Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Orang tua Riska ikut ke Pesantren


__ADS_3

...Orang tua Riska ikut ke Pesantren...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


"Sidiq tolong bantuin....!!! " Teriak Lita dari dalam kamar orang tua Riska. Barulah Sidiq dan yang lain berani memasuki kamar orang tua Riska...!?!


Sidiq melihat ibunya Riska, terikat setengah telanjang dengan mulut yang tertutup lakban. Sementara Ayah Riska terikat di pinggir ranjang dalam keadaan pingsan.


Akhirnya kepergian ke pesantren Al-Huda tertnda, menolong orang tua Riska lebih di dahulukan.


"Astaghfirullah... Dina tolongin ibunya Riska aku periksa ayahnya Riska." kata Sidiq.


Kemudian Sidiq mulai memeriksa ayah Riska yang Pingsan di bantu Ihsan. Sementara para Gadis termasuk Riska menolong ibunya Riska melepaskan lakban yang membungkam mulutnya. Dan melepas tali yang mengikat tubuhnya.


Ibunya Riska menangis tersedu sambil memeluk Riska.


"Untung kalian cepat datang nak, jika terlambat ibu sudah ternodai oleh Baj***an itu." Kata ibunya Riska sambil menangis.


Riska pun jadi ikutan nangis, kemudian gantian melihat kondisi ayahnya yang masih pingsan.


"Bagaimana mas Sidiq, apa ayah Baik baik saja?" Tanya Riska.


"Ayah kamu hanya pingsan saja, ambilkan minyak angin atau apa saja yang aromanya kuat. Untuk bangunin Ayahmu." kata Sidiq.


Riska pun mencarikan minyak angin yang baunya cukup menyengat.


Hidung ayah Riska dikasih stimulan agar siuman. Dsn setelah beberapa saat akhirnya syah Riska Pun tersadar. Sambil memegangi tengkuknya, ayah Riska mencoba mengingat apa yang terjadi.


"Ayah kenapa yah ?" Tanya Riska sambil terisak.


"Ayah gak tau seperti ada yang memukul ayah dari belakang. Terus tiba-tiba pandangan ayah jafi gelap dan tidak tahu lagi apa yang terjadi." Jawab ayah Riska.


"Sebelumnya pak Lurah merasakan ada yang aneh tidak pak?" Tanya Sidiq.


Ayah Riska terdiam, kesadarannya belum pulih betul untuk mengingat kejadian sebelumnya.


"Jadi kami berdua tadi sedang berada di kamar. Tiba-tiba pintu kamar terbuka sendiri. Ayah Riska kaget dan menengok keluar kamar. Tapi tiba tiba fis jatuh pingsan." Jawab ibunya Riska.


Sidiq hampir memastikan jika semua itu perbuatan Jalu. Tapi belum tahu apa tujuan Jalu sebenarnya.


"Setelah itu apa yang terjadi ibu?" Tanya Sidiq.


Kemudian ibunya Riska menceritakan kejadian paska ayah Riska pingsan.


.....


Flashback kejadian sebelumnya


Ibunya Riska menjerit melihat suaminya jatuh dan pingsan tiba-tiba. Namun tanpa melihat orangnya dia mendengar suara orang membentak.


"Diam, atau aku bunuh suami kamu...!" bentak orang yang tidak tampak wujudnya.


"Kamu siapa? Dimana kamu?" ibunya Riska sangat ketakutan.

__ADS_1


Kemudian nampak sosok pemuda yang mata kirinya cacat. Meskipun muda dan tampan tapi sorot matanya sangat menakutkan.


"Kamu... kamu kan Jalu mau apa kamu? " ibunya Riska bertanya sambil mundur ketakutan. Sehingga kakinya terbentur daun pintu kamar nya hingga jatuh.


Melihat ibunya Riska yang masih tampak muda dan hanya menggunakan daster tipis itu Nafsu bejat Jalu jadi naik. Kemudian mau melampiaskan nafsu bejat nya pada ibunya Riska.


Tentu saja ibunya Riska melawan, namun apa daya kekuatan wanita lemah tersebut. Jalu mengikat tubuh ibunya Riska, dan melakban mulutnya agar tidak berteriak.


Setelah itu Jalu juga menyeret tubuh ayah Riska dan mengikat di tepi ranjang. Kemudian Jalu pun dengan senyuman bengis nya mendekati ibunya Riska yang Terikat dan mulutnya dilakban.


"Tenang tanteku, Jalu akan kasih hadiah istimewa buat Tante." ucap Jalu sambil mendekat dan mulai menyentuh tubuh ibunya Riska yang ketakutan. Mau menjerit tapi mulutnya dilakban oleh Jalu.


Dan Jalu pun mulai merobek baju ibunya Riska, hingga nyaris telanjang.


Untunglah di saat yang kritis itu, terdengar suara Riska dan kawan kawan datang. Sehingga Jalu menghentikan aksinya dan kembali wujud nya tidak kelihatan.


Sebenarnya Jalu ingin melihat siapa siapa saja yang datang. Jalu ingin membuat yang datang pingsan, untuk melanjutkan hasrat nya.


Namun begitu melihat ada Sidiq di situ Jalu mundur. Masih enggan melawan Sidiq, setelah mata kirinya dibutakan Sidiq.


Kemudian Jalu pekan pelan menutup pintu kamar hendak kabur keluar. Tapi keburu Dina mau ke kamar kecil. Sehingga langkah Jalu terhenti, dan berdiri menepi.


Saat Sidiq lewat di depan Jalu, Jalu hampir saja memukul Sidiq namun tidak jadi. Karena takut keberadaan nya diketahui Sidiq.


Sehingga Jalu tak jadi memukul Sidiq.


Namun dengan gerakan Jalu itu, membuat Sidiq merasa ada desiran benda. Sehingga Sidiq merasakan ada sesuatu yang tak terlihat, namun terasa keberadaannya.


Flashback off


.....


"Iya, dan hampir saja menodai aku. Untung saja anak anak datang tepat waktu." Jawab ibunya Riska.


"Tidak bisa dibiarkan itu anak, sudah sangat bejat." kata ayah Riska. Berusaha bangkit tapi terhuyung masih merasakan pusing. Untung Sidiq cepat menangkap sehingga tidak sampai jatuh.


"Buat istirahat saja pak Lurah." kata Sidiq menuntun ayah Riska ke ranjangnya.


"Bagaimana ini mas Sidiq, Riska takut orang tua Riska dalam bahaya." Kata Riska.


Sidiq berpikir sejenak, agak bingung juga menghadapi keadaan ini.


"kita bicara di depan yuk, biar pak lurah dan ibu bisa istirahat." Kata Sidiq yang baru tersadar jika berada di kamar orang tua Riska.


Sidiq dan yang lain pun keluar dari kamar orang tua Riska. Hanya Riska sendiri yang masih berada di kamar orang tuanya.


"Kasihan Riska dan keluarganya Diq, kamu punya rencana apa?" Tanya Ihsan.


"Aku juga bingung nih, masalahnya Jalu punya Halimun dan bisa menyamar jadi orang yang kita kenal." Jawab Sidiq.


"Terus gimana Diq, kamu minta saran ayah kamu saja baiknya bagaimana Diq?" Usul Ihsan.


"Sidiq masih malu dong San, kalau ayah tanya soal Riska." Jawab Sidiq.


"Maaf Diq, kondisi seperti ini harusnya kamu jujur saja sama ayah kamu." Kata Lita.


"Aku setuju dengan Lita, keselamatan keluarga Riska harus di prioritaskan Diq!" Sambung Dina.


Sidiq sebenarnya tidak tega keluarga Riska ikut terdampak ulah Jalu. Tapi yang dipikirkan Sidiq jika sampai Arum mamahnya tahu dia dekat dengan gadis. Karena Arum sangat keras dalam hal itu, akibat trauma masa lalunya.


Sidiq memutar otak, mencari Solusi biar aman semuanya. Sekaligus mengamankan statusnya yang berpacaran dengan Riska dari Arum mamahnya.

__ADS_1


"Aku coba deh nanti bicara pelan pelan pada ayah." Jawab Sidiq.


Tiba-tiba Riska keluar bersama kedua orang tuanya. Dan ikut bergabung dengan Sidiq dan kawan-kawan nya.


"Buat istirahat saja Pak Lurah, kayaknya masih pusing." Kata Sidiq.


"Gapapa,,, udah mendingan kok. Ada yang ingin aku sampaikan pada kalian." Kata Ayah Riska.


Semua jadi terdiam, menunggu kelanjutan bicara Ayahnya Riska.


"Aku dengar kalian tadi berencana ke Pesantren Al-Huda. Kalau memang iya, aku akan ikut ke sana juga. Aku mau minta saran langsung dari Kyai Syuhada." Kata Ayah Riska.


"Apa ayah kenal beliau?" Tanya Riska.


"Kenal sih belum Riska, tapi dengar namanya sering. " Jawab Ayah Riska.


"Boleh pak Lurah, kita berangkat ke sana secepatnya


saja." Kata Sidiq.


Akhirnya Sidiq dan kawan-kawan nya sepakat membawa orang tua Riska ke Pesantren Al-Huda.


.....


Sesampai mereka di Pesantren Al-Huda, ternyata Yasin dan Fatimah pun berada di situ sedang berbicara dengan orang tua Vina bersama Kyai Syuhada.


"Sidiq, kamu kenapa kemari bawa rombongan gitu?" Tanya Fatimah.


"Ini bunda,,, Sidiq mengantar Pak Lurah Desa xxxxx ingin bertemu Abah guru Syuhada." Jawab Sidiq.


Sidiq tidak menduga jika Yasin ayahnya dan ibunya ada di Pesantren tersebut. Sehingga Sidiq jadi gemetar takut disinggung soal Riska.


"Kenapa kamu jadi Pucat begitu Sidiq, ksn bunda hanya nanya?" kata Fatimah.


"Lah itukan ayahnya Riska teman kamu yang diculik dulu. Ajak kesini sekarang saja Dia, jangan di biarkan nunggu kelamaan." Kata Yasin.


"Siapa Riska? Yang pernah dibilang Isna dan Utari itu? Jadi kamu barengan sama keluarga Riska kesini nya? " Tanya Fatimah.


Sidiq makin salah tingkah, bingung harus menjawab bagaimana.


"Seperti kalian gak pernah muda saja." ucap Kyai Syuhada.


Sidiq jadi semakin bergetar, menahan rasa malu...!


...Bersambung...


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


Note :


Mohon maaf, hari ini hanya bisa up dikit.


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2