Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Kisah laras yang malang


__ADS_3

Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


...Kisah laras yang malang...


"Bapak,,, Bapak kan yang dulu pernah selamatkan Laras....?" Ucap Laras tertahan antara percaya dan tidak bertemu Yasin yang dulu pernah menyelamatkan dia beberapa kali.


"Jadi Pak Yasin ini yang dulu selamatkan Laras?" Tanya Pak Lurah Broto.


"Bukan saya sendiri Pak Lurah, kerja sama dengan Polisi juga. Dan waktu itu Pak Yadi juga yang bersama kami." Jawab Yasin.


"Bisa gak pak lihat kondisi anak saya sekarang?" Tanya Laras.


"InsyaAllah, kamu sekarang tinggal dimana Laras?" Tanya Yasin.


"Dia tinggal di kampung ini juga pak, sejak mengandung anaknya dulu." Pak Lurah Broto yang menjawab.


Kemudian Yasin dan Farhan pun diantar ke rumah Laras oleh Pak Lurah Broto.


Dan sesampainya di rumah Laras Yasin terkejut, ternyata Laras tinggal di rumah penampungan khusus.


Namun Yasin tidak berani bertanya lebih lanjut, mengingat itu privasi Laras.


Rumah penampungan bagi wanita terlantar. "kenapa Laras bisa terlantar, bukankah orang tuanya cukup mampu apalagi dia saudaranya Pak Lurah Broto?!?" Tanya Yasin dalam hati.


Meski kondisi rumah itu cukup dan layak huni namun sepertinya kurang begitu terawat. Yasin mengamati keadaan sekitar rumah yang ditempati Laras.


Kemudian Dipersilahkan masuk oleh Pak Lurah Broto. Bersama Farhan Yasin pun segera menangani anak Laras. Lelaki kecil yang tampan, tapi sorot matanya seakan memancarkan dendam.


Di tangan Yasin dan Farhan anak laki-laki Laras bisa tunduk dan nurut. Kemudian disuruh mandi keramas untuk membersihkan diri. Selain juga untuk membersihkan aura negatif yang masih tertinggal. Akibatnya gangguan makhluk makhluk astral yang menguasainya.


Setelah Rizal anak Laras selesai mandi, di hadapkan pada Yasin oleh Laras.


"Rizal berterimakasih pada Pak Yasin ya, karena sudah ditolong." Ucap Laras pada anaknya.


" Bukan saya, tapi Farhan adik saya tadi yang banyak menolong." Ucap Yasin.


"Iya Pak sama Pak Farhan juga, makasih sudah nolongin anak saya." ucap Laras.


"Laras, kamu ikut ke rumahku sekarang ajak Rizal anak kamu juga." Kata Pak Lurah Broto.


"Iya mas, nanti Laras nyusul ke sana." Jawab Laras.


"Jangan lama lama, aku tunggu secepatnya." Ucap Pak Lurah Broto.


"tampaknya ada urusan keluarga yang akan dibicarakan. Lebih baik aku dan Farhan nanti segera berpamitan saja." pikir Yasin.


Kemudian Yasin dan Farhan diajak kembali ke rumah Pak Lurah Broto.


.....


"Maaf Pak Lurah, sepertinya sudah cukup lama kami di sini. Kami mau mohon pamit dulu." Ucap Yasin.


"Aduh saya masih ada perlu sama bapak bapak berdua sebenarnya. Apa tidak bisa ditunda sebentar lagi pak?" Tanya Pak Lurah Broto.


Yasin dan Farhan terdiam sesaat, tidak seperti yang diduga sebelumnya. Ternyata Pak Lurah Broto malah menahan kepulangan mereka.


"Bukannya Pak Lurah juga akan ada pembicaraan khusus dengan Laras?" Tanya Yasin.


"Justru saya mau bicara dengan Laras itu mumpung ada bapak berdua. Yang saya rasa bisa ikut membantu menjelaskan nanti." Kata Pak Lurah.


Yasin dan Farhan makin bingung, apa sebenarnya maksud Pak Lurah Broto.


"Baik Pak Lurah, saya kira justru dengan adanya kami akan mengganggu Pak Lurah dan Laras." Jawab Yasin.


Sebelum Pak Lurah menjawab Riska datang membawa teman teman nya yang akan berpamitan.


"Yah. teman teman Riska mau pamit." Ucap Riska.


"Owh iya, hati hati di jalan ya. Sidiq gak ikutan ngobrol dulu sama Ayahnya?" Kata Ayah Riska.


"Makasih Pak Lurah, mau pulang bareng Ihsan saja." Jawab Sidiq.


"Kamu dan Ihsan pulang belakangan saja. Ayah sekalian ada perlu dengan kalian." Kata Yasin.


Sidiq bingung, apa yang akan disampaikan oleh ayahnya.


"Soal apa yah?" Tanya Sidiq.


"Nanti saja, sekarang kamu tunggu di Teras dulu sama Ihsan." Jawab Yasin.


Kemudian Lita dan Dina bersalaman untuk pamit pada Ayah Riska dan Yasin juga Farhan.


Setelah sepi Pak Lurah Broto melanjutkan bicara dengan Yasin dan Farhan.

__ADS_1


"Begini bapak bapak, saya menanyakan sesuatu yang kaitannya dengan supranatural dan itu ada hubungannya dengan Laras." Kata Pak Lurah Broto.


"Masalah Supranatural dan ada kaitannya dengan Laras?" Tanya Yasin.


"Iya pak, tapi cerita lengkap nanti saja nunggu Laras." Jawab Pak Lurah Broto.


.....


Sementara itu Sidiq dan Insan menunggu di luar di temani Riska.


Tak lama kemudian terdengar suara Riska.


" Eeh Tante Laras sama Rizal, udah baikan Rizal? Tadi katanya sakit." Suara Riska menyapa Laras dan anaknya.


"Udah mbak, itu teman teman mbak Riska?" Tanya Rizal.


"Iya kenalan dulu sana, atau mbak Riska kenalkan yuk." Ajak Riska pada Rizal.


Kemudian Riska membawa Rizal pada Sidiq dan Ihsan.


"Titip Rizal ya Riska, Tante mau ketemu ayahmu." Kata Laras dan langsung masuk ke rumah menemui Pak Lurah Broto dan Yasin juga Farhan.


.....


"Begini Laras, aku tidak bermaksud mencampuri urusan keluarga kamu. Tapi aku pengen kehidupan kamu itu berjalan wajar seperti orang lain." Kata pak Lurah Broto.


"Iya mas gapapa, tapi maksudnya bagaimana, Laras belum paham ?" Jawab Laras.


"Di sini kebetulan ada Pak Yasin dan Pak Farhan. Kebetulan juga kamu kenal beliau berdua. Aku berharap kamu bisa cerita apa yang kamu alami dalam kehidupan rumah tanggamu." Lanjut Pak Lurah Broto.


Yasin dan Farhan belum paham apa maksud Pak Lurah Broto tersebut. Keduanya hanya menunggu apa yang akan disampaikan Laras.


Kemudian Laras menceritakan awal pertemuan dia dengan suaminya yang bernama Tama.


Dimana Tama yang mengaku seorang santri dan mengaku punya kelebihan khusus. Mendapat kepercayaan dari keluarganya.


Bahkan mendapatkan fasilitas yang Istimewa dari kedua orang tuanya. Sampai semua hal yang menjadi keinginan Tama dipenuhi oleh kedua orang tuanya Laras.


Hal itu terjadi dari sebelum Laras menikah. Sampai dengan Laras menikah dengan Tama. Hingga akhirnya Laras punya anak tapi semua kebutuhan Laras orang tuanya yang yang mencukupi.


Dan Tama akhirnya menghilang lepas dari tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga.


"Astaghfirullah... malang benar nasib kamu Laras. Kenapa bisa sampai seperti itu?" Tanya Yasin.


Dalam hati Yasin merasa iba dengan Laras. Dari semasa sekolah sudah mengalami Nasib yang malang. Hampiri saja jadi korban Joyo Maruto dijadikan tumbal. Kemudian tertipu oknum yang mengatasnamakan Santri. Yang jual ayat demi kebutuhan sendiri.


"Dulu ibu Laras sakit, dan mas Tama yang bisa menyembuhkan. Sejak itulah mas Tama diperlakukan istimewa. Dan dinikahkan dengan Laras." Jawab Laras.


Sebagai seorang Santri yang beneran tentu saja jengkel dengan oknum seperti Tama. Yang justru merusak citra santri dengan kelakuannya.


"Ibuku dulu seperti kena santet, tiap malam perutnya merasa sakit. Seperti ditusuk tusuk jarum dari dalam. Kemudian disembuhkan oleh mas Tama." Jawab Laras.


"Dengan apa Tama mengobati ibu kamu mbak Laras?" Tanya Farhan yang makin penasaran.


Sementara Yasin dan Pak Lurah Broto hanya mendengarkan percakapan Farhan dan Laras.


"Dengan Media telur ayam kampung." Jawab Laras.


Tiba-tiba Farhan tampak marah mendengar jawaban Laras.


"Tidak salah lagi, ini pasti motif penipuan dukun dukun palsu mas Yasin. Tidak bisa dibiarkan begitu saja." Ucap Farhan pada Yasin.


"Kamu tenang dulu Farhan, jangan keburu emosi. Meskipun aku juga berpikir sama seperti kamu." Jawab Yasin.


"Maksudnya bagaimana pak, apa boleh saya ikut mendengarkan?" Tanya Pak Lurah Broto.


"Boleh Pak, tentu saja Pak Lurah juga harus tahu biar Farhan yang menjelaskan." Jawab Yasin.


Kemudian Farhan mulai menjelaskan modus para dukun palsu. Yang dengan tipu daya mereka meyakinkan orang seakan dirinya punya ilmu gaib. padahal hanya sekedar trik tipuan saja.


"Jadi telur yang digunakan itu memang sudah dipersiapkan?" Tanya Pak Lurah Broto pada Farhan.


"Betul pak, dan itu sangat mudah. Hanya merendam telur dengan asam cuka semalam. Kemudian memasukkan jarum kedalam telur itu tanpa memecahkan telurnya. Sehingga setelah telur itu dipecahkan orang heran dalam telur ada jarumnya. Dan taunya jarum itu berasal dari tubuh orang yang diobati." Jawab Farhan.


Dan kali ini Pak Lurah Broto yang jadi tampak marah.


"Dari awal sebenarnya saya tidak percaya dengan Tama. Tapi bulik saya yang ngotot, katanya Tama itu orang baik yang pantas dinikahkan dengan Laras." Gerutu Pak Lurah Broto.


"Sabar Pak Lurah, bagaimanapun Tama sudah terlanjur jadi suami Laras. Kasih tahu baik baik saja agar bertanggungjawab dengan anak istrinya." Kata Yasin.


"Terus yang soal anak saya tadi bagaimana pak?" Tanya Laras pada Yasin.


"Maaf anak kamu tampak nya menyimpan perasaan dendam pada seseorang." Kata Yasin.


Laras hanya terdiam, tampak wajahnya semakin sendu dan berlinang air mata.


"Cerita saja Laras, mungkin pak Yasin bisa membantu." Bujuk Pak Lurah Broto.


"Rizal anak saya sangat membenci ayahnya, karena selalu diperlakukan kasar oleh ayahnya." Jawab Laras.


Yasin sudah menduga jika Rizal anak Laras mengalami trauma kekerasan. Yang mengakibatkan tumbuh rasa dendam.

__ADS_1


"Ma Rizal boleh ikut jalan jalan Mas Sidiq teman mbak Rizka tidak?" Tiba-tiba Rizal anak Laras datang.


"Sidiq itu siapa mas Broto?" Tanya Laras.


"Putranya Pak Yasin." Jawab Pak Lurah Broto.


"Owh, iya boleh Rizal gapapa." Jawab Laras.


Yasin heran kenapa Sidiq mengajak Rizal anak Laras jalan jalan.


"Sama Sidiq saja atau sama mbak Rizka nak?" Tanya Yasin khawatir jika Sidiq mengajak Riska juga.


"Sama mas Ihsan, mbak Riska gak ikutan." Jawab Rizal anak Laras.


"Owh sama mas Ihsan, bilangin kalau naik motor pelan pelan saja." Ucap Yasin.


Kemudian Rizal pun kembali ke teras menemui Sidiq.


"Apakah Rizal anak kamu jarang bergaul Laras?" Tanya Yasin.


"Hampir gak pernah, dia hanya kenal Riska putrinya mas Broto. Makanya Laras heran Rizal minta ijin mau jalan jalan sama orang baru." Jawab Laras.


Pasti Sidiq tahu dari Riska tentang anak itu kemudian mengajak anak itu jalan jalan. "ternyata dibalik sifat keras Sidiq, jiwa penyayang anak anaknya sudah tampak sejak Jafar Lahir dulu." Kata Yasin dalam hati.


"Maaf Pak Yasin, apa ada sesuatu?" Tanya Pak Lurah Broto melihat Yasin melamun.


"Tidak ada apa apa Pak, saya hanya heran. Sidiq anak saya itu sifatnya keras tapi sayang sama anak kecil dari dulu., ternyata sampai sekarang pun sama." Jawab Yasin.


"Jadi begitu ya pak. Kemudian soal adik saya Laras dengan suaminya itu sebaiknya bagaimana Pak?" Tanya Pak Lurah Broto.


"Sebisa mungkin perbaiki hubungan, maaf selama ini Tama masih memberi nafkah pada Laras atau tidak?" Tanya Yasin.


"Dari awal malah gak pernah pak, bahkan saat ini batang hidungnya Tama pun tidak pernah kelihatan." Jawab Pak Lurah Broto.


Yasin hanya geleng geleng kepala, "ada juga orang yang tertipu bertahun tahun masih gak sadar jika sudah tertipu." Kata Yasin dalam hati.


"Maaf Pak Lurah, demi kebaikan Rizal boleh tidak Rizal saya asuh?" Tanya Yasin.


"Kalau itu tanya Laras Pak, dia yang Lebih berhak menentukan." Jawab Pak Lurah Broto.


"Saya gak bisa berpisah sama Rizal pak, dia satu satunya hiburan bagi Laras." Jawab Laras.


"Kamu pikirkan lagi saja Laras, tidak harus jawab sekarang." Kata Yasin.


"Iya mbak Laras, saya sepakat dengan mas Yasin." Sahut Farhan.


Percakapan mereka terhenti ketika Rizal dan Sidiq masuk menghampiri.


"Ma tadi Rizal dibeliin ini sana mas Sidiq." Kata Rizal pada Laras.


Laras begitu haru melihat Rizal anaknya tampak ceria hari itu. Tidak pernah Laras melihat Rizal Anaknya ceria seperti itu.


"Baiklah Pak Lurah, Kali ini kami mohon pamit beneran. Soal keluarga ini kami akan terus memantau. Dan Soal Laras saya hanya bisa bicara seperti radi Pak untuk saat ini." Kata Yasin kemudian melangkah keluar setelah bersalaman dengan Pak Lurah Broto.


Kemudian mengajak Sidiq dan Ihsan kembali.


Namun sebelum berpisah di jalan Yasin mengajak Sidiq menepi di pinggir jalan.


"Sidiq, kamu sudah mulai dewasa ayah gak melarang kamu dekat dengan Riska. Tapi ayah hanya minta satu hal. Jangan kecewakan ayah dan bunda kamu juga Mamah Arum, Ayah harap kamu paham maksud Ayah." kata Yasin.


"Iya yah, Sidiq sangat paham. Sidiq akan jaga nama baik ayah bunda dan mamah Arum." Jawab Sidiq.


"Satu hal lagi Sidiq, apa kamu atau Jafar pernah di temui anak buah Ki Marto Sentono lagi?" Tanya Yasin.


"Kalau Sidiq kemarin habis dihadang dua orang anak buah ki Marto yah. Gak tahu kalau Jafar." Jawab Sidiq.


"Kasih tahu Jafar, suruh awasi Nisa terus. Dan kamu juga jika suatu ketika bertemu dengan orang yang bernama Ki Munding Suro. Jika Hanya sendiri lebih baik lari saja. Dia penganut Bhaerawa thantra, anak buah Birowo musuh ayah yang dulu membuat ayah pincang beberapa tahun gak bisa jalan tegak." Kata Yasin.


"Siapa namanya tadi Yah? " Tanya Sidiq tidak begitu jelas karena pas ada kendaraan lewat.


"Ki Munding Suro, Bilang ke Jafar juga. Ki Munding Suro bukan lawan kalian. Kalau yang lain ayah masih percaya kalian mampu. Tapi untuk Ki Munding Suro harus kalian hindari. Itu akan jadi urusan ayah !" Kata Yasin


"Ki Munding Suro Yah?" Tanya Sidiq Memastikan.


"Iya, ingat jangan langgar pesan ayah kali ini ya. Akan sangat berbahaya bagi kalian jika menghadapi Ki Munding Suro." Kata Yasin sekali lagi memperingatkan Sidiq.


"Ita Yah, Sidiq akan ingat pesan ayah."Jawab Sidiq.


Mereka pun berpisah, Yasin kembali ke rumahnya. Dan Sidiq kembali ke Pesantren Al-Hikmah.


Sementara Ki Munding Suro yang di sebutkan Yasin sudah menuju ke markas persembunyian Ki Marto Sentono...!!!


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote...


...agar semangat up...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2