunggu Yasin di tepi jalan, supaya Yasin tahu keberadaan mereka jika lewat.
Dan tidak terlalu lama Yasin pun sudah sampai juga di tempat itu bersama Tohari.
“Sudah lama nunggunya ? Owh iya Pak Bu harap tunggu sebentar anak saya menyusul sebentar lagi sampai.” Ucap Yasin.
“Iya Pak Gak papa, kita tunggu saja sebentar.” Jawab Wiratmojo.
Datanglah Mobil Sena bersama Jafar yang langsung Parkir di depan kendaraan Wiratmojo dan Jalu.]
“Maaf kami terlambat, rupanya pada nungguin di sini.” Ucap Sena.
Jalu dan Wiratmojo tidak menduga Jafar bisa ikut bersama mereka. Padahal memang salah satu dari Sidiq atau Jafar adalah Lawan Gagak Seta dan Jaladara.
“Jadi ini rupanya putra pak Yasin. Kelas berapa Dik ?” Tanya Wiratmojo mencoba bersikap Manis.
“Kelas satu SMA Ki.” Jawab Jafar kalem.
Wiratmojo melihat sorot mata Jafar sudah bisa menduga jika Jafar bukan anak sembarangan. Sorot mata Jafar pun sudah memantulkan aura yang kuat, menggambarkan pribadi yang luar biasa. Ada sedikit keraguan yang melanda Wiratmojo. Apalagi justru saat itu dia dan Jalu lah yang terkepung oleh Yasin dan keluarganya.
“Sepertinya kita gak perlu ke rumah Bapak itu Yasin. Kita bisa membantu menyelesaikan disini juga.” Ucap Tohari.
Wiratmojo dan Jalu jadi merasa jika mereka sudah ketahuan siapa sebenarnya mereka.
__ADS_1
“Maksutnya bagaimana ya Pak ? Apakah tidak harus pergi ke rumah kami ?” Tanya wanita yang sebenarnya adalah Jalu tersebut.
“Coba kamu tanya Pak Yasin saja kenapa gak harus pergi kerumah kamu.” Kata Tohari. Melemparkan ke Yasin.
“Ya gak perlu lah, dan kamu kenapa jadi bodoh begitu Jalu. Masih juga berkedok wanita dihadapanku, dari bau busuknya saja sudah menunjukkan jika kamu adalah Jalu.” Ucap Yasin.
Jalu dan Wiratmojo jadi terkejut, terutama Wiratmojo. Yang baru saja kagum dengan Jafar. Sekarang Wiratmojo harus mengakui jika Yasin bukan orang yang gampang dikibulin.
“Ha ha ha… sudah kepalang Basah. Kami memang mau menghabisi kalian semua sekarang ini. Karena kalian selalu menjadi penghalang untuk kami.” Jawab Wiratmojo sambil tertawa ngakak.
Yasin jadi terpancing emosinya dan langsung menendang Wiratmojo hingga Wiratmojo terpental beberapa langkah.
“Kurang ajar kamu belum apa apa sudah main tendang…!” Wiratmojo mengumpat sambil memegangi perutnya yang seakan hendak keluar semua isinya. Saat tendangan Yasin mendarat di perutnya.
“Lebih licik kalian yang hendak menjebakku. Terus sekarang kalian mau apa ?” Bentak Yasin.
Jalu yang tidak terima Wiratmojo diperlakukan begitu langsung hendak memukul Yasin.
Namun serangan Jalu pun dapat dipatahkan oleh Jafar.
Jafar sengaja membenturkan pukulanya dengan Jalu, sehingga Jalu terpental jauh. Bahkan menunjukkan Wajah Aslinya tanpa dikehendaki Jalu. Sebuah efek benturan dengan Jafar membuat Jalu “Badar” ( Ketahuan penyamarannya ).
“Wah Aku jadi pengen juga mencoba kekuatan pengikut Bhairawa tantra yang menyimpang dari aslinya itu.” Ucap Tohari.
“Jangan asal ngomong kamu, hadapi aku jika ingin merasakan Ilmu karang, meskipun belum sesempurna guruku.” Ucap Wiratmojo.
“Ya ya ya…boleh juga, aku ingin tahu ilmu karang punya orang bodoh sepertimu bagaimana ?” Ucap Tohari.
Wiratmojo segera mempersiapkan mantra dan jurus Ilmu Karang, sementara Tohari mempersiapkan Aji Gelap ngampar. Tanpa diketahui Jalu bangkit dan menggunakan ajian popok wewe hendak berbuat Licik. Sementar yang lain fokus dengan pertarungan Tohari dan Wiratmojo.
...Bersambung...
...Mohon dukungannya Reader...
...Like Komen dan vote...
...agar semangat up...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
Mohon maaf, up nya pendek dulu.
semoga tetap menghibur.
😊😊😊
__ADS_1