Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Lusy berhasil masuk ke rumah Yasin


__ADS_3

...Lusy berhasil masuk ke rumah Yasin...


Mohon dukungannya reader tercinta


banyak komen dan like sangat menyemangati Author dalam update.


...🙏🙏🙏...


...Selamat mengikuti alur ceritanya...


...........


Yasin merasa risih, karena wanita tersebut nyaris tubuh atasnya tidak tertutup sama sekali. Kemudian melepaskan Jaketnya dan disuruh memakai wanita tersebut...!!!


Kemudian Yasin menghampiri tiga laki-laki tersebut. Dan tiga laki-laki tersebut pun kabur, karena memang niat mereka hanya menjebak Yasin agar Lusy bisa menyusup ke rumah Yasin.


"Gunakan kembali pakaian kamu mbak, agar tidak terkesan buruk dilihat orang." Ucap Yasin.


Dan Lusy pun tanpa sungkan melepas jaket Yasin satu satunya penutup tubuh bagian atas nya. Sehingga justru membuat Yasin jengah melihat tubuh atas Lusy yang terbuka bebas.


Sebuah kesalahan bagi Lusy atau justru sebuah peringatan bagi Yadin sendiri. Jika wanita di hadapan nya bukan wanita baik baik.


Pertama, berada di tempat sepi dengan tiga orang laki laki bukan mahramnya.


Kedua dengan tenang membuka aurat nya tanpa malu sedikit pun di depan Yasin.


Ketiga tadi memeluk Yadin dari belakang tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh bagian atas nya. Sehingga hal tersebut membuat Yadin sedikit merasakan curiga.


Ditambah lagi tiga orang yang hendak memperkosa wanita itu langsung kabur begitu saja.


Segara logika gak mungkin, tiga orang takut dengan satu orang. karena mereka tidak pernah berhadapan dengan Yasin. Dan belum tahu tentunya jika Yadin ada kemampuan kanuragan.


Nun begitu, Yasin tetap menganggap itu baru sebatas kecurigaan bukan sebuah kesimpulan yang pasti. Sehingga Yasin pun tetap positif thinking dengan wanita itu.


"Rumah nya dimana mbak, biar saya antar pulang?" Tanya Yasin.


Wanita itu justru jadi bingung karena tidak menduga ditanya seperti itu. Dalam arahan Gede Paneluh Lusy hanya diminta ikut Yasin kerumahnya saja. tidak dipersiapkan jika ditanya perihal jati dirinya juga.


"Mbak, mbak ini rumahnya mana, dan kenapa bisa sampai di tempat ini dengan tiga orang jahat tadi."


Semakin pucat lah Lusy mendapatkan pertanyaan yang diluar skenario yang dipelajari.


" Saya gak punya rumah hidup gak jelas tujuan mau kemana. Juga tidak tahu sekarang harus kemana?" jawab Lusy setelah agak tenang.


Yasin justru makin curiga dengan wanita itu, namun otaknya cepat berputar mencari ide. agar tahu tujuan wanita tersebut dan apa motif sebenar nya.


"Ya sudah sementara ikut saya ke rumah saya saja." Ucap Yasin mau melihat reaksi wanita tersebut.


Wajah wanita itupun seketika nampak gembira mendengar ucapan Yasin. Menunjukkan jika memang itu memang tujuan pertama yang akan diambil setelah pura pura hendaklah diperkosa. yaitu masuk ke rumah Yasin sebagai mata mata.


Yasin pura pura gak tahu jika dirinya sudah bisa membaca arah dan tujuan Lusy. Tinggal mencari motif dan aktor intelektual nya saja.


Yasin pun menunda ke pondok Pesantren Al- Huda. dan menghubungi Steve dan Ponco untuk membawa Lusy ke rumahnya. Setelah Steve sampai di lokasi dan membawa Lusy ke rumahnya barulah Yasin berangkat kembali ke Pondok Al-Hikmah. Setelah memberikan pesan khusus kepada Steve.


.....

__ADS_1


Steve yang membawa Lusy ke rumah Yasin menanyakan kepada Lusy penyebab dia ditolong Yasin. Kembali Lusy menjadi gelagapan, benar benar dia dibuat bingung oleh Yasin. Semua yang terjadi diluar prediksi bahkan sangat jauh.


Sampai ke rumah Yasin pun bukan Yasin sendirian yang membawanya. Baru tahap awal Lusy sudah kebingungan, bagaimana nanti bisa menjalankan pekerjaan dengan baik, batin Lusy.


"Kenapa bisa tersesat di tempat tadi mbak? " tanya Steve.


"Tersesat? siapa yang tersesat ?" jawab Lusy malah jadi bingung dikatakan tersesat.


"Kata teman saya tadi Mbak katanya Tadi tersesat di situ dan gak tahu jalan pulang?" Jawab Steve.


"Owh iya, bingung saja tahu tahu kok sudah disitu. " Jawab Lusy sudah mulai masuk dalam jebakan Yasin.


Lusy justru semakin bingung, bahkan tidak tahu harus berkata apa. Jangankan menjalankan misi, bicara pun Lusy jadi gelagapan seperti orang linglung.


Sesampainya di rumah Yasin, makin bingung lah Lusy melihat suasana rumah Yasin. Melihat Fatimah istri Yasin serta dia anak didik Yasin Isna dan Utari yang sedang berlatih Kanuragan. bersama Ponco dan Steve. belum lagi melihat anak anak kecil yang belajar mengaji.


Habis sudah rasa percaya diri seorang Lusy di rumah Yasin. Hanya diam dan termenung seakan menyesali menerima job berat dari Jalu dan Gede Paneluh. Andai bisa di batalkan, mungkin Lusy pilih mundur tidak akan merasa sanggup menggoda Yasin. jangankan menggodanya sekedar bicara saja sudah kesulitan bagi seorang Lusy.


Lusy benar benar mati kutu berada di rumah Yasin, semua planning yang dibuat hancur sudah tak satupun berjalan.


.....


.....


.....


Kembali pada Yasin yang sudah sampai di Pondok Al-Hikmah.


"Aku sholat Ashar dulu kang, tadi ada kendala di jalan jadi belum sholat Ashar. " kata Yasin pada Kyai Nuruddin sesampainya di Pondok Al-Hikmah.


Serta melakukan aktifitas seperti biasa melatih jurus suci hijaiyah. Dan karena ada beberapa santri baru Yasin pun memberi contoh dari awal pada santri santri Baru tersebut.


dan selanjutnya dibimbing oleh Sidiq dan Ihsan bagi santri santri baru tersebut.


Dan di tengah latihan, Yasin pun memanggil Sidiq anaknya.


" Ada apa yah?" tanya Sidiq.


"Kamu kan pernah kerja di counter HP, bisa gak buat CCTV dari HP yang murah murah saja." tanya Yasin.


"Bisa dong yah, tapi yang paling bagus pakai dia HP bekas yah. Satu buat kamera satu lagi buat pemancar biar ayah bisa buka di manapun." Jawab Sidiq.


" Buatin gih, ayah butuh buat mantau kondisi rumah kalau pas lagi keluar gini."Kata Yasin.


"Sidiq udah punya yah, Pakai saja punya Sidiq. Sidiq hanya buat mainan saja kok." kata Sidiq.


"Buat apa Sidiq pakai CCTV? jangan usil lo Sidiq !" ucap Yasin.


"Gak kok yah, buat mantau kamar saja lalu Sidiq pas sekolah." Jawab Sidiq.


"Beneran itu aja?" Tanya Yasin.


"Iya yah...!" Jawab Sidiq.


Yasin hanya pandangi wajah Sidiq seakan kurang percaya dengan Sidiq.

__ADS_1


"Anu yah, kadang dipinjam Ihsan buat mantau anak yang di taksir Ihsan." kata Sidiq.


"Ihsan apa Sidiq nih?" ucap Yasin.


"Ihsan yah, Sidiq gak bohong kok." jawab Sidiq.


Yasin melihat keseriusan di wajah Sidiq, Yasin pun percaya dengan Sidiq.


"Yasudah, nanti ajari ayah buat menggunakan ya ?" kata Yasin.


"Iya yah, nanti bisa kok kita mantau bareng. kan masuk ke web khusus, nanti Sidiq kasih tahu deh Caranya. biar Jafar juga bisa ikut mantau rumah dari Al-Huda juga." ucap Sidiq.


"Kenapa gak dari kemarin aja kamu bikin Sidiq ?" tanya Yasin.


"Gak kepikiran aja yah." Jawab Sidiq.


Yasin pun kembali melanjutkan latihan dengan anak anak santri.


setelah selesai Yasin pun langsung ke ruang tamu kyai Nurudin untuk pamit dan menunggu Sidiq membawa Ponsel yg sudah di rancang sebagai CCTV,


Tak lama Sidiq pun muncul membawa dia buah ponsel bekas yang dirancang sebagai CCTV on-line oleh Sidiq.


Yasin jadi ingat saat Jafar dulu membuat cermin sebagai pengganti CCTV ketika menghadapi Lady Ninja dahulu. Dan saat ini Sidiq yang membuat kan untuk nya.


Yasin cukup puas dan bersyukur atas ketiga anaknya yang cukup penurut dan cerdas.Yasin pun segera pulang ke rumah nya. setelah dijelaskan cara pasang dan cara penggunaan nya dan seterusnya.


....


Sampai di di rumah Yasin langsung mengajak Lusy bicara di ruang tamu. tidak lupa juga mengajak Fatimah Isna dan Utari.


"Sekarang kamu cerita ke istriku apa yang kamu alami tadi. Tapi sebentar aku ada perlu dulu, kalian ngobrol saja dulu." ucap Yasin kemudian pergi ke ruang mujahadah. Mencari titik memasang kamera agar bisa mengamati ruang mujahadah dan dapur sekaligus.


Tiba tiba Fatimah datang menyusul.


"Mas ngapain manjat manjat begitu?" tanya Fatimah.


Yasin hanya memberi isarat diam pada Fatimah. Kemudian Yasin melanjutkan pekerjaan nya. dan setelah selesai kemudian Yasin mencoba CCTV buatan Sidiq dengan cara seperti yang disampaikan Sidiq.


"Nih kamu lihat. " kata Yasin menunjukkan pantau yang terekam di layar Ponselnya.


"Buat apa ini mas?" Tanya Fatimah.


Kemudian Yasin menceritakan kecurigaan Yasin pada Lusy, yang kemungkinan sengaja dikirim untuk mengamatinya dan berbuat jahat.


"Kenapa ruang mujahadah dan dapur mas yg dipantau?" tanya Fatimah.


...Bersambung....


...Mohon dukungannya Reader...


...Like Komen dan vote nya...


...agar semangat up...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2