Pewaris Stambul Al-Quran

Pewaris Stambul Al-Quran
Penyelamatan keluarga Steve Hansaimura


__ADS_3

Reader tercinta


Author coba perbaiki dan kurangi typo.


Mohon koreksinya di kolom komentar.


Terimakasih.


...🙏🙏🙏...


Selamat membaca


...........


Steve sudah sampai di rumahnya, dia menaiki tembok rumahnya sendiri, menggunakan cakar besi yang di pasang di kedua telapak tangannya. Seperti seekor laba laba dia menaiki tembok rumahnya itu. dan dengan mudah steve langsung bisa melihat keberadaan Mitsuga Istrinya yang terikat bersama kedua anaknya. Melihat itu Steve hampir saja tak bisa mengendalikan dirinya dan hendak menyerang Yukimoto. Namun diurungkan, karena justru bisa membahayakan kedua anak dan istrinya tersebut.


Sehingga Steve segera mencari cara untuk dapat meringkus Lady Ninja tersebut. Steve bahkan mengirimkan pesan kepada Ponco mohon bantuan. Dengan disertakan lokasi keberadaan Steve, karena Steve Yakin Ponco  juga akan membantunya….?!?


*****


Di dalam rumah Steve Yuki segera mengikat Mitsuga sebelum siuman kembali. Dengan menutup mulut Mitsuga dengan lakban agar tidak berteriak, kemudian mencari anak anak Steve. Anak anak Steve yang bersembunyi dibalik kamar tegang dan menahan nafas agar tidak ketahuan. Rupanya anak anak Steve cukup terlatih juga untuk melakukan tindakan preventif. Sayangnya kali ini yang menjadi musuhnya adalah seorang master Ninjitsu yang cukup berpengalaman. Sehingga tanpa kesulitan yang berarti kedua anak Steve juga ikut diringkus bersama maminya.


Setelah ketiga nya dapat di ikat dan dimasukkan ke ruangan khusus, Yuki segera melakukan meditasi dengan lebih dahulu mengganti pakainya dengan pakaian ala ninja. Dan segera duduk bersila, sambil mengatupkan kedua di depan dada dengan dengan gerakan gerakan khususnya.


Saat itu lah Steve sudah berada di atas atap melihat kejadian yang menimpa anak istrinya.


“Rasanya tidak mungkin bertindak sekarang, hanya dengan mengikutinya dan menemukan kemana anak istriku dibawa. Baru mangatur cara menyelamatkan mereka, baru nanti balas dendam ke Rahardian.” Ucap Steve yang sudah terlanjur kirim pesan kepada Ponco.


Dengan hati hati Steve mengamati semua pergerakan Yukimoto yang menawan keluarganya. Mitsuga yang sudah siuman berusaha berteriak namun mulutnya tertutup lakban. Demikian juga dengan kedua anaknya. Mitsuga berusaha melepas ikatan tangan dan kakinya, namun ikatan yang dilakukan Yuki sangat kuat sehingga sangat sulit untuk dilepaskan.


Steve berharap Mitsuga menengok ke atas untuk bisa memberi kode agar tetap tenang. Dan Steve akan mengikuti kemanapun Yuki membawa mereka. Setelah sekian lama, harapan Steve terkabul. Mitsuga melihat Steve dan mengedipkan mata tanpa diketahui Yuki.


Steve segera memberikan kode khusus agar Mitsuga tenang, Steve akan mengikuti langkah Yuki kemanapun mereka akan dibawa pergi.


Mitsuga akhirnya merasa sedikit lega ketika melihat suaminya sudah mengetahui kondisi dirinya dan anaknya. Sehingga sedikit memberikan ketenangan pada Mitsuga, karena Mitsuga tahu kemampuan suaminya dalam hal olah kanuragan. Dan dia sendiri pun sedikit mempunyai kemampuan itu, hanya saja masih dapat tertipu oleh Yuki yang berperan manis tadi.


*****


Di tempat Ponco sedang bertugas


Begitu mendapat pesan dari Steve Ponco jadi kaget, apa yang di kuatirkan akhirnya terjadi. Lady Ninja itu merupakan bahaya bagi dirinya dan Steve. Ponco segera mencari cara agar bisa keluar dari tempat Rahardian untuk membantu Steve. Ponco masih belum menyadari jika dirinya dalam pengawasan yang ketat juga seperti Steve.


Tiba tiba Ponco berteriak pura pura sakit di bagian kakinya yang tadi terkena senjata rahasia Lady Ninja.


“Aduuh… apa senjata rahasia itu beracun ya, kok kakiku menjadi kaku begini.” Ucap Ponco pada dua rekannya yang disampingnya.


“Coba saja kamu periksa lukanya, apakah ada perubahan warna disekitar luka dan ada pembengkakan.” Jawab salah satu rekan Ponco.


Ponco mendapat akal, agar lukanya tampak bengkak dia menotok jalan darah dikakinya sehingga darah terhenti dan menimbulkan bengkak di sekitar luka. Serta berwarna merah kebiruan, sehingga rekan rekanya mengira memang senjata itu ber racun.


Kemudian melaporkan pada Rahardian bos mereka, dan Rahardian menyuruh Ponco diperiksa di rumah sakit terdekat. Namun tetap dengan pengawalan yang ketat.


Akhirnya Ponco benar benar di bawa ke rumah sakit dikawal oleh dua orang anak buah Rahardian. Ponco di bawa ke sebuah klinik pengobatan, untuk diperiksa lukanya. Ponco berpikir keras bagaimana cara melarikan diri dari kawalan dua orang anak buah Rahardian tersebut. dan tempat yang akan dikunjunginya adalah tempat Yasin. Ponco sudah bertekad keluar dari kelompok Rahardian dan akan bergabung dengan Yasin. Karena peristiwa keluarga Steve tidak menutup kemungkinan menimpa keluarganya juga.


Sementara dokter yang memeriksa Ponco mengatakan kepada Ponco jika lukanya hanya luka bisa saja. Namun Ponco dengan sedikit mengancam menyuruh dokter itu bilang kepada dua rekan nya, jika lukanya terkena racun. Dengan sedikit menekan dan mengancam jika tidak mau akan mematahkan tulang lengan dokter tersebut. akhirnya dokter tersebut hanya mengikuti kemapuan Ponco.


Dan saat memapah Ponco keluar dari ruang periksa dokter itu pun bilang.


“Hati hati, lukanya masih meninggalkan racun. Jadi jangan sampai banyak bergerak dulu.” Ucap dokter itu.


Kedua anak buah Rahardian yang lain pun hanya mengangguk, tidak menyadari jika hanya dibohongi saja.


Dan akhirnya Ponco diijinkan untuk merawat lukanya dirumah Ponco sendiri. Dan setelah diantar kerumahnya Ponco segera dipapah masuk kedalam kamarnya. Dan kedua anak buah Rahardian itu pun segera pergi meninggalkan Ponco.


Karena Ponco yang masih hidup seorang diri, belum punya anak istri maka Ponco segera membuka kembali totokan nya. Dan segera pula berangkat ke rumah Yasin untuk minta bantuan Yasin.


Setelah yakin kedua rekanya itu jauh, ponco segera melangkah pergi dengan motornya mencari rumah Yasin berdasarkan alamat yang dia pegang. Ponco mendapatkan alamat rumah Yasin dari Steve yang dikasih langsung oleh Rahardian.


Ponco sudah tidak sabar ingin bertemu Yasin dan menceritakan apa yang terjadi pada Steve dan minta bantuan Yasin. Ponco beberapa kali berhenti untuk bertanya memastikan jika dia tidak salah arah menuju ke rumah Yasin.


Dengan segera Ponco pun dapat menemukan rumah Yasin. Namun Ponco tidak tahu jika kehadirannya juga diawasi anak anak Yasin, Sidiq dan Jafar. Ponco yang datang dengan sebentar sebentar menoleh membuat Sidiq dan Jafar pun jadi curiga. Dan mengira bahwa ponco adalah orang yang akan menculik Nisa adiknya.


Sehingga Sidiq dan Jafar pun bersiap siap untuk menyerang Ponco.


“Mas orang itu mencurigakan, tengak tengok kanan kiri kayak orang mau mencuri.” Ucap Jafar pada Sidiq.


“Iya, kita awasi saja jangan jangan dia akan berbuat jahat pada kita. Atau itu orang yang mau menculik Nisa adik kita.” Ucap Sidiq.


“Bisa jadi mas, baiknya kita apakan orang itu ?” tanya Jafar.


Kita tangkap dan kita serahkan ke ayah saja, biar di tangani ayah.” Jawab sidiq.

__ADS_1


Jafar dan Sidiq belum tahu jika Ponco beberapa kali juara lomba Aikido. Yang mampu mematahkan tulang lawan nya hanya dalam satu kali gerakan saja. Meski postur tubuh ponco tidaklah kekar, namun cukup jangkung dan jangkauan tangan serta kaki nya cukup jauh. Tentu akan menyulitkan jafar dan Sidiq yang masih anak anak itu.


“Aku yakin, inilah rumah Zain itu. tapi kenapa sepi sekali ya, apakah mereka sedang tidak ada dirumahnya ?” Ucap Ponco dalam hati.


Tidak menyadari jika Sidiq dan Jafar sudah semakin dekat dan mengawasi gerak gerik Ponco yang semakin bergerak mendekati pintu rumah Yasin.


“Jafar, kamu lempar saja orang itu dengan kekuatan totokan jalan darah kamu. Kemudian kita ikat bersama  lalu kita serahkan ke ayah nanti.” Ucap Sidiq.


“Orang itu tampaknya juga punya kanuragan mas, dari hembusan nafasnya dapat Jafar rasakan. Jadi kita harus hati hati.” Ucap Jafar.


“Kalo begitu, nanti kita hadapi berdua jika berbahaya.” Ucap Sidiq sambil terus mengawasi gerak gerik Ponco.


Dan di saat Ponco sudah di depan pintu rumahnya, Jafar segera bertindak. Dengan mengerahkan kekuatannya Jafar menjentikkan batu kerikil ke  arah urat besar di leher Ponco untuk menotok nya.


Namun Ponco bisa merasakan desiran batu kerikil yang mengarah padanya. Dan dengan cepat menghindar. Namun Jafar yang sudah bisa mengukur kemungkinan Ponco bisa menghindari segera menyusul dengan serangan berikutnya secara beruntun. Ke  arah dada dan kaki Ponco, untuk memberikan efek kejang bila terkena batu kerikil tersebut.


“Tunggu aku tidak berniat jahat, aku mencari temanku Zain atau Yasin…!” teriak Ponco. Namun sudah terlambat, sebuah kerikil sudah terlanjur mengenai kaki nya. Hanya beberapa centi meter diatas luka nya yang terkena senjata Lady Ninja.


Sehingga dampaknya semakin sakit yang dirasakan Ponco. Hampir saja Ponco naik darah karena rasa Sakit yang timbul itu. namun begitu tahu yang menyerangnya adalah anak anak dia jadi kaget.


“Busyeet… masih anak anak sudah punya kemampuan begitu…!?!” pikir Ponco.


“Kalo berniat baik kenapa harus tengak tengok kiri kanan ?” Ucap Sidiq.


Melihat wajah Sidiq dan Jafar. Sekilas Ponco sudah bisa menduga bahwa mereka adalah anak anak Zain alias Yasin.


“Owh kalian anak anaknya Yasin alias Zain kan ?” ucap Ponco.


“Jangan coba bohongi kami dengan pura pura kenal dengan ayah kami…!” bentak Sidiq. Ucapan Sidiq yang kencang  terdengar oleh Fatimah dari dalam. Sehingga mau gak mau Fatimah pun jadi penasaran melihat apa yang terjadi.


Fatimah mendengar ada suara asing tepat di depan Pintu rumahnya. Dengan hati hati Fatimah membuka pintu dengan bersiap segala kemungkinan yang terjadi. Begitu pintu terbuka sedikit, dan melihat Ponco yang sedang membelakangi pintu berbicara dengan Sidiq dan Jafar. Fatimah tidak mau ambil resiko, dia menotok urat besar leher Ponco hingga tidak dapat bergerak sama sekali.


“Siapa kamu ? kenapa bikin ribut dengan anak anak ku ?” tanya Fatimah pada Ponco.


Tidak hanya Ponco yang kaget, mendapat totokan seperti itu. bahkan Sidiq dan Jafar pun kaget, tidak menduga jika bundanya pun memiliki ilmu kanuragan juga. Dan Fatimah saat itu terpaksa menunjukkan kemampuan nya karena sebelumnya mendengar kata kata suaminya tentang kemungkinan akan adanya bahaya.


“Wah bunda hebat juga ternyata…!” teriak Sidiq dan Jafar bersamaan.


“Maaf saya mencari saudara Zain atau Yasin, saya tidak bermaksud jahat kok. Tolong lepaskan totokan ini.” pinta Ponco.


“Jangan bunda, siapa tahu dia hanya menipu kita. Tunggu sampai ayah datang saja.” Teriak Jafar memperingatkan ibundanya.


Fatimah hanya tersenyum mendengar teriakan Jafar anaknya.


“Baiklah, saya akan menunggu suami kamu datang. Biar semuanya jelas, bahwa saya memang kenal dengan suami kamu.” Ucap Ponco.


“Jangan percaya bunda, dia tadi datang mencurigakan. Tengak tengok kanan kiri kayak mau mencuri saja.” Ucap Sidiq.


“Owh, jadi kamu datang sembunyi sembunyi tadi ?” ucap Fatimah.


“Tidak bukan begitu, saya hanya ragu karena baru pertama kali kesini dan takut diikuti orang saja.” Ucap Ponco yang belum bisa bergerak sama sekali.


Untunglah Yasin segera pulang bersama Nisa, setelah mengantar Nisa membeli sesuatu.


“Ada apa ini kok ramai ramai ?” tanya Yasin.


“Orang itu yah, mau masuk rumah mencurigakan saja gerak geriknya.” Ucap Sidiq kepada ayahnya.


“Loh bukankah kamu Ponco, kenapa bisa jadi begini ?” Ucap Yasin kepada Ponco.


“Iya, tadi ada salah faham dengan istri dan anak anak kamu. Aku dikira mau mencuri jadi aku dibikin seperti ini.” Ucap Ponco.


“Lah kaki kamu kenapa berdarah ?” tanya Yasin. Melihat Luka Ponco kembali berdarah setelah tadi terkena batu kerikil lemparan Jafar.


“Panjang ceritanya, tolong lepasin dulu totokan ini, nanti aku jelaskan.” Ucap Ponco.


“Fat, lepasin totokan mu aku kenal dia biar aku bicara berdua dulu padanya. Ajak anak anak masuk ke rumah.” Ucap Yasin.


Fatimah pun segera membuka totokan nya dan mengajak Nisa dan kakak kakaknya masuk ke rumah. Kemudian Ponco digandeng Yasin untuk bicara diluar rumah.


“Ada apa coba jelaskan, tapi jika kamu memang bermaksud jahat pada keluargaku aku gak akan segan menghabisi mu." Ancam Yasin.


“Tidak, aku justru mau minta bantuan karena anak istri Steve saat ini diculik oleh seorang Ninja wanita.” Ucap ponco sambil menunjukkan foto yang dikirim oleh Steve kepadanya.


Yasin mengamati foto tersebut dan melihat seorang wanita dan dua anak kecil diikat dan mulutnya di lakban.


“Kenapa bisa terjadi seperti ini, siapa yang menyuruh Ninja wanita itu ?” tanya Yasin.


“Siapa lagi kalo bukan bos kami Rahardian, dia tahu kalo Steve habis dari rumah kamu karena dia selalu diawasi oleh orang. Sehingga bos Kami menculik anak istrinya untuk mengancam Steve dan mungkin juga aku nantinya.” Ucap Ponco.


“Apa kamu juga sudah punya keluarga ?” tanya Yasin.

__ADS_1


“Belum sih, tapi takutnya orang tuaku yang jadi sasaran mereka. Sementara aku tidak bisa mengawasi karena tidak tinggal satu rumah.” Ucap Ponco.


Yasin berpikir sejenak, mengurai semua keterangan Ponco. Apakah ceritanya masuk akal atau tidak, dan sementara Yasin menganggap itu masuk akal. Meski tidak begitu saja langsung percaya. Karena kadang para penjahat pura pura berseteru dan mendekati lawan hanya untuk menjebaknya saja.


 “Coba kamu Video Call Steve aku mau melihat langsung keadaan dia sekarang.” Ucap Yasin.


Kemudian Ponco memanggil Steve dengan Video call, namun sebelumnya mengirim chat dulu mengatakan jika Yasin ingin melihat  Kondisinya.


Dan Steve bersedia mengangkat video call dari Ponco dan mengarahkan kameranya ke arah anak istrinya yang sedang dinaikkan ke mobil untuk dibawa pergi oleh Yukimoto si Lady Ninja.


“Ikuti terus saja kemana dia membawa anak istrimu, jangan sampai kehilangan jejak. Dan juga jangan bergerak sendirian. Karena aku yakin dia punya markas dan pasti ada beberapa Ninja di sana." Ucap Yasin pada Steve.


“Betul aku juga berpikir begitu.” Ucap Ponco.


“Coba ceritakan secara detail tentang kemunculan Lady Ninja tersebut.” Ucap Yasin.


Kemudian Ponco pun menceritakan dari awal kejadian sehingga dia terluka dan ada pembicaraan khusus antara Lady Ninja tersebut dengan Rahardian. Juga setelah itu Steve diberi tugas, yang ternyata hanya menjauhkan Steve dari keluarganya.


Yasin sedikit geram dengan dengan tindakan Rahardian yang dirasa sangat berlebihan tau melampaui batas tersebut. namun dengan kondisinya sekarang juga terancam, terutama anaknya Nisa. Yasin juga menjadi sedikit bingung. Apa lagi yang memberinya informasi tersebut adalah Steve, sedangkan saat ini Steve sendiri butuh bantuan dia.


Yasin Nampak ragu ragu mau menolong  keluarga Steve atau konsentrasi menjaga anak istrinya dirumah.


“Bagaimana saudara Zain, apakah anda bersedia membantu kami.kami saat ini sudah keluar dari kelompok Rahardian, bahkan aku juga sudah kabur dari rumahnya tadi.” Ucap Ponco membuat Yasin semakin bingung saja.


“Jujur aku bingung saat ini, karena menurut Steve, awalnya Rahardian mengincar keluargaku tapi saat ini justru keluarga Steve yang diculiknya.” Jawab Yasin.


Ponco pun bisa memahami kebingungan Yasin, apa lagi tadi sempat melihat Nisa anak gadisnya yang Polos.


“Saya tahu, kalo memang tidak bisa membantu biarlah saya sendiri yang akan membantu Steve menyelamatkan keluarganya…!” ucap Ponco agak kecewa.


“Tunggu….! Baiklah kita bicara didalam saja sekarang.” Ucap Yasin sambil mengajak Ponco masuk ke rumahnya. Stelah tahu pasti tujuan Ponco datang  ke rumahnya tersebut.


Dan sengaja Yasin mengundang Fatimah istrinya dan Sidiq juga Jafar kecuali Nisa anak bungsunya.


Yasin berpikir sudah saatnya semua kecuali Nisa tahu permasalahan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Kemudian Yasin meminta Ponco untuk bercerita kepada Fatimah yang juga di dengar Sidiq dan Jafar.


Semua jadi kaget, kecuali Jafar yang memang sudah dari awal tahu. Bahkan memperingatkan ayahnya agar berhati hati. Namun Fatimah dan juga Sidiq baru tahu masalah yang sebenarnya terjadi, dan berawal dari perusakan rumah makan Pak Zul dulu.


“Terus apa rencana nya mas ?” Tanya Fatimah pada Yasin.


“Mau gak mau, aku harus membantu Steve. Aku berhutang budi padanya, dia yang membocorkan rahasia bos nya demi keluargaku. Dan akibatnya keluarganya yang jadi sasaran. Gak mungkin aku hanya diam saja. Tapi masalahnya sekarang bagaimana keamanan dirumah kita ?” Ucap Yasin pada Fatimah.


Tiba tiba Jafar yang menyahut.


“Ayah, yang dirumah percayakan pada Jafar dan bunda saja. Ayah dan mas Sidiq biar membantu teman ayah. Karena Ninja itu adalah lawan Jafar dan bunda, serta memang akan segera datang kesini setelah berhasil menculik keluarga teman ayah.” Ucap Jafar meyakinkan semuanya.


Yasin seakan tidak percaya dengan apa ucapan Jafar tersebut, masih ada kecemasan dalam hati Yasin melepaskan anak dan istrinya menghadapi lady Ninja tersebut. namun juga tidak ada alternative lain lagi karena kondisi memang harus demikian.


“Apa kamu yakin Jafar, bisa mengalahkan Ninja tersebut ?”tanya Yasin pada Jafar.


“Insya Allah Yah, Jafar sudah dikasih tahu Yuyut kelemahan Ninja itu.” ucap Jafar mantab.


Antara yakin dan tidak akhirnya Yasin menerima usulan Jafar tersebut, dan dengan segera Yasin berkemas sambil menunggu berita dari Steve lokasi penyekapan keluarganya tersebut.


Yasin kembali mempersiapkan semua persenjataan yang diperlukan untuk pertarungan Fisik. Tak lupa juga membekali Sidiq anaknya yang baru saja tumbuh remaja. Sedangkan untuk Jafar dia serahkan kepada Fatimah istrinya.


“Jika perlu undang Khotimah adik kamu suruh kesini sendirian saja Fat.” Ucap Yasin pada Fatimah.


Dan setelah mendapatkan lokasi penyekapan keluarga Steve, Yasin segera berangkat bersama Ponco juga Sidiq. Meski Sidiq hanya di beri peran mengawasi kondisi saja. Tidak boleh ikut terjun langsung masuk ke dalam tempat penyekapan. Sidiq dengan mantab mengikuti perintah ayahnya, ini adalah kali pertama Sidiq dilibatkan secara langsung oleh ayahnya. Dan Sidiq ingin menunjukan bahwa dia bukan lagi anak kecil yang bisa diremehkan. Ilmu kanuragannya secara fisik dan mental memang sudah terlatih, meski belum ter uji secara nyata.


Ponco ikut kuatir juga dengan adanya Sidiq tersebut, namun tadi juga sempat merasakan sendiri jurus Jafar adiknya. Jadi Ponco berpikir kemapuan Sidiq pun kurang lebih sama dengan Jafar adiknya tadi, pikir Ponco. Dan merekapun semakin dekat dengan lokasi yang ditunjukan oleh Steve. Sampai akhirnya mereka dihadang oleh Steve di sebuah jalan dan mengajak menempuh dengan jalan kaki memasuki area penyekapan tersebut. Steve cukup kaget melihat Sidiq anak Yasin juga ikut dalam misi itu. ada perasaan haru yang dalam pada diri Steve, dan dalam hati Steve berjanji. “Aku tidak akan melupakan budi baik Zain sekeluarga. Dan aku berjanji, nyawa pun akan aku pertaruhkan untuk mereka juga.” Ucap Steve dalam hati.


“Aku harus habisi Yukimoto dengan tanganku sendiri nanti.” Ucap Steve dalam hatinya.


Episode selanjutnya


Pertempuran dengan para lady Ninja.


...Bersambung...


Jangan lupa mohon dukungan


Like


Komentar


Vote


dan lainya.


Kiprah Yasin akan dilanjutkan Jafar dan Sidiq.

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


 


__ADS_2